
"Lagi ada masalah bang ?" Tanya Akbar.
"Mamiku minta aku nikah." Jawab Marfel.
"Oh pantes daritadi wajah abang kelihatan kusut, tahunya karena itu." Ucap Akbar.
"Bukan itu saja Bar, aku mendadak rindu Mawar." Jawab Marfel.
"Waduh gaswat itu mah." Ucap Akbar seraya menepuk jidatnya.
"Maka dari itu, aku lebih memilih ke makam ibunya." Jawab Marfel.
"Tapi kamu enggak ada rasa kan bang sama Mawar ?" Tanya Akbar.
"Insyaa ALLAH enggak." Jawab Marfel.
"Aamiin, kalau ada rasa bisa bahaya." Jawab Akbar lagi.
"Bicara jangan sembarangan." Ucap Marfel ketus.
"Ye kan aku cuma bilang gitu." Jawab Akbar.
Meninggalkan mereka yang masih di makam. Di kamar hotel kini mereka berdua sudah terbangun dan makan siang. Kali ini Mawar nampak lahap makan.
"Pelan-pelan sayang." Ucap Agung.
"Iya mas." Jawab Mawar.
Selesai makan, mereka pun langsung membersihkan meja dan membuang bungkus makan ke tempat sampah.
"Akhirnya selesai juga." Ucap Mawar lega.
"Sudah enggak pusing lagi ?" Tanya Agung.
"Sudah sembuh, makasih ya mas." Jawab Mawar sambil tersenyum.
"Iya." Ucap Agung.
"Mas, bosen di kamar terus. Keluar yuk." Ajak Mawar.
"Panas ay, nanti saja agak Sorean." Jawab Agung.
"Iya sudah deh." Ucap Mawar lirih.
Mereka berdua kini memilih main gawainya masing-masing.
"Hmm, sayangku." Ucap Agung lirih setelah lama sibuk dengan gawainya.
"Ya." Jawab Mawar sambil menatap wajah Agung.
"Sebulan nanti aku akan sibuk dengan pekerjaan, kamu enggak apa-apakan kalau waktuku banyak berkurang ?" Tanya Agung lirih.
"Ya semua kerjaan pasti ada resikonya mas, tapi aku harap kamu tetap bisa adil bagi waktunya. Apalagi aku sedang hamil, tahu sendirikan rasanya gimana ngadepin bumil ?" Jawab dan tanya Mawar.
"Insyaa ALLAH ay, aku bisa bagi waktunya. Tapi kalau nanti aku kelelahan jangan terkejut ya, jika aku marah-marah." Ucap Agung.
"Insyaa ALLAH." Jawab Mawar sambil tersenyum menatap wajah Agung.
"Kenapa senyum ?" Tanya Agung.
"Ih, cemberut salah senyum pun juga salah." Jawab Mawar dengan nada kesel.
"Haha maaf sayang, habisnya kamu kalau tersenyum buat aku ketagihan." Ucap Agung lalu tertawa.
"Kopi dong ?" Tanya Mawar.
"Lebih dari kopi." Jawab Agung.
__ADS_1
"Terus apa ?" Tanya Mawar.
"Kalau kopi memang buat ketagihan, tapi ada efek sampingnya. Kalau kamu bikin ketagihan tapi enggak miliki efek samping. Jadi kamu itu umpama bidadari dunia dan surgaku. Dan semoga kelak di akhirat nanti kita bisa bersama. Aamiin. Ucap dan doa Agung.
"Aamiin ya ALLAH." Jawab Mawar lagi.
"Ay, maafin aku yang pernah menolak kamu." Ucap Agung penuh penyesalan.
"Ya mas suamiku, udah ya jangan di ungkit lagi. Yang sudah terjadi biarlah, karena sekarang kita sudah bersama." Jawab Mawar bijak.
"Makasih ay." Ucap Agung.
"Sama-sama." Jawab Mawar.
Hening, hingga tanpa sengaja terdengar suara keributan di kamar sebelah.
Pyarr.
"Kamu apa-apaan sih, main tarik saja ?" Tanya orang itu.
"Kamu ngapain disini ?" Tanya laki-laki itu.
"Aku pusing, tiap pulang bukannya ketenangan yang ku dapat. Tapi malah selalu ribut sama kamu." Jawab perempuan itu yang tak lain adalah istrinya.
Mendengar keributan itu, Mawar lalu tutup telinga. Sedangkan Agung langsung menghubungi manager hotel. Selesai menghubungi, Agung lalu mendekati Mawar.
"Mas." Panggil Mawar.
"Tenang ya, insyaa ALLAH rumah tangga kita tidak begitu. Asal kita mau terbuka dan mengakui kesalahan." Ucap Agung lirih.
"Iya mas. Tapi aku takut kamu tinggal duluan." Ucap Mawar.
