
"Joelin, aku akan memberikan hukuman yang setimpal jika kamu berani mendekati Goedan. Awas saja kamu." gumam Vino dalam hati sambil memeluk Aluna yang kini terisak karena khawatir pada Goedan.
Taxi yang mereka tumpangi kini tiba di salah satu rumah sakit di Seoul. Setelah melalui beberapa proses pemeriksaan dari dokter, diketahui bahwa Goedan hanya alergi makanan. Aluna sudah berhenti menangis sejak Vino menjelaskan tentang kondisi Goedan pada gadis itu.
"Loe buat jangtungan aja sih bro." ujar Vino pada Goedan yang tengah berbaring di ranjang rumah sakit.
"Yah, gue kan nggak sengaja bro. Andai gue tau makanan itu mengandung sea food, pasti gue nggak makan.".
"Ntah ini, loe sih kak jadi guide nggak bener. Masa bawa pendatang makan di tempat yang loe belum pernah coba sendiri?"
"Namanya juga coba-coba. Kalian jangan mojokin gue dong." Vino menyampaikan protesnya pada Goedan dan Aluna.
\*\*\*
Sudah dua hari sejak Joelin dan Mickey berbaikan. Mereka berdua kini baru saja pulang dari laboratorium. Sejak ada Joelin di rumah, Mickey sangat jarang makan di luar. Dia selalu menyantap masakan Joelin tanpa menyisakan nya. Sama seperti saat ini, keduanya tengah menikmati hidangan makan malam di dapur.
"Mike, pelan-pelan makannya."
"hmmm." ujar Mickey masih mengunyah makanannya dengan penuh semangat.
"Ya ampun Mickey, nggak akan ada orang yang mencuri makanan kamu."
Mendengar omelan Joelin, pria itu langsung melambatkan tempo mengunyahnya. Setelah kenyang Mickey membantu Joelin membersihkan piring-piring kotor. Sementara perempuan itu langsung bergegas ke kamar untuk membersihkan diri.
Malam belum larut dan pasangan itu tengah menikmati sebuah acara reality show di tv. Sekali-sekali Mickey terdengar menjelaskan pada istrinya saat gadis itu tidak memahami kalimat yang dia dengar dalam acara. Mickey sungguh sabar menjadi mesin penerjemah Joelin dalam setiap keadaan, tentu saja hal ini membuat kemampuan berbahasa Korea Joelin tidak berkembang dengan baik.
"Mickey, makasih ya sayang sudah jadi penerjemah yang baik." ujar Joelin saat tayangan iklan berseliweran di tv.
"Nggak gratis." ujar Mickey sambil menjitak jidat Joelin yang duduk bersisian dengannya.
Dengan gerakan cepat Joelin menangkap tangan Mickey dan menggigit gemas jari yang tadi mendarat di dahinya.
"ouuuch... Sakit sayang."
"Kamu yang mulai. Aku bilang makasih malah kamu asik main jitak." protes Joelin.
"Maaf." ujar Mickey sambil melingkarkan tangannya di pinggang Joelin.
Dengan santai pria itu langsung memindahkan tubuh Joelin keatas pangkuannya.
"Mau ngapain?" tanya Joelin serius.
"Boleh ya." pinta Mickey sambil memasang wajah manja.
"Seminggu. Ingat hukumanmu seminggu Mike. Jangan berpikir macem-macem." ujar Joelin bangkit dari pangkuan Mickey.
Dia berniat melangkah dan kembali ke posisi awal namun sia-sia karena tangan Mickey kembali menarik tubuhnya untuk mendarat dipangkuan pria itu.
"Mickey.." protes Joelin saat Mickey menciumi lehernya.
"Sayang.. please."
"Nah, kan yang salah kamu. Ngapain kasar begitu sama istri sendiri?" tanya Joelin sambil menangkup pipi Mickey dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Joelib memandang dalam pada manik mata Mickey, menyalurkan keteduhan pada pria itu.
"Aku cemburu Joelin. Maaf aku hanya cemburu dan aku tidak bisa mengendalikan perasaanku. Apakah cemburu merupakan hal yang salah?"
"Bukan itu letak kesalahannya sayang." ujar Joelin sambil membelai lembut rambut Mickey.
"Kamu, boleh cemburu tapi jangan berespon dengan tindakan yang salah. Aku tidak menyalahkan kecemburuanmu, but please jangan bertindak gegabah saat emosi kamu tidak baik. Bukan hanya karena cemburu."
"Maksudnya?"
"Kalau misalnya ada yang nggak sengaja nabrak aku di jalan, terus kamu bakal bertindak kasar begitu?"
"Yah kan, kamu ditabrak orang wajar dong aku marah."
"Terus kalau anakmu nggak sengaja merusak barang, kamu mau kasar begitu juga?"
"Anak? apa kita akan punya anak?" tanya Mickey sambil menyentuh perut Joelin.
"Jawab pertanyaan ku dulu." ujar Joelib galak.
"Iya iya. aku tahu sayang, aku berjanji untuk belajar mengekspresikan emosiku dengan cara yang benar. tapi.. sekarang bolehkan?" tanya Mickey lagi sembil menggerakkan tangannya menyusup masuk ke balik piama Joelin.
"Nonton dulu, acaranya udah mulai. Apakah kamu tidak lelah kalau harus memangku aku sepanjang acara ini?" tanya Joelin tersenyum nakal.
"Okay. okay.. kembalilah ke tempat duduk mu." jawab Mickey frustasi.
