
Semenjak menikahi Joelin, banyak hal tentang hubungan dan kepercayaan terhadap pasangan yang sudah mendidik Mickey. Dia berharap hal yang sama juga dialami oleh orang-orang disekitarnya. Lika liku hidup selalu berhubungan erat dengan proses pendidikan kehidupan, termasuk masalah-masalah yang hadir di dalamnya.
\*
Kini mobil yang dikendarai oleh Pak Karno, sedang membawa keluarga Tuannya, Mickey, Joelin dan Lucy membelah jalan raya. Tujuan mereka kali ini tentu saja kediaman orang tua Vino, untuk bertemu dengan Amel dan bayi nya.
"Lucy, kita akan menjenguk adik bayi. Apakah kamu senang?" Joelin mengobrol dengan sang putri yang duduk manis di pangkuan Mickey.
"aaaaa... aaaa.. baba.. haaaa..." gumaman khas bayi keluar dari bibir mungilnya seolah mengerti dengan penuturan sang ibu.
"Apa kamu ingin mencium adik bayi?" tanya Joelin gemas dengan gumaman Lucy yang tak kunjung berhenti.
"No... tidak boleh." jawab Mickey tiba-tiba.
"Tidak boleh? Kenapa Mickey?" tanya Joelin bingung.
"Anak gadis tidak boleh mencium pria terlebih dahulu." jawab Mickey santai.
"Hahahaha.." Jeolin tergelak mendengar jawaban sang suami.
Pak Karno yang sedang fokus memperhatikan jalan di depannya pun tersenyum simpul mendengar penuturan sang bos.
\*\*\*
Aluna berjalan memasuki rumah mewah yang dia tinggali bersama Goedan sang suami. Sesampainya di kamar dia langsung bergegas mengganti gaun pesta dengan pakaian santai. Karena enggan menuju ruang ganti, dia melepas pakaiannya begitu saja dan berniat memakai pakaian yang dia simpan di laci meja rias. Lagi sang suami belum ada di kamar, jadi Aluna merasa bebas untuk bergerak.
Sementara itu Goedan yang sejak tadi terlebih dahulu memarkirkan mobil, kini telah melangkah mendekati kamarnya. Pria itu melangkah tergesa karena teringat akan sebuah berkas yang harus segera diperiksa.
'ceklek' pintu kamar terbuka. Goedan ternganga dengan pemandangan dihadapannya. Aluna sedang membungkuk di meja rias, dengan tubuh setengah terekspos.
"Apa yang kau lakukan?" seru Goedan dari pintu.
"Aaaa... tukang ngintip." Aluna berteriak seraya melompat keatas tempat tidur, repleks dia menarik selimut menutupi tubuhnya. Pakaian yang tadi berada ditangannya sudah berhamburan ke mana-mana.
"Dasar aneh, aku sudah melihat bahkan mencicipi semuanya. Kenapa aku harus mengintip?" Berujar santai, sambil memunguti baju Aluna.
Aluna yang sudah terbungkus selimut hanya dapat memasang wajah cemberut. Semua yang dikatakan Goedan benar adanya. Walau mereka sering bersikap dingin satu sama lain, tidak seperti pasangan romantis yang dimabuk cinta pada umumnya, namun mereka bisa melakukan hubungan sebagai suami istri.
"Lain kali ingatlah mengunci pintu, bagaimana kalau yang masuk tadi bukan aku?" komentar Goedan sambil menyodorkan pakaian kepada Aluna.
"Dirumah ini hanya ada kamu yang masuk kamar ini tanpa mengetuk pintu." jawab Aluna tersipu malu.
"Pokoknya tidak boleh begitu. Bagaimana kalau Vino yang muncul? Dia juga selalu bebas keluar masuk kamar ini." protes Goedan.
"Itukan sebelum kita menikah." Aluna menjawab pelan. Wajahnya terasa menghangat.
"Kamu ini sebenarnya cinta padaku atau tidak? Kadang kamu begitu perhatian, tapi kadsng juga begitu dingin." batin Aluna yang sampai kini tidak paham akan perasaan sang suami yang sesungguhnya.
\*
__ADS_1
Amel sedang memandangi wajah mungil yang terlelap di sampingnya. Ekspresi gadis itu masih terus berubah-ubah. Kadang dia tersenyum, kadang juga matanya menyiratkan kegetiran hati yang mendalam.
tok...tok..tok..
Bunyi pintu kamar yang sedang diketok pertanda seseorang sedang ingin masuk.
"Siapa?" tanya Amel sambil berusaha bangun dari posisi tidurnya.
"Non, ada tamu di bawah." suara salah satu pelayan yang ternyata berdiri di balik pintu kamar Amel.
"Siapa bu?" tanya Amel sopan sambil berjalan hati-hati untuk membuka pintu.
"Hmmmm... Saya lupa namanya Non. Maaf, katanya mereka teman Non." jawab wanita paruh baya yang sejak tadi menunggu sang majikan. Kepalanya tertunduk sopan di hadapan nona mudanya itu.
"Mereka? Banyak ya bu?" Tanya Amel penasaran.
"Pasangan suami istri dan seorang bayi." jawab wanita itu.
"Tolong suruh naik aja ya Bu, nanti saya temui di living room yang di sebelah." jawab Amel.
"Iya nona." pelayan tersebut bergegas turun meninggalkan lantai 2 tempat dimana kamar sang Nona muda berada.
