
"Bang, kok enggak jadi satu saja ?" Tanya Reza.
"Apanya ?" Tanya Agung.
"Sari tidur di rumah abang." Jawab Reza.
"Enggak, kami juga butuh prifasi. Aku enggak mau masalah rumah tangga aku diketahui orang termasuk Sari." Ucap Agung.
"Ya bagus itu bang, ah jadi dapat ilmu lagi ni." Jawab Reza.
"Iya, belajar dulu karena menikah untuk selamanya. Jangan sampai salah pilih pasangan." Ucap Agung.
"Ya bang." Jawab Reza.
Sampai di dalam, Agung lalu mengunci pintu dapur dan pamit ingin istirahat. Sedangkan Reza langsung merebahkan tubuhnya di kasur lantai dekat tv.
"Gendut, belum tidur kamu ?" Tanya Akbar dan Arsyil.
"Belum krempeng." Jawab Reza.
"Darimana ?" Tanya mereka.
"Kamu nanya ?" Tanya Reza.
"Enggak." Jawab mereka.
"Ya udah, met tidur." Ucap Reza.
"Ck, ngambek." Jawab Arsyil seraya menatap gawainya.
"Ngantuk bang." Ucap Reza.
"Kirain ngambek." Jawab Arsyil.
Sementara Akbar kini menemui Mida di kamar.
Tok....Tok...Tok...
"Siapa ?" Tanya Mida.
"Aku." Jawab Akbar.
"Kenapa ?" Tanya Mida.
"Boleh ngobrol sebentar." Ucap Akbar minta izin.
"Boleh." Jawab Mida lalu keluar dari kamarnya.
Sampai di ruang tamu, mereka kini duduk.
"Ada apa ?" Tanya Mida.
"Pinjem tanganmu bentar, pengen tahu ukuran jari manismu." Jawab Akbar.
"Astaga naga, jadi kamu panggil aku karena ingin ini ?" Tanya Mida.
"Iya." Jawab Akbar seraya mengukur jari manis Mida.
Selesai itu Mida langsung pamit, karena tak enak jika ada yang lihat mereka hanya berdua.
"Tunggu, kamu tadi kan sudah tidur ?" Tanya Akbar.
"Ya aku sudah tidur, tapi aku terbangun karena ada yang telfon aku." Jawab Mida.
"Siapa ?" Tanya Akbar.
"Bundaku." Jawab Mida.
"Oh." Jawab Akbar lalu memeluk Mida.
"Ish, kita belum halal dosa." Ucap Mida dengan tegas.
"Maaf." Jawab Akbar lalu melerai pelukannya.
Mida lalu masuk ke dalam kamar, sedangkan Akbar langsung merebahkan tubuhnya di sofa.
Astagfirullahhallazim, ampuni aku TUHAN. Ucap Akbar.
__ADS_1
Sedangkan di kamar, Agung kecil nampak terjaga. Dia lantas beranjak dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandi. Agung yang baru memejamkan sebentar, langsung terbangun dan melihat tempat putranya yang kosong nampak lega ternyata bukan karena gempa atau sesuatu.
"Sudah ?" Tanya Agung.
"Sudah ayah." Jawab Agung kecil.
"Tidur lagi nak, ini masih malam." Ucap Agung.
"Iya yah." Jawab Agung kecil lalu membuka kancing baju ibunya dan minum asi.
"Enggak pakai dot saja sayang ?" Tanya Agung lirih saat melihat anaknya membuka sumber kehidupannya.
"Antuk yah." Jawab Agung kecil langsung minum asinya.
Melihat hal itu, Agung menatap Mawar dengan tersenyum.
Kamu benar-benar buat aku jatuh hati sayang. Ucap Agung dalam hati.
Tak berselang lama Agung kecil tertidur lagi. Melihat putranya tertidur, Agung lalu mencium bibir Mawar.
"Mas, tidurlah." Ucap Mawar.
"Aku enggak bisa tidur." Jawab Agung lirih.
"Kenapa ?" Tanya Mawar.
"Aku mau kamu." Jawab Agung.
"Tadi sudah mas." Ucap Mawar.
"Mau lagi." Jawab Agung.
Mawar lalu mengelus lembut pipi suaminya dan dia tersenyum.
"Boleh ya." Ucap Agung.
Mawar tidak menjawab,dia mencium tangan Agung dan memeluknya.
"Ya sudah kalau enggak mau." Ucap Agung lirih.
"Ngantuk mas, maaf." Jawab Mawar.
Tak lama mereka pun terlelap lagi, tepat sepertiga malam mereka semua sudah bangun lalu sholat tahajud berjamaah sampai menunggu subuh.
"Alhamdulillah selesai." Ucap Reza lalu beranjak berdiri.
