
**Pengumuman
Teman-teman ayok aktif ambil bagian dalam memerangi Covid-19 (virus Corona) yang kini mewabah di dunia includ Indonesia. Banyak hal yang bisa kita lakukan, diantaranya:
Pastikan diri kalian aman, jaga kebersihan tangan dengan mencucinya lebih sering dan memakai hand sanitazer, hindari keramaian dan kontak fisik dengan orang luar, jaga pola makan dan pola tidur, banyak konsumsi sayur2an dan buah ya.
Periksakan diri ke dokter jika kalian memiliki gejala influensa.
Berbagi hand sanitazer pada mereka yang kekurangan (bagi yang sudah stok banyak2, silahkan didonasikan. kalau kita stay di rumah, kita bisa cuci tangan lebih sering kan? jadi tidak perlu stock handsanitazer secara berlebihan."
Buat kita yang punya rejeki lebih, donasikanlah sebagian rejeki pada tetangga/orang disekitar kita. Banyak diantara kita yang sanggup membeli stock makanan untuk beberapa bulan kedepan, tapi jangan lupa banyak juga yang bahkan untuk mengisi perut sekali makan saja tidak sanggup. Jadi berbagilah dengan mereka.
Teruslah mengikuti info terkini dari kasus Covid-19, banyak membaca dan pastikan apa yg kalian baca bukan hoax.
Tetaplah berharap dan berdoa. Author sangat bersyukur dengan report di dunia science yang menyebutkan bahwa upaya ilmuwan di berbagai dunia untuk mengatasi Covid-19 terus menunjukkan peningkatan. Author gak akan jelaskan detail setiap penelitian di sini, kalian bisa DM author jika penasaran mengenai penelitian-penelitian seputar Covid-19.
Berserahlah pada Allah Sang Pemilik hidup. Dan tetaplah berjaga-jaga. Spread love, bantulah mereka yang kini makin menangis keras karena tidak dapat mengenyangkan perut walau untuk sekali makan. Jika teman-teman ingin berdonasi namun takut memberikan langsung, atau bingung dimana sih bisa ketemu sama orang-orang yang kesusahan, kalian boleh langsung komen dengan nmr wa, atau akun instagram yg bisa dihubungi. Author bakal langsung chat kalian, so kita bisa diskusi bagaimana menolong mereka.
Akhir dari pengumuman ini, author sampaikan terimakasih. Dan yang terbaik buat kita semua.
-Best**-
\*
Hati gadis itu kini berdesir aneh. Sepertinya dia semakin jatuh cinta dengan pria korea ini.
Joelin dan Mickey keluar dari gedung itu sambil bergandengan. Kini mereka sudah berdiri di sisi sepeda motor Mickey.
"Jangan terlalu kencang bawa motornya." pinta Joelin masih tertunduk malu.
"Iya." jawab Mickey sambil menyentuh pipi Joelin gemas.
Gadis itu masih sibuk menyetarakan detak jantungnya, namun tiba-tiba dalam satu gerakan cepat Mickey kembali memasangkan helm di kepala Joelin.
"Hei jantung, melembatlah sedikit." gumam Joelin dalam hati.
"Ayok berangkat." ujar Mickey sambil melepaskan genggaman mereka dan langsung menunggangi motornya.
Joelin kini ikut duduk diboncengan Joelin. Namun pria itu tidak langsung menjalankan motornya.
"Ayok Mike. Kenapa kau masih diam saja? apa kelupaan sesuatu?"
"Bukan aku yang lupa, tapi kamu Joe."
"Ada apa?"
"Kamu lupa keselamatan itu sangat penting. Haruskan aku menarik kedua tanganmu lagi?"
"Tidak perlu."
Dengan malu-malu Joelin melingkarkan kedua tangannya di pinggang Mickey. Pria itu tersenyum senang. Hal-hal kecil yang dilakukan gadis itu sungguh sukses membuatnya bahagia. Perlahan dia membawa motor itu membelah jalan raya. Kini mereka masuk ke area jalan tol, dengan Joelin masih menempel di punggung Mickey.
Gadis itu tidak banyak bertanya, dia memilih menikmati pemandangan yang di sajikan alam disepanjang jalan. Mulai dari gedung-gedung tinggi, yang kini berubah menjadi beberapa pepohonan.
Setelah berkendara selama satu setengah jam, akhirnya mereka tiba di sebuah pantai.
"Mike, pantai??" seru Joelin bahagia. Kini sepeda motor Mickey sudah terparkir. Dan gadis itu langsung menjejakkan kakinya di bumi.
"Yes. ayok kesana." ajak Mickey, pria itu kembali menggenggam tangan Joelin dan membawanya berlari kecil menuju bibir pantai.
__ADS_1
"Kenapa membawaku kemari?"
"Karena kamu pasti suka."
"Tahu dari mana?"
"Biasanya gadis-gadis suka jalan kepantai."
"Hummm.. artinya aku terlihat seperti gadis pada umumnya." Kini Joelin berjalan di depan Mickey, dia melangkah mundur seirama dengan pria itu.
"Kamu tidak terlihat sama dengan mereka." jawab Mickey sambil terus menggenggam kedua tangan Joelin. Kini mereka sibuk menyisir bibir pantai.
Joelin masih terus mundur dan Mickey mengikuti langkahnya.
"Joelin, apa kau benci winter?"
"Tidak. Kenapa kau harus membencinya?"
"Aku hanya berpikir begitu, sepertinya tubuhmu tidak bersahabat dengan suhu dingin."
"Mungkin aku hanya belum terbiasa."
"Lalu, kau lebih suka winter, spring, autumn atau summer?"
"Aku suka semuanya."
"Hei mana boleh begitu?"
"Kenapa tidak boleh?"
