Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille

Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille
Pertanyaan Si An


__ADS_3

"Kamu tahu, kamu adalah jelmaan dari kebahagian paling sempurna yang pernah hadir dalam hidupku." ujar Mickey tiba-tiba.


Jeolin tersenyum pada Mickey lalu berkata, "so do i".


\*\*\*


Mickey dan Joelin kembali ke lab, setelah menghilang hari jumat lalu. Keduanya kini sibuk dengan komputer masing-masing. Mark tidak akan masuk hari ini, pria itu sempat memberi kabar di grup chat bahwa dia sedang mengunjungi keluarganya. Sementara Si An, sepertinya pria itu akan terlambat seperti biasanya.


"Aku haus." gumam Mickey tiba-tiba.


"Minum air dari botolmu sendiri."


"Aku pengen punya istriku."


"Nggak boleh."


"Ayok lah Joe. Tidak ada siapa-siapa disini."


"Dasar pemaksa. Ini." jawab Joelin sambil menyodorkan botol minum ya. Tanpa komentar Joelin langsung meraih botol minum Mickey yang sedang kosong dan berjalan menuju dispenser untuk mengisi botol itu. Kurang dari dua menit botol Mickey yang tadi kosong kini sudah terisi penuh.


"Ini air minum kamu." ujar Joelin sambil meletakkan botol tersebut di meja Mickey.


"Makasih sayang." ujar Mickey sambil meraih tangan Joelin dan mengecupnya singkat.


"Lepasin Mike... Jangan sembarangan, ini di lab." ujar Joelin menarik tangannya lembut.


"Oke."


Joelin kembali duduk di kursinya tanpa menyadari kehadiran seseorang yang baru muncul di pintu.


"Selamat pagi." Ujar Si An lemah, entah mengapa hatinya tercubit melihat Mickey menggenggam tangan Joelin tadi.


"Pagi Si An." jawab Joelin.


Si An meneliti wajah Joelin yang membalas sapaannya, kemudian fokusnya beralih pada Mickey yang sedang duduk tenang dan fokus pada layar komputernya.


"Apa aku salah lihat? apa aku berhalusinasi?" tanya Si An dalam hati.


"Kenapa mereka terlihat santai dan tidak gugup sama sekali setelah berpegangan tangan seperti tadi? Mungkin aku salah lihat." Si An mengambil kesimpulan yang ingin dia percaya sambil menyalakan komputernya.


"Joelin..." Si An kembali memanggil nama perempuan itu, karena teringat sesuatu.


"Iya?"


"Kenapa kamu nggak datang jumat lalu?"


"hmmm... itu aku ada urusan pribadi." jawab Joelin.


"Ooh.."


"Ada apa?" tanya Joelin.


"Bukan apa-apa, aku hanya ingin tahu kenapa kamu tidak datang. Karena kamu tidak memberi pemberitahuan apa-apa pada kami, seperti Mickey dan Mark yang sama-sama memberi kabar di grup jika mereka tidak hadir."


"oh..." Jawab Joelin sambil melirik tajam ke arah Mickey. "ini semua gara-gara mahluk di sebelah." protes Joelin dalam hati, mengingat kembali alasan dia tidak bisa ke lab jumat lalu.

__ADS_1


Mickey yang merasakan aura tatapan mematikan dari Joelin memutuskan untuk menenangkan wanitanya sebelum tadinya itu kesal dan marah padanya.


"Joe, tolong bantu aku sebentar." ujar Mickey sambil berdiri dari posisi duduknya.


"Ada apa?" tanya Si An.


"Aku ingin membeli jus. Ingin menggunakan jasa pengiriman?" tawar Mickey mencegah Si An mengekor dengan mereka.


"Oh, aku masih lelah berjalan dari area parkir ke sini tadi, dan karena aku naik tangga, rasanya masih ngos-ngosan." jawab Si An.


Hati Mickey bersorak senang, tubuh tambun Si An dan alasan kekantin menyelamatkannya kali ini untuk bisa berduaan dengan istri tersayang nya.


"Mau nitip sesuatu nggak?" tanya Joelin pada Si An.


"Jus jeruk." jawab Si An tak ingin menolak tawaran gadis itu.


"Aku kenapa? padahal aku tidak berniat minum jus." gerutu Si An dalam hati.


"Ok. Hati-hati disini. Jaga diri baik-baik, dengar-dengar..." canda Joelin mencoba menakut-nakuti Si An.


"Hantu nya yang bakal takut sama aku." jawab Si An tak mau kalah.


"Ya baguslah kalau begitu. Bye..." Joelin berlalu mengikuti Mickey.