"Enggak akan aku tinggalkan kamu, karena kamu cinta ketigaku setelah ALLAH dan mamiku dan cinta terakhir aku." Jawab Agung.
"Aamiin ya ALLAH." Ucap Mawar.
"Aamiin." Jawab Agung juga.
"Ya." Jawab Agung lalu melerai pelukannya dan tersenyum.
Mawar pun langsung beranjak dari tempat tidur lalu menyiapkan baju ganti barulah ia ke kamar mandi. Tanpa Mawar tahu, Agung sudah merencanakan surprise terindah untuk Mawar.
("Halo, gimana disana ?" Tanya Agung lewat telfon.)
("Sudah siap tinggal nunggu kedatangan kalian." Jawab teman Agung.)
("Oke makasih." Ucap Agung lalu menutup telfonnya.)
"Mas telfon dari siapa ?" Tanya Mawar yang tak sengaja mendengar obrolan Agung.
"Biasa abang Marfel." Jawab Agung dusta.
"Kamu sedang enggak bohongi aku kan ?" Tanya Mawar penuh selidik.
"Enggak sayang." Jawab Agung seraya menggenggam tangan Mawar mengajak Mawar masuk.
Sesampai di kamar, Agung lalu pamit mau mandi, Mawar pun mengiyakan.
Tak lama Agung sudah selesai mandi, sementara Mawar tertidur di sofa.
Masyaallah, cantik banget ya kamu. Apalagi kalau sedang tidur gini, tambah cantik. Ucap Agung.
"Sayang." Panggil Agung.
"Hmm, sudah selesai ?" Tanya Mawar seraya mengerjapkan mata. Karena baru bangun.
"Sudah, yuk katanya mengajak keluar ?" Ajak dan tanyanya.
__ADS_1
"Ya." Jawab Mawar sambil menutup mulut.
"Kenapa ?" Tanya Agung.
"Takut bau nafasku, buat kamu pingsan." Jawab Mawar lirih.
"Enggak apa-apa." Ucap Agung sambil mengecup bibir Mawar.
"Ish, mulai deh." Ucap Mawar.
"Biar kamu percaya, aku enggak bakal pingsan hanya karena bau nafasmu." Jawab Agung lirih.
Sampai di lokasi, Agung tersenyum lebar. Mawar pun merasa curiga.
"Dih, udah tahu punya istri masih aja senyum-senyum ke perempuan lain." Ucap Mawar lirih, namun masih bisa di dengar oleh Agung.
"Istriku jangan salah paham dong, aku tersenyum melihat kamu dan balon yang terbang itu." Ucap Agung sambil menunjuk Balon yang terbang.
Mawar pun langsung melihat ke atas.
"Masyaallah cantik banget." Ucap Mawar yang belum sadar bahwa itu surprise untuknya.
"Iya." Jawab Agung dengan memeluk pinggang Mawar.
"Kamu senang ?" Tanya Agung lagi.
"Iya." Jawab Mawar.
Tak lama ada balon besar dengan bertuliskan, Mawar Seroja I Love You. Dari suamimu Agung.
"Mas, jadi ini semua kamu yang sudah merencanakan ?" Tanya Mawar bahagia.
"Iya sayangku." Jawab Agung sambil tersenyum.
"Makasih dan I Love you to, hanya ALLAH yang bisa memisahkan kita. Ucap Mawar lirih.
"Aamiin." Jawab Agung.
Baru mendapatkan surprise pertama, kini Mawar kembali mendapat surprise ke dua. Berupa kedatangan putri tercinta.
"Kinar." Panggil Mawar lalu memeluk putrinya.
"Ibu, Kinar kangen." Ucap Kinar.
"Sama nak, ibu juga rindu kamu." Jawab Mawar terharu.
"Ibu, kata kakek, ibu hamil ya ?" Tanya Kinar.
"Kok kakek bisa tahu sayang ?" Tanya Mawar balik.
"Karena kemarin kakek mau nemuin ibu, tapi batal." Jawab Kinar jujur.
"Kenapa ?" Tanya Mawar.
"Ya karena kondisi ibu sedang tidak baik." Jawab Kinar.
"Iya sayang, kemarin ibu demam." Jawab Mawar.
"Adik, jangan nakal ya di dalam perut ibu. Kakak tunggu kamu disini ya." Ucap Kinar tiba-tiba seraya mengelus lembut perut Mawar.
"Iya kakak." Jawab Mawar menirukan suara anak kecil.
Melihat itu Agung dan yang lain, nampak bahagia.
"Kinar." Panggil Agung.
"Eh om." Jawab Kinar lalu takzim.
__ADS_1
"Ayah sayang, karena sekarang om sudah menikah dengan ibumu." Jawab Agung.
"Ya ayah." Ucap Kinar penuh malu.