
Tiba-tiba terdengar pintu gerbang kos-kosan dibuka. Ada seorang perempuan tersenyum ke arah Mawar.
"Malam mbak, kok sendirian ?" Tanya gadis itu.
"Malam juga mbak, ya mbak. Saya sedang cari kerja." Jawab Mawar.
"Astagfirullahhallazim, jam segini sudah enggak ada mbak, besok lagi saja. Apalagi kondisi mbak sedang hamil." Ucap gadis itu.
"Ya tapi saya bingung mau kemana." Jawab Mawar.
"Ya sudah yuk ikut saya, angin malam enggak baik buat kesehatan janin mbak, mbak sudah makan belum ?" Ucap dan tanyanya.
"Belum." Jawab Mawar.
"Astagfirullahhallazim, Mbak sementara tidur sama aku ya. Ucapnya.
"Apa enggak merepotkan ?" Tanya Mawar.
"Enggak mbak, aku disini ngontrak sendiri."Jawabnya sambil tersenyum.
"Alhamdulillah, makasih ya." Jawab Mawar lalu tersenyum juga ke arahnya.
"Sama-sama." Jawab gadis itu.
"Oh ya kenalin namaku Amida Kayla Septriasa." Ucap Mida.
"Mawar Seroja." Jawab Mawar.
"Salam kenal ya, ya sudah ni makanlah." Ucap Mia.
"Ya." Jawab Mawar.
"Flasback On."
"Dari dialah aku dapat kerja mas. Dan dia juga mau mengajari aku caranya memoto." Ucap Mawar.
"Alhamdulillah." Jawab Agung lalu tersenyum.
"Besok kita ke kontrakan dia ya, aku mau ngucapin makasih. Sudah mau nolong istri dan putraku." Ucap Agung.
"Ya mas. Dia juga masih sendiri." Ucap Mawar.
"Oh ya ?" Tanya Agung.
"Iya." Jawab Mawar.
Mereka pun saling memandang lama dan tanpa berkedip. Agung lalu mendekati Mawar dan mencium bibirnya yang sudah lama tidak dia kecup.
"Mas, aku belum kb, Agung kecil masih kecil." Ucap Mawar lirih.
"Hmm." Jawabnya sambil mengulang kecupannya lagi.
"Mas." Panggil Mawar dengan suara mendayu.
"Ya." Jawab Agung yang kini sudah membuka semua atribut istrinya.
"Mas." Panggil Mawar.
"Ya." Jawab Agung.
"Sakit." Ucap Mawar lirih.
"Pelan-pelan sayang." Jawab Agung.
"Tapi sakit." Jawab Mawar.
Mendengar itu suaminya mengulang kembali dari awal hingga Mawar terbuai dan lupa sejenak. Tak lama, sakit itu hadir lagi.
"Akhhhh." Teriak Mawar.
"Sakitnya hanya sebentar saja kok." Ucap Agung lirih.
"Ya." Jawab Mawar.
Dan benar saja, tak lama Mawar merasa indahnya surga dunia.
Sedangkan di rumah kontrakan Mia, kini sedang sepi. Karena Mia ada tambahan kerja.
Aduh, mana sih ini kok daritadi enggak ada yang datang taksi atau ojeknya ?" Tanya Mia sambil melihat arlojinya.
Tak jauh dari posisi Mia, Akbar kini sedang membantu seorang ibu, yang nampak lupa dimana arah kontrakan putrinya.
"Nama putri ibu siapa ya ?" Tanya Akbar.
"Amida Kayla Septriasa." Jawab ibu itu.
"Nama panggilannya ?" Tanya Akbar.
"Mia." Jawab ibu itu.
Deg.
Mia, kaya enggak asing dengan nama itu. Apa jangan-jangan Mia temannya kakak ipar ya ? Ucapnya penuh tanda tanya.
"Mas-mas stop, itu putri saya." Jawab ibu itu dengan tiba-tiba.
Spontan Akbar langsung mengerem mobilnya dengan mendidik. Hingga terdengar bunyi mendecit.
"Mia." Panggil ibu Mia.
"Mama." Jawab Mia langsung memeluk mamanya.
Akbar yang melihat itu langsung mendekati mereka.
"Mia teman kakak iparku itu ya ?" Tanya Akbar.
"Iya mas." Jawab Mia dengan tertawa terlihat giginya yang gingsul ditambah lesung pipinya.
"Kalian sudah saling kenal ?" Tanya ibunya Mia.
__ADS_1
Akhirnya Akbar menjelaskan semuanya.
"Oh jadi temanmu yang itu, suami keponakan adek ini ?" Tanya ibu itu.
"Ya tante." Jawab Akbar.
