Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille

Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille
Acara Wisuda


__ADS_3

Sementara itu, beberapa kursi dari posisi duduk Joelin, seseorang sedang merasakan api cemburu yang mendidih hingga kepalanya.


"Ah, Mickey sungguh lancang. Bagaimana dia bisa menyentuh wajah Joelin sedekat itu? Apa dia tidak menghargai perasaan Jee Na?" sosok itu mengumpat Mickey dalam hati.


"Aku harus merebutmu." gumamnya dalam hati, kedua tangannya kini mengepal kuat.


"Joelin milikku, jangan sembarangan Lee Eum Son" gumam Si An dalam hati.


"Lee Eum Son", nama Mickey kini dipanggil untuk maju kedepan. Giliran pria itu akan merasakan geser toga.


"Wah, anakmu hebat sekali." ujar ibu Mickey pada suaminya.


"Hahaha.. tentu saja ayahnya hebat begini."


kedua pasangan paruh baya itu terlihat gembira. Senyum bahagia terlukis di wajah mereka.


"Joelin ......" sang pemandu acara menyebut nama Joelin.


"Menantuku cantik sekali."


"Dia menantuku."


"Hei pak tua, dia menantu ku juga."


"Apa-apaan kamu, mengapa memanggilku pak tua?"


"kau memang sudah tua."


Ayah dan Ibu Mickey kini sedang sibuk memperebutkan Joelin, menantunya itu.


"Ah sudahlah, bertengkar denganmu tidak ada habisnya." ujar Ayah Mickey pasrah.


"Dia menantu kita. Ah... aku tidak menyangka bisa dapat menantu cantik di usia ini"


"Apa kau meragukan kemampuan anak kita sayang?"


"Kau tahu sendiri, dia tidak punya kekasih selama ini. Bukankah kau juga sempat khawatir anakmu itu akan melajang?"


"Kau benar." jawab pria itu.


"Apa menurutmu mereka menunda punya anak karena belum selesai kuliah? aku tidak sabar, ingin menilang cucu."


"Hahaha... kau sungguh tak sabaran."


"sttt... jangan berisik, banyak orang memperhatikan kita." ujar Ibu Mickey yang kini menyadari tatapan resah orang-orang disekitar mereka.


sementara itu, di sisi lain


"Selamat sayang." bisik Mickey pelan kepada Joelin.


"Terimakasih."


"Aku punya kejutan untukmu setelah acara ini selesai."


"Aku juga punya kejutan untukmu."


 


\*


 


Acara wisuda baru saja usai, Joelin dan Mickey kini sedang bersiap untuk keluar dari gedung.


"Mickey, apa kau ingin menemui mama dan papa?"


"Iya"


"Aku ingin ke toilet, sebentar." ujar Joelin yang mendadak kebelet buang air kecil.


"ok. Kabari aku jika sudah selesai."


Joelin melangkah menuju kamar mandi, setelah sekian menit berdiam di sana, rasa lega menghampiri dirinya.


"Joelin." gadis itu terkejut menemui Si An yang sedang berdiri di luar rest room.

__ADS_1


"Ada apa? eh... ngomong-ngomong selamat untuk kelulusanmu." ujar Joelin mengulurkan tangannya.


"Terimakasih. Sebenarnya, aku suka padamu. Bukan begitu, maksudku, aku mencintaimu. Maukah jadi pacarku?" serang Si An sambil berlutut dan menyodorkan bucket bunga pada Joelin.


"Terimakasih Si An.. tapi, maaf...."


"Kenapa kau minta maaf Joelin? jangan menolak ku."


"Aku, aku mencintai orang lain."


"Siapa Joelin?"


"Mickey."


"Apa kau yakin? Dia hanya akan melukaimu. Kau tidak tahu seperti apa Mickey. Jangan tertipu dengannya."


"Apa yang kau tahu?" tanya Joelin kesal sambil berlalu meninggalkan Si An yang kini memandangnya dengan tatapan sedih dan kecewa.


 


\*


 


Dengan gerakan santai, Joelin menuju ruang kelas yang di design untuk acara makan siang para profesor dan keluarga mahasiswa pascasarjana. Setelah tiba di ruangan itu, Joelin langsung celinggukan mencari Mickey. Senyum terukir di wajahnya saat melihat Mickey sedang berbincang dengan pasangan paruh baya di hadapannya. Mereka adalah orang tua Mickey, Joelin pernah melihatnya di foto.


Joelin melangkah ke arah Mickey, namun tiba-tiba keningnya berkerut. "Siapa gadis itu?" batin Joelin.


Seorang gadis cantik tiba-tiba bergelayut manja di lengan Mickey. Sementara posisi Mickey yang membelakangi Joelin, membuatnya tidak sadar akan kehadiran istrinya itu. Joelin memutuskan mengambil minuman sebelum menemui mertuanya.


"Apakah dia adik Mickey? Tapi kurasa rambutnya tidak sepanjang itu, dan penampilannya tidak seseksi itu. Bagaimanapun aku kesal, kenapa dia menyentuh suamiku semanja itu. Awas aja kamu Mickey." omel Joelin dalam hati.


drttt drttt, ponsel Joelin bergetar.


