Cinta Beda Usia

Cinta Beda Usia
Bab 72


__ADS_3

"Ya tapi kan kamu dapat duda." Ucap Mida.


"Terus hubungannya apa ?" Tanya Mawar.


"Ya kan dah dapat bekas, maaf mungkin itu yang buat mereka menerima kamu." Ucap Mida lirih.


Mawar pun menjawab.


"Asal kamu tahu Mia, perjuangan aku untuk menolak suamiku sangat keras. Karena aku sadar diri. Aku bukan perempuan baik. Tapi ALLAH berkehendak lain, dan itu pun aku juga butuh perjuangan lagi untuk dapat hati mertua dan keluarga besar suamiku." Jawab Mawar.


"Maaf ya jadi ngingetin masa lalu kamu." Ucap Mida.


"Enggak apa-apa." Jawab Mawar.


"Agung lalu memeluk Mawar dan berbisik. Kamulah satu-satunya bagi aku." Ucap Agung berbisik.


"Aamiin." Jawab Mawar lalu mengelus lembut tangan Agung.


Akbar hanya tersenyum memandang mereka, masyaallah kakak iparku ini benar-benar menjadi contoh semua hamba ALLAH. Seburuk apapun perangai manusia, bakal berubah jika disandingkan dengan orang yang tepat. Ucapnya dalam hati.


"Ehem, lihatnya dalam banget." Ucap Mida.


"Uhuk-uhuk ehem, enggak aku kagum saja sama istri abang keponakan aku." Jawab Akbar.


"Kagum kenapa ?" Tanya Agung.


"Seburuk akhlak perempuan, jika di sandingkan dengan orang yang tepat akan berubah menjadi baik. Dan itu terbukti." Jawab Akbar.


"Ya, Qodarullah itu juga ada niat dalam diri istriku." Ucap Agung sambil tersenyum.


"Aamiin." Jawab mereka bersama lalu kembali tertawa.


"Agung kecil lagi apa ya ?" Tanya Mawar lirih.


"Tidur sayang." Jawab Agung.


"Sudah kangen banget aku sama dia." Ucap Mawar.


"Sabar nona, bentar lagi sopir pribadiku sampai ke rumah nona." Jawab Mida dengan tawa khasnya.


"Hemm, dasar supermi." Ejek Mawar.


"Mendingan supermi, bikin kenyang daripada kamu, Rojak." Jawab Mida.


"Ayah Ayu Ting-ting dong." Ucap Mawar.


"Bukan." Jawab Mida.


"Terus siapa ?" Tanya Mawar.


"Ayahnya Saripah." Jawab Mida.


"Dasar Mimin." Ucap Mawar lirih.


"Dasar Margarin." Jawab Mida.


Sementara dua lelaki nampak tersenyum dan menggelengkan kepala. Baru tahu, jika mereka disatukan bagai tom and jerry.


"Midal Midul." Ejek Mawar tak mau kalah.


"Mawar Mawur." Jawab Mida.


"Dada ayam." Ucap Mawar.


"Warung doyong." Jawab Mida.


"Shht, berisik deh kalian." Ucap Akbar.


"Ya maaf." Jawab Mida.


Sedangkan Mawar mulutnya langsung di cium oleh Agung.


Sesampai di rumah Agung, mereka lalu turun dan rupanya keluarga besar mereka masih di sana.


"Assalamualaikum." Salam mereka.

__ADS_1


"Waalaikumsalam." Jawab mereka bersama.


"Gimana sayang ?" Tanya Ratih,Rani, Rania dan Ratu.


"Alhamdulillah mi, tante-tanteku semua aku enggak apa-apa." Jawab Mawar sambil tersenyum dan memangku putranya.


"Bibu." Panggil Agung kecil.


"Ya sayang." Jawab Mawar sambil tersenyum.


Agung lalu memeluk dan mencium lengan tangan ibunya.


"Oh doa ya nak ya." Ucap mereka semua.


"Masyaallah anak sholeh ya sayang. Aamiin." Ucap dan doa mereka.


"Aamiin ya ALLAH." Jawab Mawar.


Sementara di luar Agung nampak mengobrol dengan papi, ayah mertuanya dan ketiga omnya.


"Gimana Gung ?" Tanya Hengki.


Agung pun langsung menjelaskan kejadian semalam hingga detail. Dan barulah mereka bisa tertidur.


"Syukurlah kalau begitu." Jawab Hengki dan yang lain.


Tak lama Agung kecil keluar mencari ayahnya.


"Ayah." Panggil Agung kecil.


"Sayang, sini nak." Jawab Agung seraya menyuruh anaknya untuk mendekat.


"Ayah, Bibu atit." Ucap Agung kecil.


"Iya sayang." Jawab Agung.


"Cipung." Panggil Akbar, Reza, Linda Arsyil dan Asyifa.


