
"Apakah aku memang tidak jatuh cinta pada Joelin? Mengapa aku malah pacaran dengan Jee Na? Apakah arah hati ini memang kepada gadis ini?" Mickey sibuk dengan pertanyaan di hatinya.
"Bangunlah. Kau tidak ingin bekerja?" tanya Mickey pada Jee Na.
"Aku kan anak bos nya. Tidak ada yang melarangku jika aku terlambat."
"Tapi aku harus kuliah. Maaf tidak bisa berlama-lama denganmu pagi ini." Jawab Mickey.
Dia memutuskan pergi ke kampus lebih awal, untuk memastikan perasaannya. Akhirnya pagi itu Jee Na meninggalkan rumah Mickey dengan kemenangannya. Sementara Mickey pergi kekampus dengan kebingungannya.
"Bukankah harusnya aku bahagia memiliki pacar seperti Jee Na? Dia cantik, terpandang dan pintar. Mungkin aku hanya belum terbiasa." ujar Mickey dalam hati.
\*\*\*
Tiga bulan sudah sejak Mickey membawa Joelin kerumahnya, dalam arti 3 bulan sudah hubungan asmara Mickey dan Jee Na. Mickey dan Jee Na menghabiskan weekend mereka berkencan. Akhirnya Mickey merasa menikmati hubungan ini. Jee Na yang selalu menawarkan suasana baru, destination yang baru, bahkan tentu saja memanjakan Mickey dengan hartanya. Walau Mickey selalu menolak pemberian Jee Na, hal yang membuat gadis itu merajuk. Akhirnya Mickey memilih menyerah dan menuruti semua kemauan Jee Na, untuk menghindari pertengkaran. Temperamen Jee Na saat kesal sangatlah buruk. Hari ini juga tentu saja saatnya berkencan. Karena ini adalah weekend. Sepasang kekasih itu sedang duduk malas sambil bermesraan di sofa ruang tamu Mickey.
"Bagaimana kuliahmu?" tanya Jee Na.
"sangat baik. Tapi aku sangat kasihan pada Joelin." jawab Mickey.
"Siapa dia?"
"Siswa asing." jawab Mickey.
"Oh, jadi siswa asing yang selalu dia ceritakan setiap bertemu denganku adalah Joelin? Jadi Joelin gadis yang dia panggil saat pertama kali tidur denganku adalah siswa asing itu?" gumam Jee Na dalam hati.
"Ada apa dengannya sayang?" Tanya Jee Na pura-pura peduli sambil mengeratkan pelukannya dengan Mickey.
"Sepertinya dia tidak terbiasa dengan suhu dingin. Akhir-akhir ini kesehatannya sering terganggu." jawab Mickey.
"Apakah dia pergi ke dokter?" Tanya Jee Na menyembunyikan kekesalannya.
"Aku tidak tahu."
"Kau bisa membawanya kedokter." Ujar Jee Na memendam kekesalan dalam hatinya, dia sungguh ingin tahu reaksi Mickey.
"Kim Jee Na terimakasih. Kamu sungguh pacar yang hebat. Aku akan menemaninya ke dokter senin nanti jika dia masih sakit." jawab Mickey.
"kau bisa membantunya, jika dia dalam masalah." jawab Jee Na akhirnya.
"Dengan bersikap baik pada Joelin, maka pria ini akan semakin kagum padaku. aku tidak perduli pada Joelin aku hanya butuh simpatimu Eum Son." gumam Jee Na dalam hati.
"Sayang, apa kamu mau di rumah aja seharian?" tanya Mickey.
"Apa kamu ingin membawaku jalan-jalan Eum Son?" tanya Jee Na manja.
"bersiaplah. Aku ingin mengunjungi sebuah tempat."
Setelah bersiap-siap, pasangan kekasih itu akhirnya mengendarai mobil Jee Na meninggalkan rumah Mickey. Pria itu melajukan mobil ke arah pegunungan. Setelah berkendara sekitar satu jam akhirnya mereka tiba disebuah arena perkebunan strawberry.
"Tempat apa ini? kulitku bisa rusak di sini." batin Jee Na.
"Ayok Jee Na." ajak Mickey bersemangat.
__ADS_1
Melihat senyum di wajah pria itu meluluhkan hati Jee Na. Baginya kebahagiaan adalah berada di sisi Mickey, tidak peduli jika harus dibawa ketempat paling kotor sekalipun.
Mickey mengeluarkan ponselnya dan mengambil foto kebun strawberry, lalu mengirim foto itu pada Joelin.
"Apa yang kamu lakukan sayang?" tanya Jee Na.
"Pamer pada seseorang." Jawab Mickey.
"Kau bisa memamerkan ku pada Mark dan Si An." goda Jee Na.
"Ah, mereka sudah tahu." Jawab Mickey.
"Benarkah? Harusnya kau mengundang mereka untuk merayakannya bersama kita." ujar Jee Na.
"baiklah nyonya, saya akan memikirkannya. Ayo nikmati strawberry ini." ajak Mickey kemudian.
Mickey menikmati sisa hari itu tanpa banyak bicara. Berulang kali pikirannya pergi pada Joelin.
"Kenapa dia tidak membalas pesanku. apakah dia sakit?" Batin Mickey.
