Cinta Beda Usia

Cinta Beda Usia
Keluar Malam


__ADS_3

"Enggak marah." Jawab Mawar.


"Terus apa ?" Tanya Agung.


"Terus nabrak." Jawab Mawar seraya tersenyum.


"Nabrak dimana ?" Tanya Agung.


"Di doamu." Jawab Mawar.


"Nyangkut enggak tuh ?" Tanya Agung.


"Ya nyangkut, nyangkut di doa dan perasaan kamu." Jawab Mawar dengan gembira.


"Haha, aamiin." Ucap Agung sambil tertawa.


"By, aku mau tanya, tapi kamu jangan marah." Ucap Mawar lirih.


"Iya apa sayang." Jawab Agung.


"Kenapa mantan kamu masih mencarimu ?" Tanya Mawar.


"Karena dia kecewa sama aku." Jawab Agung.


"Pasti karena kemarin." Ucap Mawar.


"Iya." Jawab Agung.


"Lebih baik kamu minta maaf mas." Ucap Mawar.


"Sudah, pas waktu kamu temuin aku di dekat sofa." Jawab Agung.


"Mungkin dia masih suka sama kamu." Ucap Mawar.


"Bukan aku yang dia suka, tapi abangku." Jawab Agung.


"Oh." Jawab Mawar yang enggak mau tahu lagi urusan mereka.


"Ya." Jawab Agung.


Dan di luar rumah, kini Marfel sudah datang.


"Gimana ?" Tanya Marfel.


"Alhamdulillah baik bos." Jawab David.


"Syukurlah." Ucap Marfel.


"Ya." Jawab David.


"Hari kemana bos ?" Tanya David.


"Aku suruh pulang dulu." Jawab Marfel.


"Oh." Jawab David.


"Mereka kemana, tumben rumah sepi ?" Tanya Marfel.


"Ada di kamar bos, adikmu main nyosor terus. Padahal dia tahu, saya ada disini." Ucap David.


"Biarin saja." Jawab Marfel.


"Tapi Vika enggak kesini lagi kan ?" Tanya Marfel.


"Kesini bos, tapi cuma lewat saja." Jawab David.


"Syukurlah." Jawab Marfel.


"Iya." Ucap David.


Marfel pun langsung masuk kedalam, niat hati mau mengetuk pintu kamar adiknya. Namun ia urungkan, karena tak sengaja dia melihat pintu Agung tidak tertutup dan terlihat disana Agung terlelap.


Syukurlah. Ucap Marfel lalu meninggalkan kamar Agung.


Malam pun tiba, kini Agung terbangun.


"Malam hubby." Ucap Mawar lirih sambil tersenyum.


"Malam sayang." Jawab Agung seraya membalas senyuman istrinya.


"Cuci muka dulu by." Ucap Mawar.


"Iya sayang." Jawab Agung lalu beranjak dari tempat tidurnya.

__ADS_1


Mawar pun mengekori Agung, dan menyediakan makan malam untuk mereka. Selesai menyiapkan, Mawar lalu menunggu Agung datang.


"Lho abang Marfel enggak kamu panggil ay ?" Tanya Agung sesampai di meja makan.


Mawar menyunggingkan senyumnya.


"Abang sudah makan tadi, ini sudah jam 9 malam by." Jawab Mawar dengan tersenyum.


"Astagfirullahhallazim, maaf ya gara-gara aku kamu jadi nunda makan malam." Ucap Agung.


"Enggak apa-apa, kamu pasti capek jadi aku tungguin kamu saja." Jawab Mawar.


"Makasih mimin." Ucap Agung.


"Sama-sama babang." Jawab Mawar.


15 menit berlalu mereka selesai makan. Agung lalu membawa Mawar jalan keluar.


"Ay, jalan yuk." Ajak Agung.


"Sudah malam by, mau kemana ?" Tanya Mawar.


"Kita pinjam mobil Abang ay, yuk." Ucap dan ajaknya.


"Kemana ?" Tanya Mawar.


"Kemana saja." Jawab Agung.


"Tapi kamu sudah minta izin abang belum ?" Tanya Mawar.


"Sudah." Jawab Agung.


"Ya sudah yuk." Ajak Mawar.


"Ya." Jawab Agung lalu tertawa.


"Kenapa tertawa ?" Tanya Mawar.


"Lucu saja." Jawab Agung.


"Lucu kenapa ?" Tanya Mawar.


"Gayanya nolak, tapi setelah dipaksa langsung ayo." Jawab Agung.


"Etdah mimin, baru digituin saja langsung keluar deh tanduknya." Ucap Agung sambil tersenyum.


"Emangnya aku kambing." Ucap Mawar lirih.


"Bukan dong." Jawab Agung.


"Terus apa ?" Tanya Mawar.