Mereka pun asik mengobrol, sedangkan di rumah Agung sedang selesai ritual. Kini mereka pun nampak ingin tidur, tapi Agung kecil malah menangis minta susu.
"Shttt, haus ya." Ucap Mawar lirih sambil memberikan asinya ke putra tercinta.
Sedangkan suaminya langsung memeluk Mawar dari belakang.
"Aduh, haus banget kayanya." Ucap Agung lirih.
"Iya." Jawab Mawar.
"Biar adil aku juga mau ah." Ucap Agung yang langsung minum juga.
"Hmm, dua-duanya sama saja." Ucap Mawar lirih.
"Hmm." Jawab Agung.
Tak berselang lama, Agung kecil tertidur lelap.
"Alhamdulillah." Jawab Mawar.
"Sudah tidur ?" Tanya Agung lirih.
"Sudah mas." Jawab Mawar.
"Markitdur." Ucap Agung berbisik.
"Maksudnya ?" Tanya Mawar.
"Mari kita tidur." Jawab Agung.
"Yuks, baca doa dulu." Ucap Mawar.
"Asiap istriku." Jawab Agung.
Mereka pun langsung memejamkan mata. Dan tak lama tertidur, karena lelah.
Tepat sepertiga malam, Mawar terbangun dan mandi lalu melaksanakan ibadah sholat. Selesai itu, dia ajak putranya untuk mandi, lalu mengaji di depan putranya.
Agar kelak,Agung kecil suka mengaji dan dijauhkan dari hal-hal yang kurang baik.
"Ah...." Ucap Agung kecil.
"Sudah sayang." Jawab Mawar sambil meniup ubun-ubun di kepala putranya.
"Alhamdulillah." Jawab Mawar lalu menidurkan putranya untuk di pijat.
Ya itulah rutinitas Mawar sekarang, selesai memijat Agung kecil.Dia lalu menyalakan air, untuk mandi anaknya.
Ayo mandi. Ajak Mawar.
Agung kecil lalu tertawa, sampai di kamar mandi, Mawar memandikan anaknya dengan perlahan.
"Hmm,mamam." Celoteh Agung kecil.
"Yeay selesai. Alhamdulillah." Ucap Mawar lalu menggendong putranya.
"Ayo ambil baju dulu. Ajak Mawar.
Setelah dapat setelah baju marinir khusus putranya, pemberian dari maminya kemarin. Mawar lalu memakaikan setelan ke anaknya.
Masyaallah tampan banget ya putra ibu. Ucap Mawar.
Sang putra nampak tersenyum senang.
"Hmmm...mamam.." Celoteh Agung kecil lagi.
Barulah ia susui kembali, dan tepat subuh,Mawar mengajak putranya ke masjid terdekat.
Agung kecil nampak anteng dengan memainkan mainannya. Qomat berkumandang, mereka yang di masjid nampak berdiri untuk menjalankan ibadah sholat subuh berjamaah.
Selesai ibadah, Mawar lalu pulang. Karena tadi belum pamit dengan suaminya.
"Assalamualaikum." Salam Mawar.
"Waalaikumsalam." Jawab Sari.
"Tuan sudah bangun bik ?" Tanya Mawar.
"Bik siapa non ?" Tanya Sari balik dengan bingung.
"Ya kamulah bibik Sari. Nanti kalau aku panggil kamu dengan nama saja, takutnya anakku niruin. Mulai sekarang aku panggil bik Sari ya." Jawab Mawar sambil tersenyum.
"Masyaallah, oke non." Jawab Sari.
"Tuan sudah bangun ?" Tanya Mawar lagi.
"Udah non, tapi dia ke kamar lagi. Biasa non, kalau hari Ahad tuan suka gitu. Mager." Ucap Sari.
"Mungkin capek bik, biarin saja." Jawab Mawar lalu masuk ke dalam.
Sesampai di kamar, Mawar mengucapkan salam dan takzim.
"Assalamualaikum Ayah." Salam mereka.
"Waalaikumsalam, eh siapa ni tampan banget ya." Jawab dan ucap Agung.
Agung kecil nampak tertawa dan dengan tangan minta gendong ayahnya.
"Utu-utu, habis subuhan ya ?" Tanya Agung.
"Yayah." Jawab Agung kecil.
"Alhamdulillah, jadi anak yang sholeh ya nak. Agar bisa bahagiakan kedua orang tuamu. Aamiin." Ucap Agung sambil mengajarkan anaknya untuk Aamiin.
__ADS_1
"Aamiin ya ALLAH ya Rohman ya Rohim." Jawab Mawar seraya meletakkan teh hangat di nakas.
"Minum dulu mas." Ucap Mawar lagi.
"Makasih cintaku." Jawab Agung.
"Sama-sama." Ucap Mawar.
