Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille

Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille
Hari Baru


__ADS_3

"Apakah aku memang mencintai Jee Na?" batin Mickey.


Pria itu akhirnya menaiki motornya dan mengendarai motor itu membelah malam yang semakin dingin. Pikirannya dipenuhi kenangan setahun lalu. Sesuatu yang membuatnya tidak dapat keluar dari keadaan ini. Sesuatu yang membuatnya tidak berani menyakiti Jee Na.


\*\*\*


Hari masih dingin, walau salju tidak turun lagi. Satu semester sudah Joelin di negeri yang dihuni oleh KPOP idol ini. Dan akhirnya libur semester menjadi milik Joelin dan mahasiswa yang lain. Sudah pukul 10 pagi, namun gadis itu masih bergelut malas dibalik selimut.


"Joelin bangun dong." panggil Amel teman sekamar Joelin.


"Ntar Mel." jawab Joelin tanpa membuka matanya.


"Yaudah, gua tinggal nih." ancam Amel.


"hmmm.." jawab Joelin cuek.


"Joelin, gua sama anak-anak mau jalan. Kamu serius gak ikutan?"


"hmmm.." jawab Joelin lagi.


"Awas aja ntar malam loe nyalahin gua." protes Amel.


"Pada mau kemana sih?" tanya Joelin emosi sambil menarik selimut yang menutup wajahnya.


"Gak usah marah-marah gitu kali neng. Santai, santai. Jangan langsung ngegas." Amel yang terkejut melihat wajah kesal Joelin yang terpaksa bangun pun memilih untuk menahan tawanya.


"Gua nggak ngegas kok. Jadi kalian mau kemana?"


"Kita cuman mau keliling aja seharian. yah rutenya belum jelas sih." jawab Amel santai.


"Yaudah deh, kalian aja. Males gue." jawab Joelin sambil menarik selimut untuk menutup wajahnya kembali.


"Loe yakin Joe? Vino ikutan loh." Amel menggunakan Vino sebagai senjatanya kali ini.


"Si Vino ikut ya ikut aja. Gak ada hubungannya juga kan sama gue." Jawab Joelin.


"Lah, bukannya kalian lagi deket?" tanya Amel bingung.


"Sama loe aja gue deket." jawab Joelin santai.


"Jadi yakin nih nggak mau gabung?" tanya Amel lagi.


"Iya Mel, gua dikamar aja deh. Ini adalah kemewahan yang a paling jarang gua nikmatin." ujar Joelin.


"Lebay loe. Gua cabut, jangan lupa makan ya. Bye.."


"Sweet banget sih loe, jijik gue." Ledek Joelin sambil mengintip wajah Amel dari balik selimutnya.


"Yah, secara gua prihatin sama kejombloan loe, ditambah lagi gua curiga loe bakalan tidur seharian ini." Jawab Amel sambil berlalu meninggalkan Joelin yang masih terbaring malas diatas ranjangnya.


"Ya iyalah. Kan jarang-jarang gua bisa tidur sepanjang hari." ucap Joelin pada diri sendiri sambil tersenyum bahagia dan kembali memejamkan matanya.


"Benar kata orang, bahagia itu sederhana." batin Joelin sebelum akhirnya dia kembali terlelap.


\*\*\*


Sementara itu ditempat lain, Mickey sedang sibuk mengepack beberapa barang yang perlu dia bawa pulang kerumah orang tuanya. Mickey memutuskan untuk tinggal bersama keluarganya sepanjang liburan.


"Laptop, carger..." Mickey bergumam sendiri sambil memastikan ulang barang yang akan dia bawa.


"Yap, finish." ucapnya sambil tersenyum puas.

__ADS_1


Setelah bersiap-siap selama satu jam, Mickey meraih ranselnya dan melangkah keluar dari kamar menuju ruang tamu. Dia kembali memastikan kondisi rumah sudah aman untuk ditinggalkan sebulan kedepan, sebelum keluar menuju parkiran.


"Eum Son-aaa.." baru saja Mickey keluar dari pintu rumah, dia mendengar seseorang memanggil namanya histeris.


"Jee-Na?" tanya Mickey saat melihat sosok yang berlari kearahnya.


-Bruk- Perempuan itu menabrak tubuh Mikey dan langsung mengunci Mickey dalam sebuah pelukan.


"Apa kau lupa padaku? Kau sama sekali tidak pernah menghubungi ku." Protes Jee Na.


"Bukankah kamu sedang dalam perjalanan bisnis?" tanya Mickey.


"Apa hubungannya dengan tidak menghubungi ku?" tanya Jee Na.


"Aku takut mengganggu mu." bohong Mickey dan sukses meluluhka hati gadis itu. Jika boleh jujur Mickey memang terlalu nyaman untuk menikmati hidupnya tanpa Jee Na sebulan ini.


"Kamu mau kemana?" tanya Jee Na melepaskan pelukannya.


"Aku ingin pulang kerumah orang tuaku." jawab Mickey.


"Eum Son.. aku rindu." rengek Jee Na. "Sudah sebulan tidak melihatmu." tambahnya lagi.


"hmmm... masuklah sebentar, aku akan menghubungi keluargaku" Mickey berbicara sambil kembali kedalam rumah.


Jee Na mengikuti lelaki itu dengan senyum bahagia.


"Hari ini tidak boleh gagal." batin Jee Na sambil duduk di sofa ruang tamu Mickey.


"Jee Na, aku sudah tidak punya apa-apa untuk dikonsumsi di sini. Kau mau ikut keluar untuk membeli sesuatu?" tanya Mickey setelah memutuskan sambungan telepon dengan orangtuanya.


"Eum Son, aku rindu." Bukannya menjawab pertanyaan Jee Na malah refleks memeluk Mickey dan bergelayut manja disana.


