
Tak terasa sebulan berlalu, Arya pun memutuskan untuk datang ke rumah Agung tanpa sepengetahuan Agung.
Tin...Tin...
Terdengar suara klakson mobil di luar, membuat Agung yang ada di ruangan kerjanya langsung keluar.
"Sudah jam 9 malam, siapa yang bertamu malam-malam begini ?" Tanya Agung lirih.
"Siapa mas ?" Tanya Mawar sambil menggendong Aiman yang terbangun karena bunyi klakson mobil.
"Enggak tahu ay." Jawab Agung lalu membuka pintu rumahnya.
"Mas hati-hati." Ucap Mawar lirih.
"Iya." Jawab Agung lalu tersenyum.
Mawar menunggu di ruang tamu bersama Aiman,sementara Agung melihat dari gawainya siapa yang bertamu malam-malam begini.
"Abang Arya." Ucap Agung lalu membuka pintu gerbang.
"Assalamualaikum,maaf ya malam-malam ganggu tidurnya." Salam dan Jawab Arya.
"Waalaikumsalam, ya bang." Jawab Agung.
"Sudah tidur ?" Tanya Arya.
"Belum bang, sedang di meja kerja tadi. Oh ya mari masuk bang." Jawab dan ajak Agung.
"Ya." Ucap Arya.
Sampai di depan pintu Arya menghentikan langkahnya, karena melihat istri Agung tertidur di ruang tamu tanpa mengenakan jilbab.
"Mari masuk bang." Ajak Agung lagi.
"Istrimu tidur tu." Ucap Arya tanpa menatap Mawar.
"Astagfirullahhallazim, maaf bang." Jawab Agung lalu menggoyangkan tubuh istrinya.
"Hmm." Jawab Mawar.
"Ay, pindahlah ke kamar. Ada bang Arya di luar." Ucap Agung lirih.
__ADS_1
"Ya." Jawab Mawar lalu beranjak pergi seraya menggendong putranya.
Sepeninggal Mawar, Agung lalu mengajak Arya masuk ke dalam.
"Mari bang." Ucap Agung.
"Iya." Jawab Arya lalu masuk ke dalam.
"Begini Gung kedatangan aku kesini untuk memberi kabar, bahwa besok kita batal ke luar kota. Karena ternyata tempat kantor cabang di sana, sedang masa proses perbaikan dan pengurangan karyawan." Ucap Arya.
Dalam hati Agung sangat bersyukur.
"Oh begitu." Jawab Agung.
"Iya, Ya sudah kalau begitu aku langsung pamit pergi." Ucap Arya.
"Kemana bang, malam mingguan ya ?" Tanya Agung seraya tertawa.
"Iya dong." Jawab Arya dengan tawa khasnya.
Sepeninggal Arya, Agung lalu mengunci seluruh pintu rumah. Dan masuk ke dalam ruang kerjanya.
Alhamdulillah ya ALLAH terimakasih aku ucapkan atas terjawabnya doa istriku. Aamiin. Ucapnya lirih.
Ck, siapa sih ini ? Tanya Agung lalu mematikan gawainya dan memilih melanjutkan kerjanya.
Hingga tak terasa waktu pun cepat berlalu. Sementara Mawar nampak terbangun.
Mas Agung dimana ? Tanya Mawar lalu beranjak pergi keluar.
Sampai di luar, nampak sepi dan tak ada Agung. Dia lalu mencari ke ruang kerjanya.
Astagfirullahhallazim, disini kamu ternyata mas. Ucap Mawar lirih sambil mendekati suaminya yang tertidur di meja kerjanya.
Ya ALLAH, untung yang di tindih buku tulis dia. Ucap Mawar lirih lalu mengambil buku itu, dan tanpa sadar hal tersebut membuat Agung terbangun.
"Ayang." Ucap Agung.
"Maaf mas, yuk pindah ke kamar. Nanti tubuhmu sakit." Jawab dan ajaknya.
"Iya." Jawab Agung lalu mereka keluar bersama.
__ADS_1
Sampai di kamar mereka lalu tidur kembali. Dengan posisi saling berpelukan. Sedangkan Aiman sudah tidur di box tidurnya sendiri.
"Ay." Panggil Agung.
"Hmm." Jawab Mawar.
"Tadi bang Arya kesini. Dia bilang kalau kita batal ke luar kota." Jawab Agung.
"Alhamdulillah." Ucap Mawar.
"Ya, makasih ya." Ucap Agung.
"Untuk apa ?" Tanya Mawar.
"Untuk doamu." Jawab Agung.
"Sama-sama mas." Ucap Mawar.
"Mas, kamu jahat." Ucap Mawar lagi.
"Jahat kenapa ?" Tanya Agung.
"Ya jahat, karena kamu hatiku yang mati oleh lelaki menjadi hidup kembali." Jawab Mawar.
"Alhamdulillah dong ay." Ucap Agung.
"Hmm, tapi aku masih trauma." Jawab Mawar.
"Jangan lama-lama traumanya." Ucap Agung.
"Hmm, aku heran kenapa Bisa sih kita hidup bersama ?" Tanya Mawar.
"Karena kita sama-sama saling membutuhkan. Ya walaupun aku sempat gengsi untuk mengakuinya." Jawab Agung.
"Enggak hanya itu, pakai pamer boncengan dengan perempuan dan anaknya. Padahal aku hanya berniat minta maaf, tapi kamu malah gede rasa. Nilai aku suka sama kamu." Ucap Mawar.
"Hmm, maaf ay. Habisnya kabar yang beredar kamu itu berakhlak buruk. Ya pikiran aku langsung mengarah ke sana." Jawab Agung.
"Iya, tapi aku heran kok sekarang kamu mau sama aku ?" Tanya Mawar.
"Qodarullah ay." Jawab Agung.
__ADS_1
"Hemm." Ucap Mawar lirih sambil memeluk suaminya.