
("Ya sudah tunggu ayah pulang ya." Ucap Agung.)
("Ya ayah." Jawab Mawar.)
("Istriku dirumah jangan nakal ya." Ucap Agung sambil tertawa.)
("kebalik kali." Jawab Mawar.)
("Haha, ya aku selalu jaga diri demi dirimu." Ucap Agung sambil tertawa.)
("Aamiin ya ALLAH ya Rohman ya Rohim." Jawab Mawar.)
("Assalamualaikum istriku. emmmuchhh." Salam Agung lewat telfon.)
("Waalaikumsalam suamiku." Jawab Mawar.)
Panggilan pun langsung diakhiri oleh Mawar. Dan tak lama Agung vc.
("Ada apa mas ?" Tanya Mawar sambil tiduran dekat Agung kecil.)
("Kisnya mana ?" Tanya Agung balik.)
("Yayah." Panggil anaknya dengan tertawa.)
("Ya sayang." Jawab Agung sambil tersenyum.)
("Kiss dulu, baru enggak aku ganggu." Ucap Agung.)
("Malu mas, udah tua juga kaya anak baru gede saja." Jawab Mawar.)
("Istriku." Ucap Agung sambil mendekatkan kameranya ke wajahnya. )
Dan berakhir di ketawain anaknya.
("Ayang." Panggil Agung.)
("Astagfirullah malu mas." Jawab Mawar.)
("Sayang." Panggil Agung.)
("Hmm." Jawab Mawar sambil memberi asi ke putranya.)
("Pelit." Ucap Agung dengan mengambek kaya anak kecil.)
("Suamiku, emmuuuach." Jawab Mawar mengalah.)
("Gitu dong sayang." Ucap Agung lalu mematikan panggilan vcnya.)
Ayah kamu itu 1001 nak, hanya dia saja yang manja banget. Tapi ibu suka. Ucap Mawar kepada sang anak.
Tak terasa waktu pun kini sudah sore, Mawar ajak Agung kecil untuk jalan-jalan di area rumahnya. Dan sesekali Mawar mengabadikan fotonya di gawai dia.
Saat sedang asik menatap hasil fotonya, suaminya memeluk dia dari belakang.
"Mas, sudah pulang ?" Tanya Mawar seraya takzim.
"Sudah dari setengah jam lalu." Jawab Agung lalu mencium Mawar dan Agung kecil.
"Sebentar ya aku bikinin minum dulu." Ucap Mawar.
"Enggak usah, aku mau minum ini." Ucap Agung sambil menunjuk ke asi Agung kecil.
"Enggak boleh." Ucap Mawar.
"Boleh ya, aku sudah ketagihan." Jawab Agung.
"Mas ih, kan dulu sudah." Ucap Mawar.
"Plis." Jawab Agung.
Mawar pun hanya bisa pasrah, entah apa yang merasuki suaminya itu. Sejak mau meredakan sakitnya pas di pernikahan abang iparnya, suaminya sampai sekarang minta terus.
"Ya sudah nanti saja ya." Ucap Mawar.
"Sekarang ay." Jawab Agung lirih.
"Bentar aku panggil bibik dulu, anak kita masih ingin di sini." Ucap Mawar.
"Ya." Jawab Agung.
Tak lama Sari datang.
"Nona mana bik ?" Tanya Agung.
"Ada di dalam tuan." Jawab Sari.
"Titip dulu ya." Ucap Agung kepada Sari.
"Ya tuan." Jawab Sari.
Sampai di kamar, Mawar yang sedang duduk di kursi langsung di bopong Agung.
__ADS_1
"Mas, ngagetin saja." Ucap Mawar terkejut.
"Maaf, aku sudah haus banget." Jawab Agung lalu membuka dan meminumnya.
"Pelan-pelan sayang." Ucap Mawar seraya mengelus lembut kepala suaminya.
Tak lama Agung pun ketiduran, sementara Mawar langsung menyelimuti tubuh suaminya.
Selamat tidur mas suamiku. Ucap Mawar lirih.
Tak lama dia menyusul Agung kecil, yang nampak agak rewel.
"Kenapa bik ?" Tanya Mawar.
"Haus mungkin nona." Jawab Sari.
"Sini sayang." Ucap Mawar lalu mengambil alih putranya dan memberikan asi.
"Makasih ya bik." Ucap Mawar.
"Iya Nona." Jawab Sari.
Sepeninggal Sari, Mawar kini mengajak putranya pindah ke dalam rumah.
Disini ya nak, sambil lihat tv." Ucap Mawar.
Saat tengah asik menatap tv, Agung kecil tertidur lagi. Gegas Mawar menutup aset berharganya. Dan menidurkan putranya di dekat ayahnya.
Selesai itu, niatnya ingin keluar malah gagal. Karena suaminya sudah terbangun. Dan menindih tubuh Mawar.
"Mas." Panggil Mawar karena terkejut.
"Shtt, nanti anak kita bangun." Jawab Agung lalu tersenyum.
"Nyebelin banget sih kamu hari ini." Ucap Mawar pura-pura kesal.
"Tapi bikin rindukan ?" Tanya Agung.
"Iya." Jawab Mawar jujur.
Agung langsung menatap Mawar dan mencium bibirnya yang sudah menjadi candu. Dan meminum asi putranya.
Di luar, tanpa mereka tahu, maminya datang sendiri. Karena sudah lama tidak ketemu cucu. Pasti ada di kamarnya. Ucap Ratih lalu membuka pintu kamar Agung.
