Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille

Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille
Kunjungan Goedan


__ADS_3

"Gua pikir dulu gua pernah jatuh cinta. Saat kehadirannya selalu berhasil membuat hati berbunga-bunga. Tapi ternyata jatuh cinta itu tidak melulu soal berbunga-bunga." batin Joelin yang kembali mengingat perasaannya pada Goedan.


Karena lelah dengan perjalanan sepanjang hari ini, Amel dan Joelin tidur lebih awal. Keesokan harinya Joelin bangun seperti biasanya, dibangunkan oleh alarm alami. Apa lagi kalau bukan suara berisik si Amel.


"Joelin, bangun deh. Liat tuh siapa yang nelpon. ponsel kamu berisik tau." ucap Amel sambil menarik selimut yang membungkus tubuhku.


"hmmm... Amel.." protesku males.


"Hp loe berisik Joe." ucap Amel sambil memberikan ponsel ke tanganku.


"hallo." ucapku malas tanpa membuka mata.


"ya Allah, Ojol... diterima dulu panggilannya baru ngomong." ujar Amel cerewet sambil menekan tombol biru di layar ponselku.


"Astaga..!!! Joelin." suara pria di seberang sana terdengar histeris.


"hmmm?" gumamku malas, sambil masih memejamkan mata.


"kamu tidur produksi berapa liter iler?" tanyanya sambil terkikik.


"what?" ucapku histeris sambil membuka mata menyadari suara Mickey kini ada di dalam ponselku.


"good morning gadis malas." ujar Mickey.


"Ada apa bos? pagi-pagi udah gangguin saya?" tanyaku mencoba melucu.


"Besok aku kekampus. Kita ke lab ya Joe." ajaknya kemudian.


"Cepat amat. Perasaan masih libur." protesku dengan bahasa Indonesia.


"Ngomong itu, pakai bahasa Inggris Joe." tuntut Mickey.


"Kamu kerajinan deh." ujarku pada Mickey.


"Ayolah Joe, persiapan buat semester baru." ajak Mickey antusias.


"Okay. jam 11 ya." pintaku.


"Dasar cewe malas kamu. Bangun lebih pagi bisa nggak?" Ledek Mickey lagi.


"Yaampun Mike, kamu kesambet apaan dari tadi jadi berisik gini?" tanyaku penasaran dengan sikap Mickey yang tiba-tiba jadi lucu dan rame begini.


"Kesambet dewi jatuh hati." jawab Mickey santai.


Aku hanya bisa menggelengkan kepala pertanda bingung akan sikap teman satu Lab ku itu.


"Si An datang kan?" tanyaku kemudian.


"Udah rindu sama dia?" Mickey balik bertanya padaku.


"May be yes, may be no." jawabku cuek.


"Cie yang rindu Si An." goda Mickey. "Pipimu merah." ledeknya lagi.


"Heh, nggak liat apa itu di kepala ada telinga kelinci? Aku ini pakai efek kamera, bukan pipi memerah." protes ku kemudian.


"lagian kamu kok pakai sticker sih, pas video call? childish banget tau." ledek Mickey.


"Biar lucu aja Mike." kilahku.


"Masa sih, kamu sengaja ya biar terlihat cute di mata ku?" goda Mickey.


"Bukan Mickey. gua nutupin muka bantel nih." jawabku polos.

__ADS_1


"Hahahaha." derai tawa Mickey tiba-tiba memenuhi telingaku.


"Puas kamu? puas?" tanyaku kemudian.


"iya. puas banget." jawab Mickey santai.


"Mickey, ngantuk." ujarku penuh harap.


"yaudah sana tidur lagi. Sarapan dulu Joe." ucapnya perhatian.


"Males keluar Mike. Nanti aja." jawabku singkat.


"Dasar pemalas. yaudah sana tidur. Bye." ujar Mickey.


"Bye-bye." jawabku sambil memutuskan sambungan telepon.


"cieeeee... yang dikangenin." ledek Amel.


"Siapa Mel?" tanyaku polos.


"Tuh temanmu." jawab Amel.


"Bukan tau Mel, dia cuman ngajak kekampus besok." ujarku.


"iya kan supaya ada alasan buat ketemuan Joe." jelas Amel.


"jangan mikir macem-macem Mel. Gua mau tidur. " ujarku akhirnya.


"Joe, mau sarapan gak?" tanya Amel.


"Nanti aja Mel, sekalian lunch. Masih ngantuk gua." jawabku malas.


"oke dah." ujar Amel sambil kembali sibuk dengan kegiatannya.


 


\*


 


Hari ini aku mengendarai sepedaku kearah gedung departement. Sesuai janjiku pada Mickey, untuk pergi ke Lab dengannya. Seperti biasa setelah memarkir sepeda aku menuju lift untuk tiba di latai 11, dimana Lab yang kuhuni bersama Mickey, Si An, Mark dan Bill berada.


