Cinta Beda Usia

Cinta Beda Usia
Bab 100


__ADS_3

"Ya sayangku." Jawab Agung.


Acara demi acara pun sudah dilewati, kini mereka bersiap pulang ke rumah masing-masing.


"Alhamdulillah acaranya berjalan lancar." Ucap Pasutri itu dengan tersenyum lebar.


"Aamiin." Jawab mereka semua.


"Mami dan papi, makasih ya sudah mau aqiqahi putra kami." Ucap Mawar lirih.


"Iya sayang enggak apa-apa lagipula mami pernah nazar jika anak kalian lahir laki-laki, mami mau aqiqahi cucu-cucu mami dan cucu keponakan aku." Jawab Ratih jujur.


"Masyaallah, makasih mi." Jawab Mawar lalu memeluk mami mertuanya itu.


"Iya sayang." Jawab Ratih.


"Bude, pakdhe aku juga mau mengucapkan banyak-banyak terima kasih untuk kalian yang sudah mau aqiqahi putri kami." Ucap Akbar.


"Iya sayang, enggak apa-apa." Jawab Ratih.


Selesai mengucapkan terima kasih, mereka lalu pamit pulang. Dan kini hanya tersisa Marfel dan Agung. Karena Didi belum mau diajak pulang ke rumahnya.


"Ayah." Panggil Didi.


"Ya boy." Jawab Agung.


"Yuk ulang, atu antuk." Ucap Didi.


"Kenapa Pung ?" Tanya Marfel.


"Antuk dhe." Jawab Didi.


"Oh." Jawab Marfel seraya berlalu.

__ADS_1


Berbeda dengan Mawar, Aiman, Nadin dan Michel, mereka nampak sudah terlelap dalam mimpi. Saat Agung ingin masuk, ada yang menarik tangannya.


"Aduh, ngagetin saja bang." Ucap Agung.


"Maaf, enggak sengaja." Jawab Marfel lalu memanggil Artnya untuk masuk ke kamar.


"Ada apa tuan ?" Tanya Artnya itu dengan ramah.


"Tolong panggilkan nona Mawar ya." Ucap Marfel.


"Baik tuan." Jawab Artnya itu, lalu masuk ke dalam kamar majikannya.


"Maaf tuan, nona Mawar sudah tidur bersama putra dan nona Nadin." Jawab Artnya.


"Michel gimana ?" Tanya Marfel.


"Non Michel masih tidur tuan." Jawab Art itu.


"Ya sudah, kembalilah kerja dan makasih." Ucap Marfel datar.


"Jangan suka lirik suami orang, apalagi sama adik majikan kamu." Ucap Agung sambil berlalu.


"Maaf tuan." Jawab Art itu.


Marfel pun langsung ikut berlalu, sambil menghubungi seseorang.


Masyaallah istriku dan putraku gemesin banget. Ucap Agung lirih, lalu mendekati Aiman dan menggendong bayinya dulu. Barulah Mawar di bopong dan membawanya pulang.


"Ayah, Bibu asian deh yah." Ucap Didi.


"Ya sayang, makanya Didi nurut ya sama Bibu." Jawab Agung seraya tersenyum.


"Ya." Jawab Didi sambil minum susu, dan tak lama dia tertidur dengan pulas.

__ADS_1


Tin...Tin....Tin..


Klakson mobil Agung berbunyi, dan tak lama Sari datang membuka pintu gerbang.


"Bik, tolong gendong Didi dan Aiman ya." Ucap Agung minta tolong.


"Ya tuan." Jawab Sari.


Selesai membawa mereka ke tempat tidur, dan menidurkannya, Sari lalu izin untuk istirahat.


"Tuan, saya pamit dulu." Ucap Sari.


"Oh iya silahkan, makasih ya bik." Jawab Agung.


"Sama-sama tuan." Jawab Sari seraya berlalu.


Sepeninggal Sari, Agung lalu membuka hijab istrinya beserta gamis istri tercintanya.


Cup.


Cup.


Cup.


Cantik banget sih kamu, dulu aku menangis karena kehilangan kamu. Dan sekarang aku bahagia akhirnya kita bisa bersama. Ucapnya lirih sambil tersenyum dan langsung mengecup seluruh wajah Mawar.


Hingga tak terasa pagi pun menjelang, kini Mawar tengah memandikan Aiman. Berbeda dengan Didi, yang kini sudah nampak bersih.


Alhamdulillah selesai sudah. Ucap Mawar lirih.


Oe...Oe ....


Sayang, haus ya nak, Utu-utu kasian banget. Ucap Mawar lalu membuka kancing baju.

__ADS_1


Mawar lalu membuka sumber kehidupan untuk putranya.


"Hmm, istriku sudah wangi." Ucap Agung.


__ADS_2