Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille

Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille
Bunga di Musim Panas


__ADS_3

Joelin memilih segera masuk kekamar mandi dan bersiap-siap untuk bertemu Mickey.


Setelah memastikan penampilannya sudah rapi, Joelin melangkah meninggalkan kamarnya, menyisakan Amel yang sibuk dengan komputernya.


"Mel gue berangkat ya."


"Sip hati-hati Joe."


Gadis itu berujar tanpa memperhatikan kepergian Joelin. Dress peach selutut dengan rok yang sedikit kembang membalut tubuh gadis itu dengan sempurna tentu saja sangat matching dengan warna kulitnya yang kuning langsat, sementara kakinya dilindungi dengan sepatu kets trendi berwarna putih. Rambutnya yang ikal dan pirang dicepol ala balerina, menyisakan beberapa anak rambut yang kini membingkai wajah mungilnya. Penampilan yang sangat imut sekali.


Saat keluar dari asrama gadis itu berlari-lari kecil menuju parkiran asrama. Namun tiba-tiba ponselnya bergetar. Repleks gadis itu berhenti melangkah dan mengalihkan perhatiannya pada ponselnya.


"Ya Mike?"


"Aku sudah di parkiran."


"Yes i know. Aku akan segera tiba di sana."


"Ok. See You."


Setelah menutup panggilan telepon itu Joelin kembali melanjutkan langkahnya. Namun sekarang gadis itu memilih berjalan dengan normal.


"Bisa-bisa aku mandi keringat." keluhnya menyadari cuaca yang terasa sangat panas.


Joelin sungguh menikmati setiap langkahnya, beruntung pohon flamboyan tumbuh di sisi kanan dan kiri di sepanjang jalan yang memisahkan gedung asrama putra dan putri. Beberapa kelopak bunga Flamboyan yang bermekaran jatuh menyelimuti jalan karena diterpa angin. Pemandangan yang indah sekali. Musim panas baru saja dimulai, udara terasa semakin hangat sementara beberapa pohon mulai mengeluarkan bunga.


"Sorry, kamu sudah menunggu lama." Ujar Joelin yang kini tiba diparkiran.


"hmmm... never mind."


Mickey tersenyum manis menyambut kehadiran Joelin.


"Tidak salah lagi, aku pasti jatuh cinta pada gadis ini. Dia manis sekali." batin Mickey.


Tiba-tiba pria itu merasakan euphoria jantungnya yang semakin melonjak.


"Warna itu sangat cocok denganmu."


"Terimakasih Mickey."


"No Q, ayok berangkat." Ujar Mickey sambil memasangkan helm pada Joelin.


Seketika wajah gadis itu bersemu merah, sementara Mickey tersenyum bahagia menyaksikannya.


"Kita mau kemana?" tanya Joelin yang kini sudah duduk di boncengan Mickey.


"Secret, tolong bantu aku membuka gerbang parkirannya."


"Oke."


Joelin mengangkat kartu pelajarnya, dan menempelkan kartu itu pada salah satu sisi pintu gerbang. Setelah mesin menscan kartunya mereka, gerbang terbuka dengan otomatis kini bisa keluar dan meninggalkan universitas itu.


"Joe..."


"Iya?"


"Berpeganganlah."


"Haruskah? Bukankah begini cukup aman? Kamu tidak berniat menjatuhkan ku kan?"

__ADS_1


"Kamu ini, keras kepala sekali."


"Mike, apa yang kamu lakukan?"


"Melindungi diriku sendiri."


Seketika tangan Mickey meraih salah satu tangan Joelin dan membawa tangan gadis itu melingkar di pinggang kanannya.


"Apaan kamu?"


"Tidaklah kamu tahu bahwa menjaga kesetimbangan sangat penting dalam mengendarai sepeda motor? Begini lebih aman, gunakan kedua tanganmu."


Mickey kembali meraih tangan kiri Joelin. Kini gadis itu betul-betul memeluk Mickey dari belakang. Sementara Mickey tersenyum bahagia sekali.


"Kamu sangat licik Mickey."


"Tenanglah Joe, aku hanya ingin berkendara dengan aman."


Mickey mempercepat laju kendaraannya. Membawa Joelin semakin jauh meninggalkan kota. Setelah satu jam perjalanan mereka mampir di sebuah cafe, untuk beristirahat.


"Duduk duluan, aku akan membawa daftar menunya kepadamu."


Joelin patuh pada perkataan Mickey, gadis itu melangkah ke ujung ruangan dan memilih duduk di salah satu meja yang terletak di dekat dinding kaca. Joelin memilih tempat duduk yang mengahadap keluar. Gadis itu sibuk memandang setiap kendaraan yang berlalu lalang di luar sana.


"Hei, mau pesan apa?"


Mickey datang dan memberikan buku menu pada Joelin. Setelah beberapa saat sibuk dengan daftar menu dihadapannya, gadis itu pun menyebutkan pilihannya.


