Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille

Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille
Pulang


__ADS_3

Mickey tersenyum membaca isyarat itu. Sign yang diartikan peace bagi banyak orang, namun bagi Mickey dan Joelin mereka menerjemahkan simbol itu sebagai "i love you too, i do love you more ✌🏻."


\*\*\*


Mickey menggeliat pelan dan merasakan cahaya yang perlahan masuk ke dalam retina matanya. Pria itu memutar tubuhnya ke kanan dan menemukan wajah lelap Joelin yang masih tidur seperti bayi.


Mickey menggerakkan tangannya dan menyimpan beberapa helai anak rambut nakal yang membingkai wajah istrinya itu ke belakang daun telinga Joelin.


"Sudah enam bulan bersama, aku penasaran kenapa kamu belum hamil juga." batin Mickey sambil memandangi wajah Joelin. Bibirnya tak berhenti mengukir sebuah senyuman.


Ada rasa bahagia yang tak sanggup dia jelaskan saat hidup bersama wanita ini. Menemukan Joelin sebagai wajah pertama yang dia lihat setiap pagi sungguh membuatnya sangat bahagia setiap pagi. Pemandangan pagi harinya bermacam-macam, sekali-sekali dia bisa menikmati wajah tenang Joelin yang terlelap seperti pagi ini. Namun tidak jarang juga dia pemandangan pertamanya adalah wajah kesal Joelin yang sedang berusaha membangunkannya, kadang juga wajah serius wanitanya itu saat memasak di dapur, atau wajah segarnya saat baru keluar dari kamar mandi.


Melihat Joelin di pagi hari kini menjadi irama hidup yang sudah menyatu dengan Mickey.


"hi..." sapa Joelin yang kini sudah membuka matanya.


Merasa takjub dengan pemandangan di hadapannya, spontan Mickey bergerak mengecup singkat bibir wanita itu.


"Good morning." ujar Mickey di akhir kecupannya.


"Kamu bangun lebih awal. Apakah tidurmu terganggu?" tanya Joelin khawatir.


"Tidurku nyenyak, jangan khawatir." jawab Mickey.


"Aku akan menyiapkan sarapan." ujar Joelin seraya bangkit dari tempat tidur, namun aksinya terhenti oleh Mickey yang kini menggenggam tangan kanannya.


"Ada apa?"


"Nanti aja sayang."


"Hei, nanti kita terlambat." protes Joelin.


"Hari ini kita nggak usah masuk."


"Kenapa Mickey? kamu ini baru bangun udah bercanda."


"Ini hari jumat sayang. Aku mau berduaan sama kamu sepanjang hari, sebelum nanti sore aku pulang."


"oh...", ujar Joelin singkat. Bagaimanapun ini pertama kalinya mereka akan berjauhan setelah beberapa bulan.


"sini tidur lagi."


"kamu yakin cuman tidur?"


"Apa? apa yang kamu pikirkan Joe?"


"nggak usah sok polos. Isi kepalamu itu sudah terekam di sini." ujar Joelin sambil menunjuk kepalanya sendiri.


"Kamu sungguh istri yang sangat pengertian." jawab Mickey tersenyum senang.


Dan pagi itupun berlalu, sedang pasangan itu sibuk dimabuk cinta.


\*\*\*


Mickey kini sedang memeluk Joelib di parkiran asrama. Pria itu sungguh enggan melepaskan pelukannya.


"Sudah Mickey, ntar kamu nyampenya kemalaman loh." ujar Joelin.


"Aku udah rindu banget sama kamu."


"Aku juga. eh... apaan sih. kan kamu belum pulang?"


"Tapi kamu juga udah rindu kan?"


"Udah ih, sana buruan jalan. Taxi nya dari tadi nungguin."


"Maaf ya nggak bisa anter kamu sampai ke pintu asrama."


"Nggak apa-apa sayang. Udah pelukannya, malu sama bapak supir taxi nya tuh."


"Biarin aja, istri aku sendiri kok. Ngapain malu."


Joelin memutar kedua bola matanya. Kalau Mickey sudah begini, nggak ada cara buat menghentikan pria itu. Joelin memilih diam.

__ADS_1


"Semoga usaha kita seharian ini berhasil." gumam Mickey mengecup puncak kepala Joelin.


"Usaha apa?" tanya Joelin tidak paham. Lebih tepatnya yang dia ingat sepanjang hari dia hanya bergelut dikamar dengan pria ini.


"Usaha supaya kita segera punya bayi." ujar Mickey.


"oh..." jawab Joelin pelan. Ada rasa bersalah yang menyusup ke dalam hatinya.


"Jangan lupa telepon aku ya." ujar Joelin mengalihkan pikirannya dari rasa bersalah.


"Siap sayang. Jaga diri baik-baik, okay?"


"Iya. Hati-hati."


Dengan berat hati Mickey melepaskan pelukannya dan naik ke dalam taxi.


"Bye sayang." ujar Mickey dari dalam taxi.


"no bye. See you." ujar Joelin sedikit merajuk.


"See you istriku."


"See you mister.." jawab Mickey.


Perlahan taxi yang ditumpangi Mickey berlalu meninggalkan Joelin. Dengan berat hati dia meninggalkan parkiran itu dan berjalan cintai menuju asrama.


