Cinta Beda Usia

Cinta Beda Usia
Jodohku


__ADS_3

"Wah, enggak nyangka ya takdir ALLAH menyatukan kalian juga. 12 tahun lalu gagal meminang, kini sudah jadi nikah. Ternyata jodoh itu unik juga ya." Ucap Vidi.


"Ya." Jawab Agung dengan tersenyum.


Sampai di parkiran mereka pun langsung pulang ke rumah masing-masing.


Di Kediaman Marfel, Mawar kini sedang berbalas pesan dengan putrinya. Selesai berbalas pesan, Mawar lalu menyiapkan minuman untuk suaminya dan juga roti yang tadi dia buat.


Dari luar terdengar suara motor suaminya, diapun lalu menghampiri sang suami.


"Assalamualaikum." Salam Agung.


"Waalaikumsalam." Jawab David.


"Lho Vid, kamu disini ?" Tanya Agung.


"Ya tadi mantan istrimu kesini, dan aku ditugaskan tunggu disini sampai bos pulang." Jawab David.


"Oh." Jawab Agung lalu beranjak masuk ke dalam.


Rumah kok sepi, apa jangan-jangan dia pulang ? Tanya Agung lirih.


"Assalamualaikum hubby." Salam Mawar dari belakang tubuh Agung.


Spontan Agung langsung menatap dan memeluk istrinya. Beruntung nampan yang di pegang Mawar, tidak jatuh karena sudah di letakkan di nakas dekat Mawar berdiri.


"Waalaikumsalam hanny, jangan buat aku takut." Ucap Agung lirih.


"Maaf tadi aku mau keluar, tapi karena kamu sedang asik ngobrol ya sudah aku urungkan." Ucap Mawar.


"Makasih ay, kamu mau menuruti perintahku." Ucap Agung sambil tersenyum dan menatap lalu mencium bibir Mawar dengan lembut dan lama.


"Ya mas, sudah kewajibanku harus menuruti suamiku jika itu benar. Mas minum dulu tehnya, keburu dingin dan aku tadi iseng bikin roti, kalau enggak enak bilang ya." Ucap Mawar.


"Ya sayang, terima kasih." Jawab Agung seraya tersenyum.


"Gimana enak enggak ?" Tanya Mawar yang melihat Agung makan roti buatannya.


"Alhamdulillah enak." Jawab Agung.


"Serius ?" Tanya Mawar.


"Ya." Jawab Agung sambil tersenyum.


"Kamu enggak sedang bohongi aku kan ?" Tanya Mawar.


"Enggak sayang." Jawab Agung lalu kembali minum tehnya.


Mawar menatap gerak-gerik Agung dengan intens.


"Kenapa ?" Tanya Agung lirih dan mendekati Mawar.


"Aku takut kamu bohongi." Jawab Mawar lirih.


"Lihat mataku, apakah aku bohong denganmu ?" Tanya Agung lirih.


Mawar pun menatap wajah suaminya dan matanya, namun sial tiada ditemukan kebohongan di sana.


"Gimana ?" Tanya Agung.


"Enggak ada." Jawab Mawar dengan menunduk.


Agung mengangkat tangannya, untuk menarik wajah Mawar dengan perlahan.


"Aku memang lelaki, tapi aku beda dengan kedua mantanmu. Jadi hapus rasa takutmu itu." Ucap Agung.


"Enggak semudah itu mas." Jawab Mawar sambil merangkul ke leher Agung.

__ADS_1


"Ya di coba." Ucap Agung lirih.


"Ya. Ya sudah, cepatlah mandi kamu sudah bau acem." Ucap Mawar.


"Mandiin." Ucap Agung menggoda.


"Ck, enggak mau." Jawab Mawar.


"Ya sudah aku enggak mau mandi." Ucap Agung pura-pura merajuk.


"Ok, tapi bobok sendiri." Jawab Mawar.


"Waduh, ya sudah aku mandi dulu." Jawab Agung lalu berlari ke kamar mandi.


Sepeninggal Agung, Mawar tertawa geli karena ulah Agung. Masyaallah, terima kasih ya ALLAH. Kau hadirkan jodohku. Aamiin. Ucap Mawar lirih.


David yang tak sengaja melihat dari kaca jendela, ikut bahagia. Syukurlah mas, kamu sudah bertemu dengan cinta sejatimu. Ucap David.


Dan disini, Mawar tengah menyiapkan baju untuk suaminya.


"Hanny." Panggil Agung yang tampak rambutnya basah.


"Hubby, masuklah." Jawab Mawar.


"Ya sayang, sudah enggak sabar ya bikin debay ?" Tanya Agung.


"Ish, mulai deh." Ucap Mawar lirih.


"Hahaha, maaf bercanda." Jawab Agung.


