Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille

Cerita Manis Di Musim Semi, Trouvaille
Percakapan antara lelaki


__ADS_3

Andai dia tahu sesusah ini untuk membuatnya hamil, mungkin sejak dulu dia tidak akan mengkonsumsi pill kontrasepsi. Setelah membungkus alat tes kehamilan ditangannya dengan tissue dan membuang ketempat sampah, Joelin bergegas mencuci wajahnya.


\*\*\*


Dress berwarna peach sepanjang lutut dan rambut yang digelung tinggi menjadi gaya andalan Joelin hari ini. Tentu saja dilengkapi dengan sepatu berwarna senada. Sementara sebuah tas selempang berwarna cream menggantung di bahunya. Dengan cekatan tangan kanan Joelin membawa sebungkus nasi kotak pesanan Amel teman sekamar gadis itu di asrama.


'bip..' bunyi pintu gedung asrama sesaat sebelum terbuka setelah Joelin menscan kartu asrama miliknya.


"Amel gue datang." seru gadis itu seraya melangkah kedalam kamar.


"Hei... apa kabar? Loe bawa pesanan gue kan?" tanya Amel pada Joelin yang masih berdiri di ambang pintu.


"Yap..." jawab Joelin sambil mengangkat tangan kanannya ke udara.


"Yuhu... Thank you nyonya Mickey." seru Amel sambil beranjak dari meja belajarnya.


"Loe ngapain? Belajar? Bukannya loe udah ujian thesis?"


"Nonton drama korea dong."


"Astaga."


"Gue makan dulu Joe, lapar nih. Loe istirahat dulu ya." ujar Amel sambil meraih kotak makanan dari tangan Joelin yang hanya dibalas dengan anggukan sebagai tanda setuju darinya.


Tetapi bukannya istirahat seperti persetujuan mereka, Joelin malah langsung mengepak barang-barangnya dari lemari asrama.


"Loe mau pindah?" tanya Amel dengan mulut dipenuhi nasi.


"Kita juga harus segera keluar dari asrama kan Mel? jadi gue mau nyicil mindahin barang ke rumah."


"Oh iya, gue lupa loe sekarang punya rumah di sini." ujar Amel santai.


Joelin melanjutkan aktivitasnya, karena inilah tujuannya meninggalkan lab lebih awal hari ini. Mengepak barang-barang pribadinya yang masih tertinggal di asrama.


\*\*\*


Laboratorium terlihat legang, Mickey sedang membereskan beberapa buku dari meja belajarnya di lab, begitu juga dengan Mark. Acara wisuda akan tiba dalam hitungan hari, mereka perlu segera mengapak dan membawa barang pribadi nya dari lab. Sementara Si An, pria itu sedang berbincang dengan dosen pembimbing.


"Joelin mana?" tanya Si An yang baru saja masuk ke dalam Lab.


"Pulang." jawab Mark santai.


"Maksud kamu?"


"Ke asrama Si An. ke asrama." jawab Mark lagi.

__ADS_1


"Lagipula, kenapa kamu selalu mencari Joelin? suka dengannya? jatuh cinta?" serang Mark tiba-tiba.


"hmmmm..." Si An ragu untuk melanjutkan kalimatnya.


Mickey masih melanjutkan aktifitasnya sambil memasang telinga tajam-tajam, ingin tahu jawaban Si An.


"Ada apa Si An? Kalau suka mengaku saja. Sebelum dia pulang ke negara asalnya." ujar Mark santai.


"uhuk...." Mickey merasa tersedak mendengar ucapan Mark.


"Pria ini sungguh sembarangan." gerutu Mickey dalam hati.


"Sebenarnya, aku memang menyukai dia." jawab lelaki bertubuh tambun itu.


"Hei man... sejak kapan?" tanya Mark antusias.


Wajah Mickey kini memanas, dia tidak suka percakapan ini, namun bagaimanapun dia tidak mungkin menghindar dan pergi sekarang, kedua temannya bisa curiga jika dia merespon berlebihan terhadap apa yang sedang dia dengar kini.


"Sepertinya sejak awal, hanya saja aku terlambat menyadarinya. Aku sadar beberapa bulan terakhir ini." jawab Si An santai sambil duduk di kursi yang berada di sisi meja belajarnya.


"Kabar besar. Kamu harus menyatakannya. Dan tentu saja, jangan lupa traktir kami. Iya kan Mickey?" cerocos Mark.


"eh... apa? iya." jawab Mickey seadanya.


"Apa rencanamu?" tanya Mark sambil mendekat pada Si An. Kali ini dia terlihat serius, wajahnya berubah seperti prajurit perang yang akan mendengar arahan dari panglima perang saja.


"Apapun rencanamu, aku akan memastikannya tidak pernah terjadi." gumam Mickey dalam hati sambil tersenyum smirk.


