Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille

Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille
S2. Check Up ke Dokter


__ADS_3

"Sayang, aku percaya padamu. Kamu tidak mungkin menghianatiku dengan Amel. Aku sudah mencurigai mu berkali-kali dan semua kecurigaanku salah. Aku tidak akan bertindak dan berpikir bodoh lagi." Joelin bergumam dalam hati sambil memeluk Mickey yang tengah lelap di alam mimpi.


\*\*\*


**Flashback ON 🌹🌹🌹


Jakarta, 6 bulan yang lalu**...


Sekarang Mickey sudah sah menjadi seorang ayah. Putri mungilnya lahir dengan sehat dan sempurna. Sang istri sedang beristirahat di kamar pasien usai mengalami pendarahan yang sempat membuat Mickey khawatir. Saat ini Mickey sedang menyusuri koridor rumah sakit yang tiba-tiba membawa pria itu pada sebuah pertemuan dengan Amel.


Kini Amel dan Mickey sedang saling bertukar kabar, sembari menunggu Joelin bangun. Mereka berbicara banyak hal, hingga pada satu titik, Amel berkata:


"Mickey, aku butuh bantuanmu." pandangan ceria gadis itu berubah menjadi sendu.


"Bagaimana saya harus membantu?" sambil menatap lekat wajah rekan bic"aranya itu.


"Sebenarnya, aku mengunjungi tempat ini karena tujuan tertentu." Amel membuang pandangannya ke sembarang arah.


"Apakah seseorang sakit? Siapa? Keluargamu?" Mickey melempar pertanyaan beruntun pada gadis itu.


"Bukan Mickey. Tidak ada yang sakit." Amel bergumam lemah.


"Sebenarnya, apa yang terjadi? Apa maksud Amel? Apakah dia sedang sakit?" Mickey kini tengah sibuk dengan pikirannya.


"Aku ingin mengunjungi dokter Obgyn." ujar Amel tidak menjawab tanya di kepala Mickey.


"Kamu sakit?" Mickey menatap gadis itu dengan penuh selidik.


"Aku...Aku hamil Mickey." ujar Amel penuh keraguan. Kepalanya kini tertunduk lesu, memandang marmer yang menyentuh kakinya.


"Oh, kamu ingin memeriksakan kandunganmu? Selamat Mel." ujar Mickey yang merasa kehamilan adalah sebuah kabar baik, namun seketika ragu menyergap dalam kepala pria itu.


"Kenapa dia terlihat begitu aneh? Bukankah kehamilan adalah kabar yang menggembirakan? Tapi, kenapa Amel malah kelihantan begitu sedih?" pertanyaan demi pertanyaan kembali berkecambuk di kepala Mickey.


"Bagaimana aku bisa membantumu?" tanya Mickey memecah keheningan.


"Aku hamil di luar nikah Mickey." ujar Amel lirih.


"What? Jangan bilang kau sedang meminta bantuanku untuk menikahimu. Atau mencarikan ayah untuk anakmu. Kedua pilihan ini benar-benar buruk." gumam Mickey dalam hati.


Mickey menatap Amel penuh selidik, berusaha tetap waspada kalau-kalau gadis itu meminga bantuan yang aneh-aneh. Pikirannya melayang pada sang istri, "bukankah dulu Joelin pernah berkata bahwa menjaga kesucian adalah sebuah keharusan?" Mickey bertanya dalam hati.


Diam-diam dia bersyukur memiliki istri yang bisa menjaga diri dengan baik di masa lajangnya.


Amel menautkan kedua tangannya, sambil mengizinkan jemarinya saling merem*s. Mencoba mencari sesuatu yang bisa dia jadikan sebagai pegangan di hidup yang kini terasa kacau.


"Mickey..." Suara tertahan yang keluar dari mulut gadia itu memecah kesunyian.


"Ya?"

__ADS_1


"Aku ingin memeriksakan apakah bayiku baik-baik saja. Tapi aku malu menjumpai dokter sendirian. Orang-orang pasti akan menebak bahwa aku hamil di luar nikah. Aku memang buruk Mickey, aku... aku..." Amel menghentikan kalimatnya. Gadis itu terisak pelan, seolah tidak ingin mengusik Joelin.


"Apa kau tahu siapa ayah anakmu?" tanya Mickey penuh selidik.


"Tentu saja aku tahu Mickey, memangnya kau pikir aku tidur dengan banyak pria sampai aku tidak tahu siapa ayah anakku?" Seperti memelan pil pahit, begitulah pertanyaan sederhana Mickey bagi Amel.


"Amel, jawab pertanyaanku. Dan tolong berhentilah menangis, air matamu bukan solusi."


"Aku tahu. Tapi... maaf, aku tidak dapat memberitahu kepadamu." ujar Amel.


"It's okay. Lagipula belum tentu aku mengenalnya kan?" jawab Mickey santai.


"Kau mengenalnya Mickey. Tapi kau tidak boleh tahu kalau anak ini miliknya. Aku tidak ingin dibenci oleh Joelin karena memiliki anak dari pria itu." jawab Amel dalam hati.


"Baiklah, aku akan menemanimu menemui dokter hari ini. Tapi saat mendaftarkan diri sebagai pasien, tolong tulis nama Ayah anakmu di formulir. Jangan tulis namaku. Aku hanya akan berpura-pura jadi suamimu disana. Agar mereka tidak mencemooh mu dan anakmu." ujar Mickey panjang lebar.


