Cinta Beda Usia

Cinta Beda Usia
Bab 60


__ADS_3

"Sabar, kan sudah ada aku." Jawab Agung.


"Aamiin." Jawab Mawar.


Sedangkan anaknya kini sudah tertidur di kamar tamu.


"Ya sudah bang aku pulang dulu. Kak pulang dulu ya." Ucap Akbar.


" Ya hati-hati." Jawab Agung seraya mengantar Akbar sampai di depan.


"Bang, tadi Mia kesini ada apa ?" Tanya Akbar to the poin.


"Oh, istriku titip anak kami." Jawab Agung jujur.


"Oh." Ucap Akbar.


"Kenapa ?" Tanya Agung.


"Enggak apa-apa bang, aku pengen kerjasama dengan dia. Hasil fotonya bagus-bagus." Ucap Akbar.


"Ya nanti biar aku sampein ke istriku." Jawab Agung.


"Makasih ya bang." Ucap Akbar lalu pamit.


Sepeninggal Akbar, Agung lalu menutup dan mengunci pintu gerbang. Dan dia pun kembali masuk ke dalam.


Kok sudah gelap, dasar istriku selalu tertib matikan lampu. Ucap Agung lirih.


Setelah semua terkunci dengan baik, Agung lalu membuka pintu kamar. 2 orang yang dicintainya nampak tertidur.


Masyaallah, lucu banget sih kamu nak, minum aja sampai gitu. Ucap Agung lirih.


Tak lama Agung pun menyusul mereka untuk tidur.


Tepat jam 12 malam, Agung kecil menangis kehausan.


Shht, sayang." Ucap Mawar lirih lalu memberinya asi. Sedangkan suaminya nampak tertidur lelap dengan memeluk tubuh Mawar.


Kini Mawar tidak bisa tidur lagi, dia lalu mengambil gawainya di nakas.


Kok belum kasih kabar ya ?" Tanya Mawar lirih.


"Tidur ay." Ucap Agung.


"Ya." Jawab Mawar lalu menanyakan Mida lewat inbox.


Namun gawainya langsung di rebut Agung, dan di suruh tidur.


"Tidur sayang." Ucap Agung.


"Ya mas." Jawab Mawar menurut.


"Jangan ambil kerjaan diam-diam tanpa sepengetahuan aku." Ucap Agung.


"Insyaa ALLAH." Jawab Mawar.


"Apa uang yang ku kasih kurang ?" Tanya Agung.


"Cukup mas, tapi aku terbiasa kerja." Ucap Mawar lirih.


"Urus aku dan putra kita yang benar dulu ay. " Ucap Agung lirih.


"Insyaa ALLAH mas." Jawab Mawar.


"Ya sayang." Ucap Agung sambil tersenyum.


Mereka pun langsung berpelukan, dan tak lama mereka terlelap kembali.


Pagi pun menjelang, Mawar bangun dan melakukan kegiatan seperti biasanya. Dan selalu ia sempatin ke masjid, walau hanya sholat subuh saja di Masjidnya.


"Hmm..mamam..ao ah." Celoteh Agung kecil membuat Mawar tersenyum.


"Apa sayang." Ucap Mawar.

__ADS_1


"Mamam...ah." Celoteh Agung kecil.


"Eh Mbak Mawar ya, apa kabarnya mbak ?" Tanya seseorang itu.


"Ya mbak, alhamdulillah baik." Jawab Mawar sambil tersenyum.


"Saya bidan di kampung sini mbak, kok anaknya sudah besar ya ?" Jawab dan tanya bidan itu.


"Oh ya, ibu Levi ya." Ucap Mawar.


"Ya, selama 8 bulan kemana saja mbak, saya cari mbak lho." Ucap Levi yang benar-benar tidak tahu kejadian 8 bulan yang lalu.


"Liburan bu." Jawab Mawar spontan.


"Oh liburan. Masyaallah tampan banget ya persis ayahnya." Ucap Levi.


"Alhamdulillah bu, makasih." Jawab Mawar sambil tersenyum.


"Gemuk dan putih banget. Sumeh juga." Ucap Levi.


"Alhamdulillah bu." Jawab Mawar sambil tersenyum.


"Jangan lupa besok posyandu ya mbak, ya sudah saya sekalian pamit. Ucapnya lalu pamit.


"Ya buk." Jawab Mawar.


"Ayo jalan lagi sayang." Ucap Mawar.


"Brrrttt, mamam..." Celoteh Agung kecil lagi.


Hingga sampai di rumah, Mawar membawa putranya ke taman. Dia lalu mengabadikan foto mereka di taman.


"Sayang senyum." Ucap Mawar.


Agung lalu menatap Mawar dan tersenyum.


Yeay, bagus sayang." Jawab Mawar.