Sepeninggalan pelayan itu, Amel segera masuk kekamar dan merapikan penampilannya.
\*
"Ternyata Vino anak pengusaha sukses juga ya." gumam Mickey.
Dengan gerakan serba hati-hati Amel masuk ke living room. Matanya terbelalak kaget memandang sosok yang sedang duduk menunggu kehadirannya di ruangan itu.
"Joelin???" antara haru dan gugup, Amel berseru rendah.
"Hi... apa kabar lu Mel?" Joelin yang mendengar suara Amel segera bangkit dari sofa dan memeluk temannya itu.
Amel membalas pelukan Joelin, tanpa sadar tangisnya kini pecah. Seolah semua kepedihan dan beban yang selama ini dia pendam saling berlomba keluar dari dalam hatinya.
Seolah mengerti, Joelin mempererat pelukannya tanpa bertanya maupun berkomentar. Setelah tangis Amel mulai reda, Joelin menuntun sahabatnya untuk duduk bersama.
"Hi Mike." sapa Amel dengan senyum yang dipaksakan.
"Hi juga Amel." balas pria itu. "Hi Anty..." Mickey berujar layaknya anak kecil sambil menggerakkan tangan Lucy, membentuk gerakan melambai di udara.
"Kamu cantik sekali, siapa namanya?" Amel yang sudah duduk bersisian dengan Joelin sibuk mengusap air mata di wajahnya yang sembab, sambil memandang wajah mungil Lucy.
"Lucy anty." jawab Joelin mewakili sang putri.
"Selamat ya, akhirnya lu jadi ibu juga." ujar Joelin.
"Apa aku pantas mendapatkan ucapan selamat?" tanya Amel dengan wajah yang kembali sendu.
Ruangan itu seketika berubah menjadi hening dan canggung. Mickey dan Joelin saling pandang satu sama lain. Sementara Lucy sibuk menarik-narik salah satu jari tangan sang ayah.
Dengan kedipan mata, Joelin meminta Mickey untuk meninggalkannya berdua dengan Amel. Seolah ahli dalam membaca bahasa isyarat dari sang istri, Mickey segera bangkit dan menggendong Lucy.
__ADS_1
"Kalian mengobrollah dulu, aku akan mengajak Lucy bermain di luar." ujar Mickey memecah keheningan sebelum berlalu dari sana.
Sepeninggalan Mickey, Joelin memandangi wajah Amel yang terlihat gusar. Tatapan mata yang kosong dan ekspresi yang sulit untuk diartikan.
"Amel, lu baik-baik aja kan?" Menepuk pundak Amel pelan, Joelin mengajukan sebuah pertanyaan.
"Hmmm..." Amel bergumam pelan, tenggorokannya seolah tercekik. Ada sesuatu yang mengendap di dalam hatinya, menekan dan menyiksanya hari lepas-hari.
"Gue akan jadi pendengar selama lu mau berbicara." ujar Joelin sambil mengelus pelan punggung tangan Amel, berusaha menyalurkan rasa nyaman dan kekuatan pada sahabatnya itu.
"Gue, gue merasa tidak pantas mendapatkan ucapan selamat Joe." Sambil terisak, Amel akhirnya mulai berbicara.
"Kenapa?"
"Karena gue nggak bisa ngasih sosok ayah ke bayi gue. Selamanya dia bakal menderita karena hal itu. Dia akan disebut anak haram, anak yang dibuang oleh ayah kandungnya sendiri."
Joelin mengeryit bingung. Dia tahu cerita kehamilan Amel yg terjadi di luar nikah. Dia juga sempat mendengar penuturan Aluna, tentang Amel yang hamil karena Vino. Namun Joelin tidak tahu keseluruhan cerita.
"Kenapa Amel merasa begitu bersalah pada bayinya?" Gumam Joelin dalam hati.
"Mel, nggak ada manusia yang sempurna, kita semua pasti oernah berbuat kesalahan . Dan bayi lu belum tentu akan hidup dalam penderitaan yang lu khawatirkan sekarang."
Amel masih terisak, air mata mengalir dari kedua sudut matanya. Seperti seseorang yang tengah terguncang hebat, begitulah Amel saat ini.
"Apakah lu siap untuk berbagi tentang kejadian yang sebenarnya ke gue?"
Amel menatap Joelin lekat-lekat, bibirnya kini tergerak. Perlahan kisah itu mulai dituturkan. Dan Joelin duduk tenang, memasang telinga sambil menggenggam tangan sahabatnya, berusaha memberi kekuatan.
...to be continued...
🌹🌹🌹Pengumuman🌹🌹🌹
Sedang berlangsung event vote novel divya khusus untuk para readers.
periode event: 1 oktober-31 oktober
hadiah:
1500 poin + 15 koin
1250 poin + 13 koin
1000 poin + 10 koin
750 poin + 7 koin
500 poin + 3 koin
DORPRIZE
setiap minggu selama bulan oktober, 2 akun pertama yg mencapai VOTE HINGGA 10K POIN, akan mendapatkan pulsa 10k juga dari author.
vote dihitung mulai hari ini.
__ADS_1
Hadiah pemenang akan diberikan lewat GC Diwelin. Untuk masuk ke GC diweilin, silahkan ketik "Dave si Piranha" sebagai alasan untuk masuk grup.