Cinta Beda Usia

Cinta Beda Usia
Bab 28


__ADS_3

Ijab qobul pun berjalan lancar dan kini Mawar di antar ke dekat suaminya. Mawar terdiam dan menatap wajah ayahnya penuh tanda tanya.


"Selamat ya, moga ini pernikahan kamu yang terakhir. Aamiin. Pesan ayah hanya 1 jangan ulangi kesalahan yang sama lagi." Ucap Ayah Mawar bijak.


"Insyaa ALLAH yah, tapi aku masih istri sah mas Agung yah, apa ayah tega misahkan kami ?" Tanya Mawar lirih.


Namun bukan ayah yang menjawab pertanyaan Mawar, tapi Agung sendiri yang menjawab.


"Siapa bilang kita dipisahkan, bahkan seribu satu orang pun yang ingin misahkan kita, akan sia-sia dengan takdir ALLAH SWT." Jawab Agung lalu mendekati Mawar.


"Jadi, pengantin prianya kamu mas ?" Tanya Mawar tiba-tiba yang membuat mereka yang disana tertawa terbahak-bahak.


"Terus kamu mau siapa ?" Tanya Agung.


"Aku enggak mau siapa-siapa, aku tadi hanya terdiam karena bingung dengan siapa aku menikah." Jawab dan ucap Mawar.


"Kamu menyesal menikah denganku ?" Tanya Agung.


Mendengar itu Mawar langsung menutup mulut suaminya dan menjawab.


"Aku tidak menyesal, karena denganmu aku bisa berubah lebih baik." Jawab Mawar sambil tersenyum.


Melihat istrinya tersenyum, Agung langsung membalas senyuman juga dan tanpa pikir panjang dia membopong Mawar lalu memangkunya.


"Cie pengantin baru, tapi umur sudah expayet." Ucap Linda sepupu Agung.


"Expayet enggak apa-apa, asal tidur ada temannya." Jawab Agung seraya menandatangani surat nikah.


Selesai tanda tangan, mereka pun langsung foto dan barulah ganti pakaian resepsi.


"Senyum dong ay." Ucap Agung.


Mawar pun langsung menoleh dan tersenyum ke arah suaminya.


"Aku malu mas." Ucap Mawar dengan menunduk.


"Malu kenapa ?" Tanya Agung.


"Usiaku sekarang tidak muda lagi, tapi keluarga besar kamu mengundang banyak ribuan tamu." Jawab Mawar.


"Aku justru lebih tua dari kamu, tapi aku tetap enjoy." Ucap Agung.


"Iyalah kamu cowok, beda dengan aku." Jawab Mawar.


"Ay, yang terpenting dalam pernikahan bukan soal usia, tapi saling menerima dan menutupi kekurangan masing-masing." Ucap Agung sambil tersenyum.


Mendengar hal itu Mawar nampak tersenyum dan tak lupa bersyukur.


"Alhamdulillah, ternyata benar kata keponakan aku. Bahwa kalau aku menikah nanti, harus dengan yang lebih sabarnya menghadapi egoku dan lebih tua usianya." Jawab Mawar lalu tersenyum.


"Aamiin. Semoga pernikahan kita sampai jannah ya ay. Aamiin." Ucap Agung.


"Aamiin mas." Jawab Mawar sambil menatap para tamu.


Di tempat lain, nampak Agus sedang atur rencana untuk menggagalkan pernikahan Agung. Namun berhasil di gagalkan oleh anak buah Marfel.


"Ck, sial gagal lagi." Ucap Agus.

__ADS_1


"Kenapa brow ?" Tanya suara seseorang yang mendengar keluhan Agus dari dalam kamar.


Mendengar suara yang ia kenal, Agus lalu menatap pintu kamar yang mau di buka.


Ceklek.


Nampak Agus bergidik ngeri, karena tahu yang datang adalah adik keponakan Agung. Yang terkenal sadis dalam mengalahkan musuh.


"Hai, ketemu lagi kita." Ucap Akbar.


"Ka-kamu mau apa ?" Tanya Agus mulai ketakutan.


"Selow aja brow, aku mau kasih surprise buat kamu." Jawab Akbar.


"Stop, aku minta maaf. Aku janji tidak akan ganggu keponakan kamu lagi." Ucap Agus.


"Kau fikir aku percaya ?" Tanya Akbar dengan tersenyum smrik.


Akbar pun langsung menatap orang kepercayaannya, dan mereka pun langsung beraksi.


Meninggalkan Agus yang akan dieksekusi oleh Akbar, kini kembali ke gedung pernikahan Agung dan Mawar.