"Ya." Jawab Agung kecil lalu berdiri mendekati mereka.


"Ayo." Jawab Agung kecil.


Sepeninggal mereka, Mawar dan yang lain keluar. Agung pun langsung mendekati istrinya.


"Ada apa ?" Tanya Agung.


"Enggak apa-apa, suntuk aja di dalam rumah terus." Jawab Mawar.


"Oh." Jawab Agung.


"Agung kecil mana ?" Tanya Mawar.


"Main sama om dan tantenya." Jawab Agung.


"Sudah belum bisik-bisiknya ?" Tanya mereka semua.


"Sudah." Jawab mereka berdua.


"Nak, mami hanya ingin kasih tahu ke kalian. Psikis Agung sudah kena, tapi alhamdulillahnya bisa di obati." Jawab Ratih.


"Alhamdulillah. Terus berapa kali mi, kita harus bawa Agung ke psikologi ?" Tanya Mawar.


"Seminggu sekali." Jawab Ratih.


"Makasih mi. Sudah bantu Mawar rawat anak kami." Ucap Mawar.


"Sama-sama sayang." Jawab Ratih.


"Dan untuk dalang yang kemarin mencelakai kamu, sudah berhasil di tangkap. Ada 2 orang perempuan." Ucap Rani.


"Dua perempuan, siapa tan ?'" Tanya Agung.


"Satu rekan kerjamu, yang bernama Lusi. Dan satu lagi teman Mawar, Mega kalau enggak salah." Jawab Rani.


"Astagfirullahhallazim." Ucap mereka berdua.

__ADS_1


"Mami harap, kamu jaga lisan nak. Karena lisan ini bisa membunuh kamu dan putramu. Dan kamu Agung, jaga sikap dan perasaan perempuan. Jangan buat harapan." Nasehat mami dan ketiga tantenya.


"Insyaa ALLAH mi." Jawab Mawar dan Agung.


"Ya sudah kami pamit dulu ya." Ucap mereka bersama.


"Ya." Jawab mereka berdua lalu takzim.


Sepeninggal mereka, Agung lalu menatap Mawar yang melamun.


"Jangan melamun terus." Ucap Agung sambil mencium Mawar.


"Hemm ya." Jawab Mawar.


"Aku lemas, seharian tadi belum minum ini." Ucap Agung seraya menunjuk dua gundukan itu.


Mawar langsung lari dan menghampiri putranya, namun kalah cepat dengan Agung.


"Akh, mas." Ucap Mawar.


"Kenapa lari ?" Tanya Agung.


"Mau main sama Agung kecil." Jawab Mawar sambil mengelus lembut pipi suaminya.


Mendengar itu Agung lalu menjawab.


"Alasan." Ucap Agung seraya membopong Mawar dan membawa Mawar masuk kamar.


Tanpa mereka tahu Sari, Linda dan Arsyil melihat itu dan berkata.


"Etdah, berasa pengantin baru saja. Siang bolong masuk kamar. Hargai dong ada yang jomblo di sini." Ucap mereka bersama lalu tertawa.


"Kok bisa barengan ?" Tanya mereka lagi dan kembali tertawa.


Meninggalkan mereka bertiga, kini Akbar, Asyifa dan Agung kecil nampak sandaran di ayunan.


"Bang, aku boleh enggak curhat ?" Tanya Sifa.


"Om, te. Alo uhat anan mpe ngerin atu.(Om, tanten. Kalau mau curhat jangan sampai kedengeran aku.)". Ucap Akbar.


"Astagfirullahhallazim, ya Pung maaf." Jawab mereka.


Mereka lalu kembali bermain.


Berbeda dengan Reza dan Mida yang sibuk dengan gawainya. Sedangkan yang bertiga kini sedang bikin jus dan rujak di dapur.


"Mantep iki (Mantep ini.)." Ucap Linda.


"Insyaa ALLAH mbake." Jawab Sari.


Sedangkan Arsyil asik bikin jus.


"Jas jis jus nya dah jadi belon kakang ?" Tanya Linda.


"Ck, belum." Jawab Arsyil.


"Cemberut aja, tambah jelek lho." Goda Sari.


"Emang udah jelek." Ucap Arsyil.


"Makin jelek kalau Cembeyut." Jawab mereka berdua.


"Enggak lah." Jawab Arsyil.


"Yeay selesai, merong kitong pestong." Ucap Sari.


"Ngomong apa sih, enggak jelas banget." Ucap mereka berdua.


"Mari kita pesta." Jawab Sari.


"Okrai gemon." Jawab mereka.


"Yuhu." Jawab Sari.


Sedangkan di kamar, Agung dan Mawar nampak terlelap karena aktivitas tadi. Dan juga karena semalam kurang tidur.

__ADS_1


__ADS_2