Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille

Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille
Ada yang Aneh


__ADS_3

"Setidaknya Amel nggak curiga sama gue, syukurlah." batin Joelin sambil menghela nafas panjang.


\*\*\*


Sudah dua bulan semester yang baru berjalan. Ini semester ke tiga bagi Joelin dan Mickey. Usia pernikahan mereka akhirnya memasuki pertengahan bulan ke tiga, masih seumur jagung. Joelin dan Mickey tidak sepenuhnya tinggal berpisah. Berbekal alasan lembur dengan penelitian dan kegiatan belajar lainnya, Joelin berhasil meninggalkan kamar setiap malam. Gadis itu hanya kembali ke asrama untuk sekedar membersihkan diri. Sementara Amel, bukannya curiga malah gadis itu kini sibuk mengkhawatirkan kesehatan Joelin.


"Joe.. loe lembur lagi?"


Joelin masih asik menyimpan beberapa pakaian bersih ke dalam lemari.


"Iya mau gimana lagi Mel." ujar Joelin tanpa menghentikan aktifitasnya.


"Jangan lupa jaga kesehatan."


"Yes Madam."


"Nih di makan." Amel menyodorkan sebox buah yang sudah dipotong-potong pada Joelin.


"Ya ampun baik amat sih. Makasih Mel." Ujar Joelin tulus, dibarengi perasaan bersalah yang tiba-tiba mengganggunya.


"Dimakan Joe, jangan dipelototin gitu."


"eh iya."


"Joe, sebenarnya loe ada apa sih sama kak Vino?" Amel yang kini duduk di tempat tidurnya bertanya serius pada Joelin.


"Ha? Vino? kita nggak ada apa-apa."


"Loe serius?"


"Iya Mel, gue serius. Ada apaan sih? Tiap kali kita ngobrol, loe selalu nanyain dia."


"Dia selalu nanyain gue tentang loe."


"Maksud loe?"


"Iya gitu deh. Nggak paham gue harus ngejelasin dari mana. Tapi kayaknya kak Vino penasaran banget sama loe."


Joelin terdiam mendengar perkataan Amel. "Si Vino apaan sih? bukannya urusan gue sama dia udah beres?" gumam Joelin dalam hati.


"Eh Joe, ngomong-ngomong nih ya menurut perasaan gue kak Vino itu punya masalah."


"Masalah apa?" tanya Joelin tidak tertarik.


"Masalah kesehatan Joe."


"Maksud loe, dia sakit?"


"Iya gitu deh. Tapi yang sakit bukan fisik nya dia."


"Terus apa Mel? hatinya? jangan bercanda deh, nggak lucu." ujar Joelin kesal sendiri.


"Bukan Joelin. Bukan hatinya, tapi mentalnya."


"Jangan ngomong sembarangan Mel."


"ih Loe sih, kelamaan hidup di dunia sendiri. Sekali-kali gabung dong sama kita-kita, biar loe bisa menyadari keanehan salah satu lelaki tampan di dunia ini."

__ADS_1


"Apaan sih loe?" ujar Joelin acuh sambil menikmati buah segar dalam kunyahannya.


"Gue serius Joelin, tapi sayangnya yang sadar sama hal itu cuman gue. Teman-teman yang lain sepertinya tidak cukup peka untuk membaca tingkah laku kak Vino."


"Astaga, Amel." kini Joelin sedang menepuk jidatnya.


"Kenapa? kenapa? Loe juga sadar kan Joe sama keanehan dia? Loe percaya sama gue kan?"


"Hmmmm... gimana kalau gue bilang begini sama loe, Mel sebenarnya gue udah menikah. Dan suami gue orang korea. Percaya nggak?"


"Enggak." Amel menjawab cepat tanpa mengubah ekspresinya.


"nah itu aja loe nggak percaya, gimana gue bisa percaya dengan opini loe tentang si Vino?"


"Pokoknya ya begitu deh. Si Vino itu pasti ada apa-apanya, makanya gue was-was kalau dia punya hubungan khusus sama loe."


"Makasih ya Amel, loe udah khawatir sama gue. Tapi masalah Vino gue no coment. Thanks juga buat buah-buahan ini, sampai ludes nih." Joelin menunjuk box buahnya yang kini sudah kosong.


"Joelin, loe habisin semua?"


"Iya."


"Loe makan banyak banget sih, kayak ibu-ibu hamil tau nggak."


"HA APA???" tanya Joelin panik dan langsung berlari menuju cermin yang dapat menpilkan seluruh tubuhnya.


Joelin mengamati tubuhnya di depan cermin dengan wajah yang sangat serius.


"Apa iya gue hamil? Artinya obat yang selama ini gue konsumsi nggak efektif dong." batin Joelin, raut khawatir tergambar jelas di wajahnya, tak lupa tangannya yang kini sibuk mengelus permukaan perut yang tertutup pakaian.


"Loe nggak tau aja, gue cuman mau lihat perut gue gemukan atau enggak pasca makan buah sebanyak itu sampai ludes." ujar Joelin mengelak.


"Iya deh iya. Nggak mungkin juga kan loe nggak paham masalah kehamilan, secara loe sendiri anak science. Apalagi mustahil banget buat hamil kalau nggak ada bapaknya."


