Cinta Beda Usia

Cinta Beda Usia
Bab 51


__ADS_3

"Kemana mas ?" Tanya Mawar.


"Keluar bentar." Jawab Agung.


"Tapi putra kita." Ucap Mawar.


"Enggak apa-apa cuma sebentar." Jawab Agung.


"Awh, pelan-pelan mas. Sakit." Jawab Mawar sambil menahan nyeri.


"Maaf." Ucap Agung lalu membopong tubuhnya. Sampai di mobilnya, mereka lalu masuk.


"Mobil siapa mas ?" Tanya Mawar.


"Mobilku." Jawab Agung langsung menutup pintu dan menguncinya.


Selesai itu, dia lalu berkata.


"Sini aku bantu." Ucap Agung sambil membuka kancing baju istrinya.


"Bantu apa ?" Tanya Mawar.


Tanpa banyak kata, dia lalu membuka baju dan penutup asi Mawar.


"Mas." Panggil Mawar karena terkejut akan ulah suaminya.


20 menit berlalu, mereka sudah selesai. Dan terdengar suara sendawa Agung membuat Mawar tersenyum.


"Ayo." Ajak Agung.


"Iya." Jawab Mawar.


Sampai di gedung, Mawar langsung mencari anaknya. Sedangkan Agung ikut berkumpul dengan temannya yang baru datang.


"Kemana saja nih ?" Tanya temannya.


"Di rumah saja." Jawab Agung.


"Keluar yuk." Ajak teman-teman Agung.


"Makasih, aku sedang menikmati jadi ayah." Jawab Agung lalu tersenyum.


Mendengar hal itu seluruh temannya, langsung berkata.


"Ikhlasin Gung." Jawab mereka bersama.


Agung hanya tersenyum sambil mengotak-atik gawainya. Dan menunjukkan foto mereka bertiga tadi.


"Ini lihatlah." Ucap Agung seraya menunjukkan foto keluarga kecilnya.


"Masyaallah, jadi istrimu masih-". Ucap temannya terhenti, karena melihat Mawar membawa bayi dengan buru-buru.


"Iya." Jawab Agung yang belum tahu Mawar sedang buru-buru.


Teman-teman yang melihat itu, langsung membalikkan tubuh Agung ke posisi belakang.


"Kenapa ay ?" Tanya Agung panik.


"Sedang pup." Jawab Mawar lalu berlari.


"Bentar ya gaes." Jawab Agung langsung menyusul Mawar.


Sampai di toilet, Agung menunggu di luar. Takut salah masuk.


"Saat sedang menunggu istri dan anaknya, tiba-tiba ada perempuan centil menatap Agung. Menyadari akan tatapan mata perempuan itu, Agung lalu menghubungi Mawar.


Sementara Mawar nampak masih sibuk dengan aktivitas dia.


"Itu ayahmu mencari kita sayang." Ucap Mawar mengajak anaknya ngobrol.


"Yayah." Panggil Agung kecil.


"Iya." Jawab Mawar.


Selesai tugasnya, Mawar lalu keluar. Dan menatap suaminya.


"Mas, sudah lama ?" Tanya Mawar.

__ADS_1


"Lumayan, sudah selesai ?" Tanya Agung.


"Sudah." Jawab Mawar.


"Yayah." Panggil Agung kecil.


"Apa sayang." Jawab Agung.


"Mau ikut ayah ya ?" Tanya Mawar.


Saat mau berjalan, tiba-tiba mereka di halangi oleh perempuan tadi.


"Tunggu, mas tolong dong bantu aku pasangin handsaplast di punggungku." Ucap perempuan itu.


"Sini mbak, biar saya saja. Suami saya enggak bisa, karena mau gendong anak kami." Jawab Mawar.


"Ck, kan bisa kamu gendong." Jawab perempuan itu nyolot.


"Oh, maunya sama lelaki." Ucap Mawar lama ob pun datang.


"Nah itu ob mbak, sama masnya saja ya. Maaf kami buru-buru." Ucap Mawar sopan.


Sementara Agung nampak tersenyum lebar, akan ulah mereka.


"Aku bangga memiliki kamu." Ucap Agung.


"Aamiin." Jawab Mawar.


Sedangkan perempuan yang ada di dalam kamar mandi itu, nampak kesal. Ternyata benar targetnya tadi sangat susah digoda.


Meninggalkan perempuan tadi, kini keluarga kecil Agung nampak mau pamit, karena hari sudah sore. Dan meminta maaf, enggak bisa nunggu acara sampai selesai.


"Mi, kami pamit dulu ya." Ucap Agung dan Mawar.


"Iya." Jawab Ratih lalu memberi snack dan aneka makanan juga baju untuk cucunya.


"Makasih mi." Jawab Mawar.