Baru dua hari pria itu menjalani hukuman tidak boleh menikmati hubungan int*m dengan istrinya sendiri, tapi tubuhnya sudah seperti singa kelaparan yang siap menerkam Joelin kapan saja. Sayangnya Joelin sungguh-sungguh tegas dengan peraturan yang sudah mereka sepakati. Namun sebuah ide jahat menyelinap di pikiran Mickey. Dia tersenyum smirk sambil menatap layar televisi. Matanya memang menatap layar itu, tapi otaknya tengah menyusun sebuah rencana cerdik.
"Mike... Mike.. dia ngomong apa?" tanya Joelin memecah lamunan Mickey.
"Maaf tuan, boleh saya tidur begini?" tanya Joelin sambil meletakkan kepalanya di atas pangkuan Mickey. Sejak matanya terasa perih akibat ngantuk, gadis itu kini memilih untuk merebahkan tubuhnya di sofa dengan berbantalkan pangkuan Mickey. Hanya dalam hitungan detik Joelin sudah terlelap.
"Kalau ngantuk kenapa nggak bilang aja sih sayang? Kan aku nonton acara ini buat nemani kamu." ujar Mickey sambil membelai pipi Joelin gemas.
Setelah mematikan televisi, Mickey menggendong tubuh Joelin ke kamar. Pria itu ikut merebahkan diri di sisi Joelin dan terlelap setelah beberapa menit memandangi wajah istrinya.
\*\*\*
Hari minggu di musim panas tidak jauh berbeda dengan hari-hari lainnya. Yang membedakannya hanyalah libur akhir pekan bagi pada pekerja, dan pelajar. Sama halnya dengan pasangan muda Mickey dan Joelin, mereka memutuskan untuk berdiam diri di rumah untuk bersih-bersih.
"Mickey, aku akan membeli beberapa sabun cuci ke supermarket terdekat." ujar Joelin pada Mickey yang sedang menyedot debu di ruang tamu.
"Aku antar ya sayang?"
"Jalan aja Mickey, hitung-hitung olahraga." ujar Joelin.
"Panas Joelin."
"Masih pagi Mickey."
Dia melangkah keluar rumah dengan melangkah santai menuju supermarket terdekat. Setelah menempuh perjalanan selama tujuh menit Joelin tiba di salah satu supermarket di area itu. Gadis itu sedang melangkah lewat pintu masuk saat seseorang tiba-tiba menabrak tubuhnya.
"eh..sorry." kata gadis itu.
__ADS_1
"i'm okay."
Joelin mengangkat kepalanya dan memandang gadis yang mengenakan mini dress berwarna merah yang kini berdiri di depannya.
"Wajahnya terasa sangat familiar." gumam Joelin dalam hati.
"Sorry, my chocolate.." ujar gadis itu lagi sambil memandang baju Joelin yang sudah basah karena tumpahan cokelat gadis itu.
"Aduh.." gumam Joelin terkejut.
"Kamu bisa berbicara dalam bahasa Indonesia?" tanya gadis itu lagi.
"Iya. Kamu?" tanya Joelin ragu-ragu.
"Saya Aluna dan berasal dari Indonesia. Saya di sini untuk berlibur." jawab gadis cantik itu.
"Oh hi Aluna. Senang bertemu denganmu. Saya..."
"Kamu dari inggris ya? Wah wajahmu benar-benar bule sekali." ujar Aluna memotong kalimat Joelin.
"Bukan. Saya juga dari Indonesia. Perkenalkan saya Joelin." jawab Joelin sambil mengulurkan tangannya.
Joelin hanya bisa ternganga menyaksikan Aluna yang tadi ramah dan bersemangat tiba-tiba berlalu begitu saja. Seolah Joelin tidak ada di hadapan gadis itu, Aluna pergi tanpa menyambut uluran tangan Joelin yang menggantung di udara.
Sementara itu Aluna melangkah dengan kalinya yang terasa goyah.
"Apakah itu Joelin yang sama? ah.. dia sungguh sangat cantik. Bagaimana aku bisa bersaing dengan gadis secantik itu? Bahkan dalam balutan baju kaos rumahan itu tidak mempengaruhi kecantikannya. Lagipula dia sangat ramah dan terlihat baik, apakah Vino membohongiku? Awas loe Vin." gumam Aluna dalam hati sambil melangkah.
"Hei... Aluna hati-hati." teriak Joelin sambil menarik Aluna ke tepi jalan.
"Kenapa kamu menyebrang sembarangan?" tanya Joelin sambil memandang wajah Aluna. Gadis itu terlihat sangat terkejut, wajar saja karena sebuah mobil sport merah hampir menabraknya.
"Aku... ah.. huhuhuhu.." Perasaan Aluna tiba-tiba menjadi campur aduk. Dia tidak mengenal gadis ini dan Joelin sebelumnya. Dia benci pada Joelin yabg selalu jadi buah bibir Goedan dan Vino. Dan gadis cantik di hadapannya ini juga bernama Joelin. Tanpa alasan Aluna sudah membenci gadis yang baru pertama bertemu dengannya, dan gadis yang dia benci baru saja menyelamatkan nyawanya.
"Huuuhuhuhu.. Aku benci Joelin. Gara-gara kamu, aku cemburu Joelin." tangis Aluna pecah saat Joelin memeluknya.
Joelin mengernyit bingung saat mendengar isakan Aluna.
"Dia nggak mungkin geger otak kan?" tanya Joelin dalam hati sambil mencoba menenangkan Aluna.
**quiss berhadiah promosi akun:
Menurut kalian, apa yang terjadi pada Joelin dan Aluna di masa depan?
A. jadi rival
B. jadi sahabat**
**beri jawaban kalian plus sertakan akun IG, 2 pemenang beruntung akan author promote akun nya di IG.
Pengumuman
BTW tetap dukung dengan vote dan like sebanyak-banyaknya ya. Kalau bisa tembus rangking 20 besar, author janji buat crazy up seminggu penuh.
__ADS_1
thankyou
-Best**-