
"Kamu sangat berbeda dengan gadis lainnya." bisik Mickey sambil mengecup lembut kening Joelin.
Mickey masih terus mengawasi wajah Joelin yang terlelap hingga akhirnya dia juga terbawa mimpi.
\*
Joelin menggeliat pelan. Kakinya terasa pegal sekali, mungkin karena berjalan semalam. Perlahan gadis itu mengerjapkan kedua matanya dan menangkap wajah Mickey yang berjarak beberapa centi dari wajahnya.
Dengan gerakan refleks Joelin segera menarik dirinya menjauhi Mickey. Namun naas bukannya makin jauh pria itu malah menarik tangannya dalam satu hentakan kuat membawa Joelin dalam pelukannya.
"Sudah bangun? Lepaskan aku, jangan pula-pula tidur."
"Kau tidak senang dekat-dekat denganku?'
"Mike, lepaskan aku." pinta Joelin lembut.
"Sebentar saja." ujar Mickey sambil terus memeluknya.
cup. Sebuah kecupan singkat mendarat di bibir Joelin, dan diikuti dengan belasan kecupan singkat lainnya di seluruh wajahnya.
"Mike, stop it!!!" pinta Joelin berusaha melepaskan diri.
"Mike..hmm.." kalimatnya terputus oleh aksi Mickey yang kini sibuk menikmati bibir gadis itu dengan penuh kelembutan.
Pria itu melanjutkan aksinya, kedua tangannya mulai mengelus dan meraba t**uh Joelin, membuat gadis itu kehilangan akal. Mickey melanjutkan aksinya, membawa tangannya ke inti Joelin sambil men**ilati leher gadis itu.
"hmmmhh...Mike, jangan di sana." erang Joelin sambil menghentikan aktifitas tangan Mike yang bermain di intinya.
"No. Aku mau kamu santai dan menikmatinya." jawab Mickey meneruskan aksinya.
Pria itu mengalihkan tangan yang satu lagi kebawah blus Joelin, sibuk beraksi di sana. Tubuh gadis itu semakin merespon tindakan Mickey.
Mickey kembali ******* bi**r Joelin sambil kedua tangannya berusaha melepaskan pakaian gadis itu. Kini Mickey sibuk mengelus punggung Joelin sambil mencium lembut kedua puncak hartanya. Gadis itu menggelinjang nikmat. Mickey kini beralih menarik celana Joelin.
"No Mike, please stop." Joelin langsung duduk dan menarik selimut untuk menutup tubuhnya.
"Kenapa? bukankah kamu juga menginginkannya?" tanya Mickey dengan wajah kecewa.
"Tidak sekarang. Mike, kita bukan pasangan yang menikah. Ini sudah melewati batas." jelas Joelin dengan wajah sedih.
"Hei ada apa? bukankah aku mengatakan padamu bahwa aku mencintaimu?"
"Iya."
"Bukankah kau juga menerima ciumanku?"
"Mickey, maaf tapi aku tidak bisa melakukannya. Maafkan aku."
__ADS_1
Joelin kini menunduk dalam. Gadis itu tidak ingin kehilangan Mike, namun dia juga tidak ingin kehilangan dirinya.
"Hei, jangan sedih. Jelaskan padaku kenapa kamu tidak ingin mencobanya. Apa yang kamu takutkan? Bukankah ini hal yang wajar bagi sepasang kekasih? Atau apakah kamu tidak mencintaiku Joe?"
"Tidak begitu Mickey."
"Lalu apa Joe? bukankah kamu juga pernah memiliki pacar sebelumnya?
"Iya aku pernah punya pacar"
"Tidakkah dia juga melakukan hal yang sama?"
"Tidak Mickey. Apa kau mau mendengar penjelasan ku?"
"Pastinya." Jawab Mikcey sambil mengubah posisi duduknya seperti anak kecil yang sedang menunggu permen favorite nya.
"Sejak aku kecil orangtuaku mendidik ku agar menjaga kesucianku. Aku sudah berhasil menjaga tubuhku selama ini, berjuang agar tidak ada pria yang menciumku dan menyentuh ku. Sampai suatu hari kau muncul dan mencuri ciuman pertamaku."
"Jadi itu sungguh-sungguh pengalaman pertamamu?"
"Iya Mickey. Awalnya aku pikir jika hanya sekedar ciuman semua akan baik-baik saja. Aku tidak pernah berfikir bahwa sebuah ciuman bisa bergerak sejauh ini." ujar Joelin polos.
Mickey tersenyum memandang kepolosan gadis itu.
