Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille

Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille
Pernikahan (Lagi)


__ADS_3

"Dengan begini akan lebih mudah untuk mendapatkannya kan? Joelin, kamu tunggu saja." Doni tersenyum jahat di ujung kalimatnya.


 


\*


 


"Selamat pagi Lucy.." Joelin mengecup lembut dahi bayi yang tengah terlelap di sisinya.


Hari masih sangat pagi, matahari masih bersembunyi malu--malu di ufuk timur. Meski lelah dengan acara kencannya kemarin dengan sang suami, Joelin harus tetap bangun lebih awal hari ini. Rentetan persiapan untuk mempelai wanita selalu menyita waktu, dan dia tidak ingin mengecewakan mertuanya bahkan dengan satu kesalahan kecil sepanjang acara hari ini.


 


\*


 


Mickey mengamati bayangan tubuhnya di dalam cermin, "ternyata aku setampan ini, pantas istriku cinta mati." dia bermonolog sambil tersenyum lebar pada bayangannya sendiri.


"Cinta mati kepalamu?" sebuah pukulan mendarat di kepalanya.


"Hi... Kim So Ran.. So Ran-aaa, apa kabar sudah lama tidak bertemu." tanya Mickey pada sosok wanita yang baru saja memukul kepalanya.


"Dasar sombong. Kau bahkan tidak pernah memberi kabar sejak kita berpisah sepuluh tahun lalu. Tidak kuduga bahwa kau masih mengingat rupaku. Bukankah waktu kecil kau berjanji menikahiku? Pria jahat." rajuk gadis berwajah manis itu.


"Hei, jangan mengungkit kisah lama. Apa paman juga ikut?"


"Mereka sedang menunggumu di luar. Segera memohon ampun pada pamanmu bocah sombong." So Ran sedikit berteriak pada suaminya.


"Stttt... jangan keras-keras, putriku masih tidur." protes Mickey.


"Dimana mempelai wanita mu? Aku ingin melihat secantik apa saingan ku." So Ran menjawab tanpa menghiraukan permintaan Mickey barusan.


.....


"Lee Eum Son..!!!" suara wanita itu mulai meninggi.


"So Ran... kumohon jangan mengganggunya. Bisa kan? Pleaseee?" menangkup kedua tangannya sambil memasang wajah memelas.


"Kau tenang saja, aku tidak sejahat itu. Tapi aku tidak bisa menjamin akankah Mi-Young bisa membuat semuanya jadi mudah." jawab So Ran santai.


"Apa maksudmu?" tanya Mickey penasaran. "Ada apa dengan Ahn Mi-Young?" tanyanya lagi.


"Jangan berlagak bodoh Eum Son, kau tahu seobsesi apa tetangga ku itu padamu."

__ADS_1


"Aku tidak mengundangnya So Ran."


"Tapi dia terus menempeli ayahku dan tentu saja ayah akan membawanya. Kau harus menjaga istrimu dengan baik." So Ran segera keluar dari kamar Mickey dan Joelin setelah memperingati sepupunya itu.


Ayah So Ran adalah sepupu jauh dari Ibunya Mickey. Saat kecil keduanya pernah tinggal di darah yang sama, hingga sepuluh tahun lalu keluarga Mickey memutuskan pindah ke kota ini. Selain So Ran, ada satu gadis lain yang juga bertetangga dengan mereka, dialah Ahn Mi-Young, gadis lembut dan selalu bersikap manis di hadapan semua orang. Berbeda dengan So Ran yang tomboy dab bersikap sesuka hati. Namun lain di luar lain di dalam. So Ran yang cenderung berisik dan mengganggu justru memiliki hati yang baik, sedangkan Mi-Young berhati busuk dan picik.


Flashback on


"So Ran, mengapa kau menangis?" tanya seorang bocah lelaki pada perempuan kecil yang sedang duduk di atas aspal hitam.


"So Ran, dia tidak sengaja jatuh saat berlari." jawab gadis lain yang juga berdiri di sekitar gadis itu.


"Mi Young, aku bahkan melihatmu mendorongnya tadi. Dasar picik." Omel pria kecil itu.


"Oppa, kakiku sangat sakit." jawab So Ran di sela isakannya.


"Naiklah, aku akan menggendongmu." ujar sang pria.


"Eum Son oppa, aku tidak ingin kau menggendongku. Hanya appa yang boleh."


"Cepatlah So Ran, aku akan menggendongku sekarang."


"Ada syaratnya, jika kau ingin menggendongku." rajuk So Ran.


"Apa?"


Bocah lelaki itu mengeryit bingung dengan permintaan So Ran, namun dia hanya mengangguk menjawab setuju karena ingin segera tiba di rumah dan menyelamatkan sang perut yang sedang keroncongan.