Hati lelaki mana yang tak gemas mendengar pria lain menyusun taktik untuk merebut hati wanitanya? Jangan salahkan Mickey, dia tidak sedang bersikap jahat bukan?


"Aku akan mengajaknya keluar hari sabtu ini. Mungkin aku akan menawarkannya jalan-jalan dahulu. Menawarkan diri sebagai guide." jelas Si An.


"Kau bisa mengajaknya ke taman hiburan, ke biaskop, lalu makan malam dan menyatakan cinta di sana." ujar Mark memberi ide.


"Aku tidak ingin langsung menyatakan cinta Mark."


"Maksudmu?"


"Pertama-tama aku ingin Joelin terbiasa denganku. Masih ada beberapa hari sebelum acara wisuda. Aku akan membawanya berkeliling, lalu menyatakan cinta di hari wisuda nanti."


"Wah... sepertinya rencanamu sudah tersusun rapi."


"Aku sangat tidak sabar menunggu hari wisuda kita." ujar Si An.


"Kau hanya tidak sabar untuk menyatakan cinta pada Joelin. Dasar lelaki." goda Mark.

__ADS_1


"Eum son... apa kau tidak punya ide?" tanya Mark kepada Mickey yang dari tadi tidak bergabung dengan mereka.


"Aku? hmmm.. maksudmu ide apa?" tanya Mickey.


"Yah setidaknya beri pendapatmu pada Si An tentang Joelin, diantara kita bertiga yang paling dekat dengan Joelin adalah dirimu. Kalian sering mengerjakan eksperimen berdua. Dan sering belajar bersama."


"Iya Mark benar." tambah Si An. "Kau pasti tahu lebih banyak tentang Joelin. Apakah menurutmu dia akan menerima cintaku? Apa yang Joelin suka?"


"Ah... kalian sedang menyerang ku?" protes Mickey semakin kesal.


"Bukan begitu Mickey, kami hanya butuh informasi darimu." ujar Mark.


"Informasi apa?" tanya Mickey tanpa rasa bersalah.


"Lee Eum Son... Kau bercanda?" tanya Mark kesal.


"Mark jangan marah padanya. Dia adalah penolong untuk kisah cintaku. " pinta Si An dengan tampang lucu.


"Jadi beritahu kami, semua informasi tentang Joelin." ujar Mark.


Mickey berusaha menenangkan dirinya. Bagaimanapun dia tidak ingin mengecewakan Joelin dengan memaki kedua pria yang sudah dianggap sahabat oleh wanita kesayangannya itu.


" Baiklah, akan kuberitahu .." ujar Mickey disusul dengan helaan napas panjang.


"Joelin itu seorang mahasiswa internasional di korea, berasal dari Indonesia, dekat dengan tiga orang pria asal korea yang aslinya adalah teman sekelas dan teman satu lab nya. Memiliki teman sekamar di asrama bernama Amel, dia tidak suka makan cokelat, tidak menyukai makanan pedas, sudah ujian thesis dan akan segera wisuda."


Mark memutar mata kesal mendengar jawaban Mickey. Baik dirinya maupun Si An sudah mengetahui semua informasi itu. Yang mereka butuhkan adalah, siapa lelaki yang ada di hati Joelin. Musik favorite nya, film yang dia sukai, alamat rumah orangtuanya, apa yang akan dikerjakan gadis itu saat punya waktu luang, dan banyak hal-hal lebih privasi lainnya.


"Kami juga tahu semua informasi itu. Apa tidak ada info yang lebih berguna?" tanya Mark dingin.


"Hei, kalian meminta info yang kutahu, dan aku sudah memberitahu info yang kutahu." ujar Mickey, diam-diam hatinya senang karena sudah berhasil membodohi kedua lelaki itu. Tentu saja dia banyak tahu tentang Joelin, dan dia tidak ingin membagikan hal-hal tentang istrinya pada pria lain terutama pria yang sedang ingin mengejar wanitanya itu.


"Sudah lah sudah . Jangan berdebat. Aku masih punya waktu untuk mendekatinya dan mengetahui hal-hal penting lainnya." ujar Si An optimis.


"Jangan terlalu optimis anak muda." ucap Mickey dalam hati, sebuah rencana kini melintas di pikirannya.


"Semoga sukses bro." ujar Mark menepuk bahu Si An sebelum kembali ke mejanya.


Begitulah percakapan diantara lelaki yang menemani keseharian Joelin berakhir. Mickey kini sudah tidak sabar ingin bertemu istrinya dan menceritakan semua yang dia tahu tentang Si An dan rencana pria itu. dan tentu saja, Mickey akan menghentikan usaha pdkt Si An nantinya. Suami mana yang ingin istrinya didekati pria lain?


**Pengumuman


Hai semua. Aku boleh minta dukungan komen, like dan vote dari kalian kan?


terimakasih

__ADS_1


~best**~


__ADS_2