Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille

Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille
Wisuda, H-1


__ADS_3

Sementara itu, di salah satu kursi pengunjung di dalam toko, sebuah senyum kemenangan terukir indah menyaksikan pemandangan di hadapannya. Tentu saja pemandangan itu adalah pertemuan singkat antara Joelin dan Goedan.


"Ini adalah jackpot." gumam sosok itu tersenyum penuh kemenangan.


 


\*


 


Joelin menapaki trotoar dengan langkah santai. Tangan kanannya memegang bucket dari Goedan, lengkap dengan kertas undangan yang terselip diantara tangkai bunga-bunga mawar merah itu. Sementara sandwich yang tadi dibelinya sudah habis, tersisa kantong pembungkus yang kini diam dalam genggaman tangan kiri Joelin.


Begitu menemukan tempat sampah Joelin langsung membuang sampah plastik di tangannya. Joelin mengamati sejenak bucket bunga dalam genggamannya, mendadak wajah Goedan muncul dalam ingatannya. Dan secara acak gerakan tangan Goedan yang menyeka bibirnya kembali dan sukses membuat Joelin kembali merasa mual. Dalam satu gerakan singkat, bucket bunga itu kini mendarat di tempat sampah.


Joelin menggeleng frustasi menyadari tingkah kekanakannya barusan. Bunga itu tidak bersalah, apa-apaan dia ini? Namun rasa mual diperutnya kembali mengganggu Joelin. Tanpa pikir panjang, Joelin segera berlarian menuju rumah.


Mickey yang sedang menata sarapan di meja makan cukup terkejut melihat istrinya yang sedang berlari menuju kamar mandi di dapur.


"Ada apa?",tanya Mickey khawatir sambil mengejar Joelin.


Joelin tak sempat merespon Mickey, kini seluruh isi perutnya kembali dikeluarkan. Joelin merasa matanya kini sangat pedih, sementara perutnya terus berontak. Setelah memuntahkan seluruh isi perutnya, Joelin berdiri lemas dan langsung memeluk Mickey.


"Kamu kenapa? Masih sakit perutnya? Kita kedokter ya?" pertanyaan Mickey begitu lembut namun penuh rasa khawatir.


"Diam begini aja Mickey." pinta Joelin manja sambil mempererat pelukannya. Rasa mualnya mereda saat memeluk suaminya itu.


"Kamu tadi dari mana?" tanya Mickey yang masih memeluk istrinya.


"Beli sandwich."


"Sandwichnya mana?"


"Di perut aku, eh.. bukan udah keluar semua." jawab Joelin lemah.


"Kita kedokter ya sayang.."


"Nggak mau Mike. Aku cuman masuk angin kok, ih kamu lebay deh." protes Joelin manja.


"Aku khawatir sama kamu."


"Aku lapar.." ujar Joelin mengabaikan kalimat terakhir Mickey.


"Yaudah, kita makan yuk. Kasihan juga kamu, nanti kelelahan kalau berdiri terus." ujar Mickey sambil melepas pelukannya pelan.


Saat pelukan itu berakhir, Joelin tiba-tiba merasa ada sesuatu yang hilang. Sesuatu yang tidak dapat dia jelaskan. Tiba-tiba Joelin merasakan tubuhnya melayang di udara. Suaminya itu, lagi-lagi menggendong Joelin ala bridal style dan dengan gerakan hati-hati mendudukkan Joelin di meja makan.


Joelin kini menyantap omlet buatan suaminya dengan sangat lahap.


"Sayang, makan pelan-pelan. Nggak ada yang bakal nyuri makanan kamu." tegur Mickey.


Joelin hanya meneruskan aksi makannya tanpa menghiraukan nasihat Mickey.


 


\*


 

__ADS_1


"Sayang, kamu jangan tinggalin aku dong." rengek Joelin manja sambil masih memeluk tubuh Mickey.


"Aku hanya ke laboratorium sayang."


"Tapi aku maunya dekat-dekat sama kamu."


"Aku cuman sebentar Joelin."


"Pokoknya aku nggak mau." rajuk Joelin langsung melepaskan pelukannya dan langsung naik ke tempat tidur, tidak lupa dia juga menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


Mickey yang sedang memilih pakaian untuk dipakai ke laboratorium, segera menjauh dari lemari dan menyusul Joelin.


"Hei... kamu jangan marah dong." bujuk Mickey sambil memeluk Joelin dari balik selimut.


...


"Sayang..."


...


Dengan gerakan lembut Mickey memindahkan selimut yang membungkus tubuh Joelin hingga dia bisa menyelusup masuk ke dalam juga.


"Kamu marah?" tanya Mickey lembut sambil memeluk Joelin erat.


"Kamu hari ini di rumah aja ya. Aku maunya dekat-dekat sama kamu." rengek Joelin sambil membalas pelukan Mickey.


"Ya Tuhan, apakah istriku sedang membuat prank H-1 acara wisuda?" tanya Mickey dalam hati. Belum pernah dia melihat Joelin dengan perubahan mood yang sangat cepat seperti hari ini, ditambah lagi sangat manja dan sensitif.


"Mickey, jangan diam aja.. ihhhh..." protes Joelin kembali merajuk.


author note: tuh kan guys, baru juga si Mickey kepikiran, mood Joelin udah berubah lagi.


"Boleh." Jawab Joelin dengan wajah bersemangat.