"Kemana ndut ?" Tanya Arsyil.
"Jalan pagi." Jawab Reza sambil menatap Cipung.
"Ikut dong." Ucap yang lain.
"Ayo." Ajak Reza.
"Moga aja dapat yang jodoh." Ucap Arsyil sambil tertawa.
"Aamiin." Jawab Agung, Mawar, Akbar dan yang lain.
Sepeninggal mereka, Mawar lalu bergegas mandi dan siapkan sarapan. Lalu menyiapkan juga baju kerja suami dan putranya.
Sedangkan di luar, mereka nampak sudah mau sampai rumah lagi.
"Bang, kakak ipar kok enggak ikut ?" Tanya mereka.
"Dia sedang sibuk." Jawab Agung.
"Sibuk apa bang, kan sudah ada bik Sari ?" Tanya Akbar.
"Bar, aku punya aturan. Kerjaan rumah memang aku percayakan ke asisten, namun untuk makan dan menyiapkan baju, harus dia yang menyiapkan." Jawab Agung lalu tersenyum dan menggendong putranya yang nampak sudah ngantuk.
"Alhamdulillah,dapat ilmu lagi." Jawab mereka bersama.
"Alhamdulillah." Jawab Agung seraya tersenyum.
"Tak terasa mereka sampai rumah, dan kini Mawar sudah tampak cantik dan wangi. Sambil menyiapkan sarapan untuk mereka semua.
"Mas." Panggil Mawar lalu takzim dan menggendong putranya yang tengah tidur.
__ADS_1
"Ya, sudah siap ?" Jawab dan tanya Agung.
"Sudah." Jawab Mawar lirih.
"Kalian semua sarapan dulu, aku tidurin Cipung dulu di kamar." Ucap Mawar.
"Beres kak." Jawab mereka bersama.
Tak lama Mawar keluar dan menghampiri mereka untuk ikut serta sarapan juga.
"Ay, suapin." Ucap Agung tanpa malu ditatap para keponakan dan sahabat istrinya.
"Ya." Jawab Mawar sambil tersenyum dan langsung menyuapi suaminya.
"Etdah, mentang-mentang dah punya pasangan terus minta suapin. Di depan aku lagi, aku kan jadi pengen." Ucap Reza.
Mendengar itu mereka langsung tertawa dan menjawab.
"Sabar ndut, insyaa ALLAH ada jalan seperti lagunya Maher Zain." Jawab Arsyil.
"Sesama jones dilarang tertawa." Jawab Reza.
Sedangkan Mawar, Mida dan Agung hanya menyimak.
Tak lama, selesai sarapan mereka lalu mandi dan mengantar Akbar untuk melamar pujaan hatinya.
"Ihir, yang mau melamar cakep banget." Ucap mereka.
"Oh jadi cakepnya hanya pas melamar saja ni ?" Tanya Akbar.
"Iya enggak gitu bang, abang tiap hari cakep kok. Cuma hari ini terlihat wow." Jawab mereka.
"Aamiin." Jawab Akbar.
Tak lama Daddy dan mami Akbar datang.
"Aidu-aidu anak sulungku tampan banget." Ucap Rani.
"Etdah bude bahasanya melebihi anak alay." Ucap Linda.
"Ups, sowry strobery, mangga manalagi sayang. Dah terbiasa gini." Jawab Rani.
"Pantes Reva juga begitu." Ucap Agung yang langsung di senggol Mawar.
"Jangan bikin panas suasana mas suamiku." Ucap Mawar lirih seraya menggendong Cipung.
"Ya istriku sayang." Jawab Agung lalu tersenyum dan mencium istri juga anaknya.
"Sudah yuk." Ajak mereka.
"Enggak nunggu yang lain ?" Tanya Mawar.
"Enggak, kan sudah di luar." Jawab Rani.
"Oh, kirain belum datang." Ucap Mawar.
"Udah kok, Ish gemes aku sama anakmu." Jawab dan ucap Rani.
"Jangan di cubit tante." Ucap Agung.
"Enggak, cuma mau aku cium takut ke bangun." Jawab Rani.
"Sea, tante nanti pinjem Agung kecil ya." Ucap Rani.
"Untuk apa Tan ?" Tanya Agung.
"Buat selfi." Jawab Rani.
"Ya tante." Jawab Mawar lalu masuk mobil.
"Jangan lupa pakai sabuk pengaman sayang." Ucap Agung.
"Iya suamiku sayang." Jawab Mawar.
"Manis banget." Ucap Agung lalu mencium Pipi Mawar.
"Di semutin dong nanti." Jawab Mawar.
__ADS_1
"Enggak, ada aku kok yang bakal menangkap semutnya." Jawab Agung.