Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille

Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille
Kebetulan?


__ADS_3

"Ah.. aku benar-benar pria mesum." gumam Mickey frustasi.


Dia segera meletakkan ponselnya di tempat tidur dan kembali mengemas beberapa pakaian ke dalam koper kecil di sana. Mickey bergerak lincah kesana kemari ditemani sebuah senyum yang menghiasi wajahnya.


Sementara itu di Indonesia, Joelin dan Goedan sudah kembali kerumah. Keduanya kini mengenakan pakaian yang basah kuyup. Joelin langsung menerobos masuk melalui pintu depan yang masih terbuka.


"Ayah atau ibu mungkin di rumah" batin gadis itu.


"Joelin???" Tanya wanita paruh baya yang kini duduk di ruang tamu bersama dua pria yang Joelin kenal sebagai Bapaknya dan asisten Goedan.


"Ibu.. Bapak.."


"Tuan Airlangga, kenapa bisa basah-basah begini?" tanya Ibu khawatir.


"Eh.. Maaf panggil Goedan saja Bu. Tadi kami terperosok di lumpur lalu Joelin mengajak saya untuk membasuh wajah di sungai" ujar pria itu sopan.


"Yaampun Joelin... Joelin" ujar Ibu sambil menggelengkan kepala.


"Bos.. Masalahnya kita tidak punya stok pakaian ganti di mobil"


Mendengar perkataan dari asisten Goedan, kami semua terdiam dan saling pandang satu sama lain.


"Pakaian Devan mungkin bisa. Kalau tidak cocok pakai punya saya saja." Bapak memberi masukan.


Devan adalah anak paling bungsu di keluarga ini, juga anak lelaki satu-satunya. Kedua adik Joelin, Naira dan Devan sedang kuliah di kota. Sebenarnya ini memang waktunya libur semester, tetapi mereka berdua memutuskan untuk bekerja part time selama liburan.


"Joelin, jangan bengong. Sana kamu mandi dulu. Biar Ibu yang siapa pakaian buat nak Goedan."


"Eh...eh... Maaf.. Oke Bu." jawab Joelin sedikit gagu.


Gadis itu segera melangkah menuju kamar mandi dan langsung melepaskan seluruh pakaian yang membungkus tubuhnya. Tiba-tiba saja semua ingatan itu kembali menghampiri Joelin. Setiap sentuhan yang sudah dilakukan oleh Mickey terhadap tubuhnya terasa begitu nyata hingga saat ini. Joelin kembali merasa jijik pada diri sendiri.


"Bagaimana aku bisa sebodoh itu? Dia belum menikahiku tapi dia sudah menjamah semua tubuhku." gumam Joelin dalam hati.


Gadis itu menahan isak tangisnya, agar tidak didengar oleh siapapun di rumah. Perlahan diguyurnya air membasahi seluruh tubuhnya. Dengan perasaan benci Joelin menggosok sabun ke seluruh tubuhnya, berharap dia bisa merasa lebih suci setelah ini.


"Suci? Gadis bodoh sepertiku. Walau pria itu tidak sampai memasukkan juniornya kedalam tubuhku, apakah aku masih layak di sebut suci? Aku ini, apa bedanya aku dengan sebutan perempuan murahan?"


Pikiran-pikiran itu terus berkecambuk dalm kepala Joelin. Entah bagaimana caranya, namun andai bisa memutar waktu, tidak ingin rasanya dia menyerahkan ciumannya pada lelaki yang belum sah menjadi suami.


"Joelin.. Jangan lama-lama. Nanti masuk angin."


Joelin terhenyak mendengar suara ibu yang mengetuk pintu kamar mandi. Suara yang menyadarkan gadis itu, bahwa dia tidak boleh hancur dan menangis begini. Seberapa pun dia benci pada tubuhnya, tetap saja dengan tubuh itu dia harus melindungi masa depan keluarga.


"Iya Bu, sebentar." jawab Joelin.


Dia langsung menyelesaikan aktifitas dikamar mandi, dan segera membuka pintu.


"Bang?!!" Joelin terkejut melihat Goedan yang sedang berdiri di ambang pintu kamar mandi.


Joelin kembali melangkah mundur masuk kekamar mandi menyadari tubuhnya yang hanya di balut oleh handuk.


"Joelin, kamu sudah selesai? Boleh saya pinjam kamar mandinya?" tanya Goedan dari luar.


"Hmm... Ibu kemana bang?" sahut Joelin.


"Sudah kembali kedepan."


"Oh.. tapi.." jawab Joelin gantung.

__ADS_1


"Kenapa Joelin?"


"Gila nih cowok, apa maksudnya gue harus keluar dan paoasan dengan dia dengan kondisi tanpa pakaian begini?" umpat Joelin dalam hati.


"Joelin, kamu belum selesai? Saya sudah sangat kedinginan." ujar Goedan.


Pria itu tentu saja sudah melihat Joelin yang muncul di pintu kamar mandi tadi. Dia tahu bahwa gadis itu kembali masuk kekamar mandi karena malu.


"kamu lucu sekali." ujar Goedan dalam hati.


"Bang, maaf ya. Joelin mau keluar. Tapi, tolong tutup mata ya bang."


"Iya..iya.. " jawab Goedan pasrah.


Pria itu pun langsung memejamkan matanya.


"Joelin, saya sudah merem nih. Kamu boleh keluar."


