
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat hingga kini tepat 6 bulan pernikahan Agung dan Mawar.
"Enggak terasa ya mas, kita sudah melewati setengah tahun pernikahan." Ucap Mawar lirih.
"Iya." Jawab Agung singkat seraya tersenyum.
"Lagi ada masalah ya, kok daritadi diam terus ?" Tanya Mawar.
"Hmm, enggak ada." Jawab Agung lalu pergi begitu saja.
Mawar yang merasa janggal pun langsung terdiam. Kenapa dengannya ? Tanya Mawar dalam hati.
Sementara Agung nampak gelisah, karena dia tidak ingin berpisah dengan Mawar. Ck, sampai kapan aku begini ? Tanyanya lirih.
Saat Agung dan Mawar saling bertanya-tanya dalam hati, tiba-tiba ada tamu yang tak di undang hadir ke rumah mereka.
Tok...Tok...Tok...
"Ya." Jawab Mawar.
Ceklek.
"Cari siapa ya ?" Tanya Mawar.
Tanpa menjawab mereka lalu membawa Mawar dengan paksa.
"Akhhh, mas." Teriak Mawar seraya memanggil suaminya.
Mendengar suara teriakan Mawar, Agung bergegas keluar.
"Hai, mau kau apakan istriku ?" Tanya Agung dengan suara membentak.
__ADS_1
Bukan menjawab, tapi mereka langsung pergi serta membawa Mawar.
"Hai tunggu." Ucap Agung lalu mencari kunci motor dan mengejar mobil yang membawa Mawar.
Sesampai di tempat parkiran, Agung merasa janggal.
Kenapa mereka berhenti di gedung khusus pernikahan ? Tanya Agung lirih.
Sial, jangan sampai istri aku dinikahkan orang lain. Ucap Agung lalu berlari dengan cepat.
Sampai di tempat rias, Mawar langsung di rias oleh MUA.
"Permisi Bos, pengantin wanita sudah selesai kamu bawa ke MUA. Kini tinggal pengantin pria." Ucap Rudi anak buah Reza.
"Ok." Jawab Reza sambil tersenyum.
Mau sembunyi kemana pun, aku pasti akan tahu. Ucap Reza lirih.
Selesai di rias, Pengantin wanita langsung di tuntun oleh ayah kandung Mawar.
Aku enggak akan biarkan Mawar pergi lagi, aku akan bawa dia pergi bersama aku. Agung pun langsung keluar dari persembunyian dan mendekati Mawar.
Niat hati ingin membawa Mawar pergi, namun dari arah belakang ada yang membekap mulutnya. Agung langsung tak sadar diri.
Setengah jam berlalu, Agung pun langsung sadar diri dan terbangun.
"Dimana aku ?" Tanya Agung lirih.
"Di acara kamu." Jawab Reza.
"Reza, kamu ada di sini juga ?" Tanya Agung.
__ADS_1
"Ya, gimana bisa aku enggak datang di acara kamu ?" Tanya Reza balik.
"Maksudnya apa sih ini ?" Tanya Agung.
"Maksudnya kita semua bawa kalian ke sini untuk melihat kalian resmi menikah sah dalam negara juga." Jawab mereka bersama.
Mendengar hal itu Agung langsung berlari dan memeluk kedua orang tuanya dan keluarga besarnya.
"Makasih semuanya." Ucap Agung sambil menangis.
"Ya sama-sama." Jawab mereka.
"Sudah kali nangisnya, ganti baju dulu sana terus di rias dan ijab qobul lagi." Ucap mami.
"Iya mi." Jawab Agung lirih.
Tak lama Agung selesai di rias, dan ganti baju pengantin. Kini melangkah berjalan mendekati pak penghulu.
"Ketemu lagi kita." Ucap pak penghulu.
"Iya." Jawab Agung lalu tertawa.
"Sudah siap ?" Tanya pak penghulu itu.
"Insyaa ALLAH." Jawab Agung seraya melihat kanan kiri mencari Mawar.
"Cari siapa ?" Tanya Marfel.
"Istri aku bang." Jawab Agung.
"Tenanglah dia aman." Ucap Marfel lalu melihat Mawar di gawainya.
__ADS_1
"Syukurlah." Jawab Agung tenang.
"Ya." Ucap Marfel.