
Tanpa mereka tahu, Akbar melihat itu. Sungguh aku tak pernah bisa mengagumi kalian. Ujian bertubi-tubi pun, kalian masih bisa tersenyum.
Kini aku tahu alasan TUHAN mempertemukan kalian lagi, adalah untuk bersatu. Padahal kemarin kalian saling membenci, abang Agung juga jijik dengan kakak ipar. Namun takdir berkata lain. Ucapnya dalam hati.
Kembali ke Nadin dan Marfel yang nampak begadang mengasuh putrinya.
"Utu-utu, haus ya nak." Ucap Marfel.
"Iya papa." Jawab Nadin menirukan suara anak kecil.
Dan mereka pun langsung tertawa. Sedangkan Mida nampak terbangun, karena rasa lapar yang melanda. Abang mana sih ? Tanyanya lirih.
"Eh Mia, maaf ya suara kami mengganggu tidurmu." Ucap Marfel.
"Iya bang, enggak apa-apa. Lihat suamiku enggak ?" Tanya Mida.
"Di luar tadi." Jawab Marfel.
Mida pun langsung keluar, dan mencari suaminya.
"Abang aku lapar." Ucap Mida seraya memeluk pinggang Akbar dari belakang.
Spontan Akbar langsung membalikkan badan.
"Maaf sayang, ya sudah yuk ke dalam sambil pesan makan. Angin malam enggak cocok buat bumil." Jawab Akbar.
"Ya." Jawab Mida.
Sedangkan Agung dan Mawar kini tengah tertidur kembali.
Pagi pun tiba, mereka pun banyak yang bersiap untuk pulang, begitu juga dengan Mawar. Dalam perjalanan membayar biaya RS, Marfel tak sengaja menyenggol seseorang yang ia kenal.
"Tante Imel." Panggil Marfel.
"Siapa ya ?" Tanya Imel teman Ratih.
"Anaknya mami Ratih tan." Jawab Marfel.
"Oh, Ratih yang kismin itu ?" Tanya Imel sombong dan langsung pergi.
Lha, dia kenapa jadi beda gitu ya, pakai bilang mami kismin. Astagfirullahhallazim, mungkin lagi ada masalah. Ucap Marfel lalu pergi ke administrasi.
Sedangkan Mawar, Didi, Ratih, Hengki, Nadin dan Michel menunggu di ruang tunggu seraya antri obat.
"Mawar Seroja." Panggil perawat itu melalui mikrofon.
"Yuk ay." Ajak Agung.
"Ya." Jawab Mawar sambil menuntun putranya.
Sampai di tempat obat, mereka pun duduk.
"Ibu, ini obat untuk pipinya ya. Dan ini wajib habis. Semoga lekas sembuh ibu." Ucap perawat itu ramah.
"Aamiin, makasih sus." Jawab Mawar sambil tersenyum tipis.
Tak lama Marfel sudah sampai disana, Agung pun ikut berkumpul disana.
"Mi, kami pamit dulu ya. Maaf enggak bisa ikut." Ucap Agung.
"Iya sayang, enggak apa-apa." Jawab kedua orang tuanya.
"Mi, pi, Mawar pamit dulu ya. Mohon doanya ya mi, pi." Ucap Mawar sambil takzim.
"Iya sayang, doa kami selalu menyertai kalian. Cepat sembuh ya, ingat kejadian ini jadikan kewaspadaan bukan trauma." Ucap mereka.
"Insyaa ALLAH mi." Jawab Mawar.
"Bang, kami pamit dulu ya." Ucap mereka bersama.
__ADS_1
"Ya, tetap kabari abang ya." Jawab Marfel.
"Ya bang." Jawab Agung.
"Kak, kami pamit ya." Ucap mereka bersama.
"Iya, yang sabar dan kuat ya dek." Ucap Nadin lalu memeluk Mawar.
"Insyaa ALLAH kak." Jawab Mawar.
"Hei Michel pipo, tante, om dan Didi pulang dulu ya sayang." Ucap Mawar lirih.
"Iya tante." Jawab Nadin menirukan suara anak kecil.
Membuat mereka semua langsung tertawa. Mereka pun langsung pulang sepeninggal adiknya, Marfel menghubungi ajudannya untuk tetap waspada. Dan juga meminta, adiknya untuk diawasi dari jarak jauh.
Di mobil, Didi nampak bicara.
"Ayah, Bibu." Panggil Didi.
"Ya kenapa sayang ?" Tanya mereka.
"Didi bakal balas pelbuatan meleka, yang sudah sakiti Bibu." Jawab Didi.
Mendengar itu Mawar langsung memeluk putranya, sedangkan Agung nampak mengelus punggung Didi.
"Jangan ya boy, jangan kotori tubuhmu untuk membalas dendam. Karena dendam itu tidak baik." Jawab Mawar dan Agung.