"Berisik amat loe. Gue balik ke jurusan aja deh, daripada di sini dengerin ocehan abstrak loe." Ujar Joelin sedikit kesal.


"Jangan marah-marah, ntar anak loe jadi emosian."


"Astaga, gue belum tentu hamil Mel." ujar Joelin frustasi.


"Apa? belum tentu? maksud loe ada kemungkinan gitu? Awas aja loe ya Joe kalau berani terlibat free sex, gue bakal nggak mau kenal lagi sama loe."


"Jahat banget siy."


"Gue serius Joelin. Apa benar kalau ada kemungkinan loe lagi hamil?"


"Loe salah dengar Mel, nggak usah khawatir." Ujar Joelin sambil meraih ponsel dan tasnya.


"Gue berangkat dulu, sampai jumpa besok Melmel." ujar Joelin santai.


Amel hanya bengong menyaksikan Joelib yang menghilang di balik pintu.


"Oh iya Mel. gue lupa satu hal, gue bisa ngasih jaminan sama loe kalau gue nggak terlibat pergaulan bebas." ujar Joelin yang tiba-tiba kembali muncul di ambang pintu.


"Joe.... gue shock banget tau nggak sih loe." Amel kini melempar salah satu bonekanya ke arah pintu.


Refleks Joelin membuat gadis itu selamat dari timpukan boneka Amel. Sambil tersenyum ceria Joelin melangkah meninggalkan asrama. Sambil berjalan Joelin memeriksa ponselnya yang tiba-tiba bergetar, ternyata sebuah pesan dari suaminya.

__ADS_1


*Baby, aku tunggu di area parkir asrama ya.


i'll be there*.


Joelin membalas pesan itu sebelum keluar dari gedung asrama. Udara khas musim gugur kini menerpa kulit halus Joelin. Beberapa daun mulai berguguran dan bermain terbang kesana ke mari. Musim gugur masih akan segera di mulai, namun keindahannya sudah dapat dinikmati oleh insan manusia.


Sebuah tangan yang kokoh tiba-tiba mencengkeram lengan kanan Joelin. Gadis itu sangat terkejut hingga nyaris berteriak. Sayang sekali, sebelum suara Joelin sempat lolos dari pita suaranya, sebuah tangan kuat yang lain membekap mulutnya. Joelin diseret paksa, meninggalkan jalanan lebar yang memisahkan asrama putra dan putri. Kini sosok itu membawa Joelin ke belakang gedung asrama putri yang lumayan sepi.


"Loe beresin urusan Aluna, atau loe mati." sebuah suara berat dan mengintimidasi kini masuk ke telinga Joelin.


"Vino?" pekik Joelin dalam hati.


Joelin menggigit telapak tangan Vino. Pria itu terkejut dengan perlawanan mendadak Joelin. Sejak mendapatkan peluang untuk melarikan diri, Joelin segera melepaskan diri dan berlari sembarang arah meninggalkan tempat tersebut.


"HA HA HA HA HA HA HA." Joelin bergidik seram mendengar tawa yang pecah di balik punggungnya.


Pria itu menertawakannya. Insting Joelin berkata ada hal yang tidak beres di sini.


"Apa gue lari ke arah yang salah?" batin Joelin. Tubuh gadis itu bergetar karena ketakutan, sementara kedua kakinya melangkah mantap menuju area parkir, tempat Mickey menunggunya.


"Mickey.." isak Joelin langsung memeluk suaminya itu. Tubuhnya masih bergetar hebat karena ketakutan.


"Ada apa?" tanya Mickey lembut.


"Ayok pergi dari sini." pinta Joelin yang masih ketakutan.


"Sayang, kamu baik-baik saja kan?"


"Bawa aku dari sini. Bawa aku pergi Mickey." kini tangis Joelin kian pecah.


"ayok ayok."


Mickey langsung menyalakan motornya dan membawa Joelin meninggalkan area itu. Joelin masih sempat menoleh kebelakang dan menemukan Vino yang menatapnya dengan senyuman jahat.


Joelin masih gemetar ketakutan, dia hanya bisa mempererat pelukannya pada Mickey.


'skiiiit..bruk.' sebuah mobil menyerempet mereka dari belakang, motor yang dikendarai Mickey dan Joelin kini jatuh menghantam trotoar di tepi jalan.


"Arrrgh..." ringis Joelin merasakan nyeri pada kakinya.


"Ouch... " Mickey meringis kesakitan sebelum menyadari satu hal lain.


"Joelin, Joe...Joe..." Mickey kini panik menyaksikan istrinya yang sudah tidak sadarkan diri.


Ponsel Joelin bergetar dan sebuah pesan singkat masuk dari nomor yang tidak dikenal


Aku bisa membereskan hidupmu atau pria yang kau cintai ini secepatnya. Kau pilih saja. Hahahaha


**Pengumuman


Maaf banget ya readers seminggu ini jarang up karena ada kerjaan penting. BTW kedepannya bakalan up perhari lagi kok, walaupun nggak ada bayaran dari noveltoon tapi novel ini bakalan ditulis sampai tamat sebagai ucapan terimakasih ku pada kalian yang masih setia membaca sampai sekarang.


BTW, beri vote, like dan komen ya, sebagai pemicu semangat ku.


thankyou


-best**-

__ADS_1


__ADS_2