Cinta Beda Usia

Cinta Beda Usia
Bab 30


__ADS_3

"What My lovely sakit ?" Tanya Linda dengan mimik wajah terkejut.


"Iya, ya sudah yuk jalan. Kasian dia sendirian di kamar." Ajak Agung.


"Iya Tomcat sabar dulu napa." Ucap Linda.


Tak lama mereka pun sampai di kamar, Linda lalu memeriksa Mawar.


"Ehem." Dehem Linda seraya tersenyum dan menatap wajah Agung.


"Kenapa natap aku sampai segitunya ?" Tanya Agung.


"Kamu ini udah pernah nikah juga pake segala enggak tahu, istrimu ini sedang isi." Ucap Linda.


"Apa ?" Tanya mereka bersama dengan mimik wajah terkejut.


"Etdah, memang benar sejodoh sampai-sampai terkejut pun barengan." Ucap Linda dengan terkekeh.


"Kamu serius ?" Tanya Mawar.


"Serius kakak ponakan ipar ku sayang." Jawab Linda.


"Jerry, tapi dia badannya panas. Biasanya kan enggak ?" Tanya Agung.


"Kakak Tomcatku sayang, itu kalau kondisi tubuh calon ibu fit, sementara istrimu ini akhir-akhir ini kurang istirahat dan kurang asupan makanan juga minuman." Jawab Linda panjang lebar.


Mendengar itu Agung lalu menatap Mawar dan bertanya.


"Benar kamu begitu ?" Tanya Agung.


"Ya mas, maaf sebulan kamu bersikap aneh membuat aku malas makan." Jawab Mawar lirih.


"Maafin aku ay." Jawab Agung.


"Iya, aku juga minta maaf ya." Ucap Mawar.


"Ya sayangku." Jawab Agung lirih sambil tersenyum dan memeluk Mawar.


"Ih co cweet banget sih kalian, bikin aku jadi pengen cepet nikah." Ucap Linda.


Mendengar itu Mawar tersenyum dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Agung, sedangkan Agung tertawa lepas melihat istrinya yang masih malu-malu.


"Kak Tom, bukannya dulu kamu menolak keras ya dengan kakak ipar, tapi kenapa sekarang malah kamu jadi bucin dan menikah dengan kak Mawar ?" Tanya Linda.


"Wallahualam Jerry, aku sendiri juga tidak tahu. Pas dia tidak ada, aku merasa hampa. Tapi pas ada aku merasa risih." Jawab Agung jujur.


"Kalau risih kenapa mau menikah dengan kak Mawar ?" Tanya Linda lagi.


"Karena aku dapat petunjuk dialah jodohku." Jawab Agung.


"Petunjuk berupa apa ?" Tanya Linda.


"Lewat mimpi dan sujud Istiqoroh aku." Jawab Agung lagi.


"Hmm, berawal cinta jadi benci terus cinta lagi. Masyaallah banget cerita cinta kalian." Ucap Linda lalu bergegas pamit.


"Alhamdulillah." Ucap mereka bersama.


"Ya udah kak, aku pamit dulu. Masih ada tugas. Dan jangan lupa jaga calon ponakan aku." Ucap Linda.


"Ya bawel." Jawab Agung.


Sepeninggal Linda, Agung lalu menatap Mawar.


"Kenapa ?" Tanya Mawar.


"Makasih kado terindahnya." Jawab Agung.


"Kado apa ?" Tanya Mawar lirih sambil menggenggam tangan Agung.


"Kado kehamilan kamu ay." Jawab Agung.

__ADS_1


"Makasihya jangan sama aku, tapi sama ALLAH." Ucap Mawar dengan tersenyum.


"Iya, itu sudah aku lakukan. Aku ngucapin makasih sama kamu, karena kamu rela aku-." Ucap Agung terhenti.


"Shht, jangan diteruskan." Ucap Mawar.


"Memangnya kenapa ?" Tanya Agung.


"Aku malu." Jawab Mawar lalu tersenyum.


"Kenapa mesti malu, kita disini hanya berdua." Ucap Agung.


"Tetap saja aku malu mas." Jawab Mawar.


"Ya sudah kita bahas yang lain saja." Ucap Agung.


"Ya." Jawab Mawar.


"Bahas apa ?" Tanya Agung.


"Sebulan kemarin kenapa kamu mendadak berubah sama aku, apa aku punya salah sama kamu ?" Tanya Mawar dengan lemah lembut.


"Kamu enggak ada salah sayang, tapi akulah yang salah." Jawab Agung.


"Seingat aku, kamu enggak ada salah sama aku selama kita menikah." Ucap Mawar.


