Cinta Beda Usia

Cinta Beda Usia
Bab 39


__ADS_3

"Iya sampai rekan kerja aku menjahili kamu." Jawab Agung lalu tertawa.


"Nah itu kamu tahu." Ucap Mawar.


"Enggak tahunya jadi istriku." Jawab Agung sambil tersenyum dan tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur.


"Gayanya sok nolak, ogah banget dan bilang nauzubillahminzalik." Jawab Marfel tiba-tiba.


"Bang, ngagetin saja." Ucap Agung.


"Ya maaf, habisnya aku dengar kalian mau pulang hari ini. Makanya aku sempatin mampir dulu. Sekalian pamit." Jawab Marfel.


"Pamit mau kemana bang ?" Tanya Agung, sedangkan Mawar hanya menyimak sambil main gawainya.


"Pamit mau melamar seseorang." Jawab Marfel.


"Siapa, kok aku baru dengar ?" Tanya Agung.


"Iyalah, ketemuan juga baru kemarin sore." Jawab Marfel.


"Oh, siapa bang ?" Tanya Agung sambil tersenyum.


"Namanya Nadin Septriasa, rumahnya Surabaya, sudah yatim piatu orangnya dan dia anak tunggal. Dia meneruskan usaha dan bisnis almarhum ayahnya." Jawab Marfel.


"Kenal lewat mana bang ?" Tanya Mawar.


"Lewat jalan. Kebetulan mobil dia mogok dan aku bantu dia." Jawab Marfel.


"Cie, akhirnya nikah juga." Ucap Agung bahagia.


"Aamiin doain ya." Jawab Marfel.


"Pastinya bang." Jawab Agung.


"Gimana keadaan istrimu ?" Tanya Marfel.


"Alhamdulillah sudah baik, tapi karena dokternya belum datang, ya belum boleh pulang." Jawab Agung.


"Hmm, semoga nanti bisa pulang. Kalian pulang nanti naik mobilku saja. Biar aku bawa motor Agung." Ucap Marfel.


"Iya." Jawab Agung.


Tak lama dokter pun datang.


"Pagi, wah sudah fress ini bumilnya." Ucap Widi seraya tersenyum.


"Alhamdulillah dok." Jawab mereka bertiga.


Dokter pun langsung memeriksa dan berkata.


"Alhamdulillah Wasyukurillah, bumil dan calon bayinya berhasil melewati masa kritis. Dan kini sehat kembali, ingat terus ya bu jangan banyak fikiran dan sedih." Ucap dan saran dokter itu.


"Insyaa ALLAH dok." Jawab Mawar.


"Tolong selalu diawasi ya pak." Pinta dokter.


"Iya." Jawab Agung.


Suster pun langsung melepas alat bantu Mawar. Selesai semua, mereka lalu ke ruang administrasi untuk membayar biaya perawatan disana.


"Alhamdulillah." Ucap Agung sesampai di parkiran.


Sedangkan Marfel sudah pergi, setelah mereka diperbolehkan pulang.


"Sayang." Panggil Agung.


"Ya." Jawab Mawar.


"Jangan sedih." Ucap Agung.


"Insyaa ALLAH mas." Jawab Mawar.


"Kenapa ?" Tanya Agung yang sedari tadi melihat Mawar seperti cacing kepanasan.


"Geli mas." Jawab Mawar.


"Geli kenapa ?" Tanya Agung seraya menepikan mobilnya.


"Enggak tahu, kaya ada sesuatu di dalam." Ucap Mawar sambil menunjuk ke bawah.


Gegas Agung menutup kaca mobil depan dengan menekan tombol di dekat lampu.

__ADS_1


"Astagfirullahhallazim, siapa yang berani naruh alat beginian di sini." Ucap Agung.


"Ini apa mas ?" Tanya Mawar mengalihkan pembicaraan Agung.


"Ini alat bantu untuk orang yang enggak mau nikah." Jawab Agung lirih.


"Aduh, Astagfirullahhallazim. Kok bisa sampai di sini ?" Tanya Mawar.


"Ya itulah yang buat aku penasaran." Jawab Agung.


"Ya sudah, lanjutin saja perjalanannya mas. Aku mau jenguk Kinar." Ucap Mawar.


"Iya sayangku." Jawab Agung.


"Kok kita pulang dulu sih ?" Tanya Mawar.


"Maaf ay, aku ngantuk." Jawab Agung.


"Oh." Jawab Mawar sedikit kecewa.


"Maaf ya." Ucapnya.


"Iya mas." Jawab Mawar sambil tersenyum.


"Makasih." Ucap Agung.


"Sama-sama." Jawab Mawar.


Mereka pun langsung turun dari mobil, dan masuk ke dalam rumah.


"Siang tuan dan nona." Ucap Sari ramah.


"Ya." Jawab Mawar singkat lalu masuk ke ruang sholat.


Agung lalu menyusul istrinya.