\*\*\*
Memutar balik kenangan dua bulan yang lalu
Mark, Mickey, Si An dan Bill sedang menyantap menu makan malam mereka.
"Mark, apakah besok kamu akan bolos dari Lab lagi?" tanya Si An.
"Besok adalah hari Sabtu, wajar Mickey tidak ke kampus." jawab Bill.
"Benar juga." ujar Mark menimpali.
"Apa jangan-jangan?" tanya Mark kemudian.a
"Apa?" Tanya Si An dan Bill penasaran.
"Tunggu dulu..!" Seru Si An sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya tidak percaya.
"Apa Si An? nggak usah sok dramatis." ujar Bill.
"Mickey, jangan katakan bahwa kamu berkencan dengan Joelin." ujar Si An dramatis.
"Iya. Aku memang berkencan."
"APA??" tanya ketiga lelaki itu histeris.
"Kenapa kalian begitu terkejut? bukan ka berkencan itu hal yang wajar?" Tanya Mickey.
"Kau yakin dengan Joelin?" tanya Bill. "Kurasa dia gadis baik-baik, jangan permainkan dia." tambahnya.
"Aku akan memukulmu bro, jika kau membuatnya menangis." tambah Mark.
"Aku akan berhenti jadi temanmu, kalau kau membuat sehelai saja rambutnya jatuh dengan sengaja." ujar Si An penuh emosi.
__ADS_1
"Ah, kalian ini. Aku kagum dengan perhatian kalian pada Joelin." ujar Mickey tersenyum lega.
"Harus dong. Joelin itu gadis baik. Walaupun dia berisik, tapi aku belum pernah bertemu orang tulus sepertinya." puji Si An diikuti oleh anggukan kepala Bill dan Mark tanda setuju.
"Berarti perasaanku pada Joelin sama dengan perasaan kalian." ujar Mickey.
"Selamat bro, semoga langgeng. Aku akan menelepon Joelin untuk menuntutnya karena tidak bercerita padaku." omel Si An sambil meraih ponselnya.
"Pacarku Jee Na bukan Joelin." sahut Mickey tiba-tiba, membuat ketiga pria itu terpaku membisu.
"Apa aku tidak salah dengar?" tanya Bill kemudian.
"Apa kau bilang pacarmu Kim Jee Na? Senior di Lab kita yang kini sudah jadi alumni? Putri konglomerat itu?" tanya Si An lagi.
"Iya." jawab Mickey.
"Daebak." seru Si An. "Kita harus merayakannya." tambahnya lagi.
"Tunggu undangannya saja bro." jawab Mickey akhirnya.
"Bro, kamu hebat banget. beruntung sekali bisa sah pacaran sama Jee Na. Benar-benar pilihan yang sempurna." puji Si An
"Bukankah Mickey begitu perhatian pada Joelin? Kupikir dia mencintai gadis itu. Tapi bagaimana dia bisa pacaran dengan Jee Na? apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Bill dalam hati.
-Begitulah teman-teman Mickey mengetahui hubungannya dengan Jee Na. Hanya Joelin yang belum tahu. Mari kita kembali ke masa kini, 2 bulan kemudian.-
\*\*\*
Sejak pagi Joelin mengurung diri dikamar. Dia sungguh-sungguh merasa tidak baik-baik saja. Beruntung teman sekamar nya sudah membantu Joelin membeli makanan ke kantin hari ini. Dengan malas Joelin meraih ponselnya. Sudah malam hari.
"Mike?" tanya Joelin mengerutkan keningnya melihat beberapa panggilan tidak terjawab dari nomor Mickey.
Kemudian gadis itu membuka pesan yang dikirim Mickey.
"Kebun strawberry?" tanya Joelin kemudian.
"Jadi rindu pulang ke Indonesia." isak Joelin akhirnya. Dia teringat pada keluarganya. Orang tua Joelin tinggal di desa, di pegunungan. Kakek Joelin adalah orang Jerman, yang dulu memilih menetap di Indonesia. Semua anaknya sukses jadi pengusaha di bumi pertiwi kecuali Papa Joelin. Ayah Joelin tidak tamat SMA, kini dia hanya jadi petani strawberry bersama mama Joelin yang asli dari kampung itu.
Joelin menghubungi sebuah nomor whatsapp lewat video call. Nimor milik tetangga rumahnya. Dan beruntungnya panggilan terhubung.
"Hallo tante."
"Hallo Joelin, ada apa? ingin bicara dengan mama dan papa mu?" tanya wanita paruh baya itu.
"Iya tante." jawab Joelin.
"Tunggu sebentar, tante panggil ke sebelah ya. HP nya tante tinggal dulu ya nak. Kalau dibawa jalan takut nanti signal nya hilang." jelas wanita itu.
"Iya tan, makasih ya tan." Jawab Joelin yang hapal betul bahwa jaringan internet begitu susah di kampung halamannya.
Selang beberapa menit wanita itu kembali dalam sambungan telepon bersama Joelin. Juga turut serta papa dab mama Joelin. Mereka bercerita panjang lebar. Tidak terasa waktu satu jam berlalu.
Sementara itu Mickey yang sudah tiba di rumah kembali memeriksa ponselnya. Belum ada balasan dari Joelin.
__ADS_1
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Mickey.
"