Hingga akhirnya suara Mawar dan putranya membangunkan suami dan ayahnya. Agung lalu cuci muka dan melihat ke jendela kamarnya.


Lagi sayang. satu,dua, tiga. Ucap Mawar lalu Tersenyum ke arah kamera.


Cekrik.


Yeay. Ucap Mawar bahagia begitu juga dengan anaknya.


"Sudah yuk bangunin ayah." Ajak Mawar.


"Yayah." Ucap Agung kecil.


"Iya sayang, yuk." Ucapnya lalu membawa kamera itu lagi ke dalam.


"Ayah sudah bangun sayang." Jawab Agung seraya tersenyum.


"Yah terlambat kita." Jawab Mawar.


"Enggak apa-apa, maafin aku ya." Ucap Agung.


"Iya mas." Jawab Mawar sambil memasukkan kamera ke dalam tas.


"Kamu masih punya kamera ?" Tanya Agung.


"Ini kamera pribadiku mas, hasil kerjaku 8 bulan yang lalu. Aku enggak akan curi-curi cari kerjaan tanpa sepengetahuan kamu kok." Jawab Mawar.


"Yakin ?" Tanya Agung.


"Insyaa ALLAH hubby." Jawab Mawar.


"Ya sudah kalau gitu cepetan masakin buatku dulu. Aku sudah lapar !" Titah Agung.


"Sudah siap mas suamiku." Jawab Mawar.


"Baju kerjaku ?" Tanya Agung.

__ADS_1


"Sudah juga." Jawab Mawar sambil tersenyum.


"Masyaallah, pantes sudah ajak berfoto." Jawab Agung.


"Iya dong, diasah lagi kemampuannya. Sayang juga kan, punya ahli dan kamera enggak di gunakan." Ucap Mawar sambil mengangkat kedua alisnya dan tertawa.


"Masyaallah tabarakhaulah, makin bahagia aku dengan kamu." Ucap Agung seraya mengaamiinkan doanya.


"Aamiin ya ALLAH." Jawab Mawar juga.


"Sudah yuk, nanti kamu terlambat." Ucap Mawar.


"Ya." Jawab Agung.


Sampai di meja makan, mereka lalu sarapan bersama. Sedangkan putranya diajak Sari.


"Ay, suapin." Ucap Agung.


"Ya." Jawab Mawar.


Tak lama, setelah selesai makan dan mencuci peralatan makannya. Mawar di panggil suaminya.


"Sayang, tolong pakaikan sepatuku." Ucap Agung.


"Astagfirullahhallazim, mulai deh kambuh manjanya." Ucap Mawar dengan tawa khasnya.


"Ya aku kan pengen uji kesabaran ibu dari anakku." Jawab Agung.


"Hmm, terus kalau berhasil mau kamu kasih apa ?" Tanya Mawar.


"Mau ku ajak ke Mekah." Jawab Agung.


"Masyaallah, mau banget mas aku." Ucap Mawar dengan terharu. Karena itu sudah menjadi impiannya dari dulu.


"Doain rezeki suamimu lancar ya. Dan kita bisa berangkat ke sana." Jawab Agung.


"Aamiin ya ALLAH." Jawab Mawar.


"Aamiin." Jawab Agung.


"Sudah selesai." Ucap Mawar.


"Belum." Jawab Agung.


"Apalagi mas suamiku." Ucap Mawar.


"Kiss." Jawab Agung.


Mawar lalu memberikan permintaan Agung.


"Makasih sayang." Ucap Agung.


"Sama-sama mas." Jawab Mawar.


"Ya sudah, aku berangkat dulu ya. Ingat jangan nakal dirumah rumah." Ucap Agung.


"Insyaa ALLAH, kamu juga jangan genit di luar rumah." Ucap Mawar lalu takzim.


"Insyaa ALLAH istriku." Jawab Agung.


Mereka pun langsung keluar, dan tak lupa ia pamit dengan anaknya.


"Piho, ayah kerja dulu ya. Jaga ibumu ya, jangan boleh keluar rumah." Goda Agung seraya tertawa.


"Hmm, bagus ya. Anak masih kecil sudah di kasih kata-kata begitu." Ucap Mawar lirih.


"Maaf sayang." Jawab Agung lalu mengecup kening Mawar dan langsung berangkat.


"Fii amanillah." Ucap Mawar.


"Aamiin, makasih sayang. Assalamualaikum." Ucap dan salam Agung.


"Waalaikumsalam." Jawab Mawar.

__ADS_1


Setelah sudah tak nampak, Mawar lalu mengunci pintu gerbangnya. Dan kembali masuk ke dalam rumah. Dia lalu fokus dengan putranya. Sementara Sari sudah kembali bekerja.


__ADS_2