
"Ya." Jawab Mawar sambil tersenyum dan menatap wajah Agung.
"Kenapa liatin aku sampai segitunya ?" Tanya Agung lirih.
"Umurmu sudah tua, tapi soal beginian kaya kembali muda lagi." Jawab Mawar.
"Haha, bisa saja kamu." Ucap Agung seraya tertawa.
"Awh, pelan-pelan dong mas." Ucap Mawar.
"Maaf sayang." Ucap Agung.
Mereka pun langsung melakukan lagi, hingga selesai melakukannya Agung masih berada di atas tubuh Mawar.
"Makasih sayang." Ucap Agung.
"Hmm, aku ngantuk mas." Ucap Mawar.
"Tidurlah." Ucap Agung lalu turun dari tubuh Mawar dan kini memeluknya.
"By, kamu enggak tidur ?" Tanya Mawar.
"Nanti saja sayang." Jawab Agung.
"Malam mas suami." Ucap Mawar dengan mata terpejam.
"Malam juga mbak istri." Jawab Agung sambil tersenyum dan masih menatap wajah Mawar.
Tak nunggu lama, Mawar pun sudah terlelap. Namun tidak dengan Agung.
Kamu memang segalanya untukku Mawar Seroja, semoga kita sehidup semati bersama. Aamiin. Ucap dan doa Agung.
Malam yang semakin larut, membuat Agung enggan memejamkan mata. Dia masih tak percaya orang yang dulu dia impikan jadi istri, kini telah berhasil dia dapatkan. Walau awalnya dia sempat risih dan mulai terganggu, namun takdir ALLAH berkata lain.
"Mas." Panggil Mawar yang terbangun untuk buang air.
"Mbak, udah bangun ?" Tanya Agung.
"Aku kebelet." Jawab Mawar.
"Oh mau lagi ?" Tanya Agung menggoda.
__ADS_1
"Ish Itu mah mau kamu." Jawab Mawar.
"Tapi kamu suka kan ?" Tanya Agung.
"Aku mau ke toilet dulu mas suami, minggir dulu." Jawab Mawar.
"Ck, kamu yakin bisa jalan ?" Tanya Agung.
"Yakin." Jawab Mawar.
"Ya sudah." Ucap Agung.
Baru mau beranjak dan mencari baju, Mawar kesakitan di area intinya.
"Awh." Teriak Mawar.
"Yakin bisa ?" Tanya Agung lirih seraya menaik turunkan alisnya.
"Ish, bukannya bantuin malah mengejek sakit tahu." Jawab Mawar kesal.
Tanpa banyak kata, Agung lalu beranjak dari tempat tidur dan memakai celananya. Lalu membopong istrinya.
"Udah enggak apa-apa, lagian sudah tahu sama tahu juga kan." Ucap Agung sambil mendudukkan Mawar ke closet.
"Awh, sakit." Ucap Mawar lalu menarik tangan Agung dengan erat.
"Maafin aku Mimin." Ucap Agung.
"Ya Babang." Jawab Mawar.
Selesai di kamar mandi, Agung kembali membopong Mawar lagi. Mawar yang malu-malu pun hanya bisa menyembunyikan wajahnya di ceruk lehernya Agung.
"Kenapa ?" Tanya Agung.
"Malu." Jawab Mawar.
Agung lalu menundukkan wajahnya ke arah wajah Mawar.
"Malu sama siapa ?" Tanya Agung.
"Kamu." Jawab Mawar.
__ADS_1
"Enggak perlu malu sayang." Jawab Agung.
Sampai di tempat tidur, Agung menatap Mawar dengan tersenyum.
"Apaan sih senyum-senyum terus ?" Tanya Mawar.
"Dulu awal ketemu kamu yang membenci aku, dan aku pun juga sama. Tapi akhirnya kita bersama." Ucap Agung.
"Qadarullah mas." Jawab Mawar.
"Ya sayang." Jawab Agung.
"Sudah ah, ngantuk mau tidur lagi." Jawab Mawar.
"Ya sayang." Jawab Agung.
"Sayang terus." Ucap Mawar.
"Hmm." Ucapnya.
"Terus apa ?" Tanya Agung.
"Enggak ada." Jawab Agung lalu memeluk istrinya.
"Mulai deh." Ucap Mawar lirih.
"Mulai apa ?" Tanya Agung.
"Mulai ngeselin." Jawab Mawar.
"Tapi kamu cintakan sama aku ?" Tanya Agung menggoda.
"Enggak, duda anak satu aja sombong." Jawab Mawar.
Agung lalu menatap wajah Mawar tanpa berkedip.
"Kenapa ?" Tanya Mawar.
"Kamu jangan lupa, kamu juga janda anak 1." Jawab Agung lirih.
"Sudah ah tidur." Jawab Mawar.
__ADS_1