Cinta Beda Usia

Cinta Beda Usia
Bab 33


__ADS_3

Dan di hotel, kini Agung menemani Mawar di tempat tidur. Tak lama Mawar pun sadar.


"Mas." Panggil Mawar lirih.


"Alhamdulillah kamu sudah sadar ay." Ucap Agung sambil tersenyum.


"Memangnya aku kenapa ?" Tanya Mawar.


"Kamu tadi pingsan, aku takut kamu kenapa-kenapa." Jawab Agung jujur.


"Maaf ya mas, tadi tiba-tiba kepalaku pusing banget." Jawab Mawar lirih.


"Ya sayangku." Jawab Agung.


"Kinar mana mas ?" Tanya Mawar.


"Kinar ikut pulang ayah, dia belum bisa ninggalin ayah ayah." Jawab Agung.


"Kasihan dia." Ucap Mawar.


"Besok kita jemput dia, dan aku minta kamu jangan banyak pikiran. Itu akan mempengaruhi debaynya." Ucap Agung.


"Insyaa ALLAH mas." Jawab Mawar.


Mereka kini pun saling memandang lama dan tanpa berkedip.


"Kamu itu tulang rusukku, begitu juga aku. Aku tanpamu bagaikan ambulans tanpa wiu-wiu." Ucap Agung lirih.


Mendengar itu Mawar tertawa renyah.


"Kok malah ketawa ?" Tanya Agung.


"Gimana enggak ketawa, umur sudah tua masih aja jago gombal." Jawab Mawar geli.


"Ck, seribu satu wanita, cuma kamu yang enggak mudah digoda dengan rayuan." Ucap Agung.


"Aamiin." Jawab Mawar sambil tersenyum.


"Senyum-senyum terus, aku gigit kamu nanti." Ucap Agung becanda.


"Ya maaf, habisnya enggak pantas aja umur sudah tua pakai rayuan abal-abal." Jawab Mawar dengan tertawa karena di tatap Agung.


"Hmm, tahu ah." Ucap Agung pura-pura kesal.


"Aduh marah ni ye ?" Tanya Mawar.


"Enggak." Jawab Agung.


"Yang benar ?" Tanya Mawar dengan berbisik.


"Iya." Jawab Agung lalu menatap Mawar.


"Alhamdulillah, kirain babangku marah." Ucap Mawar sambil menoel hidung mungil Agung.


"Ish, suka banget toel-toel hidungku." Ucap Agung sambil menggenggam tangan Mawar.


"Dungil sih, makanya aku jadi gemes. Sudah kening lebar, hidung mungil eh bibirnya ikutan mungil." Jawab Mawar sambil tersenyum menatap wajah suaminya itu.


"Ya sudah sesuai dengan fase wajahku." Ucap Agung sambil membuka pengait bra Mawar.


Karena sudah menjadi kebiasaan, tidur tidak boleh memakai bra. Sesuai perintah Agung.


"Mas." Panggil Mawar.


"Hmm." Jawab Agung yang baru selesai melepas bra istrinya.


"Besok kita masih disini atau sudah pulang ?" Tanya Mawar.


"Masih disini ay." Jawab Agung.


"Oh." Jawabnya.


"Kenapa ?" Tanya Agung.


"Bosen." Jawab Mawar sambil menatap wajah Agung.

__ADS_1


"Kan ada aku." Ucap Agung.


"Disini hanya tiduran, aku bosan mas suamiku." Jawab Mawar lalu menyentuh pipi Agung.


"Sabar. Nikmati saja." Ucap Agung.


"Iya, asal ada kamu apapun itu aku nikmati." Jawab Mawar seraya tertawa.


"Alhamdulillah." Jawab Agung.


"Wasyukurillah." Ucap Mawar.


"Jangan pernah bosan untuk saling mengingatkan." Ucap Agung.


"Insyaa ALLAH, kamu juga jangan pernah bosan untuk selalu membimbing aku dan putriku." Ucap Mawar.


"Insyaa ALLAH." Jawab Agung lalu tersenyum.


Mereka kini pun saling berpelukan.


"Sayang." Panggil Agung.


"Hmm." Jawab Mawar.


Cup


Cup.


Cup


Kecupan tiga kali dari sang suami, membuat Mawar langsung membalas kecupan itu.


"Hahahaha, sudah ay geli." Ucap Agung sambil tertawa.


"Salah sendiri mulai,giliran di balas malah tertawa." Ucap Mawar.


"Ya maaf, habisnya aku rindu kamu." Jawab Agung.


"Kan sudah ketemu setiap hari." Jawab Mawar.


"Hmm, lebay deh." Jawab Mawar.


"Enggak lebay sayang." Ucap Agung.


"Ya." Jawab Mawar.


"Setelah ini kita akan disibukkan kegiatan masing-masing dan juga ujian rumah tangga, semoga kita tetap bersama ya." Ucap Agung.


"Insyaa ALLAH mas." Jawab Mawar.


"Jangan pergi saat kondisi sedang emosi, namun ganti dengan ibadah." Ucap Agung.


