
Author POV
Di part ini akan muncul karakter O Sol (adik perempuan Mickey) dan Min Ho (sahabat sekampung Mickey), untuk lebih mengetahui karakter mereka teman-teman bisa cek di bab 13-15.
thankyou.
\*\*\*
"Kenapa kamu bisa menikahi Mickey? Aku akan mempermalukanmu di hadapan semua orang. Tunggu saja." ujarnya dalam hati sambil menatap Joelin penuh kebencian.
"Mi Young, kau tidak ingin minum sesuatu?" So Ran menyenggol lengan gadis berwajah manis itu.
"Ah, ide bagus." jawab Mi Young sambil menarik lengan So Ran.
"Penampilan mu hari ini terlihat seperti tante-tante." Ujar So Ran sambil mengamati dandanan teman masa kecilnya itu.
Baju putih dengan aksen mencolok, sepatu berhak dengan gliter berkilauan, rambut yang di tata rapi dan make up yang maksimal. Mi Young memang cantik, namun penampilannya hari ini sungguh berlebihan.
"Apa kau sedang mencoba berperan sebagai mempelai wanita?" ledek So Ran dalam hati.
"So Ran-aaaa, kau tidak mengerti style. Jangan meledekku." protes Mi Young sambil meraih segelas wine.
"Kau minum mau wine? Ayok lah Mi Young, apa kau sepatah hati itu sampai ingin mabuk di siang hari?"
"Oh, aku tidak patah hati. Harusnya kau kan yang patah hati. Bukankah Eum Son dulu berniat menikahimu." Mi Young mulai menunjukkan rasa kesalnya.
"Mi Young-aaa, jangan menganggapnya serius. Itu hanya permainan masa kecil. Hahaha.." tawa So Ran tertahan.
"Unni..." sebuah suara mengalihkan perhatian kedua gadis korea itu.
"O Sol-aaaa, kau sudah sebesar ini?" Tanya So Ran tak percaya sambil memeluk adik Mickey.
"Hi, Mi Young unni. Apa kabar?" tanya O Sol melambai pada Mi Young.
"Sangat baik. Kau cantik sekali." puji Mi Young dengan senyum ala penjilat nya.
"O Sol, apa kau keberatan menemaniku berkeliling sebentar?" So Ran yang jenuh harus selalu bersama Mi Young sepanjang acara Mickey memilih untuk membawa O Sol menjauh dari sana.
"Pergi saja, aku juga tidak ingin kau terus di sekitar ku." umpat zmi Young dalam hati. Matanya tetap berfokus pada Mickey dan Joelin yang sibuk menyapa para undangan.
"Aku tidak peduli jika sekarang kau yang jadi pengantinnya Eum Son, sebentar lagi aku akan membuatmu malu. Hingga kau tak berani menunjukkan wajahmu sebagai menantu keluarga ini." ujar Mi Young dalam hati sambil tersenyum licik.
\*\*\*
"Selamat akhirnya kau menikah juga." Min Ho menepuk pundak Mickey.
"Aku bahkan sudah punya putri, aku hebat kan?" Mickey berujar bangga seolah dia sudah menyelamatkan dunia.
"Hahaha... dasar narsis." Tawa pria itu meledak seketika.
"Aku tidak akan mengakuimu hebat jika tidak dapat menghamili istrimu nanti malam. Dia pasti sedang memakai pil pencegah kehamilan kan?" ledek Min Ho, berbisik di telinga Mickey.
"Kau tidak tahu kehebatanku? Tunggu saja kabar baiknya." ujar Mickey menarik pinggang Joelin agar berdiri tepat di sisinya.
__ADS_1
"Hi girl..." Min Ho menyapa Joelin dengan gaya genit.
"um.... Hi" jawab Joelin singkat.
"Wah, kamu gadis yang waktu itu kan?" tanya Min Ho karena mengingat sesuatu.
"Apa maksudmu? Kalian pernah bertemu sebelumnya?" tanya Mickey penasaran.
"Kau, baru punya satu putri saja sudah pikun. Bagaimana kalau sudah punya 10 anak?" tanya Min Ho sambil memasang wajah tak percaya.
"Sayang, kalian sudah pernah bertemu?" tanya Mickey menatap wajah Joelin dengan ekspresi sedih. "Kenapa aku tidak tahu?" tanya nya lagi.
"Eum Son, kau lupa pernah menghubungi dia saat sedang bersamaku? Kau yang mengenalkan ku padanya." jawab Min Ho sambil menggeleng tak percaya.
"oh.. kamu yang waktu itu?" tanya Joelin sambil tersenyum ramah.
"Iya nona. Suamimu sangat tergila-gila padamu, sampai dia memaksaku untuk melihatmu lewat panggilan video." jawab Min Ho.
Joelin tersipu malu mendengar penjelasan pria itu.
"Joelin.... Mike... selamat" seorang pria mengalihkan perhatian ketiga orang itu.
"Bill?" tanya Joelin tak percaya saat melihat seniornya kini berdiri di hadapan mereka.
"Si An....?" Joelin kembali berkata lirih menyadari sosok yang berjalan menyusul Bill.
"Kau sangat cantik." Puji Bill saat menyalam Joelin.
"Terimakasih Bill." keduanya saling berpelukan dengan hangat.
