Cinta Beda Usia

Cinta Beda Usia
Bab 102


__ADS_3

Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Kini mereka nampak berbahagia bersama dengan keluarga kecilnya.


"Mas." Panggil Mawar lirih seraya menyandarkan kepalanya di bahu Agung.


"Hmm." Jawab Agung.


"Didi dan Aiman sekarang sudah tumbuh besar, aku kerja boleh enggak ?" Tanya Mawar dengan nada lirih dan sopan.


"Apa gajiku masih kurang ?" Tanya Agung.


"Alhamdulillah cukup, lebih dari cukup malah." Jawab Mawar jujur.


"Terus buat apa kerja ?" Tanya Agung lirih.


"Ya buat hiburan saja mas, aku juga pengen belanja dari hasil keringat aku sendiri." Jawab Mawar.


"Terus kalau kamu kerja, Aiman sama siapa ?" Tanya Agung.


"Aku ajak mas, kaya Didi dulu." Jawab Mawar sambil menatap wajah Agung.


"Oh, apa kamu enggak kasian sama Aiman ?" Tanya Agung.


"Kasian mas, tapi." Ucap Mawar terhenti karena Agung menatap Mawar dengan serius.


"Tapi apa ?" Tanya Agung.


"Tapi aku juga ingin seperti Mida mas, yang di bebaskan kerja sambil jaga anak." Jawab Mawar.


"Hmm." Jawab Agung seraya berlalu.


"Mau kemana ?" Tanya Mawar.


Namun Agung hanya terdiam dan langsung pergi. Astagfirullahhallazim, dosa besar aku. Ucap Mawar lirih sambil mengejar Agung.


"Mas." Panggil Mawar.


"Ck, kalau masih bahas itu lebih baik enggak perlu memanggilku." Jawab Agung.


"Maaf." Ucap Mawar.

__ADS_1


"Untuk apa ?" Tanya Agung seraya berhenti berjalan.


"Aku akan berusaha untuk tidak bahas itu lagi dan minta izin ke kamu lagi." Jawab Mawar.


"Hmm." Jawab Agung.


"Permintaan maafku gimana ?" Tanya Mawar.


"Udah ku maafkan." Jawab Agung.


"Serius ?" Tanya Mawar.


"Ya." Jawab Agung.


"Ridho enggak ?" Tanya Mawar.


"Ridho." Jawab Agung.


"Alhamdulillah makasih mas suamiku." Ucap Mawar.


"Ya." Jawab Agung lalu berjalan lagi.


"Indah banget ya mereka, kaya cinta FTV di sinetron. Berantem sebentar lalu akur lagi." Ucap Sari.


"Hmm ya." Jawab Sri.


"Kamu kenapa Sri ?" Tanya Sari.


"Enggak apa-apa, cuma kepikiran nota kertas yang ku dapat dari saku celana nona." Jawab Sri.


"Nota apa ?" Tanya Sari.


"Ini." Jawab Sri lalu memberikan kertas struk itu ke Sari.


"Nona mengkonsumsi obat ginian ?" Tanya Sari.


"Meneketehek biji salak." Jawab Sri.


"Idih, biji duren diem dulu napa." Ucap Sari.

__ADS_1


Mendengar itu Sri langsung terdiam, sedangkan Agung yang mendengar dua karyawannya berbincang langsung mendekati mereka.


"Ngobrolin apa ni, kayanya seru banget." Ucap Agung sambil tersenyum.


"Ini tuan, saya menemukan struk di kantong celana nona. Pas saya di suruh nona ambil uang." Jawab Sri jujur.


"Struk apa ?" Tanya Agung.


"Enggak tahu tuan." Jawab Sri..


"Mungkin struk belanja." Ucap Agung.


"Bukan tuan, ini kaya tebus obat dari RS." Jawab Sri.


"RS, RS mana ?" Tanya Agung.


"Ini tuan." Jawab Sri dengan menunjukkan struk itu ke majikannya.


"Astagfirullahhallazim." Ucap Agung lalu langsung pergi meninggalkan dua karyawannya.


"Tuan kenapa ya ?" Tanya Sari.


"Enggak tahu." Jawab Sri.


Meninggalkan dua karyawannya, kini Agung langsung menatap Mawar dengan lekat-lekat seraya menunjukkan struk yang diberikan oleh Sri tadi.


"Apa ?" Tanya Mawar.


"Kamu datang ke RS ini untuk apa ?" Tanya Agung.


Mendengar suara suaminya dan melihat struk itu, Mawar nampak mengernyitkan keningnya.


"Mas, aku enggak pernah ke RS mana pun, kecuali sama kamu." Jawab Mawar.


"Jangan tutupi kebohongan kamu." Ucap Agung.


"Kalau kamu enggak percaya, kamu bisa lihat dari cctv." Jawab Mawar.


Agung lalu membuka laptopnya dan mulai menyambungkan ke CCTV.

__ADS_1


__ADS_2