
Setelah acara pemberkatan, kini mereka sedang menjamu para kerabat di pesta taman yang sederhana.
Flash Back Off
\*
Mickey, melangkah mantap menyusuri meninggalkan bandara. Dalam satu gerakan dia menghentikan sebuah taksi. Setelah duduk di belakang supir, Mickey memejamkan matanya. Perjalanan yang pada akhirnya berakhir tepat di depan rumah Mickey.
Setelah memebersihkan diri pria itu langsung bersantai di kamarnya. Mickey memusatkan perhatian pada posel yang kini ada dalam genggamannya.
"*Mike, pesawatmu berangkat jam berapa?"
"Haruskah aku menjemputmu?"
"Mickey, jam berapa kamu akan tiba di Korea?"
"Jika aku berangkat ke bandara sekarang akankah terlalu cepat?"
"Mickey....!!!"
"Kenapa kau cuek padaku, hiks."
"Tolong balas pesanku Mike."
"Sudah lah aku akan mogok bicara denganmu*."
Mickey tersenyum gemas membaca serentetan pesan dari Joelin. Pria itu sangat menikmati kegelisahan gadis kesayangannya itu. Mickey bergegas meninggalkan kamar, dia langsung menstater motor di garasi dan melakukannya membelah jalan raya. Setelah berkendara sekian menit akhirnya Mickey tiba di tempat ini, parkiran asrama. Matahari hampir terbenam di ufuk barat, namun cuaca terasa hangat. Senja di musim panas tentu memiliki keindahannya tersendiri.
Mickey menjejaki jalanan dari parkiran menuju gedung yang menjadi tempat tinggal Joelin. Setibanya di depan gedung, pria itu langsung mengeluarkan ponselnya.
"Hallo?" suara di seberang sana terdengar kesal.
"Aku menunggumu. Keluarlah." ujar Mickey singkat.
tut... Secara sengaja Joelin mematikan ponselnya. Gadis itu masih kesal dengan Mickey yang sama sekali tidak membalas pesannya sepanjang hari.
"Apa dia pikir aku ini sangat tergila-gila padanya? Dasar lelaki jahat, siapa suruh mengabaikan ku sepanjang hari? aku akan memberimu pelajaran" gumam Joelin sambil menyisir rambutnya.
Ponsel Joelin terus berdering, pertanda seseorang terus mencoba menghubunginya.
Di luar Mickey sangat gelisah, pria itu sudah berdiri di sana sejak 30 menit yang lalu.
"Apa dia marah padaku? bagaimana ini?" gumam Mickey bingung.
"Ayoklah Joelin. angkat teleponnya." ujar Mickey lagi.
__ADS_1
Joelin yang sudah selesai berdandan langsung meraih ponselnya. Gadis itu tersenyum senang melihat puluhan panggilan dari Mickey yang diabaikan nya sejak tadi. Joelin langsung meraih swing bag dari meja belajar dan melangkah keluar kamar. Dari balik pintu asrama, Joelin mengamati gesture suaminya di luar sana.
Mickey terlihat sangat gelisah. Joelin melangkah keluar dan berjalan sangat hati-hati. Gadis itu berencana menutup mata Mickey dengan kedua tangannya. Joelin melayangkan kedua tangan kearah rambut Mickey, namun pria itu tiba-tiba berbalik.
"Aku tahu kamu sudah datang." ujar Mickey tersenyum lega.
"Aku mau pergi makan malam. Bye." jawab Joelin dengan tampang jutek nya.
Gadis itu langsung melangkah meninggalkan Mickey. Tiba-tiba Mickey meraih tangan kanan Joelin dan memeluk istrinya.
"Lepaskan aku Mickey."
Joelin berusaha meloloskan diri dari pelukan pria itu. Namun usahanya sia-sia, Mickey semakin memeluk istrinya dengan erat.
"Mickey.. aku kesulitan bernafas. Tolong lepaskan a..."
Kalimat Joelin terputus saat Mickey mendaratkan sebuah kecupan singkat di bibirnya.
"Kebiasaan burukmu adalah mencuri ciumanku. Lepaskan ..."
Kalimat Joelin kembali dihentikan oleh kecupan bertubi-tubi yang menghujani bibirnya. Gadis itu memilih tidak angkat bicara dan membiarkan Mickey menciumi wajahnya berkali-kali.
"Ayok makan. Kamu lapar kan?" ujar Mickey lembut. Dia menghentikan aksinya saat mendengar suara perut Joelin yang keroncongan.
"Kamu tidak membalas pesanku sepanjang hari." protes Joelin sambil mengikuti langkah Mickey.
"Aku mematikan ponselku di sepanjang perjalanan. Maafkan aku sayang." jawab Mickey lembut.
"Hahaha... jadi kamu kesal?" goda Mickey.
"Iya.."
"Tapi kenapa kamu minta maaf karena merasa kesal?"
"Yah, karena aku harus minta maaf."
"Istriku sungguh istimewa."