"Joelin, Mickey selamat." Si An berkata ragu-ragu. "Aku... aku minta maaf untuk kejadian di masa lalu." ujarnya sambil menunduk dalam.
"Sudahlah kawan, lupakan masa lalu. Apa kau tidak ingin melihat putriku?" tanya Mickey berusaha mencairkan suasana.
"Apakah kau mengijinkan Si An menikahi putrimu?" tanya Bill yang sudah tahu duduk persoalan antara pasangan itu dan Si An.
"Jika dia sanggup menunggu." canda Mickey sambil tersenyum.
Si An akhirnya berani mengangkat kepalanya dan tersenyum lepas pada pasangan itu.
"Terimakasih sudah memaafkan ku kawan-kawan." ujar Si An dalam hati sambil memeluk Mickey.
"Sayang... berbicaralah dengan mereka. Aku ingin melihat Lucy sebentar." Joelin undur diri dari para pria itu.
Mickey mengangguk tanda setuju. Joelin melangkah menjauh dari sana, mencari Lucy yang pasti sedang bersama ibu mertuanya.
"Hi..." sebuah suara menghentikan aktivitas Joelin.
"Hello..." jawab Jaoelin santai.
"Aku tidak akan mengucapkan selamat padamu. Gadis sepertimu, bagaimana bisa menjadi istri Eum Son? Kau pikir kau pantas?" gadis itu bicara kasar.
"Maaf nona, apa kita saling mengenal sebelumnya?" tanya Joelin sopan.
__ADS_1
"Maaf... maaf jika kalimat ku tadi terkesan kasar. Aku hanya kasihan padamu yang sedang dibohongi." ujar gadis itu lagi.
"Apa maksud anda?" tanya Joelin.
"Kau lihat gadis itu? Gadis yang sedang tertawa bersama adik dari pria yang menikahimu. Dialah seharusnya yang jadi mempelainya hari ini. Kau harus berhati-hati padanya nona. Eum Son pernah berjanji akan menikahinya dulu. Dia tidak akan tinggal diam." gadis itu mulai memprovokasi Joelin.
Joelin mengamati ke arah yang ditunjuk oleh gadis bergaun putih itu. Di sana ada adik iparnya dan seorang gadis yang sedang tertawa renyah.
"Siapa dia?" tanya Joelin dalam hati.
Dalam hitungan detik, rasa cemas menyerang hatinya. Di depan sana dia melihat sang ibu mertua mendekati kedua gadis itu. Bahkan menyerahkan Lucy pada gadis yang katanya lebih pantas jadi istri Mickey. Joelin memacu langkahnya, dia tidak ingin Lucy bersama gadis itu.
"Hahaha... kau ternyata mudah dipengaruhi? Baiklah. Akan kulanjutkan rencana berikutnya." Mi Young tersenyum puas mengawasi Joelin yang melangkah tergesa mendekati O Sol dan So Ran.
\*\*\*
"Maaf Nona, apa saya bisa mengendong putri saya?" tanya Joelin saat menghampiri gadis yang memakai dress merah itu.
"Hi kakak ipar. Aku So Ran, sepupu oppa Eum Son. hmmm... sebenarnya aku masih ingin bermain dengannya." ujar gadis itu mengamati wajah Joelin yang kini menyiratkan perasan tidak nyaman.
"Kakak, apa kakak baik-baik saja?" tanya O Sol yang khawatir pada kesehatan sang mempelai wanita.
"Aku baik-baik saja. Bisa kubawa anakku? Suamiku ingin mengenalkannya pada beberapa teman." ujar Joelin dingin sambil menekankan kata anakku dan suamiku, menandai kepemilikannya.
"Baiklah." jawab So Ran sambil menyerahkan sang bayi. Ada perasaan canggung yang menyerangnya dengan sikap dingin Joelin.
"Terimakasih." Joelin berlalu meninggalkan mereka sambil mendekap Lucy.
"Apa kakak ipar baik-baik saja?" tanya O Sol.
"Kurasa ada yang tidak beres, semoga bukan ulah Mi Young." So Ran berkata penuh harap.
"Apa maksud Unni? Tadi memang unni Mi Young berbicara dengan kakak ipar sebelum dia kesini." jawab O Sol polos.
"Kau yakin?" tanya So Ran.
"Ya aku melihatnya sekilas saat unni dan omma sedang berbicara."
"Sial... awas kalau kau berani macam-macam Mi Young." So Ran mengumpat dalam hati.
\*\*\*
Joelin kembali menghampiri Mickey dengan wajah dingin sambil menggendong Lucy. Mickey dan kawan-kawan mengambil alih Lucy dari gendongan Joelin. Diam-diam Mi Young berjalan mendekati Joelin.
"Kakak ipar..." sapa Mi Young.
"eh... ada apa nona?" tanya Joelin.
"Maaf tadi saya berbicara tidak sopan pada kakak ipar. Sepertinya saya membuat kakak ipar merasa terusik. Minumlah kak, saya bawakan jus. Semoga bisa membuat kakak merasa nyaman." ujar gadis itu nyaman.
Jeolin memaksakan seulas senyum sambil meraih gelas di tangan Mi Young.
"Minumlah, habiskan isi gelas itu dan permalukan dirimu perempuan kampung." Mi Young berkata dalam hati sambil mengawasi Joelin dengan senyuman jahat.
__ADS_1