
Lalu senja berganti malam, membawa manusia kembali ke peraduan mereka. Juga membawa Mickey dan Joelin kembali ke cinta mereka yang bersemi lagi.
\\*
"Sayang, kamu yakin sudah memeriksa semuanya?" tanya Mickey sambil memeriksa kembali isi koper Joelin.
"Sudah sayang. Kamu ngapain sih, bentar lagi juga taksinya datang, jangan di bongkar-bongkar lagi dong Mike." protes Joelin melihat aksi suaminya itu.
"ck..ck..ck.. Suami istri jangan ribut dong. Kalian mau kemana sih? Mau balik ke negara si oppa? kenapa nggak pamitan sama gue?" tanya Doni yang tiba-tiba muncul di ambang pintu kamar Joelin lengkap dengan gaya centilnya.
"Astaga, gue lupa Don. abis repot banget beberapa hari ini." jawab Joelin menepuk jidat nya.
"Iya gue ngerti, loe sibuk mendesah sampai lupa sama teman sendiri."
"Apaan sih loe? tanya Joelin dengan wajah yang merona karena malu, sementara Mickey masih sibuk menata barang bawaan Joelin.
"Makanya, kalau mau enak-enak itu jangan di kosan kali Joe, ke hotel kek loe. Kasian telinga kita para Jomblo jadi tercemar nih gara-gara aksi kalian tiap hari." jawab Doni santai. "Laki loe, hebat juga kayaknya." goda Doni lagi.
"Jangan mulai deh." jawab Joelin dingin.
"Yo wes, kalian hati-hati di jalan. Semoga selamat sampai tujuan, padahal gue udah niat banget mau nikung suami loe, eh malah ditinggal kabur." curhat Doni.
Hati Joelin merasa tercubit mendengar kalimat Doni barusan. Apakah itu hanya sekedar bercanda? Atau Doni serius ingin merayu suaminya? Baru saja dia lepas dari beban pikiran tentang Jee Na, apakah akan ada prahara baru dalam rumah tangganya? Joelin memilih mengabaikan Doni dan membantu Mickey yang sibuk dengan barang-barangnya.
\\*
Mickey dan Joelin baru saja landing di salah satu bandara di jakarta. Keduanya tengah berjalan santai menyusuri terminal ke tibaan domestik.
"Nona Joelin..." sebuah suara yang berhasil mengalihkan perhatian Joelin.
"Bapak memanggil saya?" tanyanya pada pria paruh baya yang tengah melambai ke arahnya.
"Iya, saya supir yang diutus tuan Goedan." ujar pria itu sambil menghampiri Joelin dan Mickey yang tengah bergandengan tangan.
Merasa mengerti dengan keberadaan pria tadi, Joelin dan Mickey akhirnya mengikuti pria itu keluar dari bandara.
"Dimana alamatnya?" tanya Joelin pada Mickey saat mereka sudah masuk ke dalam mobil.
Mickey menyerahkan ponselnya pada Joelin.
"Pak, ke daerah ini ya." ujar Joelin menyerahkan ponsel Mickey pada sang supir.
"Saya sudah tahu Nona." jawab sang supir sopan.
"Panggil saja Joelin pak, dan ini suami saya Mickey."
"Mohon maaf tidak bisa bertindak seperti itu nona."
"Bapak jangan sungkan-sungkan, anggap saja seperti menyapa anak sendiri." ujar Joelin sebelum keheningan menyelimuti isi mobil yanh tengah melaju membelah kota Jakarta itu.
\\*
__ADS_1
Setelah berkendara sekitar satu setengah jam, kini Joelin dan Mickey sudah tiba di sebuah rumah mungil yang terlihat sangat asri. Setelah menyusun semua barang mereka ke dalam rumah itu Joelin langsung merebahkan dirinya di atas sofa. Joelin memijit keningnya karena merasa pusing, seperti nya dia sangat kelelahan.
"kamu baik-baik saja?" tanya Mickey langsung memposisikan diri memangku kepala Joelin.
"I'm okay." jawab Joelin yang tidak tega melihat raut khawatir di wajah Mickey.
"Tapi kamu tidak terlihat begitu. Ah, inilah alasannya aku memilih menetap di sini hingga kamu lahiran." ujar Mickey mengingat perdebatan mereka beberapa hari ini.
Mereka berdebat karena Joelin bersikeras kembali ke korea, mengunjungi keluarga Mickey dan menetap di sana, karena sebagai istri dia harus ikut suaminya.
"Maaf." ujar Joelin yang kini menyadari sikap keras kepalanya itu. Mickey benar, perjalanan Medan-Jakarta saja bisa membuatnya selelah ini apalagi Medan-Seoul, kasihan bayi nya. Itulah yang kini dipikirkan oleh Joelin.
"Merasa lebih baik?" tanya Mickey yang kini sedang memijat lembut kepala Joelin.