Keduanya langsung menaiki motor Mickey dan mereka meninggalkan Universitas. Malm itu Mickey membawa istrinya menikmati makan malam di sebuah restoran terdekat, mereka juga mampir di supermarket. Sesuai permintaan Joelin, untuk memasak beberapa makanan di rumah Mickey. Akhir nya mereka tiba di rumah. Joelin langsung menyimpan sayuran dan buah yang dia beli tadi ke dalam kulkas, sementara Mickey membantunya dengan beras dan bahan makanan lain. Setelah selesai berbenah, mereka berdua duduk santai dan beristirahat di ruang tamu.
"Sayang, tidakkah teman sekamarmu akan mencarimu?" tanya Mickey memecah keheningan.
"Maksudmu Amel?"
"Iya, terakhir kali saat kita ke pantai.."
"Dia sedang pulang ke Indonesia." ujar Joelin memotong kalimat suaminya.
"Akankah kamu pindah kemari dan segera tinggal bersamaku?"
__ADS_1
Mickey menantikan jawaban Joelin, pria itu benar-benar berharap istrinya akan setuju dengan ide barusan.
"Hanya selama Amel liburan."
"Joelin?" raut wajah Mickey berubah kecewa.
Joelin yang menyadari perubahan pada wajah suaminya langsung mendekatkan diri dengan posisi duduk Mickey. Dengan malu-malu Joelin bergerak perlahan dan melingkarkan tangannya memeluk Mickey.
"Aku akan sering-sering menginap denganmu. Tapi, aku tidak ingin benar-benar pindah dan keluar dari asrama."
"Kenapa?"
"Mickey, maaf.. Kita memang sudah menikah, tapi aku belum siap menjelaskan keadaan ini pada teman-temanku." ujar Joelin sambil menyembunyikan wajahnya di leher Mickey.
Jantung Mickey berdegup kencang dengan sentuhan istrinya itu. Mickey menggerakkan tangannya untuk membalas pelukan Joelin.
"Bolehkan?" tanya Joelin manja.
"Lalu bisakah kita juga merahasiakan ini dari semua orang di jurusan?" tanya Mickey lembut.
"Kenapa Mickey?"
"Aku siap untuk menjelaskan segalanya pada semua orang, tapi apakah istriku ini akan siap menerima perubahan perilaku setiap orang?"
"Apa maksudnya?" tanya Joelin sambil mengangkat wajah nya. Kini matanya menatap dalam ke bintik mata Mickey.
"Bagaimana jika Mark, Si An, dan Bill jadi canggung saat berhadapan denganmu? mereka pasti akan langsung memberi jarak saat tahu hubungan kita."
"Kamu memikirkan sejauh itu? Terimakasih Mickey."
Joelin mempererat pelukannya. Mickey yang semakin terangsang dengan setiap gerakan gadis itu langsung mendaratkan ciuman yang sangat dalam di bibir Joelin.
Joelin kini menerima setiap ciuman Mickey. Mereka saling mencium dengan penuh cinta dan kelembutan. Joelib menikmati setiap sentuhan Mickey dengan hati yang bergetar. Tangan Mickey bergerak di setiap inci tubuh Joelin, demikian juga dengan kecupannya yang kini meninggalkan tanda di beberapa titik.
Mickey melanjutkan aksinya dengan penuh gairah dan rasa hormat pada gadis yang kini dalam dekapannya. Sebelumnya dia juga sudah menciumi gadis ini, hingga berhasil menanggalkan setiap helai pakaian yang membungkus tubuhnya. Namun respon Joelin dulu dan sekarang benar-benar berbeda. Sesuatu yang memberikan sensasi berbeda pada ciuman dan gairah mereka malam ini.
Mickey berhasil melucuti pakaian mereka, dan mendorong tubuh Joelin bersandar di Sofa. Berkali-kali dia mendengar erangan gadis itu yang berhasil membuat juniornya semakin mengeras. Perlahan Mickey melepaskan celananya. Kini Joelin bisa melihat senjata milik suaminya yang sudah siap untuk bertempur.
Mickey mengangkat tubuh gadis itu dari sofa dan berjalan menuju kamar. Setelah membaringkan Joelin di atas tempat tidurnya, Mickey langsung membuka kedua kaki gadis itu dan dengan perlahan langsung menuju ke inti permainan.
Joelin menggigit bahu Mickey saat pria itu mencoba melanjutkan aksinya. Mickey dan Joelin sama-sama meringis kesakitan, namun akhirnya Mickey berhasil masuk sepenuhnya. Mereka terus saling berpacu dengan waktu, dalam sebuah irama yang indah.
"Aku jatuh cinta padamu, lagi dan lagi." ujar Mickey sambil bergerak di dalam tubuh Joelin.
Malam itu berlalu dengan penuh cinta. Mickey memeluk Joelin, keduanya akhirnya tidur dalam bungkusan selimut. Ada sinar kebahagiaan yang menghiasi wajah lelap mereka.
**Ayok dukung terus author, beri komentar, like dan vote yang banyak, supaya author makin semangat up nya. Dan tentu saja karena novel ini ikut contes, dukungan readers sangatlah berharga.
btw, yok mampir juga di "C.I.N.T.A PLUS MINUS"
__ADS_1
thankyou
-best**-