Mendengar penuturan pria itu, Amel merasa sangat lega. Setidaknya di pemeriksaan berikutnya dia bisa mengarang cerita pada dokter jika mereka bertanya kenapa suaminya tidak ikut serta.


"Terimakasih Mickey..." Amel tiba-tiba merasa menumukan semangat baru, hampir saja dia memeluk pria yang sudah beristri itu.


"Stop...stop..." Mickey menahan kening Amel dengan telapan tangannya, berusaha agar gadis itu tidak menyentuhnya.


"Tolong hargai istriku." ujar Mickey.


Kalimat Mickey langsung menghentikan aksi Amel. Tangannya yang tadi terangkat ke udara, kini terayun pelan.


"Beruntung banget loe Joe, si oppa ternyata se cinta ini sama Loe. Goe juga pengen dicintai." Amel berkata lirih dalam hati.


\*\*\*


"Andai kamu bisa mencintai aku." Amel berujar lirih sambil membaca nama itu.


Setelah mendaftar dan menunggu antrian, akhirnya Amel dan Mickey dipanggil untuk diperiksa oleh seorang dokter Obgyn.


Tak jauh dari tempat mereka, seorang pria bernama Doni sedang mengawasi keduanya, bahkan memotret beberaoa foto.


Flashback Off 🌹🌹🌹


\*\*\*


Amel memasuki gedung rumah sakit dengan langkah hati-hati. Kini usia kehamilan gadis itu sudah memasuki trimester akhir. Tangan kanannya bergerak mengelus permukaan perut yang sudah buncit. Dia tersenyum mengingat bagaimana dia dulu memeriksakan diri pada dokter saat pertama kali. Tentu saja dia ingat bagian Mickey yang berpura-pura jadi suaminya.


"Kalian apa kabar Joe? Gue kangen banget sama loe." Amel bergumam pelan saat tiba di depan ruangan dokter yang biasa memeriksa kehamilannya.


\*\*\*


Sementara itu ditempat lain, Joelin sedang sibuk menyuapi si kecil Lucy dengan makan siangnya saat tiba-tiba sebuah suara mengalihkan perhatian kedua perempuan itu.


"Sayaaaang... Sayaaaang... Sayaaaaaaang" Mickey berteriak-teriak sepanjang jalan dari pintu masuk hingga ke meja makan.

__ADS_1


"Mike..." Joelin menggeleng frustasi dengan tingkah kekanakan sang suami.


"Ap... Papapa... Ap..." Tidak mau kalah dengan orangtuanya Lucy juga ikut bergumam sambil melambai-lambai ke arah sang ayah.


"Lucy, makan dulu sayang. Lihat tuh, kamu jadi belepotan gitu." Joelin mengomel saat makanan berhamburan dari mulut mungil Lucy.


"Kenapa pulang?" Joelin bertanya santai.


"Sayang, apa kamu lupa? Hari ini jadwal kamu harua check up ke dokter"


tiba-tiba mulut Joelin membulat, membentuk vokal O, seperti terungat sesuatu yang memang terlupakan.


"Istriku kamu imut sekali." gumam Mickey dalam hati sambil mengawasi mimik Joelin.


"Aaaap..... aaaaappl.... aaaaaaaa." Tiba-tiba Lucy menangis kencang, sedang tangannya menggapai-gapai kearah Mickey.


"Lucy... kenapa sayang?" Joelin langsung memusatkam perhatian pada putrinya.


"aaaaaaaaaa.....aaaap...paaaa..aaaa" bayi itu terus menangis.


"Mike, dia minta digendong sama kamu tuh."


"Ha? Tahu dari mana? Keselek kali Joe, kan Lucy lagi makan."


"Aaaaa..pa.....appppp....aaaaaaa" Lucy masih menangis.


"Gendong dulu sayang." pinta Joelin serius.


"Iya Lucy, kenapa sayang? Mommy jahat ya? Kamu dibuat keselek?" tanya Mickey sambil menggendong tubuh mungil Lucy.


Bayi itu tiba-tiba diam dan tersenyum saat Mickey mendekapnya.


"Tuh lihat anak kamu. Dia itu pengennya sama kamu terus. Heran aku." Joelin berkata kesal karena sempat diledek oleh Mickey.


"Lucy pengen sama Appa? Kenapa? Pasti karena Appa ganteng kan?" ujar Mickey sambil mencium kening putrinya.


"Ganteng... ganteng... Nih kamu ngurus Lucy. Aku mau siap-siap sebelum kita kerumah sakit." ujar Joelin menyerahkan makanan Lucy.


Mickey hanya membalas kalimat Joelin dengan senyuman yang manis.


"Kenapa aku bisa lupa jadwal pemeriksaan? Tapi, aku senang Mickey ingat hari ini. Berarti keputusanku benar kan? Aku tidak boleh mencurigai suamiku sendiri. Bagaimanapun dia mencintaiku." Joelin melangkah santai menuju kamar sammbil bergumam dalam hati.


.....to be continued....


Author Note:


Hi Guys, so bab ini akan menjadi awal baru untuk cerita Joelin dan Mickey plus orang-orang disekitar mereka. Di season ini, akan fokus pada bumbu-bumbu cinta di kehidupan pernikahan. Akan ada beberapa konflik, karena yang namanya hidup pasti selalu ada masalah. Selain itu, di season ke 2 ini akan dibahas juga tentang Amel, Goedan, Aluna, Vino dan Doni.


Bab akan up setiap hari. Jadi tolong dukung aku dengan vote, tip, komen, like dan rate bintang 5 ya.

__ADS_1


-best-


__ADS_2