Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille

Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille
Bayiku?


__ADS_3

Ponsel Joelin bergetar dan sebuah pesan singkat masuk dari nomor yang tidak dikenal


Aku bisa membereskan hidupmu atau pria yang kau cintai ini secepatnya. Kau pilih saja. Hahahaha


\*\*\*


"Dokter, bagaimana keadaannya?" tanya Mickey seraya mendekati dokter yang baru saja keluar dari UGD.


"Pasien sudah sadar dan baik-baik saja."


"Benarkah dokter? Boleh saya melihatnya sekarang?"


Dokter itu tersenyum hangat menyaksikan raut khawatir Mickey yang berubah menjadi bahagia.


"Anda bisa menjenguknya di ruangan perawatan. Kami akan memindahkan pasien terlebih dahulu, ngomong-ngomong siapa wali nya?"


"Saya dok." jawab Mickey.


"Oh.. Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan. Mari silahkan ikut ke ruangan saya."


Mickey mengangguk dan langsung mengikuti langkah Dokter itu. "dr. Park Daniel" nama yang terpajang di meja kerja dokter yang kini sedang berbincang-bincang dengan Mickey.


"Apa hubungan anda dengan pasien?"


"Saya suaminya."


"Pernikahan internasional.. saya mengerti." ujar sang dokter sambil menganggu kan kepala.


"Istri anda tidak memiliki luka serius, dia akan baik-baik saja."


"Lalu kenapa dia pingsan dok?"


"Shock. Dia pingsan karena terkejut."


"Apa???? apakah ada hubungannya dengan jantung?"


"Setelah melewati beberapa proses pemeriksaan kami menarik kesimpulan bahwa jantung istri anda baik-baik saja. Hanya saja..."


"Ada apa dokter?"


"Mungkin dia akan memberitahukan pada anda, sesuatu yang mengganggu pikirannya."


"Maksud anda?"


"Ada sesuatu yang membuat istri anda merasa cemas, stres dan shock dua tekanan ini adalah penyebab pasien sempat pingsan."


"Terimakasih dok, saya akan lebih memperhatikan istri saya." Ujar Mickey sambil undur diri dari ruang kerja itu.


"Ada masalah apa? Kenapa Joelin sampai stress?" tanya Mickey dalam hati saat masuk ke dalam ruang rawat Joelin.


"Hi sayang." ujar Mickey.


"Mickey, apakah bayiku selamat?"


"Apa? Bagiku?" tanya Mickey sambil melangkah terburu-buru ke arah ranjang pasien.


"Hmmmm..." gumam Joelin sambil mengangguk.


"Jadi saat kita kecelakaan kamu sangat menghawatirkan bayi?"


"Iya. Apakah dia baik-baik saja?" tanya Joelin sembil mengelus area perutnya.


"Jadi kamu hamil?"


"Seharusnya."


"Seharusnya? Sayang, maksudnya belum pasti?" tanya Mickey sambil duduk di sisi ranjang Joelin.


"Amel berkata aku terlihat seperti orang hamil."


"Kenapa dia berkata begitu?"


"Karena aku memakan banyak sekali buah-buahan saat di kamar."


"Lalu kamu percaya begitu saja?"

__ADS_1


"Iya, bisa jadi kan?"


"Astaga sayang, kamu kuliah di jurusan science tapi malah bersikap tidak kritis begitu." ujar Mickey sambil menepuk dahi nya sendiri.


"Jadi gimana bayinya?" tanya Joelin manja.


"Kamu belum hamil sayang. Kalau kamu hamil pasti dokter menemukannya."


"Jadi nggak ada bayi?" tanya Joelin malu, mukanya kini merona merah.


"Sudahlah, jangan malu begitu, aku senang kamu baik-baik saja."


"Pantesan perawat hanya bengong saat aku bertanya tentang kondisi bayiku. Ternyata bukan karena kemampuan bahasa korea yang buruk." gumam Joelin.


"Hahahaha.. Kamu memang lucu." Tawa Mickey pecah seketika karena tingkah malu-malu yang ditunjukkan istrinya itu.


"Mickey, tolong berikan ponselku." ujar Joelin menghentikan tawa suaminya.


Mickey segera meraih tas Joelin dari sebuah meja yang ada di ruangan rawat dan menyerahkannya tas itu pada Joelin


Aku bisa membereskan hidupmu atau pria yang kau cintai ini secepatnya. Kau pilih saja. Hahahaha


"Astaga, apa pria ini sudah gila?" tanya Joelin terkejut saat membaca pesan dari Vino.


"Ada apa sayang?" tanya Mickey khawatir.


Melihat raut khawatir di wajah suaminya membuat Joelin segera menceritakan apa yang terjadi padanya beberapa jam yang lalu. Tentang Vino, Aluna dan Goedan.


\*\*\*


Flash Back On


"Hai kita bertemu lagi." ujar seorang gadis pada Joelin.


Joelin yang sedang fokus mencari peralatan mandi di supermarket itu langsung menoleh ke sumber suara.


"Hi..." ujar Jeolin ramah saat melihat sosok gadis itu.


"Gadis ini terasa sangat familiar. Apakah kami pernah bertemu saat di Indonesia dulu?" gumam Joelin dalam hati.


"Jangan melamun, kenapa barang belanjaanmu banyak sekali?" ujar gadis itu memyadarkan Joelin.


"Aluna, sampai kapan kamu berlibur di sini? Mau jalan-jalan dengan ku?" tanya Joelin berusaha terlihat ramah.


