Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille

Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille
Nakal Sekali.


__ADS_3

Malam itu berlalu dengan penuh cinta. Mickey memeluk Joelin, keduanya akhirnya tidur dalam bungkusan selimut. Ada sinar kebahagiaan yang menghiasi wajah lelap mereka.


Joelin membuka matanya perlahan, mencoba menyesuaikan intensitas cahaya yang masuk ke dalam retinanya. Tangan Mickey masih melingkar di perut gadis itu. Dia tersenyum memandangi wajah lelaki yang kini terlelap di sisinya. Dengan hati-hati gadis itu melepaskan diri dari pelukan Mickey dan berniat bangun. Namun dia terkejut menyadari rasa perih di area ************.


"Argghhh..." erang Joelin kesakitan.


"Kamu sudah bangun?" gumam Mickey tanpa membuka kedua matanya.


"Iya."


"Jangan takut, nanti juga sakitnya hilang." ujar Mickey sambil kembali menarik Joelin dalam dekapannya.


"Kenapa kamu bisa tahu hal seperti itu?"


"Aku sudah melakukannya ratusan kali."


"Apa maksudmu?"


Rasa terkejut terdengar jelas dalam kalimat gadis itu.


"Dulu saat tahun kedua di universitas aku memiliki seorang kekasih. Tentu saja sekarang dia sudah jadi mantan. Dia melakukan hal seperti itu untuk pertama kalinya denganku. Waktu itu dia merasa kesakitan sepanjang hari. Tapi lama-lama dia juga jadi terbiasa."


"Maksudmu terbiasa setelah kalian melakukannya ratusan kali?" raut wajah Joelin kini tak terbaca.


"Maaf sayang, apa kamu kecewa padaku? Maafkan aku. Tapi seumur hidupku, aku tidak tahu bahwa hal itu salah, sampai akhirnya aku bertemu denganmu."


Mickey berujar dengan lembut. Suaranya terdengar sangat sedih. Pria itu merasa bersalah karena telah gagal menyimpan dirinya untuk istri masa depan nya. Mickey melepas pelukannya dari Joelin, dan memandang kedua mata gadis itu, berharap untuk sebuah maaf.


"Oh my God, kenapa aku bisa jatuh cinta pada lelaki jahat ini?" ujar Joelin sambil memeluk pria itu.


Kini keduanya sedang duduk di kasur dan saling berpelukan.


"Perasaan bersalah ini, aku tidak pernah tahu bahwa akan datang harinya. Hari dimana aku menyesal telah melepaskan hasratku pada gadis yang belum kunikahi. Aku merasa bersalah padamu sweety. Maafkan aku." ujar Mickey dalam hati sambil mempererat pelukannya di pinggang Joelin.


"Jangan khawatir, aku sudah memaafkanmu." ujar Joelin lembut.


"Terimakasih."


"Berapa orang yang pernah melakukannya denganmu?"


"Kamu adalah yang ketiga."


"Siapa yang pertama dan kedua?" tanya Joelin sambil mengangkat wajahnya menatap Mickey.


"Tentu saja mantan dan mantan yang lain. Kau tidak mengenal mereka, sudahlah jangan membicarakan masa lalu. Kita fokus dengan masa depan kita saja, okay?" tanya Mickey sambil memegang pipi gadis itu.


Joelin tersenyum dan menganggukkan kepalanya tanda setuju. Lalu gadis itu kembali melingkarkan kedua tangannya di pinggang Mickey.


"Dihadapan gadis ini, aku tidak ingin dan tidak bisa merahasiakan apa pun. Aku belum pernah begini sebelumnya." ujar Mickey dalam hati.


"Apa kita hanya akan berdiam diri sepanjang hari?" gumam Joelin pelan.


" Bagaimana dengan jalan-jalan?"


"Tapi aku masih sakit dan lelah."


"Kalau begitu kamu mandi dulu, lalu beristirahatlah. Akan kusiapkan sarapan untuk kita."


"Jangan, aku saja yang menyiapkannya."


"Sttttt... kamu harus patuh pada suamimu sayang. Sana mandi, atau mau kumandikan?"


"Dasar mesum."


"Kamu yang mesum, aku hanya ingin memandikanmu." goda Mickey.


Wajah Joelin terasa panas, tentu saja pipinya kini merah merona.


"Apa kamu sakit? pipimu merah sekali." gumam Mickey khawatir.


"Tidak..aku akan mandi." ujar Joelin sambil mendorong pelan tubuh Mickey dan meloloskan diri dari pelukan pria itu.

__ADS_1


Joelin bangkit dari tempat tidur sambil membungkus tubuhnya dengan selimut. Mickey terkekeh geli dengan tingkah istrinya itu.


"Jangan menertawaiku. Ini semua salahmu." ujar Joelin meringis menahan sakitnya. Dia menoleh ke arah tempat tidur, namun malah kesal dengan pemandangan di sana.


"Mickey, pakai bujumu!!!" teriak Joelin sambil masuk ke kamar mandi.


Pria itu hanya bisa tertawa gemas menyaksikan tingkah Joelin.


\*\*\*


Joelin berjalan pelan dan hati-hati menuju dapur. Gadis itu masih merasa nyeri di bawah sana. Dia mengawasi Mickey dengan kedua matanya, pria itu sedang sibuk menyiapkan sarapan di meja makan.


"Silahkan duduk Nyonya Lee." ujar Mickey sambil menarik salah satu kursi untuk Joelin.