"Aku salah sama kamu, karena tepat pulang kerja aku dapat chating dari anakku agar aku menjauhi kamu. Pas aku tanyakan ke dia, dia jawab pakde dan ibunya merencanakan sesuatu agar kita tidak bisa bersama." Jawab Agung.


"Astagfirullahhallazim." Ucap Mawar lirih.


"Makanya untuk sejenak aku memilih menjauhi kamu dulu, walau sebenarnya aku tidak bisa." Jawab Agung.


"Masa ?" Tanya Mawar tak percaya.


"Iya." Jawab Agung.


"Tapi faktanya kamu bisa." Jawab Mawar lagi.


Melihat itu Mawar langsung menangis.


"Kenapa ?" Tanya Agung lirih.


"Jadi setiap malam, kamu selalu begitu ?" Tanya Mawar sambil terisak.


"Ya sayang. Udah ya jangan nangis lagi." Jawab Agung lalu mengusap air mata Mawar dan mencium wajah istrinya.


"Kok bisa sih aku enggak tahu." Ucap Mawar lagi.


"Mungkin ALLAH mendengar doaku." Jawab Agung sambil tersenyum.


"Makasih ya by." Ucap Mawar.


"Sama-sama ay." Jawab Agung.


Hening.


Hingga akhirnya Agung memecah keheningan.


"Ay, kamu enggak makan lagi ?" Tanya Agung.


"Nanti saja mas, aku merasa tenang dalam pelukan kamu." Jawab Mawar.


"Ya sudah, sekarang hingga selamanya tubuhku ini milikmu." Ucap Agung sambil mengelus lembut perut Mawar.


"Kamu bukan milikku mas, tapi hanya titipan. Yang ALLAH percayakan kepada aku, insyaa ALLAH akan ku jaga hingga akhir waktuku telah habis di dunia." Jawab Mawar.


"Aamiin, semoga kita meninggal dunia bersama. Aamiin." Ucap dan doa Agung.


"Memangnya bisa ?" Tanya Mawar.


"Bisa. Faktanya kamu doa minta di dekatkan dengan aku, ALLAH kabulkan. Dan sekarang giliran aku yang minta, untuk sehidup semati bersama." Jawab Agung.

__ADS_1


"Aamiin." Jawab Mawar pada akhirnya.


"Seberapa besar kamu suka sama aku ?" Tanya Agung.


"Sebesar kuku jari." Jawab Mawar.


"Kecil dong." Ucap Agung.


"Panjang." Jawab Mawar.


"Kok bisa panjang ?" Tanya Agung.


"Kuku kalau tidak dipotong, alangkah tumbuh panjang. Begitu juga dengan cintaku padamu." Jawab Mawar.


"Hmm, sudah pandai gombal ya sekarang." Ucap Agung sambil tersenyum.


"Kan dari kamu." Ucap Mawar.


"Oh ya ?" Tanya Agung.


"Iya." Jawab Mawar.


"Berarti kamu mudah paham dong." Ucap Agung.


"Alhamdulillah." Jawab Mawar.


"Makin wiu-wiu aku deh aku." Ucap Agung.


"Mulai deh." Ucap Mawar.


"Hahaha, aku serius ay. Kemarin aku sempat membenci dan risih denganmu, namun seiring berjalan waktu aku makin suka sama kamu." Jawab Agung.


"Aamiin, makasih suamiku. Aku juga makin cinta sama kamu." Jawab Mawar.


"Aamiin. Sama-sama sayang." Jawab Agung.


"Mas." Panggil Mawar.


"Ya sayangku." Jawab Agung.


"Pengen." Jawab Mawar.


"Pengen apa ?" Tanya Agung.


"Tidur, tapi di peluk kamu." Jawab Mawar.


"Utu-utu manjanya calon anakku. Ya sudah sini sayangku." Ucap Agung sambil memeluk Mawar.


Tak lama Mawar pun langsung terlelap.


Alhamdulillah, kamu makin cantik sayang. Ucap Agung.


Dan tak lama Agung pun menyusul Mawar tidur.


Di tempat lain, nampak Marfel dan Akbar berkunjung ke makam ibunda Mawar.


"Disini makamnya pak ?" Tanya Marfel pada juru kunci makam.


"Iya mas." Jawab bapak itu.


"Makasih pak." Ucap mereka.


"Sama-sama, kalau begitu saya tinggal dulu ya mas." Ucap pak juru kunci makam itu.


"Iya." Jawab mereka.


Sepeninggal juru kunci makam, mereka lalu mendoakan ibunda Mawar. Dan menabur bunga ke makamnya.


"Alhamdulillah." Ucap mereka bersama.


"Enggak nyangka ya bang, kita bisa mendoakan ibunda Mawar." Ucap Akbar.

__ADS_1


"Ya Bar." Jawab Marfel.


__ADS_2