Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille

Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille
Aku Cinta Kamu


__ADS_3

Semakin lama ciuman mereka semakin bergairah, dan kedua tangan Mickey kini bergerak aktif memberikan sensasi aneh di tubuh gadis itu. Mereka berdua larut semakin dalam bersama hening nya malam.


\*\*\*


Joelin membuka matanya yang masih terasa ngantuk. Gadis itu mengerjap berkali-kali. Dia merasakan berat yang menindih perutnya, gadis itu menggerakkan tangannya ke sana dan menemukan tangan Mickey sedang melingkar posesif di sana.


Joelin kembali mengingat kejadian sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk membersihkan diri dan langsung tidur. Ciuman mereka yang bergairah tadi malam entah bagaimana telah berhasil membawa Joelin dam Mickey tiba diatas kasur. Pipi gadis itu tiba-tiba menjadi panas. Dengan gerakan repleks dia bangkit dari tempat tidur. Gerakan yang menyadarkan Mickey dari tidurnya.


"Joelin, sudah bangun?"


"Mickey, jam berapa ini? aku takut ketinggalan pesawat." jawab Joelin gugup menyembunyikan pipi nya yang panas.


Mickey segera memutar arah tidurnya dan memeriksa jam weker yang terletak diatas meja di dekat kepalanya.


"Masih jam 4 dini hari Joelin. Aku sudah mengatur alarmnya di pukul 5.30. Kita bisa kembali tidur." ujar Mickey.


"Tidur?" tanya Joelin tak percaya.


"Atau kamu ingin melakukan hal yang lain?"


"Hal lain apa maksudmu?"


"Aku bisa menjadikanmu sebagai menu sarapan ku."


"Mickey, hentikan pikiranmu itu."


"Kalau begitu menurutlah sayang. Sini tidur lagi. Aku masih memiliki satu setengah jam denganmu." ujar Mickey.


Joelin kembali naik keranjang disambut oleh pelukan pria itu.


"Apa kau yakin baik-baik saja jika begini?" tanya Joelin curiga.


"Kita akan baik-baik saja asal Joelin tidak banyak bergerak". ujar Mickey merasakan Juniornya mulai memberi reaksi.


Gadis itu lalu menghentikan gerakannya dan memejamkan matanya kembali. Berharap Mickey tidak akan bertindak terlalu jauh kali ini.


\*\*\*


Flash back On


Pasangan itu terus saling memagut penuh gairah diatas sofa. Tubuh mereka kini bergetar hebat. Tanpa sadar mereka akhirnya sudah berada di kamar tidur dan sambil terus berpatutan akhirnya keduanya naik keatas ranjang. Pria itu melucuti pakaian mereka satu persatu tanpa melepaskan pagutannya pada bibir Joelin. Sementara gadis tubuh gadis itu semakin bergetar hebat. Berkali-kali Mickey menggesek Juniornya yang sudah mengeras sempurna ke puncak vagin*a Joelin membuat gadis itu mengerang nikmat. Dalam satu gerakan Mickey mengarahkan senjatanya memasuki inti Joelin. Tiba-tiba saja gadis itu memutar arah tubuhnya kesamping, serta merta menghentikan aksi pria itu.


"Mickey, maaf sakit sekali. please jangan sekarang, aku tidak bisa melakukannya." ujar Joelin sendu.


"Hmm.. maafkan aku. Aku lupa." jawab Mickey dengan wajah kecewa.


"No. Aku yang minta maaf, aku belum bisa menjadi seperti yang kamu mau." ujar Joelin sambil kembali memeluk pria itu.


Keduanya saling berpelukan tanpa sehelai benang yang membalut tubuh mereka.


"Kita mandi saja, sebelum aku memakanmu." ujar Mickey yang semakin tak kuasa menahan gairahnya saat harus skin to skin dengan gadis itu.


"Okay, tapi pikirkan cara agar kamu tidak memakanku." ujar Joelin setuju.


"Kenapa aku tidak boleh memakanmu?"

__ADS_1


"Kamu belum jadi suamiku."


"Setelah menikah nanti aku akan memakanmu tiga kali sehari." ujar Mickey gemas.


"Kamu bisa melakukannya sepuluh kali sehari, aku akan menurut setelah kita menikah." janji Joelin.


"Gadis bodoh, aku cinta kamu. i love you 10.000" ujar Mickey sambil mengangkat gadis itu turun dari tempat tidur.


"Hei Mickey, mau kemana?"


"Mandi sayang, apa yang kamu pikirkan?"


Joelin hanya bisa berdiam sambil menyembunyikan wajahnya di dada telanjang milik Mickey. Debaran jantung Mickey terdengar begitu jelas di telinga Joelin, membuat dadanya itu bergetar hebat.


"Jangan macam-macam di sini." pinta Joelin saat Mickey menurunkannya di kamar mandi.


"i promise sweety."


Mickey langsung menyalakan shower dan menarik Joelin kedalam pelukannya.


"Ah bodoh, aku tidak seharusnya memeluk gadis ini sekarang." umpat Mickey dalam hati menahan gelora yang kini menyerang kepalangnya.


