
Pak Karno menghela nafas panjang, dia sadar bahwa bosnya hanya mengerti beberapa kosa kata dalam bahasa Indonesia, lalu dia pun mencari akal.
Pria berumur itu kini mengerakkan tangannya di hadapan Mickey sambil berkata.
"Berikan ponsel anda."
Mickey yang merasa pak Karno menunjuk ponselnya langsung mengeri.
"oh... batagor, siomay, rujak?" gumam sang supir mengerti.
"Namanya apa?" tanya Mickey
"ba-ta-gor." ujar pak Karno kembali berkendara, dia tahu kemana harus membeli pesanan istri majikan barunya inu.
"ba-ta-gol" ujar Mickey cadel.
"Si-o-may" ujar pria itu lagi.
"Si-o-may" ternyata Mickey mengucapkan nama makanan ini hampir sempurna.
"Ru-jak"
"lu-jakh" dan kembalilah si Mickey cadel.
"Ba-ta-gol, si-ou-may, lu-jakh" ulang Mickey.
Pak Karno terkekeh dalam hati menyadari betapa lucunya Mickey yang berulang kali melapalkan nama-nama makanan itu. Dia tak habis pikir bagaimana nanti Mickey akan melalui masa-masa mengidam sang nyonya muda jika nama-nama makanan Indonesia saja dia tidak tahu. Diam-diam dia mengagumi ketulusan Mickey, sejak pertama bertemu dia bisa melihat bahwa pria muda ini sangat mencintai Joelin.
\*\*\*
Matahari hampir terbenam di ufuk barat, Joelin sudah selesai mandi dan menyiapkan makan malam. Kini dia tengah duduk di sofa ruang keluarga sambil menonton televisi. Rasanya sangat menyenangkan dapat menyaksikan siaran Indonesia kembali. Dia baru saja meminta Mickey memesan makanan-makanan yang membuat air liurnya kembali hampir menetes.
Membayangkan makanan pedas dan asam itu saja sudah cukup membuatnya berselera.
"Appa mu lama sekali, padahal mommy sudah sangat lapar." ujar Joelin sambil mengelus perutnya.
"Apa? Kamu juga lapar? Baiklah kalau appa pulang, jangan berbagi makanan dengannya, okay?" dia kembali bermonolog.
"Sayang, i'm home." Sepertinya yang di tunggu-tunggu sudah tiba.
Joelin segera bangkit dari duduknya dan berlari mengejar Mickey.
-bruk- Dia langsung memeluk Mickey.
"Joelin, hati-hati. Kamu jangan lari-lari, itu bahaya sayang, gimana kalau kamu jatuh?" omel Mickey tanpa bisa membalas pelukan Joelin. Wajar saja kedua tangannya penuh kantong berisi pesanan Joelin.
"Aku lapar." rengek Joelin manja setelah melepas pelukannya.
Mickey tiba-tiba gemas melihat istrinya yang kini bertingkah seperti kucing lucu yang meminta dielus-elus majikannya.
"Ayo makan." ujar Mickey.
__ADS_1
"Ada ba-ta-gol, si-ou-may dan lu-jakh." ujar Mickey mengangkat plastik pesanan Joelin tinggi-tinggi, sebelum melangkah ke dapur.
Joelin mengekor dipunggung suaminya sambil menarik ujung jas pria itu. Dalam hati dia terkekeh geli mengingat bagaimana Mickey menyebut "batagor. siomay dan rujak".
"imut banget sih." batin Joelin, dia masih senyum-senyum sendiri sambil berjalan di balik punggung Mickey.
\*\*\*
Mickey menatap Joelin yang tengah melahap pesanannya seperti orang kelaparan.
"Pelan-pelan sayang" ujar Mickey. Tangamnya kini mendarar di bibir lembut Joelin membersihkan sambal rujak yang menempel di sana.
"aaaaa" ucap Joelin menyodorkan kedondong pada Mickey.
Mickey menerima suapan Joelin, namun seketika raut wajahnya berubah menjadi tak terdefenisikan.
"Sayang, berhenti makan." pinta Mickey sambil menahan pedas dan asam yang terasa mencekiknya.
"kenapa?" tanya Joelin tak mengerti.
Mickey berjuang keras menelan rasa pedas dan asam di mulutnya. Segera setelah makanan itu lolos dari kerongkongannya, Mickey meneguk air putih sebanyak mungkin.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Joelin khawatir .
"Kamu yakin mau memakan itu?" Tanya Mickey menunjuk rujak Joelin.
"Iya. Ini enak." jawab Joelin santai.
Joelin mengangguk tanda setuju.
"Astaga, apa ini makanan?" geram Mickey dalam hati yang kini tersedak karena kepedasan.
"Kenapa? Pelan-pelan dong Mike." ujar Joelin menyodorkan gelas pada Mickey.
"Astaga, apa istriku ini sejenis mesin untuk makanan aneh?" gumam Mickey dalam hati.
Dengan ragu-ragu Mickey mencicip siomay dan Mie ayam. Walau keduanya masih tergolong pedas, namun lidah Mickey masih bisa mentolerir kedua menu itu.
"Apakah mengidam itu seaneh ini?" gumam Mickey dalam hati sambil mengawasi Joelim yang sedang menyantap ke empatemu tadi dengan penuh semangat.
