Cinta Beda Usia

Cinta Beda Usia
Bab 106


__ADS_3

"Kamu jangan berbohong." Ucap Agung.


"Maaf Gung, tapi istri dan anakmu sudah meninggal di lokasi kecelakaan." Jawab Rendi lirih.


"Heh, aku yakin kamu pasti lagi bercanda. Mawar dan Aiman masih hidup." Jawab Agung dengan keras.


Belum sempat jawab, pihak keluarga langsung datang dan menenangkan Agung.


"Mi, pi Mawar dan Aiman kemana ?" Tanya Agung.


"Sabar bang." Jawab Akbar dengan memeluk Agung.


"Ada apa sih ini ?" Tanya Agung bingung.


"Istri dan anakmu meninggal dunia Gung." Jawab Taufan.


"Enggak - enggak mungkin." Ucap Agung sambil berteriak dan berlari mencari Mawar.


Namun tangannya langsung di tarik Reza, dan di bawa ke kamar jenazah.


"Sadarlah istri dan anakmu sudah meninggal." Ucap Reza seraya menahan tangis.


Melihat 2 jenazah di kamar jenazah, Agung langsung terjatuh dan air mata tak berhenti menetes.


"Tidaaaaakkkkk." Ucap Agung sambil berteriak.


Reza lalu memeluk keponakannya dan memberi semangat.


"Ikhlasin bang, masih ada Didi yang butuh perhatian abang." Ucap Reza dengan menangis.


"Kalau Mawar meninggal, aku akan ikut dia." Jawab Agung.


"Bang, istighfar bang." Ucap Reza.


"Lepasin." Ucap Agung.


"Enggak bang." Jawab Reza.


"Lepasiiin." Ucap Agung seraya berteriak lantang.


"ALLAH Akbar, mas." Ucap Mawar membangunkan suaminya.


"Mas." Panggil Mawar lirih sambil mencium pipi Agung.


"Sayang." Panggil Agung langsung memeluk Mawar.


"Hei are you ok ?" Tanya Mawar.


"Ya. Tapi ini beneran kamu kan sayang ?" Jawab dan tanya Agung.


"Ya mas. Makanya kalau tidur tu berdoa dulu mas." Ucap Mawar.


"Ya sayang." Jawab Agung yang masih menatap dan menggenggam tangan Mawar.


"Yuk, udah siang lho ini." Ucap dan ajak Mawar.


"Iya." Jawab Agung.


"Sholat berjamaah dulu yuk." Ajak Mawar.

__ADS_1


"Ya." Jawab Agung.


"Alhamdulillah." Ucap Mawar.


Selesai wudhu, sholat, doa dan baca alquran, Agung bertanya.


"Aiman mana ay ?" Tanya Agung.


"Ada sama suster, tadi habis minum asi." Jawab Mawar sambil tersenyum.


"Ay, jangan pergi jika tidak dengan aku." Ucap Agung.


"Iya mas." Jawab Mawar.


"Ay kamu nanti duduk di pangkuan aku ya." Ucap Agung.


"Kenapa mas ?" Tanya Mawar lirih.


"Aku belum siap kamu tinggal." Jawab Agung lirih.


"Istighfar mas, hidup dan matiku ada di tangan ALLAH." Ucap Mawar.


"Ya ay, tapi mimpi itu-." Ucap Agung terhenti karena Mawar tiba-tiba memeluknya.


"Udah jam 7 mas, yuk bangun." Ucap dan ajak Mawar.


"Iya sayang." Jawab Agung lalu beranjak pergi untuk mandi dan siap-siap kerja.


Selesai semuanya, kini Agung menghampiri Mawar.


"Jangan melamun." Ucap Agung lirih.


"Ya sudah yuk berangkat." Ajak Agung.


"Ya mas." Jawab Mawar sambil tersenyum.


"Suster Dila." Panggil Mawar.


"Iya nyonya." Jawab Dila.


"Titip Aiman ya nanti kalau dia haus, asinya saya taruh di kulkas." Ucap Mawar.


"Iya nyonya." Jawab Dila.


"Bibik Sari, tolong awasi ya dan jaga keamanan." Ucap Mawar dengan berbisik.


"Siap nona." Jawab Sari.


"Suster Sri, titip Didi ya." Ucap Mawar lagi.


"Iya Nona." Jawab Sri sambil tersenyum.


"Kami pamit kerja dulu." Ucap mereka kepada ketiga karyawannya.


"Iya tuan dan nona." Jawab mereka bertiga.


Sepeninggal kedua majikannya, mereka bertiga melanjutkan tugas masing-masing.


Sementara di tempat kerja Akbar, Akbar mengadakan miting dengan karyawannya. Begitu juga dengan Mida, Mida sedang melakukan pemotretan.

__ADS_1


"Akhhhh." Teriak putri kecilnya.


"Sayang kenapa ?" Tanya Mida.


"Haus mungkin bu." Jawab model yang di foto itu.


"Iya, maaf ya saya tinggal dulu." Ucap Mida.


"Oh ya, silahkan bu." Jawab model itu.


Kini Mida duduk di ruangannya sendiri, sembari menyusui.


Oh anak mama ngantuk ya, kasian kamu nak. Ucap Mida.


Tak beda jauh dengan Mida, Marfel kini sedang sibuk kerja. Namun diganggu Michel putri semata wayangnya.


"Aduh girl papi sedang kerja sayang, mainnya di sofa saja ya." Ucap Marfel.


"No pi." Jawab Michel.


"Kalau kamu ganggu terus, papi enggak bakal selesai sayang." Jawab Marfel.


Nadin yang mendengar itu langsung tersenyum, dan mengajak Michel keluar.


"Bang." Panggil Nadin.


"Ya." Jawab Marfel.


"Aku pulang dulu ya." Ucap Nadin.


"Ya." Jawab Marfel lalu mendekati istrinya dan menciumnya. Begitupun dengan Nadin, dia langsung takzim ke Marfel.


"Michel pulang sama mami ya." Ucap Nadin.


"Pi." Ajak Michel.


"Papi kerja dulu sayang." Jawab Marfel lalu mencium pipi Michel.


"Da pi." Ucap Michel.


"Dadah sayang. Hati-hati ya, ingat sampai rumah jangan lupa telfon." Ucap Marfel.


"Iya mas." Jawab Nadin.


Tiga keluarga yang bahagia dan jarang bertengkar itu tengah bahagia, namun tidak dengan Lusi.


"Lus, sampai kapan kamu nikmat tubuhmu ?" Tanya Sony.


"Siapa juga yang nyiksa, ngaco kamu." Ucap Lusi.


"Kali saja belum bisa move On dengan Agung." Jawab Sony dengan tawa khasnya.


"Sialan kamu, dia sudah masalalu." Jawab Lusi, yang kini lebih memilih fokus karir dulu.


Hening.


Hingga akhirnya keheningan itu berganti menjadi obrolan kerja.


"Pagi Gung." Sapa pak satpam.

__ADS_1


__ADS_2