"Kamu istriku yang tidak ada yang dapat menggantikan posisi kamu." Jawab Agung.


"Aamiin." Jawab Mawar.


"Sudah yuk masuk." Ajak Agung.


"Ya." Jawab Mawar lalu masuk ke dalam mobil.


Mobil pun langsung dilajukan dengan kecepatan sedang oleh Agung.


"Ay." Panggil Agung.


"Ya." Jawab Mawar.


"Jangan tidur dulu." Ucap Agung.


"Insyaa ALLAH." Jawab Mawar.


"Hmm." Jawab Agung.


Tak lama mereka pun sampai di tujuan.


"Ini dimana mas ?" Tanya Mawar.


"Ini rumah kita ay." Jawab Agung.


"Babang, kalau ngigau jangan terlalu tinggi kenapa ?" Tanya Mawar kesal.


"Ck, dasar Mimin. Aku serius ay, ini rumah kita. Kado dari abang dan keluarga besarku." Jawab Agung.


"Kamu enggak lagi bohongkan ?" Tanya Mawar.

__ADS_1


"Enggak sayang." Jawab Agung.


Tiba-tiba dari arah belakang ada tiga mobil yang berhenti dan banyak orang yang keluar dari mobil itu.


"Bang Marfel sama siapa by ?" Tanya Mawar.


"Mereka keluarga besar kita sekarang ay." Jawab Agung.


Mawar pun langsung bersembunyi di belakang tubuh Agung.


"Kenapa ?" Tanya Agung.


"Mereka pasti mau marahi kamu, karena kamu pilih aku jadi istrimu." Jawab Mawar.


Agung lalu menyentil kening Mawar.


"Awh, sakit Babang." Ucap Mawar seraya mengelus lembut keningnya.


"Kamu itu makanya jangan berpikir buruk dulu." Ucap Agung.


Sampai di hadapan Agung dan mawar, mereka pun berhenti.


"Malam Agung dan Mawar." Ucap mereka semua.


"Malam." Jawab mereka berdua.


"Mawar kenapa menunduk saja ?" Tanya ibu itu.


"Maaf tan, kalau saya sudah-." Ucap Mawar terhenti karena dengan tiba-tiba ibu itu memeluk Mawar dengan erat.


"Kamu enggak salah nak, kesalahan kamulah yang membuat kamu jadi begini. Hingga kami berniat minta Agung untuk rujuk kembali, tapi takdir malah menyatukan kalian lagi. Maafin mami ya nak." Ucap ibu itu yang ternyata ibu dari Agung.


"Iya tan, maafin saya juga." Jawab Mawar lirih.


Mereka pun langsung mendekati Mawar dan langsung memeluk Mawar.


"Terima kasih juga, karena kamu Agung jadi bersemangat lagi." Ucap mereka.


"Bukan saya yang merubah dia, namun niat dan doa dia yang diijabah oleh ALLAH tante, om, mas, mbak dan semua yang di sini." Jawab Mawar bijak.


"Bijaksana banget kamu nak, membuat kami terhura." Ucap nenek itu.


"Terharu nek." Ucap mereka serentak.


"Lah, sudah digantikah ?" Tanya nenek Agung.


Membuat mereka semua tertawa dengan bahagia. Agung pun langsung menatap Mawar dan memeluk pinggang Mawar.


"Kenapa ?" Tanya Agung.


"Enggak apa-apa." Jawab Mawar lalu menundukkan wajahnya.


"Ya sudah karena sudah malam, kami langsung pulang dulu ya nak." Ucap mami Ratih.


"Iya mi." Jawab Agung.


"Iya tante." Jawab Mawar.


"Mami sayang, bukan tante." Ucap Ratih.


"Ya tante eh mami." Jawab Mawar.


Mereka pun langsung pamit dan meninggalkan Agung dan Mawar di sana.


"Ay." Panggil Agung.


"Iya." Jawab Mawar.


"Kenapa ?" Tanya Agung.


"Aku takut." Jawab Mawar sambil mengusap air matanya.


"Takut apa ?" Tanya Agung.


"Takut, takut melakukan kesalahan yang sama lagi. Dan keluarga besar kamu tersakiti." Jawab Mawar.


"Istiqfar ay, itu hanya pikiran kamu saja. Dan jika memang benar, ingat ada ALLAH yang selalu menolong kamu. Ingatlah, kamu bisa sampai disini, juga karena ridho ALLAH." Jawab Agung sambil mengusap air mata Mawar.


"Makasih by." Ucap Mawar lirih.


"Ya, ya sudah yuk masuk." Ajak Agung.


"Ya." Jawab Mawar.

__ADS_1


Sampai di dalam rumah, Mawar kagum akan keindahan rumahnya itu.


__ADS_2