"Sayang, kamu kenapa ?" Tanya Agung lirih yang melihat istrinya nampak menahan sesuatu.


"Kakiku pegel mas dan pipiku juga pegal, karena harus tersenyum terus. Mana tamu makin banyak lagi." Jawab Mawar berbisik.


Mendengar itu Agung langsung tersenyum dan memanggil WO.


"Ya mas, ada yang bisa saya bantu." Ucap WO itu.


"Oh ya." Ucapnya seraya berlalu.


Tak lama maminya pun datang.


"Astagfirullahhallazim, kalian masih disini, mami kira sudah di kamar buat debay." Ucap mami absurd.


"Mami ih, kedengaran orang malu mi." Jawab Agung.


"Ya sudah kalian masuk aja, itu tamu kantor papi kamu." Jawab mami.


"Memangnya enggak apa-apa tan ?" Tanya Mawar.


"Eit, kok tante lagi, panggil mami saja. Enggak apa-apa sayang." Jawab mami.


Mereka pun langsung pamit dan sesampai di kamar, Mawar lalu melepas sepatunya dan melepas hijabnya. Agung yang sedari melihat nampak menatap wajah Mawar dengan tersenyum.


"Mas aku mandi dulu ya." Ucap Mawar.


"Ya." Jawab Agung sambil main gawainya.


Melihat itu Mawar langsung membanting pintu kamar mandi. Karena kesal, dengan tingkah Agung.


Astagfirullahhallazim, ternyata kamu kalau marah masih sama. Tapi entah mengapa aku malah menikahi kamu, dosa apa yang ku perbuat hingga aku menikahi kamu. Ucap Agung lirih.


Astagfirullahhallazim, ampuni aku ya ALLAH. Dia pilihan aku, aku harus bisa menerimanya. Ucap Agung lagi.


Tak lama Mawar pun keluar, dia lalu keluar kamar duduk di sofa yang sudah di sediakan pemilik hotel.

__ADS_1


Agung yang melihat itu, tidak langsung menyusul. Dia memilih mandi dulu, selesai mandi barulah dia menyusul Mawar.


"Ehem, tidur yuk sudah malam lho." Ucap Agung.


Mawar hanya diam seribu bahasa dan juga enggan menatap.


"Sayang." Panggil Agung dengan lembut.


"Kalau masih cinta dengannya, kenapa mesti menikahi aku ?" Tanya Mawar mulai buka suara.


Mendengar hal itu Agung langsung paham, Mawar sudah salah paham kepadanya.


"Lucu banget deh cemburunya." Ucap Agung.


"Aku enggak cemburu, cuma sakit saja bisa memiliki raganya, namun tak bisa memiliki hatinya." Jawab Mawar lalu beranjak pergi dari tempat duduknya.


Melihat itu Agung langsung menatap Mawar yang kini semakin menjauh. Hmm dasar aneh. Ucap Agung lirih lalu menyusul Mawar.


Sampai di kamar, Agung melihat Mawar tidur di sofa. Ide jahilnya pun muncul.


"Gini amat ya rasanya jadi mines. Malam pertama saja sendiri." Ucap Agung memancing Mawar.


Sementara Mawar nampak asik mendengarkan pengajian lewat hp.


Agung yang merasa tak direspon Mawar, langsung beranjak dan memilih mendekati istrinya.


"Istriku." Panggil Agung lirih lalu mepet ke tubuh Mawar.


"Hmm." Jawab Mawar singkat.


"Maafin aku." Ucap Agung sungguh-sungguh.


"Ya." Jawab Mawar tanpa menatap lawan bicaranya.


Melihat respon Mawar, Agung lalu mencumbuinya selayaknya pengantin baru.


"Mas, maaf aku enggak bisa." Ucap Mawar lirih.


Tanpa banyak kata Agung lalu membuka gawainya.


"Aku tadi sibuk main hp, bukan karena balas chat cewek. Tapi aku melihatmu dari gawai aku." Ucap Agung menjelaskan agar tidak terjadi salah paham.


"Jadi kamu tadi video aku ?" Tanya Mawar.


"Ya cantik." Jawab Agung.


"Kenapa ?" Tanya Mawar.


"Untuk penyemangat aku, saat aku kerja." Jawab Agung.


"Penyemangat atau buat nakutin tikus ?" Tanya Mawar.


"Penyemangat kerja sayang." Jawab Agung.


"Yakin ?" Tanya Mawar.


"Iya." Jawabnya sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2