
"Wah enak ni." Ucap Agung.
"Enak tapi capek tuan. Nyonya jalan terus dan ngobrol sama temennya. Sampai saya ketinggalan tuan. Hadeh, kalau diajak nyonya lagi, saya milih nunggu di mobil tuan." Jawab Sari.
"Ya gitu mami." Jawab Agung lalu tertawa.
Sedangkan Mawar dan putranya hanya menyimak.
"Bibik, bibik belanja kebutuhan dapur dulu, aku juga mau belanja ikan soalnya." Ucap Mawar.
"Iya Nona." Jawab Sari.
"Bik, jangan lupa sayur, buah dan susu ya." Ucap Agung.
"Ya tuan." Jawab Sari.
"Sini anak ayah, ikut ayah dulu ya." Ucap Agung sambil menggendong putranya.
"Yayah." Panggil Agung kecil.
"Apa sayang ?" Tanya Agung seraya tersenyum.
"Mamam." Celoteh Agung kecil.
"Iya sayang." Jawab Agung.
Sementara Mawar nampak pesan ikan salmon dan kepiting. Dia pengen masak ikan itu. Setelah dapat, Mawar lalu belanja sabun mandi dan sabun cuci. Juga susu untuk dirinya dan suaminya.
Barulah ia belanja makanan ringan. Dan tak lama Sari datang.
"Sudah bik ?" Tanya Mawar.
"Insyaa ALLAH sudah nyonya, tolong di cek lagi nona kalau kurang atau salah ambil. " Ucap Sari.
"Enggak kok bik, ini kesukaan kami semua. Cuma buahnya kurang." Ucap Mawar lalu mengajak Artnya kembali ke aneka buah.
"Oh itu ya non." Jawab Sari.
"Iya, saya lebih suka apel dan jeruk." Ucap Mawar.
"Sudah nona ?" Tanya Sari.
"Sudah. Yuk." Jawab dan ajaknya.
"Iya Nona." Jawab Sari.
Sampai di kasir, Agung kecil sudah tertidur.
"Mas sini biar aku gendong, kasian dia." Ucap Mawar.
"Ya." Jawab Agung.
"Aku tunggu disana ya." Ucap Mawar.
"Disini saja, aku enggak mau jauh-jauh dari kalian." Jawab Agung sambil mencium Mawar dan anaknya.
"Hmm." Jawab Mawar.
"Nona, saya tunggu di sana ya." Ucap Sari.
"Oh iya." Jawab Mawar.
Tak lama mereka pun selesai membayar. Dan mereka langsung memasukkan belanjaan ke mobil. Setelah selesai, mereka pun kembali ke lantai atas. Untuk makan.
"Pesan apa ay ?" Tanya Agung.
"Apa ya mas, bingung aku." Jawab Mawar sambil menggendong putranya.
"Bibik pesan apa ?" Tanya Agung.
"Bingung tuan." Jawab Sari.
"Ya sudah, aku pesenin saja ya." Ucap Agung.
"Iya." Jawab mereka bersama.
Tak lama pesanan pun datang, dan mereka pun langsung memakannya dengan pelan-pelan.
"Alhamdulillah." Ucap Sari.
"Alhamdulillah." Ucap mereka bersama.
__ADS_1
"Sudah yuk pulang." Ajak Mawar.
"Bentar nona, perut saya kekenyangan." Jawab Sari.
"Gosok minyak bik." Ucap Mawar dengan menyerahkan minyak itu ke Artnya.
"Makasih nona." Jawab Art itu.
"Sama-sama bik." Ucap Mawar.
Sementara Agung, bergelayut di tubuh istrinya sambil mencium putranya.
"Wangi banget ay." Ucap Agung.
"Siapa ?" Tanya Mawar.
"Piho." Jawab Agung.
"Makasih ayah." Jawab Mawar sambil tersenyum.
"Sama-sama." Ucap Agung.
Setelah lama duduk, akhirnya perut Sari tidak seperti tadi yang terasa sakit. Kini mereka pun meninggalkan tempat itu. Dan kembali pulang.
Sampai di mobil, Sari langsung tepar dan mendengkur.
"Astagfirullahhallazim, bibik sudah capek dan langsung tidur." Ucap Agung.
"Biarkan saja mas, namanya juga kerja dari jam 3 malam sampai jam 7 malam." Jawab Mawar.
"Iya juga sih. Cuma kok bisa ya dia di panggil biji semangka ?" Tanya Agung lirih.
"Karena kurus dan putih mungkin." Jawab Mawar.
"Mungkin juga sih." Ucap Agung sambil tersenyum dan menatap wajah Mawar.
Tak terasa mereka pun sudah sampai di rumah.
"Ehem, bibik bangun dulu bik." Ucap Mawar.
"Sudah sampai ya non ?" Tanya Sari.
