
Tepat jam 1 siang, Mawar nampak terbangun. Kemana dia ? Tanya Mawar dalam hati.
"Mbak maaf, lihat sua-." Ucapnya terhenti karena yang ditanya langsung membentak nya.
"Suamiku bukan suamimu, kalau saja kamu tidak hadir diantara hubungan kami." Jawab perempuan itu dengan ketus.
"Maksudnya gimana ya, saya enggak ngerti ?" Tanya Mawar.
"Setelah Agung resmi cerai, aku dan dia menjalin hubungan. Hubungan kami langgeng, sampai di hari kamis dia melihat kamu, hubungan kami makin renggang dan sering bertengkar. Coba kalau kamu enggak hadir, maka akulah pemenang hatinya." Jawab perempuan itu lalu pergi.
Astagfirullahhallazim, semoga aku bisa melewati dengan sabar, atas apa yang aku tanam tahun kemarin. Ucap Mawar lirih.
Tak lama teman-teman Agung pada masuk.
"Hai Mawar." Sapa Melati.
"Hai mbak." Jawab Mawar sambil tersenyum.
"Kenalin namaku Melati, panggil nama saja ya jangan pakai mbak." Ucap Melati.
"Oh iya." Jawab Mawar.
"Berapa bulan ?" Tanya Melati.
"5 bulan." Jawab Mawar.
"Wah bentar lagi lounching nih." Ucap Melati dengan tawa khasnya.
"Aamiin." Jawab Mawar.
"Maaf Mel, mau tanya boleh enggak ?" Tanya Mawar.
"Boleh mau tanya apa ?" Jawab dan tanya Melati.
"Sebelum denganku, apa suamiku pernah menjalin cinta dengan teman sekerja nya ?" Tanya Mawar lirih.
"Enggak pernah, Agung awal kerja disini sampai sekarang, enggak pernah jalin hubungan dengan satu teman kantor."Jawab Melati.
"Oh tapi kok tadi ada yang ngaku-ngaku gitu ya dan nyalahin aku juga." Ucap Mawar lirih.
"Memangnya siapa ?" Tanya Melati.
"Sayang banget aku belum kenalan dengannya." Jawab Mawar.
"Sudah jangan diambil hati, disini ada kok yang suka dengannya, tapi Agung memilih menjauhinya. Bahkan sebelum menikah denganmu ada, tapi Agung memegang komitmen. Dia enggak akan menaruh hati ke perempuan yang satu kerja dengannya. Takutnya nanti pas putus, malah jadi musuhan." Jawab Melati dengan panjang lebar.
"Makasih ya." Jawab Mawar.
"Ya, eh aku balik kerja lagi ya." Ucap dan pamit nya.
"Iya." Jawab Mawar.
"Senang mengenalmu." Ucap Melati.
"Alhamdulillah makasih Mel." Jawab Mawar.
"Yoha." Ucap Melati.
Sepeninggal Melati, Mawar memainkan gawainya.
("Hubby laper." Tulis pesan Mawar.)
("Sabar dulu ya, bentar lagi aku datang." Jawab pesan Agung.)
Mawar pun hanya membaca tanpa membalasnya.
Pesan deliveri saja ah, eh tapi kan aku enggak bawa uang. Ucap Mawar lirih.
Hingga tepat jam 1.30 siang, Agung pun sudah datang.
"Ya elah, pelan-pelan brow. Buru-buru amat." Ucap Reno sopir mobil kantor.
__ADS_1
"Sori, istriku kelaparan." Jawab Agung dengan teriak.
"Ck, sejak nikah dia tambah beda. Dulu mau dekat dan meluk aku sekarang enggak." Gerutu Lusi.
"Anda sehat ?" Tanya Rendi dan Reno.
"Sehat." Jawab Lusi ketus dan langsung berlalu.
"Dasar cewek aneh." Jawab mereka bersama.
Dan di dalam Agung meneteskan air mata saat Mawar berkata lirih dengan calon anaknya.
Sabar ya sayang, ayahmu sedang kerja. Harus kuat pasti nanti ayah datang. Ucap Mawar lirih sambil mengelus lembut perutnya.
Agung lalu menghapus air matanya dan mendekati Mawar.
"Maafin aku ya, gara-gara aku kalian kelaparan." Ucap Agung.
"Mas, ini bukan salahmu suamiku sayang, ini salahku saja yang kelamaan tidur." Jawab Mawar menghibur suaminya.
"Makasih ay." Ucap Agung.
"Sama-sama." Jawab Mawar.
"Ya sudah ni makan." Ucap Agung.
"Makasih mas. Makasih ayah." Jawab Mawar.
"Sama-sama istriku dan anakku." Ucap Agung.