Beberapa hari kemudian, So Ran menjelaskan syarat yang dia buat. Syarat itu hanya untuk menjamin sang oppa tidak jatuh hati pada gadis jahat Ahn Mi Young suatu hari nanti. Dan sejak itu pula So Ran berubah menjadi gadis tomboy untuk melindungi diri dari orang-orang jahat seperti Mi Young.


Flashback off


"oeeeek..oeeeek..." tangis Lucy menyadarkan Mickey dari nostalgia masa kecilnya.


"Ae-Ri sayang, kamu sudah bangun?" Mickey mendekap bayi mungil berusia 3 bulan lebih itu dalam gendongannya.


"cup...cup... sebentar lagi mommy akan datang. Jangan menangis sayang."


"hmmmmm...aaaaa... hmmm" bayi kecil itu kini bergumam-gumam tidak jelas.


"Apa? kamu penasaran dengan penampilan cantik mommy?"


"hmmm..hmm..." bergumam lagi.


"Dia sangat cantik. Apa kau tidak lihat appa mu setampan ini?" Mickey bermonolog pada bayinya dan mulai tersenyum narsis.

__ADS_1


"Astaga, Mike bicara apa kamu pada bayi sekecil itu?" tanya Joelin yang tiba-tiba muncul di pintu kamar.


Mickey segera menoleh ke arah suara istrinya, tubuhnya menegang seketika saat melihat si cantik Joelin sedang berjalan menghampirinya dan Lucy. Mulutnya sampai terbuka seolah terkejut dengan pemandangan di hadapannya.


"Kau sakit?" Joelin meraba kening Mickey yang sedang bengong mirip orang kesambet.


"Tidak demam..." Joelin meleoaskan tangannya dari wajah Mickey.


....


"Tutup mulutnya, ntar kemasukan lalat baru tahu rasa." omel Joelin sambil menekan dagu sang suami naik bertemu jangan rahang atasnya.


....


"Lucy sayang, apa Appa memarahimu lagi?" tanya Joelin kini beralih pada putrinya yang ada di dekapan sang suami.


"Sayang, kenapa kau cantik sekali?" bisik Mickey di telinga Joelin yang sedang menunduk mengamati sang bayi dalam pangkuannya.


Pipi Joelin seketika hangat mendengat kalimat Mickey, dadanya bergemuruh. Dia tak mengira akan merasakan perasaan ini lagi. Rasa yang sama seperti pertama kali Mickey mengganggunya dan menarik perasaannya secara perlahan. Dia jatuh cinta lagi pada pria itu, semakin dalam dan semakin kuat.


"Terimakasih. Kamu juga sangat tampan." jawab Joelin membalas pujian Mickey sambil mengalihkan pandangannya dari Lucy pada pria itu.


Mata mereka saling beradu. Mickey yang duduk di tempat tidur dan Joelin yang tengah menunduk demi memeriksa keadaan sang bayi, namun kini wajah gadis itu tepat berada di hadapan Mickey.


Tanpa sadar dengan gerakan kilat Mickey segera menyambar bibir sang istri, menikmati ciuman panjang yang membuat dadanya bergetar hebat.


"oeeeeek....oekkkk.." tautan bibir mereka saling terlepas saat tangis Lucy memenuhi ruangan.


"Lucy, sini sama Mommy." Joelin segera meraih bayinya dari sang suami.


Sebelum acara dimulai, pasangan itu sibuk mengurus Lucy, mulai dari membersihkan tubuh bayi hingga memasang kan pakaian yang imut pada putri kesayangan mereka.


Pukul 08.00 waktu setempat, Mickey dan Joelin sudah keluar dari kamar dengan Lucy dalam gendongan sang ayah. Ketiganya menuju tempat diadakan acara pernikahan dengan adat dan tradisi keluarga sang pria.


Mickey dan Joelin tak henti melempar senyum pada semua orang. Mereka bahkan saling melempar senyum malu-malu satu sama lain, seperti pasangana yang baru saja menikah. Padahal acara hari ini bukanlah pernikahan pertama mereka, ini hanya sejenis resepsi tapi keduanya malah hanyut dalam euforia. Menikmati bunga-bunga yang kini semakin mekar di dalam hati mereka. Musim semi di taman cinta Mickey dan Joelin kini semakin berwarna.


Sementara itu, di salah satu sudut acara pesta, seorang gadis sedang menahan kesal di dalam hati sambil terus mengawasi Joelin.


"Kenapa kamu bisa menikahi Mickey? Aku akan mempermalukanmu di hadapan semua orang. Tunggu saja." ujarnya dalam hati sambil menatap Joelin penuh kebencian.


Author POV


Joelin dan Mickey selalu sweet, buat cemburu aja. Btw, makasih ya guys sudah setia sampai di sini.


Hmmmmm... makasih buat semua dukungan kalian.

__ADS_1


-best-


__ADS_2