Mickey langsung menggosok tubuh Joelin dengan sabun. Pria itu membuat gerakan lembut penuh penghargaan pada setiap inci tubuh gadis itu. Joelin bergidik ngeri merasakan setiap sensasi sentuhan Mickey. Gadis itu berjuang untuk tetap sadar.


"Kamu benar-benar gadis yang kuat." ujar Mickey.


"Kuat? Apa maksudmu?"


"Kamu bisa menghentikanku agar tidak memakanmu sampai sekarang. Hebat sekali gadisku ini." ujar Mickey sambil mengarahkan shower ke tubuh Joelin.


"Kamu langsung pakai baju, kalau tidak aku akan memakanmu malam ini." Ujar Mickey sambil menutup pintu kamar mandi setelah menurunkan Joelin dari gendongannya.


Joelin hanya menggeleng lemah menyaksikan pria itu menghilang dibalik pintu kamar mandi. Pipi Joelin masih merona, ini pertama kali bagi gadis itu melihat pria dewasa tanpa busana ditambah dengan pemandangan juniornya yang siap berperang.


Joelin memegang pipinya yang semakin panas menyadari kejadian yang baru saja terjadi. Gadis itu bergegas mencari pakaian yang dapat dia gunakan. Tentu saja mustahil untuk kembali mengenakan pakaian yang dia gunakan ke lab tadi. Joelin teringat dulu dia pernah menginap di sini. Gadis itu membuka lemari pakaian Mickey mencari pakaiannya yang dulu tertinggal di rumah Mickey.


Setelah memeriksa berkali-kali gadis itu tidak menemukan apa yang dia cari.


"Mike lama banget sih." gumam Joelin.


"Bajunya dia buat dimana ya? Ah aku tanya dia aja." ujar gadis itu lagi.


Joelin melangkah mendekati pintu kamar mandi. Tiba-tiba saja gadis itu bergidik ngeri mendengarkan erangan yang berasal dari kamar mandi.


"MIKE... are you ok?" tanya Joelin sambil mengetok pintu.


"Aku baik-ba...ik saja" ujar Mickey tertahan.


"Ah sial. apa dia mendengar ku?" umpat Mickey dalam hati.


"Aku tidak menemukan sesuatu untuk dipakai." balas Joelin di balik pintu.


"Pakai bajuku saja." jawab Mickey singkat.


"Thank you."

__ADS_1


Joelin bergegas melangkah menuju lemari pakaian dan segera memilih salah satu kaos dan celana milik Mickey. Setelah mengenakan pakaian itu Joelin segera mencari hairdryer dan mengeringkan rambutnya. Sampai rambut Joelin kering, Mickey belum juga selesai dari kamar mandi.


"Dia mandi lebih lama dariku. Dasar pria aneh." gumam Joelin.


Gadis itu menguap berkali-kali. Dia merasa sangat kelelahan.


"Aku harus segera tidur, atau aku akan ketinggalan pesawat besok." Batin Joelin.


Dia melangkah dan segera naik ke ranjang Mickey. Joelin terlelap hanya beberapa menit setelah menarik selimut untuk menutup tubuhnya.


Mickey keluar dari kamar mandi. Pria itu tidak menemukan sosok Joelin di kamarnya. Dengan perasaan khawatir dia segera munuju ranjang dan membuka selimut perlahan. Pria itu langsung menghela napas lega saat menemukan Joelin yang meringkung di bawah selimut seperti seekor anak kucing.


"Sungguh gadis lucu. Kamu seperti anak kucing yang nakal." ujar Mickey setelah mendaratkan kecupan singkat di kening gadis itu.


Mickey segera mengeringkan tubuhnya dan mengenakan pakaian. Setelah rambutnya kering dengan bantuan hairdryer Mickey melangkah keatas ranjang dengan hati-hati.


Pria itu memeluk Joelin yang meringkuk di bawah selimut. Gadis itu sedikit terjaga dari tidurnya dan langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang Mickey.


"Bagaimana aku bisa melalui dua minggu kedepan tanpamu?" bisik Mickey pelan.


Flash back off


Mickey terbangun oleh alarm yang dia set tadi malam. Pria itu mengeratkan pelukannya.


"Rasanya aku tidak ikhlas berpisah denganmu walaupun hanya sedetik." ujar Mickey di puncak kepala Joelin.


"Joe... Joe.. Sayang, ayo bangun" Mickey berujar lembut berusaha menyadarkan Joelin dari tidurnya, namun gadis itu sama sekali tidak merespon.


"Joelin... Joelin..Joe.."


"Iya."


"Hei girl, buka matamu ayok bangun."


"Sebentar lagi."


"Apa kamu mau ketinggalan pesawat?"


"oh tidak..!!" Joelin langsung membuka matanya dan bangkit dari tempat tidur.


"Cuci muka dulu cantik. Biar segar."


"Ok." Joelin langsung melangkah ke kamar mandi.


Mickey tersenyum gemas menyaksikan wajah kebingungan kekasihnya itu.


"She is really cute." gumamnya.


**Pengumuman:


Hai teman-teman, tetap dukung aku ya dengan cara vote, like dan beri saran plus masukan kalian di kolom komentar. Beri aku semangat ngetik ngetik ngetik dan up.


thank you


-Best**-

__ADS_1


__ADS_2