Mickey mengeratkan pelukannya dan menghujani kecupan di kening, mata, hidung, pipi, bahkan bibir Joelin. Sikap manja Joelin sejak bangun tidur sebenarnya sukses membuatnya ingin menerkam istri cantiknya itu sekarang juga. Namun Mickey menahan diri, mengingat kondisi Joelin yang sedang tidak enak badan sejak subuh tadi. Dengan sekuat tenaga Mickey berjuang meredakan hasratnya.


Berbeda dengan Mickey, mendadak Joelin sangat ingin menghabiskan hari ini dengan suaminya itu. Bukan karena pikirannya yang kotor, melainkan hormon di tubuhnya secara tiba-tiba menginginkan Mickey lebih dari sebelum-sebelumnya. Joelin terus bergerak dalam pelukan Mickey, berusaha mengirim isyarat agar suaminya itu menjamahnya.


"Sayang.. aku kekamar mandi sebentar boleh?" pinta Mickey yang kini sudah kesulitan menahan gelombang gairah dalam dirinya.


"ikutt.." rengek Joelin manja, dia bahkan tidak ingin terpisah sejengkal saja dari Mickey sekarang.


"Kamu yakin?" tanya Mickey kemudian.


"Aku nggak mau jauh-jauh dari kamu." rengek Joelin.


"ya ampun istriku menggemaskan seka..." rayu Mickey terputus akibat benda kenyal yang kini mendarat di bibirnya.


Dan untuk pertama kali di sepanjang pernikahan mereka, Joelin nyosor duluan. Dia bahkan tidak habis pikir, dia tidak pernah menduga bahwa hari-hari begini akan datang. Hari dimana dia berubah jadi agresif pada Mickey.


 


\*


 


Joelin membuka matanya pelan. Mickey masih terlelap sambil memeluk tubuhnya sama seperti posisi tadi saat kegiatan panas akhirnya berujung dengan acara tidur siang. Dengan gerakan hati-hati Joelin meloloskan diri dari pelukan Mickey dan melangkah menuju kamar mandi, dia sedang kebelet buang air kecil. Tubuh Joelin kini terasa lebih segar.

__ADS_1


Mata Joelin berbinar memandang benda pipih di tangannya. Akhirnya, ada dua garis merah di sana. Akhirnya dia hamil juga. Joelin sangat bahagia. Ternyata rasa lelah berlebihan yang dideritanya seminggu belakangan dan mual sejak subuh tadi adalah karena kabar gembira ini. Sudah dua minggu Joelin menyerah dan berhenti menggunakan alat tes kehamilan itu. Andai bukan karena rasa mual berlebihan pagi ini, dia tidak akan iseng-iseng membawa tespeck ke kamar mandi sore ini.


"Yes... Thanks God.. Akhirnya aki hamil juga. Makasih sayang udah hadir dalam hidup kami." gumam Joelin pelan sambil mengelus perutnya yang masih rata.


Joelin tersenyum bahagia, kini dia punya rencana bagus untuk memberitahu Mickey tentang kabar baik ini.


 


\*


 


"Kamu yakin makan malam di luar?" tanya Mickey pada Joelin.


"Iya appa." jawab Joelin manja.


"Tapi sayang, kamu lagi nggak enak badan. Kalau makin masuk angin gimana?"


"Aku nggak sakit lagi kok." ujar Joelin tersenyum mengingat kejadian di kamar mandi beberapa jam lalu.


"Aku nggak sakit sayang, aku hamil." teriak batin Joelin pada Mickey.


"Okay, kita makan malam di luar, tapi ada syaratnya."


"Apa syaratnya?"


"Paling lama 6.30 PM sudah tiba di rumah..."


"Gampang."


"Dan besok pagi, kamu istirahat aja. Biar aku yang nyiapin sarapan buat kita. Okay?"


"Siap sayang."


"ngomong-ngomong soal besok, aku punya kejutan buat kamu." ujar Mickey mengingat besok adalah hari Wisuda, hari dimana dia ingin mempertemukan Istri dan orangtuanya.


"Aku juga punya kejutan buat kamu." jawab Joelin santai namun tak mau kalah.


"Apa?"


"Ih... tunggu besok dong. Udah yok kita makan sekarang, ntar keburu malam."


"Siap nyonya Lee Eum Son." jawab Mickey sambil menggenggam tangan Joelin.


 


\*


 


Sesuai dengan perjanjian, pasangan Joelin dan Mickey kini sudah kembali ke rumah setelah menyantap makan malam mereka. Joelin masih bertingkah manja, sangat manja, taraf kemanjaannya cukup untuk menyajikan drama romantis versi siaran langsung bagi siapa saja yang melihat mereka.


Sementara itu di jalan raya, tepatnya di sebrang rumah itu sepasang mata di dalam sebuah mobil menyaksikan betapa Joelin dan Mickey terus bermesraan, saat mereka meninggalkan rumah dan kini ketika keduanya kembali ke rumah.


"HAHAHAHA... lucu sekali." tawanya meledak menyaksikan romantisme itu.


\*\*\*

__ADS_1


Author POV, besok hari wisuda Mickey, Joelin and the genk. Hari di mana Si An ingin menyampaikan perasaannya, hari dimana Mickey dam Joelin ingin saling memberi hadiah terbaik. Ada yang punya gambaran hari wisuda mereka besok akan menjadi seperti apa?


__ADS_2