Cinta Beda Usia

Cinta Beda Usia
Bab 101


__ADS_3

"Alhamdulillah mas, biar kamu betah denganku. Belajar dari pengalaman kegagalan aku yang kemarin." Jawab Mawar sambil tersenyum.


"Syukurlah kalau kamu memiliki pemikiran begitu, ternyata benar juga ya dengan buku yang ku baca. Bahwa seburuk akhlak perempuan, jika dapat lelaki tulus pasti bisa berubah lebih baik. Dan faktanya aku mengalaminya." Ucap Agung sambil menatap wajah Mawar tanpa berkedip.


"Qodarullah mas, dan aku juga makasih banget untuk semuanya. Berawal kamu menolak permintaan maaf aku, kini berakhir jadi suami istri dan sudah di karuniai momongan 2 anak lelaki." Jawab Mawar lirih.


"Alhamdulillah, mana wajahnya persis aku semua." Ucap Agung sambil tersenyum.


"Alhamdulillah, jangan lupa juga Putra mas. Dia juga anakmu, yang wajib kamu jaga dan bimbing juga biayai dia hingga lulus sekolah." Jawab Mawar.


Mendengar itu Agung langsung memeluk Mawar dan berkata.


"Putra sudah meninggal ay, dia kecelakaan saat merayakan tahun baru. Aku juga dapat kabar ini, saat kamu masih hamil Aiman." Jawab Agung.


"Kok kamu baru bilang sekarang ?" Tanya Mawar.


"Karena aku enggak mau kamu syok, seperti waktu Kinar meninggal." Jawab Agung lirih.


Mendengar itu Mawar nampak kecewa, dia lalu melerai pelukan suaminya dan keluar dari kamar. Melihat itu Agung langsung menyusul Mawar.


"Maaf ay." Ucap Agung sambil mendekati Mawar dan memeluknya.


"Tega kamu." Ucap Mawar lirih.


"Maaf." Jawab Agung masih memeluk Mawar dari belakang.


"Aku kecewa sama kamu, aku selalu terbuka denganmu. Namun balasanya, kamu malah nutupi kematian Putra." Jawab Mawar sambil menangis.

__ADS_1


"Aku salah, tapi aku juga enggak mau kamu kenapa-kenapa ay." Jawab Agung lalu membalikkan tubuh Mawar ke arahnya.


"Tinggalin aku sendiri." Ucap Mawar.


"Enggak." Jawab Agung.


"Tinggalin." Ucap Mawar dengan menunduk dan menghapus air matanya.


Tanpa menjawab Agung lalu mengangkat tubuh Mawar, dan membawanya ke kamar lagi.


"Mas." Panggil Mawar.


"Hmm." Jawab Agung.


"Lepasin." Ucap Mawar.


Dengan ditemani suaminya dan air mata yang mengalir, Mawar masih terjaga sambil menangis tergugu.


"Sudah ya sayang." Ucap Agung lirih sambil menghapus air mata istrinya.


"Tinggalin aku sendiri mas." Jawab Mawar sambil menangis.


Tanpa menjawab Agung lalu beranjak pergi dan menutup pintu kamar dengan perlahan. Tak lama Aiman menangis.


Shht, sayang jangan nangis. Minum asi dulu ya. Ucap Mawar lirih.


Namun Aiman enggan meminumnya, dia semakin kencang menangis. Membuat Mawar kebingungan saat sedang bingung, Agung masuk ke dalam kamar dan mengambil Aiman dari gendongan Mawar.

__ADS_1


Astagfirullahhallazim, anak ayah kenapa ya ? Tanya Agung lirih seraya memberi asi yang di taruh di dotnya.


Bismillahirrohmannirohim. Ucap Agung.


Tak lama Aiman tertidur pulas. Alhamdulillah. Ucap Agung.


Melihat hal itu, Mawar menundukkan wajahnya dan menyesali rasa kecewanya terhadap sang suami.


"Sekarang kamu fahamkan, buang rasa kecewamu demi putra kita." Ucap Agung menasehati.


"Iya." Jawab Mawar lirih.


Agung lalu mendekati Mawar dan mencium bibirnya Mawar sangat lama.


"Mas." Panggil Mawar.


"Hmm." Jawab Agung.


"Auw sakit." Ucap Mawar sambil memegangi asinya.


Tanpa banyak bicara, Agung lalu membuka dasternya Mawar dan meminum sumber kehidupan Aiman.


"Mas, pelan-pelan mas." Ucap Mawar.


Tanpa menjawab Agung meneruskan aksinya. Selesai minum, Agung lalu menatap Mawar.


"Kenapa ?" Tanya Mawar.

__ADS_1


'Enggak apa-apa." Jawab Agung lalu beranjak dari tempat tidur dan bergegas mandi.


__ADS_2