"Awas aja kalau berani ngintip." ancam Joelin sambil membuka pintu kamar mandi dan melangkah perlahan.


Goedan tersenyum tulus sambil menutup kedua matanya. Sementara Joelin berlalu dari sana.


"Mana mungkin gue bisa curang sama gadis ini." gumam Goedan dalam hati masih memejamkan matanya.


"Bang Goedan, buruan mandinya." teriak Joelin dari kamar tidurnya sebelum menutup pintu.


Goedan langsung membuka matanya dan segera melangkah masuk kekamar mandi dengan perasaan yang ringan.


"Kebetulan yang langka. Kebetulan aku bisa mendarat tepat di rumah gadis ini hari ini. Dan menyaksikan tingkah lucunya sepanjang hari." gumam Goedan sambil mengunci pintu kamar mandi.


Diruang tamu, wajah Ibu Joelin merona malu mendengar teriakan putri sulungnya itu.


 


\*


 


Jakarta memang kota besar, penduduk yang padat, bangunan bertingkat dan tentu saja kemacetan jalan raya. Vino mendengus berkali-kali, kepalanya pusing mendengar omelan dari gadis yang duduk di kursi depan mobil yang sedang dia kendarai ini.


"Aluna.. kakak sudah bilang berkali-kali Goedan sedang keluar kota untuk perjalanan bisnis. Kamu ini masih saja merengek." ujar Vino frustasi.


"Yah tapi kan nggak apa apa sih kak, anterin Aluna kerumah Goedan ya. Please....please..." rengek gadis itu.


"Tadi kamu bilang temanin belanja kan? Sudah kakak temani. Sekarang saatnya pulang kerumah."


Kalimat Vino terdengar jelas. Pria itu mulai marah, bukan karena kemacetan jalan raya, tapi karena sikap Aluna yang bukan hanya kekanak-kanakan tapi juga mulai tidak menunjukkan harga diri seorang wanita dalam sudut pandang Vino.


"Ih... kakak apa-apaan sih. Jadi kakak nggak ngerestuin Aluna dekat sama kak Goedan?"


Wajah merajuk Aluna kini semakin menjadi-jadi.


"Kamu mau dengar cerita menarik?" tanya Vino mencoba mengalihkan perhatian Aluna.


"Nggak ada yang menarik selain Goedan."


"Gimana dengan gadis yang dia taksir?"


"Mana ada. Kan cuman Aluna."

__ADS_1


"Ingat Joelin?"


"Oh..."


"Apa-apaan kamu Aluna? Yakin tidak ingin mendengar sesuatu tentang Joelin?"


"Dia cuman cewek kampung yang kebetulan satu kampus dengan kakak."


"Syukurlah kamu ingat."


"Terus apa hubungannya dengan Goedan?"


"Goedan naksir sama dia." Jawab Vino santai.


"Terus? Apa lagi? Apa lagi?" tanya Aluna mulai panik.


"Nggak ada sih. Kemarin kakak satu pesawat dengan gadis itu. Dan kakak merasa dia sama sekali nggak menarik."


"Memang nggak ada yang istimewa kok dari dia. Tapi..."


"Tapi apa?" tanya Vino santai.


"Tapi kakak harus mastiin Goedan nggak akan jatuh kedalam pelukannya kan?"


"Tergantung."


"Tergantung apaan kakak?"


"Tergantung bagaimana adik sepupu kesayangan kakak ini akan menuruti dan menyenangkan kakak." jawab Vino santai sambil fokus pada kemudi.


"Tenang aja. Mulai sekarang Aluna bakalan nurut. Selama kak Vino bisa menjamin kak Goedan hanya untuk Aluna."


"Tenanglah. Lagipula sepertinya perempuan itu sedang dimanfaatkan oleh seseorng."


"Maksud kakak?"


"Belum saatnya kamu tahu. Sekarang fokus sama karir kamu dulu. Urusan Goedan biar jadi tanggung jawab kakak."


"Oke bos."


Setelah menjawab Aluna memeilih memejamkan matanya.


"Akhirnya tenang juga." batin Vino.


"Aluna, demi apapun pasti kakak bakal berdiri dipihakmu. Selama kamu bahagia." gumam Vino sambil melakukan mobilnya perlahan.


Pria itu belum yakin apakah seorang Joelib sudah memiliki kekasih atau belum. Tapi melihat dari sikap dingin Joelin, Vino yakin sangat mustahil bagi Goedan untuk bisa mendekati gadis itu. Jadi untuk saat ini dia bisa bernafas lega. Tinggal menunggu waktu yang tepat untuk meluluhkan gadis itu dan membuatnya menjauh dari Goedan. Kebetulan yang langka sekali bukan? Vino harus menghalangi cinta sahabatnya demi kebahagiaan Aluna.


\*\*\*


Sementara itu di Korea, Mickey sedang sibuk menghubungi seseorang. Pria itu menghela nafas panjang dan berat.


"Dua hari lagi, mengapa terasa seperti dua tahun?" keluh Mickey frustasi sambil berguling diatas kasur nya.


**Pengumuman:


Terimakasih untuk support readers semua, tetap dukung dengan like dan vote ya. oh iya, maaf kalau up nya sedikit-sedikit. Author janji di weekend akan up lebih. Btw, yok baca novel "C.I.N.T.A PLUS MINUS" yang sedang author kerjakan juga.


terimakasih sayang-sayangku 😘

__ADS_1


-Best**-


__ADS_2