Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille

Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille
Gadis Kesayangan


__ADS_3

"Saya berjanji akan selalu mengusahakan kebahagiaan Joelin." ujar Mickey sungguh-sungguh sambil menatap mata ayah mertuanya.


"Terimakasih Nak, saya percayakan salah satu permata berharga keluarga ini bagimu."


Mickey tersenyum hangat mendengar penuturan ayah mertuanya. Seumur hidup baru di rumah ini dia mengerti kasih sayang orang tua. Bukan berarti keluarga Mickey berantakan. Hanya saja di rumah Mikcey, setiap orang tidak menyampaikan isi hatinya secara terbuka dan terang-terangan. Keterbukaan yang ditawarkan oleh keluarga Joelin membuatnya merasa diterima.


Mickey dan ayah Joelin menikmati sore itu sambil menyuruput secangkir kopi yang tersaji. Hangat, perasaan yang menyelimuti hati setiap orang yang tinggal di rumah tuan Bertlandes. Bahkan Martin sang guide juga bisa menikmati kehangatan keluarga ini. Sayangnya siang tadi pria itu harus kembali ke kota untuk beberapa urusan perusahaan travel yang mempekerjakannya.


 


\*


 


"Kak Goedan..." seru gadis cantik yang sedang menuruni anak tangga. Penampilannya sangat mewah, sepadan dengan rumah bak istana ini.


Geodan dan Vino yang sedang duduk di sofa ruang keluarga serentak menoleh ke arah suara.


"Sudah bangun? Buset dek, kamu tidur pakai make up?" tanya Vino dengan ekspresi terkejut yang disengaja.


Sejujurnya pria ini tahu sejak tadi Aluna tidak tidur melainkan hanya sibuk merias wajahnya. Aluna langsung bersemangat sejak mengetahui Goedan akan berkunjung ke rumah Vino.


"Resek banget sih." omel Aluna.


"Gue usir juga loe."


"Kak, liat nih si jelek Vino." rengeknya manja pada Goedan sambil melangkah mendekati mereka.


"Udah nggak usah ditanggepin. Sini gabung sama kami." panggil Goedan.


Aluna langsung memposisikan diri duduk di sebelah pria pujaan hatinya. Dress merah panjang dengan model dada yang rendah langsung mengekspose senjata berharga gadis itu.


"Nih pakai jaket, ntar masuk angin buat repot aja loe." omel Vino saat menyadari penampilan seksi Aluna.


Aluna langsung memasang wajah kesal dengan matanya yang melotot tajam ke arah Vino.


"Aluna mau kemana? Rapi sekali?" Goedan bertanya sambil memasang kan jaket Vino ke tubuh gadis itu.


Aluna yang sedang kesal karena kakak sepupunya langsung luluh mendapat perlakuan Goedan.


"Aluna mau jalan kak sama teman."


"Oh, kalau keluar pakai jaket. Pakaian kamu kalau terlalu terbuka, nanti bisa masuk angin Aluna." ujar Goedan penuh perhatian.


Jantung Aluna berdegup kencang oleh perhatian pria itu.


"Makasih kak." ujarnya patuh.


"Loe yakin mau pergi?" goda Vino.


"eng... Emangnya kenapa kak?"


"Yah memang lebih baik pergi sih. Toh gue sama Goedan juga sebentar lagi mau keluar. Hahaha.." ledeknya lagi.


"Oh.."

__ADS_1


"Aluna, yang sopan." tegur Vino.


"Yaudah, Aluna pamit ya kak." ujarnya sambil menyalim dan mencium tangan Goedan dan Vino. "Nih biar sopan." tambahnya.


Aluna berlalu meninggalkan kedua pria tampan itu. Walau pertemuannya dsn Goedan hari ini sangat singkat namun hati gadis itu kini sedang berbunga-bunga. Bagaimanapun dia yakin, kedekatannya dengan Goedan dan keberadaan Vino bisa jadi jaminan untuk perasaannya.


Sepeninggalan Aluna, Goedan dan Vino kembali membahas urusan kantor. Setelah dua jam berdiskusi akhirnya masalah pekerjaan yang mereka diskusikan menemukan titik terang. Kini mereka berdua sedang merebahkan diri di atas sofa panjang.


"Loe mau keluar?" tanya Goedan memecah keheningan.


"Nggak, yang tadi cuman trik gue buat ngusir Aluna."


"Parah loe bro."


"Iya loe tau sendiri kan, kalau Aluna di sini mustahil kita bisa ngurus masalah bisnis.".


"Benar juga loe. Eh, btw bro akhirnya gue bisa dekat lagi sama Joelin."


"Ha? Gimana?" tanya Vino serius, pria itu kini mengubah posisinya menjadi duduk.


"Ternyata dia anak tuan Bertlandes."


"Bertlandes?? Masud loe bule yang jadi manager di cabang kebun Strawberry perusahaan Airlanggas?"


"Iya."


"Wah... kebetulan banget sih bro."


"Btw, ternyata si Joelin lagi liburan juga tuh. Jadinya kami kemarin sempat ketemuan."


"Oh iya, gue lupa ngasih tau loe. Kita kemarin naik pesawat yang sama."


"Tapi, loe yakin sama Joelin?"


"Kenapa Vin?"