"Apa kau ingin makan se..?" pertanyaan Mickey terpotong oleh serangan bibir Jee Na tepat di bibirnya.


"Tadi pagi dan aku langsung mencarimu." Jawab Jee Na bangga dan mempererat pelukannya pada Mickey.


Entah bagaimana akhirnya Mickey merasa bersalah.


"Kau sudah makan?" tanya Mickey akhirnya.


"Aku tidak lapar, aku hanya ingin bersamamu." jawab Jee Na kembali melahap bibir Mickey dengan rakusnya. Akhirnya Jee Na berhenti setelah menyadari ada sesuatu yang aneh dengan Mickey.


"Kenapa dia bahkan tidak berinisiatif untuk langkah selanjutnya?" batin Jee Na.


"Sayang, apa kau tidak rindu padaku?" tanya Jee Na kemudian. "Apa kabar dengan temanmu Joelin? apakah dia kembali ke negaranya untuk liburan ini?" Tanya Jee Na sambil melepaskan pelukannya dari Mickey.


deg..deg..deg.. sebuah perasaan aneh menyelimuti hati Mickey.


"Apa aku tidak merindukan Jee Na? aku baik-baik saja selama dia tidak di sini. tapi mendengat dia bertanya akankah Joelin kembali ke negaranya tiba-tiba membuatku merasa tidak nyaman." batin Mickey.


"Hei, kenapa kamu terdiam begitu?" tanya Jee Na.


"oh..ada apa sayang?" tanya Mickey gugup.


"lupakan saja sayang." jawab Je Naa yang kembali luluh mendengar panggilan sayang lepas dari bibir Mickey.


"tunggu sebentar." pinta Mickey pada Jee Na sambil meraih ponselnya. lelaki itu mengirim sebuah pesan singkat pada Joelin.


Apakah kamu akan pulang selama liburan ini?


"Jee Na, bisakah kita bertemu lain kali? aku harus kembali kerumah orang tuaku." pinta Mickey setelah mengirim pesan pada Joelin.

__ADS_1


"Baiklah." ujar Jee Na sambil menyembunyikan rasa kesalnya.


"Ayok, aku akan mengantarmu kedepan sekalian aku juga akan berangkat." ajak Mickey.


Jee Na memilih berdiri dari duduknya tanpa suara, bahkan hingga sampai kemobilnya perempuan itu memutuskan untuk membisu. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan hubungan mereka yang sudah memasuki bulan ke lima namun tidak sekalipun pacarnya berinisiatif untuk menyentuhnya lagi. Dia ingat, pertama kali Mickey menyentuh tubuhnya dan menjadi kekasihnya adalah saat lelaki itu dibawah pengaruh obat yang diberi oleh Jee Na.


"Hati-hati dijalan." ujar Mickey membuyarkan lamunan Jee Na.


"Ok" jawab Jee Na sambil masuk kedalam mobilnya.


Perempuan itu memilih langsung melajukan mobilnya perlahan meninggalkan rumah Mickey jauh dibelakang sana.


"Tunggu saja Eum Son. Hari baru akan datang, akan kujadikan kau milikku yang tergila-gila padaku." Ucap Jee Na marah sambil melajukan mobilnya. Gadis itu kini tahu apa yang akan dia lakukan saat bertemu pacarnya kembali.


Sepeninggalan Jee Na dirumahnya Mickey memilih menghubungi Joelin.


"Hai.." sapa Joelin saat koneksi video terhubung.


"Kau sedang apa?" tanya Mickey


"Tidakkah kau lihat aku sedang menggunakan bantal? artinya aku sedang tidur." jawab Joelin.


"Pantes ada iler." ledek Mickey dan membuat Joelin gelagapan.


Gadis itu langsung melompat dari tempat tidur dan berlari kearah cermin. Mickey sampai senyum-senyum dibuatnya.


"Enggak ada iler juga." oceh Joelin dalam bahasa Indonesia.


"Pakai bahasa inggris dong." protes Mickey.


"Jadi kenapa nelepon? Lagian nggak ada tuh iler diwajahku." protes Joelin.


"aku cuman iseng, dan ternyata dapat bonus wajah baru bangun tidur versi Joelin. Aku screenshot bentar ya, biar nanti bisa bagi-bagi rejeki buat Si An dan Mark." jawab Mickey santai sambil mengcapture layar ponselnya beberapa kali.


"Hmmm... dasar kurang kerjaan." omel Joelin.


"Kamu lagi di Indonesia ya?" tanya Mickey.


"Enggak, di asrama."


"Kapan kesana? kan lagi liburan." tambah Mickey.


"Aku liburan disini aja." jawab Joelin singkat.


"Kamu gak ada kerjaan ya? aku masih ngantuk ni." protes Joelin.


"Aku sibuk kok. Kirain tadi kamu pulang, kan aku bisa pesa oleh-oleh kalau kamu pulang." gurau Mickey.


"Yasudah kalau sibuk matiin dong teleponnya." serang Joelin.


"Iya iya. Bye." Jawab Mickey langsung memutuskan sambungan telepon mereka.


Seusai berbicara dengan Joelin, lelaki itu memutuskan langsung bergegas kembali menuju kediaman orangtuanya.


Dear reader, terimakasih sudah membaca kisah Joelin. Menurut kalian siapakah yang jadi tokoh utama pria di cerita ini?


a. Mickey


b. Goedan


c. karakter lelaki lain yang belum muncul

__ADS_1


komen dengan jawabanmu ya.


btw, author akan sangat berterimakasih untuk setiap like, dan love yang kamu klik untuk cerita ini. terlebih lagi untuk komentar readers sekalian. terimakasih . -best-


__ADS_2