'drt..drt..' Langkah Joelin terhenti seiring ponselnya yang berdering tiba-tiba.


"Mickey?" gumam Joelin sambil menekan tombol hijau yang menyambungkan dirinya dengan si pemanggil.


"Ada apa?"


"Sudah sampai di kamar?"


"Belum masih di jalan."


"Jangan berhenti di jalan. Segera masuk ke dalam kamar dan jawab telepon di sana."


"Loh, bukannya kamu yang tiba-tiba nelpon? Dasar suami posesif. Ini aku masih jalan."


"Mike... belum juga terpisah 10 menit."


"Emangnya kamu nggak rindu?"


"hmmm... Rindu sih. Tapi kan cuman sebentar. Aku udah masuk gedung nih."


"Oh ya? aku alihkan ke panggilan video aja ya."


"Ok."


Joelin kini duduk di tempat tidurnya di asrama, sedang Amel masih belum kembali ke kamar. Katanya gadis itu sedang pergi membeli cemilan. Sementara ponsel Joelin masih terhubung dengan Mickey yang kini sudah diatas kereta menuju kampung halamannya. Keduanya asik berbicara lewat video call, seolah mereka sudah tidak bertemu untuk waktu yang lama.


\*\*\*


"Joelin, bangun dong. Ponselmu berisik banget." Ujar Amel sambil mengguncang tubuh Joelin.


"Hmm... pagi Mel."


"Suamimu tuh, dari tadi nyariin."


"Ha?" tanya Joelin bingung.


"Nih..." Amel menunjukkan layar ponselnya, terlihat beberapa pesan dari Mickey yang menanyakan keberadaan Joelin pada Amel.


"Dasar suami posesif." gumam Joelin.


"Gitu-gitu dia itu cintamu." Ledek Amel sambil berlalu menuju kamar mandi.


"Morning baby." sapa Mickey dari seberang, jangan lupa wajahnya yang terpampang di ponsel Joelin terlihat bahagia.


"Ada apa sayang?" tanya Joelin.


"Aku cuman pengen liat kamu pagi ini. Aku baru bangun dan langsung video call ke kamu." jawab Mickey yang kini kecanduan dengan ritual paginya. tentu saja ritual itu berarti melihat wajah Joelin.

__ADS_1


"Aku baru bangun."


"Hari ini kamu akan kemana?"


"Belum ada rencana. Kamu?"


"Aku akan menemani Appa dan Omma dirumah. Weekend begini mereka libur bekerja sayang."


"Apakah adikmu pulang?"


"Iya, dia juga dirumah. Apa kamu akan keluar hari ini?"


"Kalau kamu dirumah, mana bisa aku keluar."


"Maksudnya?"


"Kamu akan nelpon aku berkali-kali. Jadi lebih baik aku diam dikamar dan siaga untuk setiap pesan dan panggilan dari kamu."


"Istriku pengertian sekali."


Keduanya kembali larut dalam obrolan panjang, seolah mereka sudah lama berpisah. Seolah mereka kekurangan waktu untuk saling berbicara.


Amel yang menyaksikan tingkah teman sekmarnya hanya bisa menggelengkan kepala, dia tidak habis pikir akan menyaksikan kedua mahluk ini saling di mabuk cinta.


\*\*\*


"Suamimu nggak nelepon lagi?" Tanya Amel pada Joelin.


"Dia sedang makan malam dengan keluarganya."


"Kenapa loe nggak ikutan pulang Joe?"


"Gue belum siap Mel."


"Cepat atau lambat juga harus dihadapi Joe. Gimanapun mereka itu keluarga loe juga."


"I know. aku hanya perlu mempersiapkan diri untuk itu."


"Btw, loe udah isi belum?"


"Belum."


"Kok bisa?"


"Gue konsumsi Pill birth control Mel."


"What? Suami loe setuju aja gitu?"


"Dia nggak tahu masalah ini."


"Loe jahat amat sih. Gimana kalau ternyata suami loe pengen punya anak?"


"Gua belum siap Mel. Kalau gue hamil, gue nggak bakal pede masuk kelas."


"Seenggaknya loe diskusi hal ini ke dia. Rumah tangga itu nggak hanya soal cinta-cintaan dan nyaman-nyamanan Joelin."


"Gue tau Mel. makasih banyak ya. Tapi jujur gue juga udah niatin buat berhenti minum pill itu."


"Kenapa?"


"Loe benar, sepertinya Mickey pengen banget punya anak. Lagipula ini sudah memasuki semester akhir, jadi gue rasa kalaupun gue hamil, masih bisa di tutupin sampai wisudaan nanti."


"Semoga berhasil ya, supaya gue punya ponakan juga."


"Hahaha... Ada-ada aja loe."


"Jadi, proposal loe gimana?"


"Bulan depan gue seminar Mel. Mickey juga."


"Kalian kompak banget sih, dasar soulmate."


"Loe bisa aja."

__ADS_1


Malam yang semakin larut akhirnya menghentikan perbincangan panjang antara Joelin dan Amel. Mereka memang sudah jarang bertemu sejak 2 bulan terakhir, sejak Amel tahu pernikahan antara Joelin dan Mickey. Keduanya akhirnya terlelap.


__ADS_2