"Kamu kenapa tiba-tiba pengen minum jus?" tanya Joelin.


"Hanya ingin berduaan dengan kamu." jawab Mickey santai.


"Mike, kita sedang sibuk.. kamu kalau mau berduaan lihat keadaan dong."


"Cemburu?"


"Iya. Boleh?"


"Dia teman kita kalau kamu lupa."


"Dia juga lelaki kalau kamu lupa."


"Iya deh iya. Jadi kamu masih pengen minum jus?"


"Enggak. Kan jus buatan kamu lebih enak. Kita beli pesanan Si An aja. Sambil jalan."


"Nanti dia curiga loh."


"Aku bisa beli cemilan lain. Dia tidak akan securiga itu."


\*\*\*


Libur semester hampir usai, seminar proposal Mickey dan Joelin juga sudah berlalu, sekarang mereka berdua sedang sibuk dengan penelitian di Lab. Sementara Mark dan Si An juga sedang membereskan proposal mereka. Keduanya akan ujian seminar minggu depan.


Diam-diam, Si An masih mangamati Joelin. Si An bingung dengan perasaannya, setiap kali dia melihat Joelin dan Mickey tertawa entah mengapa ada rasa marah, kesal dan iri yang tidak bisa dia ungkapkan.


"Mereka terlihat serasi." kalimat ini terus bermain di pikirannya setiap kali mengawasi Joelin dan Mickey.


"Mereka hanya berteman bukan?" pertanyaan yang terus menerus muncul dalam kepala Si An.

__ADS_1


"Si An, jangan melamun." tegur Mickey pada Si An yang memelototi layar komputernya.


"Mereka belum datang?" tanya Si An.


"Maksudmu?"


"Joelin dan Mickey."


"Mickey sedang di ruang culture. Joelin sedan di ruangan dosen pembimbing. Apa kau pikir mereka sepaket?"


"Iya, rasanya mereka sepaket. Mereka selalu muncul bersamaan setiap pagi. Seolah mereka berangkat bersama."


"Mickey tinggal di rumah neneknya, sedangkan Joelin tinggal di asrama. Pikiranmu kacau sekali. Apakah ini tekanan seminar?"


"Kurasa ada yang salah."


"Apanya yang salah? cepat selesaikan powerpoint mu. Jangan berpikir yang aneh-aneh."


"Bagaimana jika Mickey mempermainkan Joelin. Dia kan sudah punya Jee Na."


"Itu tidak akan terjadi."


"Kenapa kau begitu yakin?".


"Mickey bukan pria seperti itu. Kalaupun dia bersama Joelin, itu artinya dia sudah tidak bersama Jee Na."


"Tapi dia tidak pernah membicarakan apa-apa pada kita. Cerita terakhir yang kita tahu adalah dia dengan Jee Na."


"Itu sudah lebih dari setahun yang lalu. Jangan terlalu cepat menyimpulkan sesuatu."


"Maksudmu? Joelin dan Mickey memang?" tanya Si An sambil menggabungkan kedua tangannya saling menggenggam.


"Aku tidak mengatakan hal seperti itu. yang kukatakan adalah jangan menyimpulkan sesuatu. "


"oh..." Si An kembali pada layar komputernya.


perkataan Mark ada benarnya, namun tetap saja dia tidak rela jika Joelin bersama Mickey. Tunggu dulu, tidak rela? Sejak kapan dia mengenal istilah ini untuk Joelin?


"Aku tidak mungkin jatuh cinta padanya kan?" tanya Si An pelan.


"Mungkin saja." jawab Mark.


"Apaan sih?" Protes Si An.


"Maksudku, bisa saja kau jatuh cinta pada Joelin karena kau selalu mengganggunya dan terbiasa dengan aksi mu itu."


"Kau tidak masuk akal anak muda."


"Terserah kau saja. Aku ingin fokus pada persiapan seminar ku, dan sebagai saran lebih baik kau juga fokus mempersiapkan diri. Atau kau tidak ingin wisuda semester ini?" tanya Mickey.


"Tentu saja aku ingin."


"Yasudah, berhenti memikirkan hal-hal diluar proposalmu."


Kalimat Mark berhenti, disusul oleh Joelin yang kembali ke lab untuk mengambil pena dan secarik kertas. Lalu Joelin meninggalkan tempat itu. Akan kemanakah dia? bukan rahasia lagi, semua penghuni lab tahu jawabannya. Joelin pasti akan menyusul Mickey. Hal serupa yang akan dilakukan Mickey jika kini yang diruang culture adalah Joelin.

__ADS_1


__ADS_2