Mereka pun kini hanya duduk di lantai yang beralaskan karpet.
"Ay, besok pagi bos aku mengundang keluarga kecil seluruh karyawan. Agar kejadian 8 bulan yang lalu tidak terjadi kepada yang lain. Besok datang ya." Ucap dan ajaknya.
"Namanya dapat undangan ya wajib datang mas. Kalau enggak datang, nanti kita dituduh enggak butuh bantuan orang." Jawab Mawar.
"Alhamdulillah." Jawab Agung lalu tersenyum dan mencium istri dan anaknya yang kini nampak asik berguling-guling.
"Aduh ya ampun, cepat banget sih kamu." Ucap Agung sambil memindahkan posisi Agung ke tempat semula.
"Ya yah, namanya juga sudah 4 bulan." Jawab Mawar.
"Enggak terasa ya, di Usiaku yang ke 41 tahun, ALLAH beri aku bidadari surga dan putra kecil untuk temani hari-hari aku." Ucap Agung lirih.
"Aamiin, aku juga enggak nyangka berakhir dengan kamu. Yang dulu pernah Bentak ayahku, alhamdulillah kini jadi pasangan sehidup,semati dan sesurgaku." Jawab Mawar sambil tersenyum.
"Aamiin sayang." Jawab Agung lalu tertawa karena ulah putranya.
"Yayah." Panggil Agung kecil.
"Apa sayang." Jawab Agung.
"Capek yah, minta gendong." Ucap Mawar.
"Oh minta gendong, ayo." Ucap Agung sambil menggendong putranya yang kini badannya makin berisi.
"Boboho ya." Ucap Agung sambil menggendong Agung kecil dengan berlari.
Putranya pun nampak tertawa senang, hingga terdengar dari luar.
Sedangkan Mawar nampak sedang memasak untuk suaminya. Ya meskipun ada Sari, kini Agung memilih masakan sang istri. Dia enggak mau melewatkan momen di masakin istri.
Selesai memasak, Mawar kembali ke kamar.
"Mas." Panggil Mawar.
"Shht." Ucap Agung sambil meminta Mawar untuk diam.
"Ups, tidur ?" Tanya Mawar lirih.
"Ya." Jawab Agung lalu tersenyum.
"Masyaallah Cipung." Ucap Mawar.
"Cipung ?" Tanya Agung.
"Ya mas, kemarin 5 keponakan kamu manggil anak kita dengan sebutan Cipung." Jawab Mawar.
"Hmm, mereka itu memang unik." Ucap Agung sambil tersenyum.
"Ya sudah yuk sarapan, sarapannya sudah siap." Ajak Mawar.
"Ya sayangku, hari ini masak apa ?" Tanya Agung.
"Sambal ikan, sop jagung manis, perkedel dan tempe." Jawab Mawar.
"Hmm, dari baunya udah enak ni. Bikin tambah keroncongan perutku ay." Ucap Agung.
"Insyaa ALLAH enak mas. Ya sini makan." Jawab Mawar seraya mengambilkan sarapan untuk suaminya.
Selesai sarapan, Mawar lalu membereskan meja makan.
"Bik." Panggil Mawar.
"Ya nona." Jawab Sari.
"Kamu sarapan dulu ya, ini untuk kamu." Ucap Mawar.
"Tapi non." Ucap Sari.
"Sudah, sarapan dulu. Kerjanya di teruskan lagi nanti." Jawab Mawar.
"Ya non, makasih." Jawab Sari.
"Siapa yang nyuruh kamu duduk di bawah ?" Tanya Mawar.
"Enggak ada non." Jawab Sari.
"Sini bik, bibik duduk di sini. Kita ini semua sama-sama ciptaan ALLAH. Kalau makan duduk disini ya." Ucap Mawar.
"Ya nona." Jawab Sari.
Tanpa Mawar tahu, Agung menatap Mawar dengan tersenyum. Masyaallah dia benar-benar sudah berubah. Ucapnya lirih sambil membaca koran.
"Ya sudah aku tinggal dulu ya." Ucap Mawar.
"Ya nona." Jawab Sari.
Sepeninggal Mawar, Sari nampak malu baru kali ini ikut majikan yang bersifat baik dan lemah lembut.
Dan di sini, Mawar duduk di dekat kolam renang sambil main air.
Tak jauh beda dengan Mawar, kini Agung nampak sedang main game di gawainya.
Ck, kalah lagi. Ucap Agung lirih sambil menatap wajah Mawar yang tampak asik main air.
"Mau renang ?" Tanya Agung.
"Enggak, aku enggak bisa renang." Jawab Mawar jujur.
"Mau aku ajari ?" Tanya Agung.
__ADS_1
"Boleh." Jawab Mawar penuh semangat.