"Insyaa ALLAH, kamu juga begitu ya. Jangan pergi dan menyudahi hubungan ketika bosan menghinggapi dirimu." Ucap Mawar lirih.


"Insyaa ALLAH istriku." Jawab Agung.


"Kita sama-sama pernah gagal, jadi aku harap kita sama-sama Instropeksi diri agar kegagalan tidak kembali berulang." Jawab Mawar.


"Iya." Jawab Agung lirih sambil menatap wajah Mawar.


"Kamu enggak tidur lagi ?" Tanya Agung.


"Nanti mas." Jawab Mawar seraya menarik tengkuk Agung dan mencium bibirnya.


"Mulai berani ya ?" Tanya Agung selesai ciuman.


"Enggak apa-apa" Jawab Mawar lalu membuka celana Agung.


Merasakan itu, Agung menatap Mawar dengan tersenyum.


"Apa kamu lagi pengen ?" Tanya Agung.


"Enggak tahu, aku rasanya ingin menyentuhnya." Jawab Mawar.


"Lakukan sesukamu sayang." Jawab Agung.

__ADS_1


"Ya." Jawab Mawar.


Di lain tempat nampak Marfel gelisah tak karuan, ingin rasanya menanyakan keadaan Mawar. Namun dia hanya ipar, dan di tambah lagi disana sudah ada Agung.


Sial, ada apa denganku ? Tanyanya lirih.


Akbar yang mendengar itu, langsung menyimpulkan bahwa Marfel sebenarnya ada rasa dengan Mawar. Akbar pun langsung mendekati Marfel berharap Marfel bisa tenang.


"Bang, belum tidur ?" Tanya Akbar.


"Belum Bar." Jawab Marfel.


"Kenapa bang ?" Tanya Akbar.


"Bar, seumur hidupku baru kali ini merasakan frustasi karena wanita." Jawab Marfel.


"Sabar bang, bukannya bude sudah berikan calon untuk abang ?" Tanya Akbar.


"Ck, enggak ada yang lulus. Semuanya manja, tidak ada yang seperti Mawar." Jawab Marfel.


Tanpa mereka tahu Agung mendengar itu melalui nomer telepon Akbar yang ia hubungi. Karena ingin membahas sesuatu.


Bagai petir di siang bolong, mendengar pengakuan dari abangnya. Beruntung Mawar sudah terlelap, karena aksinya tadi.


Agung lalu menutup telfonnya. Dia lalu mendekati Mawar, lalu memeluknya.


Kamu benar Ay, kita memang harus menjauhi ipar. Aku kira bang Marfel tidak menyukai kamu, tapi faktanya berbeda. Ucap Agung lirih sambil mencium perut Mawar.


"Hmm, mas tidurlah." Ucap Mawar lirih.


"Iya sayangku." Jawab Agung.


Maafin aku bang, aku enggak akan pernah lagi pertemukan kamu dengan Mawar. Karena kini dia istriku, dan dia juga sudah mengandung putraku. Ucap Agung dalam hati.


Cup.


Kecupan Mawar, membuyarkan lamunan Agung.


"Bangun lagi ?" Tanya Agung lirih.


"Kamu belum tidur, makanya aku enggak bisa tidur." Jawab Mawar sambil menatap wajah Agung.


"Maaf ay, aku belum ngantuk." Jawab Agung.


"Tumben ?" Tanya Mawar.


"Iya, karena aku memikirkan sesuatu." Jawab Agung.


"Mikirin apa ?" Tanya Mawar seraya beranjak bangun.


"Mikirin kamu." Jawab Agung.


"Kenapa ?" Tanya Mawar lagi.


"Karena aku takut kehilangan kamu." Jawab Agung jujur.


"Mas, pada akhirnya kita akan terpisah, kalau bukan karena pihak ketiga yang kematian." Jawab Mawar lirih lalu menatap wajah Agung.


"Ya, aku tahu itu. Yang aku takutkan bukan tentang itu, tapi hubungan saudara ikut pecah." Ucap Agung jujur.


"Maksudnya ?" Tanya Mawar lirih.


Agung lalu menceritakan semuanya yang ia dengar tadi. Mendengar penjelasan dari suaminya, Mawar lalu menatap wajah Agung.


"Libatkan ALLAH mas, karena hanya ALLAHlah yang bisa menunjukkan jalan terbaiknya." Jawab Mawar bijak.


"Pasti sayang." Jawab Agung.


"Tak perlu terlalu dipikirkan, semuanya pasti ada titik terang. Kita hanya diminta sabar,tawakal, berserah diri, doa dan usaha." Jawab Mawar.


"Bijaksana banget sih kamu." Ucap Agung sambil menatap wajah Mawar.


"Aamiin, itu semua dari pengalaman aku mas." Jawab Mawar.


Mendengar itu Agung langsung meminum layaknya seorang anak kecil, namun netranya masih menatap ke arah Mawar.

__ADS_1


Sementara tangan satunya masuk ke dalam goa yang membuat Mawar men****h.


__ADS_2