"Astagfirullahhallazim. Agung yang ampun, dia minum milik putranya. Ucap Ratih lirih lalu menutup pintu kamar dengan perlahan.
Sementara menantunya terlihat terdiam sambil menatap anaknya.
"Besok saja bik, mereka sedang tidur." Jawab Ratih dusta.
"Oh ya. Hati-hati ya nyah." Ucap Sari.
"Iya." Jawab Ratih lalu pulang.
Sepeninggal Ratih, Sari langsung mengunci pintu gerbang dan masuk ke dalam.
Sedangkan David dan Hari sudah kembali ke rumah Marfel. Sejak tahun Agung sudah pulang.
Kembali di kamar, Agung kecil sudah terbangun. Beruntung aksi ayahnya tidak ketauan oleh putranya. Dan kini Mawar harus makan lagi, karena lapar akibat diminum mereka.
"Makan bik." Ajak Mawar.
"Iya Nona silahkan." Jawab Sari.
Tak lama ayah dan itu keluar bersama sambil tersenyum menatap ibunya makan.
"Makan ay." Ucap Agung.
"Iya." Jawab Mawar.
"Mau dong." Ucap Agung.
"Aku ambilkan sebentar ya." Jawab Mawar.
"Enggak usah, pakai sisaku saja. Dan suapin." Ucap Agung.
"Iya sudah." Jawab Mawar lalu menyuapi suaminya.
Setelah selesai, mereka pun langsung pindah ke kamar tamu karena Agung kehausan.
"Bagi dong." Ucap Agung.
"Bentar ayah." Jawab Mawar.
Mendengar itu Agung lalu beranjak dari tempat tidur.
"Kemana ?" Tanya Mawar.
"Keluar sebentar, mau merokok." Jawab Agung lalu menarik dagu Mawar dan mencium bibirnya.
"Jangan banyak-banyak merokoknya." Ucap Mawar.
__ADS_1
"Enggak sayang. Cuma satu." Jawab Agung seraya memperlihatkan rokoknya satu batang.
Tak lama Agung keluar, sambil merokok dan memainkan gawainya.
Sayup-sayup terdengar suara adzan maghrib, Agung lalu mematikan gawai dan rokoknya lalu masuk ke dalam dan mengunci pintu rumah.
Sementara Mawar dan anaknya nampak tertawa bersama karena melihat tv. Mendengar itu, Agung lalu mematikan tv dan mengajak istrinya sholat.
"Sholat dulu yuk sayang." Ajak Agung.
"Iya mas." Jawab Mawar.
"Bibik ayo sholat juga." Ucap Agung.
"Ya tuan." Jawab Sari.
Kini setelah selesai wudhu dan sholat, mereka mengaji. Agung kecil menyimak sambil tersenyum menatap mereka semua.
Selesai mengaji, Sari lalu pamit.
"Bik, ganti bajunya hari ini aku ajak kamu ke mall." Ucap dan ajak Agung.
"Serius tuan ?" Tanya Sari.
"Serius." Jawab Agung.
Mawar pun langsung tersenyum begitu juga putranya.
Sepeninggal Sari, Mawar lalu takzim ke suaminya dan menggendong putranya.
"Aku kangen kamu sayang." Ucap Agung sambil memeluk Mawar.
"Iya kan sudah ketemu mas." Jawab Mawar.
"Kurang sayang." Jawab Agung.
"Kurang terus. Terus aku mesti ikut kemanapun kamu pergi gitu ?" Tanya Mawar.
"Iya." Jawab Agung.
"Sudah yuk, kasihan bibik sudah menunggu." Ucap Mawar mengalihkan pembicaraan.
"Iya." Jawab Agung.
Selesai semua, mereka pun langsung berangkat.
"Sudah dikunci semua bik ?" Tanya Agung.
"Sudah tuan." Jawab Sari.
"Astagfirullahhallazim, hpku ketinggalan." Ucap Agung lalu minta tolong Sari untuk mengambilkan.
Dengan langkah cepat, Sari pun mengambilkan gawai majikannya. Dan mengunci kembali pintu gerbangnya.
"Woi biji semangka, aje gile mau kemana ?" Tanya Wati.
"Halan-halan dulu ya biji salak." Jawab Sari.
"Etdah, jangan kampungan ye." Ucap Wati.
"Inyonge kagak, situ kali." Jawab Sari lalu pamit.
Sementara majikannya hanya tertawa mendengar itu semua.
"Ini tuan." Ucap Sari seraya menyerahkan gawainya.
"Makasih bik." Jawab Agung.
"Sama-sama tuan." Ucap Sari.
"Bik, kalau mau main enggak apa-apa. Tapi mainnya pas hari Minggu saja." Ucap Agung.
"Iya tuan." Jawab Sari.
"Oh ya bik, satu lagi. Jangan bawa temanmu ke rumah kami ya." Ucap Mawar.
"Ya nona." Jawab Sari.
"Maaf ya, jangan tersinggung. Aku melakukan ini demi keamanan bersama." Ucap Mawar lirih sambil tersenyum.
"Santai saja nona, saya paham kok." Jawab Sari jujur.
"Alhamdulillah, makasih ya bik. Kalau saya atau suami saya punya salah dengan bibik, tolong di maafkan ya." Jawab Mawar.
"Ya nona, saya juga ya tuan dan nona." Ucap Sari.
"Ya bik." Jawab mereka bersama.
Sampai di mall, mereka lalu turun.
"Pernah kesini belum bik ?" Tanya Agung.
__ADS_1
"Sudah tuan, diajak nyonya." Jawab Sari.