"Sama-sama, langsung pulang ya. Kasian cucuku kelihatan capek." Ucap Ratih.


"Iya mi." Jawab mereka.


"Bang, kita pamit dulu ya. Sudah sore soalnya." Ucap Agung.


"Ya, hati-hati di jalan ya." Jawab Marfel.


"Ya. Salam buat Nadin." Ucap Agung.


"Ya." Jawabnya.


Sampai di parkiran, Agung lalu membuka pintu untuk istrinya.


"Ayo ay." Ajak Agung.


"Ya mas." Jawab Mawar sambil menatap putranya yang sedari tadi natap arah belakang.


"Kenapa ?" Tanya Agung setelah masuk mobil.


"Enggak tahu mas, anak kita lihatin belakang terus ya ?" Tanya Mawar.


"Positif thinkhing aja sayang." Jawab Agung.


Tak lama mobil Agung meninggalkan gedung.


"Hemmm, mamah." Ucap Agung kecil.


"Ya sayang, kamu belum boleh makan, masih 2 bulan lagi." Jawab Mawar.


Mendengar itu Agung langsung tersenyum.


"Yayah...hemmm mamam." Ucap Agung kecil.


"Sudah sayang." Jawab Agung senang.


"Nah mulai deh, isap jempol kaki." Ucap Mawar.


Agung langsung menoleh dan tersenyum.

__ADS_1


"Bikin malas ngapa-ngapain ni." Ucap Agung.


Membuat Agung kecil tertawa terbahak-bahak.


Tak lama mereka sampai di rumah.


"Alhamdulillah sampai juga." Ucap mereka.


"Hmmm." Jawab Agung kecil.


"Aamiin." Ucap Mawar sambil mengajarkan putranya.


"Sudah yuk masuk." Ajak Agung.


"Iya." Jawab Mawar.


Sampai di rumah, Sari langsung membukakan pintu.


"Tuan, tadi ada mbak Lusi kesini." Ucap Sari dengan menunduk.


"Ada apa ?" Tanya Agung.


"Hmm, itu tuan anu." Ucap Sari belepotan.


"Yayah." Panggil Agung kecil dengan keras.


Membuat Sari terkejut dan menatap mereka.


"Kejutan." Ucap Mawar.


"Nona ya ALLAH gusti. Ini beneran anda non ?" Tanya Sari terharu.


"Iya Sari, dan ini putra kami." Jawab Mawar.


"Masyaallah." Jawab Sari.


"Oh ya tadi Lusi kesini mau apa ?" Tanya Agung lagi seraya menggendong putranya.


"Itu tuan, tuan diminta ke rumahnya." Jawab Sari lirih.


Mendengar itu Mawar pun langsung memberi nasehat.


"Ya sudah mas, kita kesana saja. Mungkin ada urusan kerja atau undangan makan malam bersama keluarganya." Jawab Mawar yang sebenarnya sudah risih dan terganggu dengan teman Agung.


Maklum ya gaes, perempuan mudah perasa dan cemburu.


"Ya sudah, tapi kita berdua saja ya. Kasihan Agung jika diajak." Ucap Agung.


"Harus bertiga. Kita kan sepaket." Jawab Mawar sambil tersenyum.


"Baiklah." Jawab Agung.


Malamnya, Agung dan keluarga kecilnya sudah sampai di rumah Lusi.


"Ini rumah rekan kerja kamu mas ?" Tanya Mawar.


"Iya." Jawab Agung.


Ting Tong.


"Ya." Jawab Lusi gembira.


"Mari silahkan ma suk." Jawab Lusi lemas, saat tahu Mawar ada di depan matanya dengan menggendong putra mereka.


"Malam, mbak Lusi ya ?" Tanya Mawar dengan ramah dan tersenyum.


"Ya." Jawab Lusi.


"Kami disuruh kesini, ada perlu apa ya ?" Tanya Mawar to the poin.


"Aku minta dia melamar aku, karena dia selalu meluk dan nraktir aku. Aku mau menikah dengan dia. Tapi kamu malah datang disini." Jawab Lusi.


Mendengar itu Mawar hanya terdiam sambil menutup telinga putranya.


"Aku tunggu kamu di mobil mas." Ucap Mawar.


Namun langsung di cegah Agung, dia lalu memberikan Agung kecil mainan dan memasang tutup telinga untuk putranya. Beruntung Agung kecil tidak melepasnya.

__ADS_1


"Maaf Lusi, jika sikapku membuat kamu salah paham. Tapi aku melakukan itu karena aku sudah menganggap kamu sebagai adikku sendiri. Dan maaf, aku enggak bisa melamar kamu. Karena aku sudah punya pasangan hidup dan seorang putra." Ucap Agung tulus.


__ADS_2