"Ya." Jawab Mawar.


"Selesai mengenakan pakaian, Agung lalu mendekati Mawar.


"Hmm, wangi." Ucap mereka bersama.


"By, maaf ya tadi aku kirim roti ke rumah ayah. Dengan meminta tolong David." Ucap Mawar lirih.


"Iya sayang, tidak apa-apa." Jawab Agung.


"Kamu enggak marah by ?" Tanya Mawar.


"Kenapa mesti marah, Kinar itu sekarang juga putriku." Jawab Agung lalu menarik dagu istrinya dan mencium kembali.


"Ck, mulai deh lipsiceku habis lagi." Ucap Mawar.


"Haha, ya pakai lagi." Jawab Agung sambil tertawa.


Mawar pun memilih diam, meski jujur dia juga suka sama suaminya yang sekarang. Walau masih nikah siri, tapi Agung termasuk lelaki bertanggung jawab dan mampu membuktikan janjinya kepada Mawar.


"Ay, tadi aku ke rumah konsumen, nagih hutang dan untungnya aku enggak sendiri." Ucap Agung membuyarkan keheningan.


"Memangnya kenapa ?" Tanya Mawar.


"Tadi ada gadis yang tiap aku datang, selalu hanya pakai handuk saja. Tanpa pakai baju." Jawab Agung sambil menatap wajah Mawar.


"Terus, masalahnya apa ?" Tanya Mawar.


"Ya enggak ada, cuma kan risih ay." Jawab Agung.


"Risih tapi kamu menikmati pemandangan indah tubuhnya kan ?" Tanya Mawar dengan mode tahan marah.


"Ya enggaklah ay, aku sama Dion malah risih. Bahkan Dion juga sudah menegur mbak itu." Jawab Agung.


"Tetap saja kamu pasti lihat tubuhnya, dan kamu pasti bayangin bareng dia." Ucap Mawar dengan cemberut.


"Hahaha, enggak kok sayang. Aku malah sembunyi dan enggan menatapnya. Aku lebih pilih lihat kamu, di layar hpku." Ucap Agung sambil menyerahkan gambar foto Mawar kepadanya.

__ADS_1


Seketika Mawar langsung menepuk bahu Agung sedikit kencang, membuat Agung langsung kesakitan dan mengelus bahunya.


"Sakit ay." Ucap Agung.


"Salah sendiri, aku enggak pakai baju di foto." Ucap Mawar kesel.


"Ya maaf sayang." Jawab Agung lirih.


"Hapus sekarang." Ucap Mawar.


"Enggak mau, aku mau simpan ini. Karena kamu jodohku. Tuhan menitipkan kamu untukku, untuk aku bimbing ke jalan surga." Ucap Agung sambil memeluk Mawar.


"Tapi itu kan aku enggak pakai baju, cuma singlet." Ucap Mawar.


"Enggak apa-apa." Jawab Agung lalu pindah posisi.


"Ay." Panggil Agung.


"Hmm." Jawab Mawar seraya menatap Agung.


"Bolehkah aku bertanya ?" Tanya Agung.


"Tanya saja mas." Jawab Mawar.


"Kamu kenapa bisa kenal dengan Gilang ?" Tanya Agung.


"Aku ikut grub terus komen di statusnya dia." Jawab Mawar.


"Terus kok bisa sampai ke aku ?" Tanya Agung.


"Kepo ya ?" Tanya Mawar balik.


"Iya ay." Jawab Agung.


"Karena dia bertanya, kok ikut grub di sini, bukan di grub alamatmu ? Terus aku jawab, sedang cari temanku. Alhamdulillah dia mau bsntu, dan kasih tahu ke kamu." Jawab Mawar jujur.


"Kamu tahu enggak ?" Tanya Agung.


"Enggak." Jawab Mawar.


"Saat itu, aku semalaman liatin foto kamu dan enggak bisa tidur." Ucap Agung.


"Masa ?" Tanya Mawar.


"Beneran." Jawab Agung.


"Tapi hanya sehari, habis itu dah lupa." Ucap Mawar.


"Enggak, aku malah teringat kamu terus." Jawab Agung.


"Bohong." Ucap Mawar.


"Beneran." Jawab Agung.


"Ah udah ah, yuk keluar." Ajak Mawar.


"Disini dulu sayang." Jawab Agung.


"Enggak mau, ayo nonton televisi." Ucap Mawar.


"Enggak, disini dulu saja." Jawab Agung.


"Ya sudah ya." Jawab Mawar mengalah.


"Jangan cemberut dong, keep smilenya mana ?" Tanya Agung sambil tertawa.


"Enggak ada." Jawab Mawar menggoda.

__ADS_1


"Cie-cie ngambek ya ?" Tanya Agung.


__ADS_2