Mawar pun langsung makan, dan tak berapa lama dia nambah lagi. Beruntung Agung membeli 2 kotak makan. Dan tak lama Mawar pun selesai.
"Alhamdulillah." Ucap Mawar.
"Masih lapar ?" Tanya Agung.
"Hehe, enggak. Nanti lagi mas." Jawab Mawar sambil tersenyum.
"Ya." Jawab Agung.
Mawar pun langsung mengecup kening Agung dan berjalan disana.
"Mas, aku izin keluar ya." Ucap Mawar.
"Kemana ?" Tanya Agung.
"Ke depan saja kok." Jawab Mawar.
"Yuk aku temani." Jawab Agung dengan membawa laporan tugasnya.
"Maaf ya jadi buat kerjaan kamu terganggu." Ucap Mawar lirih.
"Enggak apa-apa ay, justru kalau tadi aku tinggal kamu di rumah. Aku malah enggak fokus kerja." Jawab Agung lalu tertawa.
Sampai di luar, Mawar lalu berjalan disana. Dengan tetap dijaga dan dipantau suaminya.
"Mas." Panggil Mawar.
"Ya sayang." Jawab Agung.
"Sudah selesai ?" Tanya Mawar.
"Dikit lagi, ada apa ?" Tanya Agung lirih dan tersenyum.
"Pangku." Jawab Mawar.
"Ya sini." Ucap Agung seraya membenarkan posisi duduknya dan menata kembali tugasnya.
"Makasih." Ucap Mawar.
"Sama-sama." Jawab Agung lalu menarik dagu Mawar dan mencium bibirnya.
__ADS_1
"Selesaiin dulu mas." Ucap Mawar lirih.
"Iya." Jawab Agung.
Tanpa mereka tahu, seluruh temannya melihat.
"Hmm, jadi rindu istri. Besok aku ajak dia ah." Ucap mereka.
Sementara bosnya Agung, tak menyangka dengan ketulusan cinta Agung terhadap Mawar.
Waktu pun sudah beranjak sore, nampak Mawar kembali tertidur lagi di pangkuan Agung.
"Enggak capek mas ?" Tanya satpam disana.
"Sudah biasa." Jawab Agung lirih.
"Pantes kuat lama." Ucap satpam itu.
Agung lalu minta tolong Rendi untuk membawa laporan kerja Agung ke dalam. Sedangkan dirinya membopong istrinya.
"Tidur lagi ?" Tanya Two R.
"Iya." Jawab Agung lirih sambil menidurkan Mawar di kursi dengan pelan-pelan.
"Dia setiap hari begitu Gung ?" Tanya two R.
"Enggak kok, semenjak hamil saja dia berubah jadi manja banget. Tapi aku bahagia dengan sikapnya." Jawab Agung seraya tertawa.
"Alhamdulillah." Jawab Rendi.
"Cantik juga ya kalau tidur." Ucap Reno lalu berlari.
"Aamiin." Jawab Agung.
Tepat pulang kerja, Mawar belum juga bangun. Akhirnya Agung membawa Mawar di depan dia.
"Hati-hati Gung." Ucap teman-temannya.
"Iya." Jawabnya.
Sampai di rumah Linda, Agung lalu menatap Mawar.
Masih tidur, mungkin kamu capek ya naik motor. Ucap Agung lirih dan membopong Mawar.
"Tidur Gung ?" Tanya Marfel tiba-tiba.
"Iya." Jawab Agung lirih seraya melangkah ke dalam kamar.
"Tumben kamu bawa ?" Tanya Marfel.
Agung lalu cerita semuanya kepada Marfel. Mendengar hal itu Marfel lalu memberikan solusi terbaik. Karena enggak mungkin juga Mawar ikut terus. Mengingat kondisi tubuh Mawar yang mudah sakit.
"Mendingan kalian kembali di rumah kalian sendiri. Kan sekarang udah aman. Disana juga ada Sari." Ucap Marfel.
"Tapi bang, kalau nanti-." Ucap Agung terhenti,karena Mawar menyusul dirinya.
"Sayang, sudah bangun ?" Tanya Agung.
"Sudah." Jawab Mawar yang baru selesai mandi.
"Abang sudah lama ?" Tanya Mawar.
"Belum kok." Jawab Marfel.
"Mas, pengen es buah." Ucap Mawar.
"Ya sudah aku mandi dulu terus cari pedagangnya." Jawab Agung.
"Iya." Jawab Mawar sambil tersenyum.
"Mbak Nadin enggak diajak bang ?" Tanya Mawar setelah Agung izin pamit mandi.
__ADS_1
"Enggak, dia belum mau." Jawab Marfel.