"Sayang." Panggil Agung.


"Ya mas." Jawab Mawar.


"Tumben masuk ke mushola ?" Tanya Agung.


"Iya mas, aku kemarin naruh mukena kecil, dan aku mau ambil sekarang." Jawab Mawar jujur.


"Nanti sore, mau ku kasihkan ke malam Kinar." Ucap Mawar.


"Hmm, ya sudah yuk istirahat dulu." Ajak Agung.


"Kamu saja mas, aku capek tidur terus." Jawab Mawar.


"Ya sudah, aku tinggal tidur dulu ya. Jangan sedih dan terlalu capek." Ucap Agung.


"Iya suamiku." Jawab Mawar.


Sepeninggal Agung, Mawar langsung menuju ke dapur ingin ambil plastik.


"Nona awas, lantainya masih basah." Teriak Sari ART, Agung.


"ALLAH Akbar, makasih Sar sudah mau mencegahku." Jawab Mawar.


"Iya Nona. Nona mau cari apa ?" Tanya Sari.


"Minta plastik Sar." Jawab Mawar.


"Tunggu sebentar non, saya ambilkan." Ucap Sari.


"Ya." Jawab Mawar.


Agung yang mendengar teriakan Sari, langsung berdiri di depan pintu kamarnya lalu menatap Mawar.


"Makasih Sar." Jawab Mawar.


"Sama-sama non." Ucap Sari.


"Non, Sari turut duka cita ya atas meninggalnya mbak Kinar." Ucap Sari tulus.


"Iya Sari." Jawab Mawar sambil memasukkan mukena itu ke dalam plastik.


Sepeninggal Sari, Mawar duduk terdiam di kursi sofa dekat ruang tv. Dia kembali menangis, tatapan mata dari sang suami, tidak ia rasakan.


Hmm, gimana bisa aku tidur, setiap ada yang ngucapin bela sungkawa kamu menangis. Ucap Agung lirih.

__ADS_1


"Ehem, tenggorokanku tiba-tiba kering banget. Sari." Ucap dan panggil Agung.


"Ya tuan." Jawab Sari.


"Tolong bikinin es buah dong !" Titah Agung.


"Siap tuan." Jawab Sari.


Mawar hanya terdiam dalam lamunannya.


"Hmm." Ucap Agung.


Namun Mawar masih diam mematung.


"Mana kanjimu, kanjimu tadi akan tak menangis jika ku pergi." Ucap Agung menyanyikan lagu yang sedang viral itu dengan mengganti liriknya.


"Apaan sih mas." Jawab Mawar dengan terkejut sambil menghapus air mata.


"Jangan sedih, kenapa masih nangis ?" Tanya Agung lirih lalu mencium perutnya yang sudah agak membuncit.


"Maaf." Jawab Mawar.


"Buktikan juga dong, jangan hanya minta maaf saja." Jawab Agung.


"Iya mas suamiku." Jawab Mawar lalu menarik tengkuk Agung dan mencium bibirnya.


"Suka ya sama bibir aku ?" Tanya Agung.


"Iya." Jawab Mawar sambil tersenyum malu-malu.


"Kecuplah sesuka hatimu, karena ini sudah seutuhnya menjadi milikmu." Jawab Agung.


"Nanti saja." Jawab Mawar lalu menatap gawainya.


Tak lama Sari pun datang.


"Ini tuan pesanannya." Ucap Sari.


"Makasih." Jawab Agung.


"Sama-sama tuan." Jawab Sari lalu pergi.


"Kamu mau ay ?" Tanya Agung.


"Boleh." Jawab Mawar.


"Sini ku suapin." Ucap Agung.


"Ya." Jawab Mawar sambil membuka mulutnya.


"Buah nanasnya jangan di kasihkan ke aku." Ucap Mawar.


"Iya sayang." Jawab Agung.


Mereka pun menikmati es buah itu dengan nikmat.


"Mau lagi ?" Tanya Agung.


"Sudah." Jawab Mawar lalu beranjak pergi.


"Kemana ?" Tanya Agung.


"Mau mandi." Jawab Mawar.


"Ikut." Ucap Agung.


"Ayo." Jawab Mawar.


Mereka pun akhirnya mandi bersama, tanpa melakukan apa-apa. Hanya sebatas mandi. Selesai mandi, Agung lalu membopong istrinya.


"Akhhhh, Ish hobi banget sih bikin aku jantungan." Ucap Mawar.


"Maaf." Jawab Agung lalu melangkah keluar.


"Ay, kamu sekarang makin berisi." Ucap Agung.


"Kan sedang hamil mas." Jawab Mawar.


"Iya, makin sayang aku sama kamu." Ucap Agung.


"Aamiin." Jawab Mawar sambil merias diri.

__ADS_1


"Nanti kita mampir ke rumah ayah ya mas." Ucap Mawar.


"Iya." Jawab Agung lalu mendekati Mawar.


__ADS_2