Mark calling.


"Ada apa?"


....


...


"Baiklah aku kesana. Tunggu sebentar."


...


Di sudut lain, Si An yang mengawasi gerakan Joelin langsung mengekor gadis itu.


 


\*


 


"Surprise.....! Perkenalkan ini orangtuaku. Mom, Dad, kenalkan dia Joelin" ujar Mark.


"oh Mark, thank you. Hello sir, mom nice to meet you." ucap Joelin.


"Hi Joelin.. Senang bertemu denganmu. Ini untukmu" ujar Ibu Mark.


"Terimakasih"


"Senang berkenalan denganmu nak." ujar ayah Mark menimpali.


"Bagaimana korea? Kamu betah di sini?" tanya ayah Mark yang asli Amerika itu.


"Saya rasa Korea sangat menyenangkan. Saya betah. Bagaimana dengan anda?"


"Kau lihat sendiri gadis kecil? Aku bahkan menikahi gadis korea dan hidup di sini. Hahahah."


Setelah cukup lama berbasa-basi kedua orang tua itu undur diri dan bergabung di ruangan makan siang.


"Kau memanggilku ke laboratorium untuk mengenalkan mereka?" tanya Joelin pada Mark.


"Iya. Aku hanya cemas padamu. Mungkin kau sedih karena keluargamu tidak hadir. Aku hanya ingin menghibur temanku."

__ADS_1


"Waaah.. Mark, kau membuatku terharu. Aku hampir menangis." jawab Joelin


"Joelin, ada yang ingin ku tanyakan padamu. Tapi berjanjilah kau akan menjawab ku dengan jujur."


"Jangan membuat ku takut Mark."


"Aku serius. Berjanjilah kau akan berbicara jujur."


"Okay."


"Jadi apa kau menyukai Si An?"


"Tentu saja aku menyukai dia."


"Wah... kabar besar."


"Lalu bagaimana dengan Mickey?"


"Apa maksudmu?"


"Kau tahu sendiri, bukan sekali tapi berkali-kali aku melihat kontak fisik di antara kalian. Dan menurutku hal itu terlihat sangat... bagaimana mengatakannya?"


"Apa sih maksud pembicaraammu Mark?"


"Maksudku... jadi begini. Coba mendekat, aku akan bisikkan padamu."


Mark dan Joelin kini saling berdekatan, sementara di pintu Si An baru saja tiba. Matanya sungguh terbelalak tajam melihat posisi wajah Joelin dan Mark yang terlihat seperti sedang berciuman.


"Ah.... apa aku salah menilaimu?" ujar Si An sambil melangkah menjauh dari sana.


"Kau mencintai Mickey? kupikir itu hanyalah kebohongan. Dasar gadis licik. Aku tak akan membiarkan Mark tertipu oleh rubah sepertimu."


Hi..


Temui aku di Lab, ada seseorang yang akan kukenalkan padamu


Setelah mengirim pesan singkat itu, Si An segera berjalan kembali menuju laboratorium.


Sementara di Lab Mark dan Joelin masih berdebat.


"Ayolah Joelin, apa kamu tidak ingin memberitahuku?"


"Mark, belum waktunya. Aku akan menjawab pertanyaan mu di saat yang tepat."


"Kau ini seperti bukan temanku."


"Kalian sedang memperdebatkan apa?" tanya Si An yang muncul tiba-tiba, dia berusaha memendam kekesalan dalam hatinya.


"Tentang Jeolin dan ...."


"Mark hentikan, kau membuatku kesal." protes Joelin.


"Oh tolonglah Joelin." rengek Mark.


Tiba-tiba Si An merasa muak dengan kedua mahluk dihadapannya.


"munafik sekali, kau ingin pura-pura menolak menjawab Mark setelah bermesraan dengamnya? dasar penipu." batin Si An.


"Bagaimanapun akan ku jauh kan Mark dan Mickey dari gadis licik sepertimu." batin Si An lagi.


"Hi..." sebuah sapaan lembut dan nyaring muncul dari arah pintu.


Joelin menoleh ke arah suara. Dilihatnya Mickey kini berdiri di sana, Joelin tersenyum manis, dibalas oleh Mickey. Namun mata Joelin kini menangkap sosok yang berdiri di depan Mickey. Gadis yang tadi bergelayut manja pada suaminya. Wajahnya, wajah gadis itu terlihat sangat cantik, hingga membuat Joelin iri.


Mickey mendahului sosok itu dan berjalan menuju Joelin dengan senyum manisnya, namun tiba-tiba saja langkahnya terhenti. Dia tidak ingin mempercayai pendengaran nya sekarang. Dia juga tak ingin percaya pada gerakan yang kini di tangkap oleh matanya.


"bagaimana ini?" jerit Mickey dalam hati. Tiba-tiba keadaan menjadi di luar kendali nya.


**Pengumuman


dukung dengan vote yang banyak ya guys dan subscribe "Qweentie Channel" di youtube.


thank you.


~best**~

__ADS_1


__ADS_2