"Lalu kenapa jika orangtuamu menyuruh mu untuk menjaga diri, kenapa harus mematuhinya? Orangtuaku juga melakukan hal yang sama. Tapi aku pernah melakukannya dengan kekasihku sebelum-sebelumnya."
"Mickey, aku di besarkan oleh orang tua yang beragama. Di agama ku, perbuatan kita tadi adalah dosa. Aku takut melakukan dosa Mickey. Lagipula, jika aku melakukan hal itu dengan pacarku, bagaimana aku bisa menghadapi suamiku di masa depan?"
"Mickey, apakah perasaanmu baik-baik saja jika istrimu di masa depan ternyata sudah dijamah oleh orang lain?"
"Tentu saja, bukankah itu sudah sangat biasa terjadi? sepasang kekasih hidup layaknya suami istri."
"Yaampun. Kenapa aku bisa jatuh cinta pada pria sepertimu." ujar Joelin furstasi.
"Jadi kamu juga cinta padaku? lalu kenapa kita tidak boleh melakukan hal seperti tadi Joelin?"
"Mickey, negara kita berbeda, budaya dan kepercayaan kita berbeda. Jika di sini sudah biasa terjadi hal seperti kamu jelaskan tadi, berbeda denganku Mickey. Tubuhku adalah mahkota kehormatan ku, aku harus menjaganya. Kepercayaan yang kuanut mengharuskan seorang istri dan suami harus kudus. Kebudayaan yang dimiliki keluargaku menekankan jika seorang perempuan kehilangan keperawanannya, dia bisa di ceraikan langsung di malam pernikahannya. Maaf jika aku terdengar kuno."
"Hmmmm... jadi kamu takut dicampakkan suamimu? Apakah cinta hanya sebatas itu?"
"Sekalipun aku tidak takut dicampakkan, aku takut dosa Mickey. Dosa adalah hal yang serius." ujar Joelin sedih.
Mereka berdua kini terdiam dalam pikiran masing-masing.
"Mickey?"
"Iya?"
"Di masa depan aku ingin mengajari anak-anakku untuk tidak melakukan hubungan sex sebelum menikah, karena itu adalah dosa. Jika aku melakukannya kesalahan, bagaimana aku bisa menasehati mereka?"
"Tidak ada seorangpun yang pernah menasehatiku akan hal seperti itu." ujar Mickey dengan pandangan kosong.
__ADS_1
"Maafkan aku Mickey." Joelin kini memeluk pria itu dengan tubuhnya yang hanya dibalut selimut.
"Pakai bajumu."
"Maafkan aku dulu."
"Hei, dengarkan aku. Kebudayaanmu, keyakinamu, kekuranganmu, kelebihanmu aku mencintai dan menerima semuanya. Jadi jangan khawatir. Okey?"
Mickey mengelus sayang kepala Joelin sambil mengucapkan kata-katanya.
"Terimakasih Mickey."
"Pakailah bajumu, atau jika tidak aku akan melakukannya lagi."
"Hei... bukankah kau bilang kau menerima ku?"
"Ya tentu. Tapi di dalam cinta kita harus saling. artinya kamu juga harus menerima ku dan kelemahanku."
"Apa kelemahan mu?"
"Haruskah aku memberitahu mu? cepat pakai bajumu atau perlu ku bantu?"
"Hentikan pikiran kotormu Mike."
"Kotor tapi kamu suka kan?"
"Mickey...!!!" teriak Joelin kesal.
"ya sayang? kamu butuh bantuan?"
"Pergi keluar jangan intip aku."
"Baiklah." ujar Mickey sambil mendaratkan kecupan singkat di bibir Joelin.
"Ya Tuhan, sia-sia penjelasan ku tadi. Pria ini tidak bisa diajari." gumam Joelin sambil menggeleng frustasi.
"Jangan mengataiku Joelin, atau aku akan menghukum mu."
Mickey melangkah keluar dari kamar sambil memberi peringatan pada Joelin.
Joelin mengabaikan Mickey. Gadis itu fokus menutup tubuhnya kembali dengan pakaiannya.
"Tidak boleh begini, aku harus jauh-jauh dari pria ini." gumam Joelin dalam hati.
Setelah mengenakan pakaiannya Joelin menyuruh Mickey kembali kekamar. Gadis itu langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah mandi Joelin melihat Mickey yang sedang duduk di sisi ranjang dengan wajah serius. Menyadari Joelin yang keluar dari kamar mandi, pria itu langsung mendekati Joelin dan berlutut dihadapan gadis itu.
"Joelin, menikahlah denganku?" pinta Mickey sambil menggenggam tangan Joelin.
"APA!!!?"
"Menikahlah denganku. jadilah gadis istimewa milikku." pinta Mickey lagi.
__ADS_1