Cinta Beda Usia

Cinta Beda Usia
Bab 29


__ADS_3

"Ya sudah, selamat malam." Ucap Mawar lalu pindah ke tempat tidur.


Agung yang melihat itu, merasa gemas dengan tingkah Mawar.


"Ck, jadi gini kalau hatimu sedang marah ?" Tanya Agung pura-pura kesal.


"Aku trauma dengan pernikahan aku yang kemarin mas." Jawab Mawar jujur seraya mendekati suaminya.


"Trauma kenapa ?" Tanya Agung lirih dan beranjak bangun dari tidurnya.


"Kedua pernikahan aku kandas, mereka hanya ingin menikmati t***hku saja. Setelah dapat langsung membuka aibku di depan orang banyak. Saat itu aku mencoba sabar, namun masih terus dilakukan. Tepat aku sudah enggak bisa memendam marah, aku lalu menantang dia untuk cerai. Saat itu juga akulah yang selalu di salahkan terus. Padahal jika mereka tahu, mereka mungkin akan mempertimbangkan ucapan mantanku." Jawab Mawar panjang lebar.


Mendengar jawaban Mawar, Agung tidak banyak bertanya lagi. Namun dia lalu memeluk Mawar dengan erat.


"Insyaa ALLAH aku enggak akan begitu." Ucap Agung seraya menenangkan istrinya.


"Aamiin. Aku minta maaf ya kalau aku masih seperti anak kecil." Ucap Mawar lirih.


"Ya sayangku." Jawab Agung.


Mereka kini pun saling memandang dan tersenyum.


"Sudah malam, yuk tidur." Ajak Mawar.


"Ya." Jawab Agung lirih.


Sesampai di tempat tidur, mereka pun langsung berdoa dan melepas lelah di tempat tidur.


Setengah jam berlalu, namun Mawar masih terjaga. Bayang-bayang kegagalan itu masih mengusik di fikiran Mawar.


Hmm, enggak mau aku enggak boleh kaya gini. Ucap Mawar lirih lalu beranjak dari tempat tidur, untuk ke kamar mandi.


"Kemana ?" Tanya Agung.


"Ke kamar mandi mas, kamu belum tidur ?" Jawab dan tanya Mawar.


"Udah barusan." Jawab Agung.


Mawar pun langsung ke kamar mandi untuk berwudhu dan sholat.


Tak lama Mawar selesai sholat, dia kembali ke tempat tidur.


"Kamu kenapa ?" Tanya Agung.


"Aku enggak apa-apa mas." Jawab Mawar dusta.


"Jangan bohong." Ucap Agung sambil menatap wajah Mawar.

__ADS_1


"Aku enggak bohong mas." Jawab Mawar sambil tersenyum dan mengelus lembut pipi suaminya, berharap suaminya tidak curiga dan bertanya lagi.


Agung lalu menggenggam tangan Mawar dengan lembut lalu mengecupnya.


Cup.


"Jangan berbohong dengan suamimu, kunci rumah tangga bahagia itu ada dua, kejujuran dan kepercayaan." Ucap Agung.


"Iya mas suamiku." Jawab Mawar lalu memeluk tubuh Agung.


"Aku ingin obati trauma kamu." Ucap Agung lirih sambil mengelus lembut kepala Mawar.


"Hmm." Jawab Mawar singkat.


"Hmm apa ?" Tanya Agung.


"Hmm, iya mas. Tapi aku minta kamu bisa sabar saat hadapi aku juga anakku." Jawab Mawar.


"Insyaa ALLAH ay." Jawab Agung.


Mawar pun langsung mengangkat kepalanya dan menatap wajah Agung.


"Kenapa ?" Tanya Agung.


"Mengingat gaya dan ucapan kamu dulu, aku jadi ingin tertawa." Jawab Mawar.


"Yang mana ?" Tanya Agung.


"Oh itu." Ucap Agung lirih sambil tersenyum dan mendekati Mawar.


"Iya, tapi ternyata kita malah jadi pasutri." Ucap Mawar lirih.


"Aamiin, semoga hingga jannah." Jawab Agung lalu mencium bibir Mawar dengan lembut.


"Mas, tidur yuk." Ajak Mawar.


"Ya." Jawab Agung yang sudah tahu Mawar akan menolak untuk melakukan yang lebih.


Keesokan harinya, Agung nampak sudah terbangun, namun Mawar masih terlelap karena semalam tepat tengah malam, badan Mawar panas.


Syukurlah badanmu tidak sepanas kemarin. Ucap Agung.


"Jangan pergi." Ucap Mawar lirih sambil menggenggam tangan Agung.


"Enggak sayang, aku akan ada di sini." Jawab Agung lalu memeluk tubuh Mawar.


"Makasih." Ucap Mawar.

__ADS_1


"Sama-sama ay." Jawab Agung.


Tepat jam 8 pagi, Agung memesan deliveri untuk sarapan. Dia merasa tak tega meninggalkan Mawar seorang diri, dengan kondisi badan masih panas.


Tok...Tok...Tok..


Ceklek.


"Permisi pak, pesanan bapak sudah sampai dan ini total pembayarannya." Ucap pengirim paket tersebut.


"Ya." Jawab Agung lalu membayarnya.


"Terima kasih." Ucapnya.


"Ya." Jawab Agung.


Agung lalu menutup pintu kamar, dia lalu mendekati Mawar. Mengajak Mawar makan, Mawar pun menurut.


"Sudah mas." Ucap Mawar lirih.


"Ya sudah." Jawab Agung.


Selesai menyuapi Mawar, Agung lalu makan sarapan dan tak lama makanan yang ia makan pun habis.


Alhamdulillah. Ucap Agung lalu membersihkan meja tempat ia makan tadi dan ke kamar mandi untuk cuci tangan.


"Sayang aku ke luar dulu ya." Pamit Agung.


"Iya." Jawab Mawar.


"Kamu enggak apa-apakan, aku tinggal sebentar ?" Tanya Agung.


"Insyaa ALLAH enggak mas." Jawab Mawar.


"Ya sudah, aku pamit dulu ya." Ucap Agung.


"Hmm." Jawab Mawar.


Sepeninggal Agung, Mawar pun mencoba memejamkan mata untuk istirahat kembali. Namun matanya enggan terpejam, dia lalu menatap sekitar.


Sementara di luar, Agung nampak menatap gawainya. Rupanya sebelum di tinggal keluar, dia memasang kamera kecil di ruangan itu.


Saat asik melihat wajah istrinya yang masih pucat, tiba-tiba dari arah belakang ada Linda yang mengagetkan Agung.


"Woy, liatinnya sampai segitu amat." Ucap Linda.


"Sialan kamu, Jerry." Jawab Agung kesal.

__ADS_1


"Ahay, Tomcat merajuk. Ada apa kamu suruh aku kesini ?" Jawab dan tanya Linda.


"Tolong periksa istriku, semalam badannya panas dan sampai sekarang pun masih panas. Ya walaupun enggak sepanas yang kemarin." Ucap Agung.


__ADS_2