"hihihi.. Thankyou." ujar Joelin terkikik geli.


"Kenapa kamu tertawa begitu?"


Mickey protes dan memajang tampang cemberut.


"Karena kamu lucu."


"Aku bukan pelawak."


"Iya aku tahu, kamu suamiku."


"Apa? Siapa aku?"


"Mickey aku lapar."


"Tapi aku masih ingin mendengar perkataanmu barusan."


"Aku lapar?"


"Bukan yang itu."


"Lalu yang mana?"


"Siapa aku tadi?"


"Jangan marah-marah sweety, nanti kamu cepat tua."


Joelin hanya bisa memasang tampang cemberut sambil menikmati sandwich yang di sediakan oleh suaminya itu. Setelah mengunyah habis sandwich di piringnya, Joelin segera meneguk habis segelas susu segar yang juga di sediakan Mickey.


"Bagaimana rasanya?" tanya Mickey pada Joelin.


"Lumayan."


"Tak bisakah kau memujiku sedikit saja?" tanya Mickey merajuk.


Joelin langsung berdiri dan mengangkat piringnya dan melangkah ke dapur untuk membersihkan piring-piring itu.


"Ya ampun, istriku dingin sekali." ujar Mickey menggoda Joelin.


Gadis itu hanya mengabaikan suaminya. Setelah selesai membersihkan piring kotor, Joelin kembali ke meja makan menemui Mickey.


"Sudah selesai?" tanya Mickey.


"Iya."


"Kamu mau kemana hari ini?"


"Kamu sudah mandi?"


"Jangan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan Joelin."


"Jadi kamu sudah mandi belum?"


"Belum."


"Dasar jorok. Mandi sana. Kalau belum mandi jangan dekat-dekat denganku." ujar Joelin bergidik ngeri.

__ADS_1


Mickey tersenyum smirk, tiba-tiba dia mendapatkan sebuah ide cemerlang untuk menggoda istrinya. Dalam satu gerakan cepat Mickey langsung menggendong Joelin dengan gaya ala bridal style.


"Hei... Mike.. turunin dong." ujar Joelin berteriak.


"Kamu belum mandi." protes Joelin lagi. Kedua kakinya kini menendang udara.


Mickey mengabaikan teriakan gadis itu, dia malah tersenyum senang menyadari Joelib sungguh percaya bahwa dia belum mandi. Padahal tadi pria itu sudah mandi saat Joelin sibuk di kamar.


"Kamu harus mandi lagi dong." goda Mickey.


"Kenapa?"


"Udah ku gendong begini, pasti kotorannya ikut nular." ujar Mickey sambil menghujani wajah Joelin dengan banyak kecupan.


"Kan harus membasuh wajahmu juga." goda Mickey lagi setelah selesai menciumi wajah gadis itu.


"Mickey turunin nggak?"


"Turun aja kalau bisa." ujar Mickey sambil menggendong Joelin dan melangkah ke kamar.


"Hei mau kemana?"


"Kamar."


"Ngapain?" tanya Joelin serius. Dia menyadari rasa perih di area selangkanganya belum juga sembuh.


"Masih sakit loh." gumam Joelin lagi.


"Kamu mikirin apa sih sayang? oppss... Istriku sudah mulai nakal sepertinya." goda Mickey.


Seketika wajah Joelin kembali merona. Dia merasa malu karena tertangkap basah oleh Mickey sedang berpikiran begitu.


"itu..." ujar Joelin perlahan.


"Itu apa sayang?" tanya Mickey lembut sambil meletakkan tubuh Joelin di atas kasur.


"Kupikir kamu akan berbuat seperti tadi malam lagi. Padahal aku masih kesakitan. Jangan dulu ya.. please.. please..." pinta Joelin manja.


Mickey yanhlg sejak dari ruang makan sudah menahan gairah semakin gemas melihat tingkah manja istrinya. Senjata pria itu juga sudah mengeras sejak tadi.


Mickey langsung memeluk istrinya, dan berbaring di sisi gadis itu.


"Makanya dari tadi jangan nakal, nih kamu tahu sendiri kan resikonya. Gimana dong?" tanya Mickey lembut.


"Maksud kamu?"


Mickey langsung menggesek senjatanya ke tubuh Joelin.


"kamu bisa merasakannya?" tanya Mickey kemudian.


Jantung Joelin seketika berdetak kencang menyadari junior suaminya sudah bangun di bawah sana.


"Yah... gimana lagi dong?" tanya Joelin.


Kini mata gadis itu menatap sendu pada Mickey. Dia merasa sangat bersalah, Mickey yang sedari tadi berjuang menahan diri akhirnya tak kuasa lagi. Pria itu langsung mel**at bibir istrinya.


"Aku janji akan melakukannya dengan hati-hati." bisik Mickey disela-sela ciuman mereka


"Tapi Mickey.."


"Kamu sih nakal sekali, dari tadi menggodaku terus."


"Mana ada?"


"Sayang, kamu percaya padaku kan?"


"Iya aku percaya."


"Boleh ya?"


Joelin yang sejak tadi juga sudah larut dalam ciuman Mickey akhirnya mengangguk setuju.

__ADS_1


Dan pagi itu mereka dimabuk cinta lagi dan lagi, hingga keduanya kembali terlelap dalam peluh dan lelah.


"Anggap saja kita sedang bulan madu." ujar Mickey lembut sambil mengusap pipi Joelin sebelum akhirnya gadis itu jatuh ke alam mimpi.


__ADS_2