"Aku ingin jus aplle dan salad yang ini."


Joelin menunjukkan gambar salad pada Mickey yang duduk di depannya.


"Sphageti yang ini terlihat enak, aku akan mencobanya juga." Joelin kembali menunjuk sebuah gambar.


"Baiklah, aku akan memesannya. Kamu bisa langsung mencuci tanganmu." Ujar Mickey, dia tidak ingin gadis itu bosan sendiri menunggunya yang sedang mengantri untuk memesan makanan mereka.


Mickey melangkah meninggalkan meja mereka, begitu juga joelin. Gadis itu melangkah ke arah toilet, mencari tempat wash side untuk mencuci tangan disana.


Tidak sampai lima menit, Joelin kembali ketempat duduk nya, tentu saja dengan tangan yang sudah bersih. Gadis itu memandang Mickey yang sedang mengantri, ada dua orang lain yang berbaris di depannya. Setelah menunggu hampir tiga menit, Mickey kembali menemui Joelin.


"Dimana toiletnya?


"Ada di sana." jawab Joelin sambil menunjuk kearah kiri.


Mickey langsung melangkah ke arah yang ditunjuk oleh Joelin. Setelah membersihkan tangannya, Mickey kembali duduk dengan gadis itu.


"Mike, kita mau kemana?"


"Hanya berkendara sepanjang hari."


"Apa? Jangan bercanda." protes Joelin.


"Bisa tepos aku naik motor seharian." gerutu Joelin.


"Don't use bahasa Indonesia Joelin, aku nggak ngerti."


"eh sorry, aku nggak ngomong apa-apa kok. Btw, tumben kamu ngajak aku keluar, ada apa Mike?"


"Aku bosan aja di rumah sepanjang hari."

__ADS_1


"Kok kamu enggak ke Lab? bukankah Mark dab yang lain sekarang lagi di sana?"


"Mereka lagi pulang kampung Joe."


"Kamu sendiri?"


"Aku menggunjungi keluargaku minggu lalu."


"Ah i see."


"Permisi tuan, nona, ini pesanan anda." Seorang pelayan datang dan meletakkan makanan yang telah mereka pesan.


"Masih diet?" tanya Mickey saat pelayan itu berlalu.


"Hahaha... diet tapi makan banyak."


"Tetap saja, kamu on diet. Menunya aja hati-hati banget. Benar-benar menu vegan."


"Summer begini, makan menu vegetarian jauh lebih enak."


"Nggak ada hubungannya kali Joe.".


"Ada Mike."


"Buat apa? Kulit?"


"Yap, sayuran banyak mengandung air, jadi bisa menunda proses dehidrasi."


"Kamu kayaknya memang kecanduan belajar dan eksperimen ya Joe?"


"Maksudnya?"


"Ya gitu, sampai tubuh sendiri di jadikan bahan eksperimen."


"Terserah kamu saja.".


Mereka berdua asik menikmati makanannya sambil bersenda gurau. Berkali-kali ekspresi Joelin berubah-ubah. Dari kesal, protes, tersenyum, bahkan tertawa lepas, sungguh pemandangan yang sangat dinikmati oleh Mickey. Setelah selesai menikmati makanan dan minuman yang tersedia di meja, mereka menyimpan piring kotor ke tempat yang tersedia di cafe itu. Kemudian, Mickey bergegas membayar bill dari kasir.


"Ini bayaran ku." Joelin menyodorkan sejumlah uang pada Mickey.


"No, aku yang traktir. Karena aku yang ngajak kamu keluar."


"So, lain kali aku akan membayarmu dan mengajakmu keluar."


"Gadis ini ingin mengundang seorang pria berkencan dengannya kah?".


"Mike, berhenti menggodaku." Pipi Joelin kini kembali bersemu merah, dia tertangkap basah.


"Ayok jalan." Mickey meraih tangan gadis itu dan menggandengnya meninggalkan meja mereka.


Joelin hanya menunduk malu, menyembunyikan wajahnya yang kini memerah dari Mickey.


Hati gadis itu kini berdesir aneh. Sepertinya dia semakin jatuh cinta dengan pria korea ini.


**Pengumuman


Hai guys, makasih sudah setia membaca sampai sekarang. Author tau, banyak kekurangan dari tulisan author karena author sempat vakum menulis selama 2,5 tahun. Oh iya author pengen minta dukungan vote dan like dari kalian, karena author sudah memberikan diri untuk mendaftarkan novel ini dan "C.I.N.T.A (plus minus) untuk mengikuti lomba. Jadi tolong support author ya. Btw, author sebenarnya baru saja menyelesaikan program master dari bidang kesehatan. So, ada beberapa hal terkait Covid-19 yang author pengen share ke kalian, jadi mohon maaf untuk part berikutnya author mau mulai dengan topik ini dulu ya. Maaf banget, but author harap apa yang author bagikan disana bermanfaat untuk kita semua.


-Best**-

__ADS_1


__ADS_2