Mickey yang tak habis pikir dengan cara makan Joelin lalu memutuskan untuk menyantap makanannya yang sudah di siapkan oleh Joelin sebelum dia pulang tadi.
\*\*\*
Joelin mengelus perutnya, usia kandungannya kini sudah memasuki bulan ke lima. Perutnya sudah mulai membuncit, dia menatap Mickey yang terlelap dengan damai di sisinya. Saat melirik jam di dinding, Joelin sadar ini masih jam dua subuh. Tapi dia sungguh lapar, hingga akhirnya dia terbangun. Apa ini efek dari aktifitas panasnya dengan Mickey sebelum tidur beberapa jam lalu, hingga dia sampai kelaparan begini?
Tiba-tiba Joelin merasa mual yang sangat tak tertahankan. Wanita itu bergegas ke kamar mandi memuntahkan cairan dari perutnya. Mickey yang mendengar suara gaduh dari kamar mandi akhirnya terbangun juga. Dengan sigap dia langsung memakai boksernya dan bergegas menghampiri Joelin. Tanpa suara Mickey menepuk-nepuk pundak Joelin.
"Padahal sudah lebih sebulan dia tidak mual-mual." batin Mickey.
Setelah memuntahkan banyak cairan, Joelin bergegas naik ketempat tidur. Dia kini sangat lemas, namun rasa mualnya sudah hilang. Hanya menyisakan lapar yang menyiksa.
__ADS_1
"Kamu kenapa?" tanya Mickey duduk di sebelah Joelin.
"Lapar."
"Mau makan sesuatu?"
"Nasi goreng keju dan rujak pedas."
Mickey terdiam, dia berfikir keras kemana harus dicarinya makanan-makanan itu? ini sudah jam setengah tiga dini hari. Andai ini siang hari pun, dia tetap butuh bantuan seseorang. Ternyata mengurus wanita ngidam itu betul-betul memberi sensasi dan tantangan tersendiri.
"Mickey, ayok masakin." rengek Joelin menyadarkan Mickey dari pikirannya.
"What? Masak?" gumam Mickey dalam hati.
Mickey segera meraih ponselnya. Setelah meminta Joelin mengetik nama makanan tadi, Mickey langsung mencari tutorial membuat rujak. Untuk nasi goreng sendiri, dia sudah tahu karena Joelin sering memasaknya saat di Korea. Mickey hanya perlu menambar taburan cheese di atasnya. Sementara rujak, Mickey baru tahu bahwa ternyata rujak adalah sejenis salad buah, khas Indonesia yang di hidangkan dengan rasa manis, asam, dan pedas sekaligus.
Mickey kini tengah berkutat dengan batu gilingan di tangannya, berusaha menghaluskan kacang, cabe dan gula merah. Sementara Joelin sedang asik mengiris buah-buah. Dia tersenyum senang, karena ternyata tidak sia-sia niatnya untuk membeli bahan-bahan membuat rujak kemarin.
Setelah merasa bumbu yang sedang diuleh sudah cukup halus, Mickey segera mencicipinya.
"Tidak terlalu pedas, rasanya pas buatku, apa Joelin akan suka?" batinnya mengingat rasa pedas rujak yang dimakan Joelin beberapa minggu lalu.
"Sayang, coba dicicip." ujar Mickey menyodorkan sedikit sambal pada Joelin.
"Enak." puji Joelin setelah mencicipi sambal rujak buatan Mickey. Senyuman puas terukir di wajah cantiknya.
"Kupikir dia akan menyuruhku menambahkan cabe." batin Mickey sambil berlalu dari sana dan memindahkan hasil kerjanya kedalam sebuah mangkok.
Mickey masih terpaku dengan semua yang baru saja terjadi padanya. Dia baru saja berkenalan dengan alat dapur baru bernama ulekan, juga dengan resep makanan khas Indonesia bernama rujak.
"Jangan melamun Mickey." tegor Joelin yang kini sudah duduk di meja makan.
Pria itu akhirnya berjalan menghampiri Joelin, lengkap dengan bumbu rujak di tangannya.
\*\*\*
"Kau senang?" Mickey kini sedang mengelus kepala Joelin sambil berbaring di sisi wanita itu.
Keduanya hanya terbungkus oleh selimut. Dan Joelin sedang tersenyum sejak tadi tanpa membalas jawaban Mickey.
"Aku merasakan gerakannya." ujar Joelin kemudian dengan mata berbinar.
"Benarkah?"
Joelin mengangguk bahagia. Usia kandungannya memang sudah di bulan ke lima, awalnya Joelin tidak tahu bahwa rasa menggelitik di perutnya berasal dari gerakan bayi, sampai akhirnya pagi tadi saat check up, sang dokter menjelaskan perihal ini kepada mereka. Sementara sepulang dari rumah sakit, sepanjang hari Joelin memandang kulit perutnya yang sesekali bergerak menciptakan gelombang-gelombang halus karena pergerakan si bayi.
"Kau harus merasakannya." ujar Joelin sambil memindahkan tangan Mickey kepermukaan perutnya yang polos di bawah selimut.
Jantung Mickey berdegup kencang, matanya membulat penuh saat merasakan gerakan lembut di balik kulit perut sang istri.
"I love you so much." ucap Mickey, lalu mendaratkan kecupan lembut di kening Joelin.
__ADS_1