Cinta Beda Usia

Cinta Beda Usia
Bab 94


__ADS_3

Agung lalu masuk ke ruang Mawar dirawat, dia lalu menggenggam tangan Mawar dan berkata.


Ay, jangan pergi lagi tanpa aku. Kamu tahu ay, aku sangat takut melihat kamu tak sadarkan diri. Aku lemah tanpamu sayang. Ucap Agung lirih sambil menangis.


Tak sadar, linangan air mata Agung menetes di pipi Mawar. Membuat Mawar langsung terjaga dan menatap suaminya.


"Mas." Panggil Mawar lirih.


Membuat Agung langsung menatap wajah Mawar dan tersenyum.


"Kenapa ?" Tanya Mawar lirih sambil mengusap air mata Agung.


"Jangan bikin aku spot jantung." Jawab Agung.


"Maaf mas, ini di luar kendaliku." Jawab Mawar lalu tersenyum.


"Iya sayang aku tahu, tapi jika kamu begini lagi ajak aku juga ya." Ucap Agung.


"Iya" Jawab Mawar mengalah.


Tak lama suster pun datang, dan langsung memeriksa Mawar.


"Gimana sus keadaan bidadari surga dunia akhiratku ?" Tanya Agung.


"Alhamdulillah sudah membaik pak, nanti boleh pulang." Jawab Suster itu dengan ramah.


"Alhamdulillah." Jawab mereka.


Suster itu pun lalu pamit dan setengah jam kemudian, Linda beserta keluarga besar mereka menjenguk Mawar.


"Assalamualaikum." Salam mereka bersama.


"Waalaikumsalam, ya ALLAH masyaallah malah jadi ngerepotin nih." Ucap Mawar dan Agung.


"Tidaklah, kan sekalian nengok cucu." Jawab Rani spontan.

__ADS_1


"Aiya itu." Imbuh Andi.


"Lho mana ni cucu keponakan aku ?" Tanya Ridho.


"Ada di rumah pakdhe." Jawab Linda.


"Weladala, kok anak sama ibu dipisahkan. Oalah anakku sayang, disekolahin sampai lulus S3 kok ya enggak paham." Ucap Taufan.


"Etdah Papa ngomongnya dalam banget, tapi tepat nyesek di hati." Jawab Reza yang tiba-tiba muncul bawa kedua keponakannya.


Agung lalu menghampiri Reza dan menggendong putranya yang kedua. Sedangkan Didi, nampak di gendong Sri.


"Sama siapa ?" Tanya Agung lalu mengambil alih gendongan putranya.


"Cuma aku sama anak-anak dan Mbaknya." Jawab Reza mode serius.


"Makasih ya, maaf sudah merepotkan." Ucap Agung.


"Ah abang, kaya sama siapa saja." Jawab Reza.


"Gung, cowok lagi ni." Ucap Riska.


"Ya tante." Jawab Agung lalu tersenyum.


"Kamu kasih nama siapa ?" Tanya Riska.


"Belum dapat yang pas Tante." Jawab Agung jujur.


"Kasih nama Agung Dwi Al Lafiq aja Gung." Ucap Andi.


"Wih betul banget tuh." Jawab Reza.


"Makasih om, tapi maaf enggak bisa pakai nama sesuai saran om." Ucap Agung lirih.


"Its ok, no problem." Jawab Andi.

__ADS_1


Ditengah bahagia menyambut kelahiran putra Agung dan Mawar, tiba-tiba Akbar berteriak memanggil dokter dan suster. Membuat mereka semua panik dan bertanya.


"Kenapa ?" Tanya mereka semua.


"Istriku mau melahirkan." Jawab Akbar seraya membopong Mida.


"Cepat bawa ke ruang persalinan." Ucap Rani ikut panik.


Sambil menunggu Mida, mereka memilih di ruangan Mawar sebentar.


"Si tampan sudah tidur." Ucap Ratih.


"Iya nek." Jawab Agung menirukan suara anak kecil.


"Sudah ya jangan tambah lagi, kasihan istrimu nanti." Ucap Ratih menasehati Agung.


"Insyaa ALLAH mi." Jawab Agung.


Sedangkan Mawar dan lainnya hanya menyimak.


"Ay." Panggil Agung.


"Iya." Jawab Mawar.


"Bajumu kok basah ?" Tanya Agung.


"Yah tumpah." Jawab Mawar lalu minta dot.


Namun langsung di cegah oleh suaminya.


"Mas ini penuh, mubazir kalau di buang." Ucap Mawar.


Agung hanya diam, sementara yang lain juga memberikan saran yang sama.


"Iya Gung." Jawab mereka.

__ADS_1


__ADS_2