"Bagaimana jika pilihannya diubah menjadi aku, Mark, Si An dan Bill. Siapa yang akan kau suka?"
"Haruskah aku menyukai semuanya?"
"Hei gadis nakal." Mickey menahan salah satu tangan Joelin yang masih diam dalam genggamannya.
"Kau harus memilih salah satu. Jangan curang begitu." protes Mickey.
"Mike, seumur hidup kamu tinggal di negara dengan empat musim kan?"
"Ya." Kini mereka berjalan beriringan sambil tetap bergandengan tangan.
"Apa kamu menyukai salah satu musim?"
"Aku suka winter, karena suhunya sangat nyaman untuk berdiam diri dan tidur di rumah, aku juga suka autumn dan spring yang sangat cantik. Aku juga suka salju di musim dingin."
"Bukankah kau sedang menjelaskan bahwa kau menyukai semuanya?"
"Hahaha... kau benar." Mickey kini tertawa menyadari pilihannya.
"Setiap musim punya daya tariknya tersendiri. Jadi logis dong kalau aku tidak memilih menyukai salah satunya."
"Iya aku setuju. Tapi ada beberapa hal yang harus kamu pilih."
"Yap, memang selalu ada banyak hal yang harus dipilih. Karier, keputusan, hubungan, semua harus dipilih."
"Gadis cerdas."
"Apa kau ingin membuat istana pasir?"
"Ya. Sangat Ingin."
"Kemarilah." Ajak Mickey yang langsung duduk diatas pasir.
__ADS_1
Kedua insan itu sibuk mengacak-acak pasir. Dan berjuang mendirikan sebuah kastil di sana.
"Joe.. coba kutebak, kau pasti suka kartun dari Disney kan?"
Tiba-tiba Mickey mengajukan pertanyaan sambil sibuk menata pasir dihadapannya. Sementara Joelin kini duduk di berhadapan dengannya dan sedang mengerjakan hal yang sama.
"Yap. I'm really love it."
"Boleh aku tahu kenapa?"
"Aku juga tidak tahu, hanya saja aku terbiasa menontonnya sejak kecil."
"Aku punya satu pertanyaan menarik."
"Apa Mike?"
"Kenapa semua princess di Disney Movie selalu membutuhkan seorang penyelamat?"
"Hahahaha... Pertanyaan mu lucu. Aku tidak pernah memikirkannya."
"Tapi aku butuh jawaban dan sebagai fans Disney kau harus memberikan jawaban yang padaku."
"hmm.. Setiap princess punya latar belakang dan misi yang berbeda-beda. Mereka butuh penyelamat ya untuk membantu menyelesaikan misinya. Sama seperti kita Mike, nggak mungkin berjuang sendiri kan? Kita selalu butuh bantuan dari orang lain."
"Mereka sudah punya pengawal dan prajurit. Kenapa harus ada pria yang muncul untuk memuja dan menolong mereka? apa prajuritnya kurang?"
"Hahaha... Kau sebegitu tidak senangnya dengan para princess itu?" tanya Joelin.
"Suatu saat.." Kalimat Joelin terputus karena Mickey yang kini secara tiba-tiba mendaratkan sebuah ciuman di keningnya.
"Aku sudah tahu jawabannya. Jangan bilang suatu saat aku akan tahu. Aku sudah tahu." Ujar Mickey usai mengakhiri kecupan kilatnya.
Joelin tersipu malu, dia menyembunyikan wajahnya dengan sibuk memandang pasir sambil terus mengaduk-aduknya. Jantung gadis itu kini sedang marathonan.
"Ya Tuhan, jangan sampai aku mati karena serangan jantung." batin Joelin.
Sangkin gugupnya gadis itu kini merusak bagian kastil yang sudah selesai dibangun oleh Mickey.
"Hei, girls. Jangan merusak kastilnya. Apa kau sedang marah?" Tanya Mickey kembali menggenggam tangan Joelin.
Joelin terkejut oleh semua perlakuan tiba-tiba Mickey, spontan dia menarik tangannya dari genggaman pria itu.
"Tidak, aku tidak marah. Aku... aku..ti..tidak sengaja. Maaf aku perbaiki lagi." Joelin sangat gugup dan kembali sibuk dengan pasir.
"Aku akan mencari penjual minuman sebentar, tetaplah di sini." pinta Mickey pada Joelin.
Gadis itu memberi jawaban dalam sebuah anggukan.
Mickey yang menyadari kegugupan Joelin, pria itu seketika berdiri dan melangkah menjauh. Dia ingin memberi ruang pada gadis itu. Saat Mickey sibuk mencari sesuatu untuk di minum, Joelin sendiri sibuk membangun istana pasir yang tadi sempat di rusaknya.
Berulang kali gadis itu tersenyum bahagia. Kini bunga dihatinya semakin bermekaran, musim panas pertama yang Joelin nikmati di negeri KPOP ini akhirnya dipenuhi oleh semerbak bunga yang bermekaran.
"Ini minumanmu." Ujar Mickey yang tiba-tiba datang.
"Bantu aku memegangnya sebentar." jawab Joelin. Gadis itu kemudian berdiri.
"Tapi harus cuci tangan dulu kan?" tanyanya polos.
"Minumlah dengan menggunakan sedotannya, aku akan memegang botol nya untukmu." jawab Mickey.
Tanpa banyak protes akhirnya Joelin mengikuti petunjuk mickey. Tiba-tiba saja, air putih di dalam kemasan itu terasa manis sekali.
"So sweet." gumam Joelin, di berhenti sejenak sebelum kembali meminum air itu.
__ADS_1
"Yes, you are." batin Mickey yang sibuk mengamati wajah Joelin yang kini dihiasi butiran keringat yang mengalir di sana.