"hmmmmmm... ya." ujar Joelin. Rasa ngantuk mulai menyerangnya.
"Jangan tidur dulu sayang, kamu minum air dulu sebelum tidur. Tunggu sebentar." Mickey meletakkan kembali kepala Joelin di atas sofa, sebelum meraih tumblr berisi air hangat yang terletak tak jauh dari sana.
"Minum dulu." ujar Mickey sambil membantu Joelin duduk.
Joelin yang merasa sangat lelah, malah enggan membuka matanya. Untung saja Mickey begitu sabar menopang tubuhnya yang kini sudah nyaris tertidur.
Dengan lembut Mickey mendekatkan Tumblr air berwarna ice blue itu ke bibir Joelin dan sedikit memiringkannya agar Joelin dapat minum.
Setelah merasa Joelin sudah meneguk cukup air, Mickey lalu membiarkan istrinya itu kembali tidur.
\*
Saat Joelin bangun, dia berusaha beradaptasi dengan keadaan di sekitar. Badannya terasa jauh lebih ringan sekarang. Joelin menggeliat pelan sebelum memutuskan untuk duduk di atas sofa yang sejak tadi berubah jadi tempat tidurnya.
"Kamu sudah bangun? Mandi dulu sayang." ujar Mickey mendekati Joelin yang masih setengah sadar.
"Aku udah siapin makan malam." tambah Mickey lagi.
"Makan malam?" tanya Joelin bingung, dia tidak merasa tidur selama itu.
"Iya sayang, sekarang hampir jam tujuh malam. Kamu mandi dulu ya." ujar Mickey lembut seperti membujuk seorang bayi.
Joelin mengangguk patuh. Mickey lalu menuntun istrinya itu kekamar mandi yang terletak di kamar utama.
"Ini kamar kita." ujar Mickey.
Joelin mengedarkan pandangan takjub menyaksikan keadaan kamar itu. Bukan karena desain nya yang terlihat mewah, cantik, atau elegan. Tapi malah kamar itu terlihat sangat sederhana dan persis seperti hasil copy paste kamar mereka di Korea.
"Kenapa bisa sama begini?" tanya Joelin.
"Supaya kamu merasa pulang kerumah kita. Udah ah, nanti aja ngobrolnya. Mandi dulu sayang." ujar Mickey.
Joelin kembali mengikuti perintah suaminya itu, dan segera masuk ke kamar mandi. Kamar mandi di kamar ini juga sama dengan yang ada di rumah mereka di korea.
"Apa Mickey membeli rumah ini?" tanya Joelin dalam hati sambil membersihkan debu yang menempel di kulitnya.
__ADS_1
\*
"Jadi rumah ini dari ayah dan ibu mertua?" tanyaa Joelin setelah mendengar penjelasan Mickey.
"Ya, mereka sangat senang saat tau harga rumah di sini jauh lebih murah, sampai ingin beli dua." ujar Mickey.
"Maksud kamu rumah dan semua fasilitas ini dari mereka?"
"Iya sayang."
"Ya ampun Mike, aku jadi merasa seperti menantu durhaka."
"Kenapa?"
"Aku belum bertemu dengan mereka malah sudah menerima rumah ini."
"Kamu juga udah kasih hadiah berharga kok buat mereka."
"Mana ada Mickey?"
"Si bayi." ujar Mickey sambil melahap suapan terakhirnya. Matanya tak jemu mengawasi Joelin yang sejak tadi masih asik menyedok makanan masuk ke mulutnya dengan sangat lahap.
Mickey sedih membayangkan Joelin tidak makan dengan baik selama mereka berjauhan, karena wanitanya itu selalu mual sepanjang waktu. Tapi syukurlah sekarang sejak Mickey di sini, Joelin belum pernah mual-mual.
"Mike." panggil Joelin di sela kunyahannya.
"Ya?"
"Enggak mau lagi. Habisin ya." Joelin mendorong piring nya yang masih berisi banyak makanan pada Mickey.
"Buang aja ya sayang ya, aku juga kenyang." jawab Mickey jujur.
"Enggak mau. Pokoknya aku bilang harus kamu habisin ya habisin Mickey." rengek Joelin.
"Kok gitu?"
"si bayi maunya begitu." ujar Joelin santai.
glek, Micjey merasa ngeri seketika.
"Apa ini salah satu acara ngidam?" tanya Mickey dalam hati sambil menyendok makanan dari piling Joelin dan mengisi perutnya yang sudah kekenyangan.
Joelin tersenyum senang memandang Mickey mengunyah makanannya
**Author POV
Astaga, Mbak Joelin enak banget ya dapet suami kayak Mickey. Tampan, perhatian, lembut lagi.
Kalian kalau di kasih suami kayak oppa Mickey, mau nggak?
Ayok tetap vote, like dan komen yang banyak ya..
__ADS_1
thankyou
-best**-