"Tapi..." Ucap Didi terhenti karena Mawar mencium pipinya.
"Bibu geli." Ucap Didi sambil tertawa terbahak-bahak.
"Mau lagi ?" Tanya Mawar.
"Sudah bibu, peyutku atit." Jawab Didi lalu turun dari pangkuan ibunya dan ambil minumnya.
"Yayah, belhenti dulu ayah, atu mau bobok." Ucap Didi.
Sesampai di jok belakang Didi pun minum susunya sambil tiduran. Tak lama Didi terlelap, begitu juga dengan Mawar.
Melihat kedua orang yang dicintainya tertidur, Agung pun tersenyum bahagia. Bahagia aku sederhana ay, ada kamu dan keturunan kita bisa buatku awet muda. Ucap Agung.
Sesampai di rumah, Dion ada di pintu gerbang.
"Siang mas." Sapa Dion.
"Siang, sama siapa nih ?" Tanya Agung.
"Biasa sama Hari." Jawab Dion sambil menganggukkan kepala kepada seseorang.
"Ada apa ?" Tanya Agung lirih.
"Arah jam 1, ada yang ingin menembak kamu." Bisik Dion.
Mendengar itu Agung hanya berjalan santai, lalu memasukkan mobilnya ke garasi. Sedangkan Dion langsung menutup pintu gerbang dan menguncinya.
Sampai dalam rumah, mereka semua duduk santai di sana.
"Gimana bisa tenang dalam kerja, kalau begini terus ?" Tanya dan keluh Agung.
"Libatin ALLAH mas, pasti aman." Jawab Hari.
"Alhamdulillah." Ucap Agung.
"Manusia hanya bisa berusaha, TUHAN yang menentukan." Tambah Dion.
"Ya." Jawab Agung.
Tak lama Mawar keluar dan sudah tampak harum.
__ADS_1
"Mau kemana bu Gung ?" Tanya Dion dan Hari.
"Di rumah saja, pak Ion dan pak Har." Jawab Mawar sambil tersenyum.
Mendengar hal itu Agung tertawa dan menatap wajah istrinya.
"By laper, pengen sate kelinci." Ucap Mawar sesampai di tempat duduk dekat suaminya.
"Ya, aku pesankan dulu ya." Ucap Agung.
"Ya, tapi yang pedes ya." Jawab Mawar.
"Ya." Jawab Agung mengalah.
Agung lalu pesan lewat deliveri, dan dia pun pesan 8 porsi. Sesudah memesan, mereka pun menunggu sambil mengobrol.
"Pak Ion." Panggil Mawar.
"Iya bu Gung." Jawab Dion.
"Kapan menikah pak ?" Tanya Mawar.
"Wah, belum tahu bu." Jawab Dion.
"Kok gitu kata suamiku, kamu sudah punya calon tinggal ijab qobul saja ?" Tanya Mawar yang mulai cerewet sejak hamil yang ke dua.
"Ck, gatot bu." Jawab Dion.
"Innalillahi, maaf ya." Ucap Mawar.
"Woles saja bu." Jawab Dion.
Sementara Agung dan Hari hanya menyimak sambil menyunggingkan senyuman. Tak lama pesanan sate kelinci pun datang. Mawar yang hendak keluar, langsung dicegah mereka.
"Biar saya saja Bu Gung." Ucap Dion.
"Ok." Jawab Mawar sambil tersenyum.
Sepeninggal Dion dan Hari, Agung lalu menatap Mawar dan tersenyum.
"Kenapa ?" Tanya Mawar.
"Enggak apa-apa bu Gung." Jawab Agung lalu tertawa.
"Hmm, mulai deh pak Gung." Ucap Mawar.
"Mulai kenapa bu Gung ?" Tanya Agung.
"Mulai bercanda." Jawab Mawar sambil menutup kedua kepala mereka dan langsung mencium bibir Agung.
"Nakal ya." Ucap Agung sambil tersenyum.
"Kan kamu yang ngajarin." Jawab Mawar.
Dan Di luar, Dion nampak sudah selesai membayar deliveri nya. Ia lalu membawa pesanan itu ke dalam.
"Wah dapat 10 kita, kata masnya dapat bonus dua." Jawab Dion.
"Alhamdulillah." Jawab Mawar.
"Bibik Sari dan Sus Sri tolong kesini." Panggil Mawar.
"Ya nona." Jawab mereka bersama.
"Ini untuk kalian berdua." Ucap Mawar seraya memberikan 2 kotak makan untuk mereka.
"Alhamdulillah, makasih nona." Jawab mereka.
"Sama-sama." Jawab Mawar sambil tersenyum.
__ADS_1
"Ko Hai kemana ni ?" Tanya Mawar sambil celingak celinguk.