"Bukan apa-apa sih Dan, menurut gue dia tipe cewe yang dingin dan cuek habis. Gimana lie bisa pdkt sama anak begitu, secara loe juga pendiam banget."


"Hahahaha... Gue udah lama kenal sama dia Vin. Selama ini kita memang cuman sekedar teman. Tapi urusan yang lain, gue rasa nggak perlu terburu-buru kok."


"Jadi gue nggak mesti ngawasin dia lagi kan?"


"Semampu loe aja Vin. Jangan dipaksain."


"Okay bro." jawab Vino setuju.


"Ah, gue tetap harus ngawasin Joelin demi Aluna. Sorry banget bro, bagi gue Aluna lebih penting." batin Vino.


 


\*


 


Mickey menggenggam tangan Joelin. Mereka menyusuri terminal keberangkatan di salah satu bandara internasional Jakarta. Sementara tuan Bertlandes dan istrinya juga mengiring mereka dari belakang.

__ADS_1


"Hei jangan menangis." ujar Mickey sambil menghapus air mata Joelin.


"Nggak bisa Mickey air matanya jatuh terus."


"Gadis kesayangan, don't cry" ujar Mickey dalam dua bahasa.


"Gadis kesayangan? kok bisa bahasa Indonesia?"


"Rahasia dong. Udahan nangis nya Joelin" bujuk Mickey sambil kembali menyeka air mata istrinya.


"Ini kenapa? Air mata ini karena jauh dari Bapak dan Ibu atau karena nggak terbang bersama Mickey?" goda nyonya Bertlandes.


"Jauh dari Bapak dan Ibu." ujar Joelin sesenggukan.


"Udah tau nggak kuat jauh, malah nikah sama orang asing." bisik nyonya Bertlandes di telinga Joelin sambil memeluk putrinya.


"Joelin berangkat ya Bu." jawab gadis itu.


Setelah memeluk orang tuanya, Joelin beralih memeluk Mickey. Gadis itu akhirnya melangkah meninggalkan mereka sambil melambaikan salah satu tangannya. Mickey memandangi punggung Joelin yang semakin menjauh. Dia semakin terbiasa dengan rasa rindu yang disisakan oleh punggung Joelin yang menghilang di telan ruang dan waktu.


Setelah Joelib pergi, Mickey dan mertuanya kembali ke rumah. Tentu saja Martin yang jadi supirnya. Disepanjang perjalanan Mickey sibuk dengan kenangan-kenangan di otaknya yang berisi Joelin.


 


\*


 


Flash Back On


Mickey berdiri di depan altar. Jantungnya berdetak kencang menunggu mempelai wanita melangkah menuju kearahnya. Tiba-tiba saja pintu gedung gereja terbuka. Seorang gadis kecil melangkah di atas red karpet sambil menabur bunga, disusul oleh gadis-gadis kecil lain yang membawa setangkai mawar putih. Setelah lima gadis kecil berlalu, Tuan Bertandes melangkah haru sambil menggenggam tangan putri sulungnya.


Jantung Mickey berdetak semakin kencang terutama saat meraih tangan Joelin dari pria itu.


"Lee Eum Son, gadis yang kuperhatikan menangis karena jatuh saat langkah pertamanya. Gadis pertama yang membuatku merasakan mengganti popok, dan sosok pertama yang memanggilku ayah. Kuserahkan Joelin kepadamu. Kupercayakan kamu, untuk mencintai anak gadis ku." ujarnya haru sambil menyerahkan tangan Joelin kepada Mickey.


Setetes air bening yang menggantung di sudut mata tuan Bertlandes akhirnya kalah melawan gravitasi.


Gadis cantik dalam balutan gaun putih itu akhirnya berada di genggaman Mickey. Janji sucipun di ucapkan, Mickey dan Joelin saling bertukar cincin dihadapan kerabat Joelin. Dan secara agama kini keduanya sah menjadi pasangan suami istri.


Undangan yang hadir di pesta pernikahan mereka tidak terlalu ramai. Hanya ada kerabat dekat dari pihak Joelin. Sementara untuk keluarga Mickey, pria itu menjanjikan akan mengadakan pernikahan dengan tradisi korea setahun kemudian, setelah mereka berdua menyelesaikan perkuliahannya. Berkas pernikahan dari kedutaan juga sudah di urus oleh pria itu. Walau Joelin belum mengetahui semua rencana Mickey dari awal namun gadis itu sungguh-sungguh berbahagia.


Mickey tidak jemu-jemu memandang kecantikan Joelin di dalam gaun pengantin. Pria itu terus mengawasi istrinya yang sedang melangkah di taman menuju kearahnya. Setelah acara pemberkatan, kini mereka sedang menjamu para kerabat di pesta taman yang sederhana.



Visual Joelin dalam balutan gaun pengantin.


**Pengumuman:


ini nih janji surprise dari author (dapat bocoran wajah cantik Joelin, maaf kalau gbrnya agak buram, soalnya kalau up yg size aslinya gagal terus. jadi author terpaksa resize deh. maaf bgt).


Jadi gimana guys dengan visual Joelin? penasaran gak sama oppa Mickey?


Btw, dukung terus ya novel ini untuk dapat poin di lomba. Vote sebanyak-banyaknya please.

__ADS_1


thankyou guys.


-Best**-


__ADS_2