"Pagi guys." ujarku saat masuk ke dalam ruangan penuh larutan kimia itu.


"Siang Joe." jawab Bill menyindir.


"kamu mau pesan makanan nggak?" tanya Bill lagi.


"Mickey mana?" tanyaku tanpa menanggapi pertanyaannya.


"Belum datang. paling juga sibuk kencan. Mau makan nggak?" tanya Bill lagi.


"Enggak usah deh Bill, aku tunggu Mickey aja." jawabku sopan.


"Apa? Kencan? Nggak mungkinlah, kan Mike yang ngajak aku kesini. lagian mana ada cewe yang mau pacaran dengan Mike." gumam dalam hati.


Tiba-tiba saja ponsel Joe berdering dan betapa terkejutnya dia saat membaca pesan yang diterimanya.


Joe, kamu dimana? saya di gerbang universitas kamu. Keluar ya Joe, abang tunggu.


Mata Joelin terbelalak membaca pesan yang dikirim oleh Goedan. Tiba-tiba Joelin berdiri meninggalkan tempat duduknya.


"Joelin, mau kemana?" Tanya Bill

__ADS_1


"Main Gate." jawab Joelin.


"Ada apa?" selidik Bill menyadari wajah Joelin yang sedang terkejut.


"Ada teman dari Indonesia yang sedang menungguku di sana." jawab Joelin.


"Joelin pergi sebentar ya, Bye." ujar Joelin.


Gadis itu berlari meninggalkan gedung jurusannya menuju parkiran sepeda. Mickey yang baru saja tiba mengamati gerakan Joelin dari jauh. Namun Joelin tidak menyadari keberadaan Mickey. Dengan terburu-buru Joelin mengendarai sepedanya ke arah main gate, tempat dimana akhirnya dia bertemu dengan Goedan.


"Hai bang." sapa Joelin sopan pada lelaki pemilik ketampanan khas Indonesia itu.


"Hai Joe, apa kabar?" tanyanya mengulurkan tangan untuk berjabatan dengan Joelin.


"Joelin baik. Ada urusan apa kemari?" tanya Joelin mencoba bersikap ramah.


"Liburan aja Joe. Terus karena ingat kamu juga kuliah di daerah sini akhirnya abang mampir." jawabnya berbohong.


"Oh.. sama siapa Bang?"


"Sendirian aja sih Joe. kamu mau nggak nemanin saya keliling-keliling?" tawar Goedan.


"Bentar ya bang." ucap Joelin sambil mengambil ponsel dari tas selempang mini yang dia pakai.


"Mike, sorry ya. Aku harus menemani temanku keliling kampus hari ini."


10 meter dari posisi Joelin dan Goedan, Mickey mengernyitkan dahi membaca pesan dari Joelin. entah kenapa, tiba-tiba hatinya tidak terima jika Joelin harus menemani laki-laki asing ini. Ada rasa kesal yang diam-dia muncul dalam hati Mickey. Tiba-tiba Mickey melangkah menghampiri Joelin.


"Kamu udah janji kan hari ini tiba di Lab pukul 11?" tanya Mikcey sambil menarik Joelin dari sana.


"Eh, Mike tunggu dulu. Kamu kok di sini?" tanya Joelin bingung.


"nggak usah banyak tanya. ayok ke lab." ajak Mickey.


"Bentar-bentar. Bang, maaf ya. Joelin nggak bisa nemanin abang. Enjoy yout trip ya bang." ujar Joelin sambil pamitan pada Goedan.


entah apa yang salah pada Joelin. Hatinya terasa lebih ringan saat Mickey menarik tangannya untuk pergi dari sana. Ada sesuatu yang hangat kini menyelimuti dadanya.


"Apakah ini yang mereka sebut jatuh cinta?" tanya Joelin dalam hati.


Sementara itu, Goedan masih terkejut dengan pertemuannya dengan Joelin. Belum lagi dengan Joelin yang tiba-tiba pergi begitu saja saat pria asing itu mengajaknya. Goedan meraih ponselnya, mencoba menghubungi seseorang.


"Vin, gue udah di depan kampus loe." ucapnya saat telepon tersambung.


"Tunggu. gua kesana bro." jawab Vino.


"Loe sendiri kan? ada hal penting yang harus kita bahas selain urusan bisnis." ujar Goedan.


"Tenang aja bro." ucap Vino.


"Oke. Gua tunggu." jawab Geodan sebelum akhirnya memutuskan sambungan telepon.


**Pengumuman:


Hai readers makasih masih mengikuti kisah Joelin ya. Tolong berikan saran dan komentar kalian, supaya author makin semangat up nya..


Btw, vote dan like dari kalian sangat berharga. tetap like dan vote sebanyak banyak nya ya.


kalian juga bisa baca karyaku yang lain dengan genre teen romance. judulnya "C.I.N.T.A (Plus Minus)", sampai jumpa di sana ya**.


**thank you so much.


-best**-

__ADS_1


__ADS_2