"Dua hari lagi aku akan kembali. Terimakasih untuk perhatianmu, tapi jujur aku memiliki dua bodyguard bersamaku." ujar Aluna santai.


"Lalu kenapa aku tidak pernah melihat mereka?" tanya Joelin serius.


"Karena mereka lelaki aneh tidak berguna. Joelin apakah kamu tinggal disini karena bekerja?" tanya gadis itu pura-pura.


"Bukan, aku seorang mahasiswa di universitas S." jawab Joelin.


"Wah kebetulan sekali, kakak ku juga kuliah di sana." ujar Aluna girang.


"Siapa?"


"Kamu mengenalnya?" tanya Aluna sambil menyodorkan ponselnya pada Joelin.


"Kak Vino? bang Goedan? Al..Aluna?" gumam Joelin sambil memandangi foto di ponsel Aluna.


"Aluna ini adalah Aluna nya bang Goedan? pantas saja terasa familiar." batin Joelin.


"Apakah kamu mengenalnya?" tanya Aluna lagi.


"Ya tentu. Yang ini namanya Vino kan?" tanya Joelin.


"Iya. Dia adalah kakak sepupuku." jawab Aluna.


"Lalu yang ini namanya Goedan, calon suami ku." ujar Aluna sengaja memberi penekanan.


"Aku juga mengenalnya, dulu kami kuliah di kampus yang sama." jawab Joelin.


drtt...drtt... Joelin segera memeriksa ponselnya yang tiba-tiba mergetar, ternyata sebuah panggilan masuk dari Mickey.


"Sayang, toilet di supermarket jorok sekali. Aku akan kerumah sebentar. Tunggu di sini aku segera kembali." ujar Mickey dari seberang tanpa memberi kesempatan berbicara pada Joelin.

__ADS_1


Tanpa mendengar jawaban dari Joelin, pria itu segera memutus sambungan teleponnya. Joelin hanya bisa menggelengkan kepala menyadari tingkah suaminya itu.


"Ada apa?" tanya Aluna.


"tidak apa-apa, hanya saja temanku berkata dia ingin ke toilet." jawab Joelin santai.


"Aluna aku ingin segera ke kasir, senang bertemu denganmu." ujar Joelin.


"oh..bye." jawab Aluna menyaksikan Joelin yang berlalu sambil mendorong troli berisi barang belanjaannya.


Saat menunggu antrian di kasir seseorang menyapa Joelin. Ternyata pria itu adalah Vino, yang juga merupakan kakak dari Aluna.


"Saya butuh waktu untuk berbicara denganmu." ujar Vino.


"Jadi kakak kemari tidak bersama Aluna?" tanya Joelin.


"Aluna? kamu kenal dengan Aluna?" Vino terlihat mengernyitkan keningnya.


"Hanya pertemuan yang tidak disengaja." gumam Joelin pelan.


"Kalau begitu, saya akan langsung keinti permasalahan. Joelin, tolong kamu jauhi Goedan."


"Saya tidak punya hubungan apa-apa dengannya." protes Joelin.


"Yah, kalau begitu apakah Goedan tahu kalau kamu sudah menikah?"


Joelin terkejut dengan pertanyaan Vino. "Menikah? bagaimana pria ini bisa menemukan kebenaran itu? apakah dia mengawasi ku? apakah dia sudah mneybarkan kabar ini?" gumam Joelin dalam hati.


"Jangan khawatir, aku akan menyimpan rahasia pernikahanmu dari semua teman-teman dikampus."


"Terimakasih."


"Dengan syarat, kamu memberitahu kebenaran itu pada Goedan."


Joelin mengeryit bingung mendengar persyaratan yang diberikan oleh Vino.


"Tapi terserah kamu. Kamu bisa memilih saya sebarkan rahasia ini atau kamu yang mengakuinya pada Goedan dan menyuruhnya untuk menjauhi kamu."


"Saya rasa hal begini tidak terlalu penting. Bukankah Goedan akan menikahi Aluna?"


"Saya di sini bukan untuk menjawab pertanyaan mu. Segera beritahu Goedan, sebelum kesadaranku habis." ancam Vino sebelum meninggalkan Joelin yang kini sibuk mengeluarkan barang belanjaannya di meja kasir.


\*\*\*


"Sayang ayok." ujar Mickey yang kini muncul di meja kasir.


"Kamu lama sekali." protes Joelin.


"Apakah ada yang mengganggu mu?"


"Kalau kamu khawatir kenapa meninggalkanku sendiri?" protes Joelin manja.


Mickey maraih kantong belanja dari kasir dan salah satu tangannya segera menggenggam tangan Joelin. Mereka berjalan keluar dari supermarket itu.


\*\*\*


Flashback off


"Apakah kamu memberitahu Goedan tentang kita?" tanya Mickey setelah mendengar penjelasan Joelin.


"Tentu saja sayang."


"Lalu kenapa Vino masih mengganggumu?"


"Aku juga tidak mengerti, nanti akan kutanyakan pada Aluna."


"Bagaimana kau bisa menghubungi Aluna? apa kau punya nomornya? Jangan bilang kamu berencana memintanya dari Vino atau Goedan."


"Sttttt...Tenang saja suamiku. Aku punya cara lain."


"Cara apa?" tanya Mickey penasaran.


Pengumuman


Hai teman-teman, makasih ya tetap setia membaca. Btw, tolong vote, like dan komen sebanyak-banyaknya. Plus jangan lupa mampir baca "C.I.N.T.A Plus Minus".

__ADS_1


Terimakasih


-Best-


__ADS_2