"Iya Nona." Ucap Sari.
Agung pun kini mengangkat belanjaannya tadi ke dalam. Sementara Sari memasukkan ke dalam kulkas dan almari.
Berbeda dengan Mawar, Mawar tampak menyusui putranya. Karena tadi dia terbangun.
"Sudah bik, lanjut besok saja. Istirahat saja kamu." Ucap Agung.
"Iya tuan." Jawab Sari.
Sepeninggal Sari, Agung lalu mengunci pintu rumah dan dapur. Ya Artnya tidak satu rumah dengan mereka. Tapi di bangunkan tepat di belakang rumahnya. Buat jaga privasi rumah tangga mereka.
Selesai semua, Agung lalu mematikan lampu dan masuk ke kamar.
"Sudah tidur ?" Tanya Agung.
"Sudah." Jawab Mawar sambil mengganti pakaiannya.
Begitu juga dengan Agung, selesai itu, Mawar lalu membersihkan wajahnya dan tidur.
"Sudah selesai ?" Tanya Agung.
"Sudah mas." Jawab Mawar lalu mencium kening anaknya.
"Aku juga mau." Ucap Agung.
Mawar pun langsung mengecup kening Agung.
"Makasih." Ucap Agung.
"Sama-sama." Jawab Mawar.
Mereka kini pun langsung tidur karena besok harus mulai aktivitasnya lagi.
Tepat jam 12 malam Agung kecil terbangun, cepat-cepat Mawar memberikan asinya dan alhamdulillah anaknya tidur lagi.
Tak lama Mawar beranjak dari tempat tidurnya, ia ingin buang hajat. Selesai buang hajat, ia kembali lagi ke tempat tidur untuk tidur kembali.
"Darimana ?" Tanya Agung yang terbangun mencari istrinya.
__ADS_1
"Kamar mandi, masih malam mas tidur lagi saja." Ucap Mawar.
"Iya." Jawab Agung seraya memeluk tubuh Mawar.
"Ay, besok aku berangkat subuh." Ucap Agung.
"Tumben ?" Tanya Mawar.
"Iya, enggak tahu tu Ko Arya." Jawab Agung.
"Bukannya dulu kamu manggil dia mas ya, kok sekarang koko ?" Tanya Mawar.
"Karena 8 bulan yang lalu ia resmi menikah dengan orang Cina." Jawab Agung.
"Oh." Jawab Mawar.
"Iya." Ucap Agung sambil tersenyum.
"Tidur lagi yuk." Ajak Mawar.
"Iya." Ucap Agung sambil membuka minumnya.
"Ya ALLAH ya Qarim." Ucap Mawar.
Suaminya hanya terdiam tanpa mau menjawab. Tak lama mereka pun terlelap.
Paginya, semua sudah siap. Mawar bangun jam 2 malam, dan gegas memasak untuk suaminya.
"Sudah siap mas ?" Tanya Mawar.
"Sudah." Jawab Agung.
"Sarapan dulu mas." Ucap Mawar dengan tersenyum dan menggendong putranya.
"Ya." Jawab Agung.
"Bik, sarapan dulu." Ajak Mawar.
"Sudah nona, silahkan." Jawab Sari jujur.
"Bangun jam berapa ay ?" Tanya Agung.
"Jam 2 mas, aku enggak mau kamu telat sarapan." Jawab Mawar.
"Masyaallah, terima kasih sayang." Ucap Agung.
"Sama-sama." Jawab Mawar.
"Yayah." Panggil Agung kecil.
"Iya sayang." Jawab Agung.
Selesai sarapan Agung menggendong putranya sebentar. Dan bercanda dengannya, lalu pamit berangkat.
"Sayang, nanti siang aku sudah pulang. Jangan keluar rumah saat aku tidak ada di rumah." Ucap Agung.
"Insyaa ALLAH mas." Jawab Mawar.
"Piho, ayah berangkat dulu. Titip ibu ya, jangan banyak fikiran, melamun dan keluar rumah tanpa ayah." Ucap Agung kepada putranya.
"Agung kecil hanya tersenyum dan tertawa.
"Pintar." Ucap Agung seraya mencium mereka.
"Aku berangkat ya." Ucap Agung lagi.
"Ya mas, fii amanillah." Jawab Mawar sambil tersenyum dan takzim.
"Aamiin." Jawab Agung.
Agung meninggalkan rumahnya, di pagi buta. Sampai di kantor, dia langsung ke ruangan bosnya.
"Tumben tepat waktu." Goda Arya.
"Telat salah, enggak telat salah." Jawab Agung lalu tertawa.
"Biasanya kan masih tidur." Ucap Arya.
"Itu dulu, waktu masih sendiri." Jawab Agung.
"Hmm ya." Ucap Arya.
__ADS_1